Pemerintah Harap Tak Ada Lonjakan Kasus Covid Seperti di India

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya agar kasus Covid-19 di Tanah Air bisa terus dikendalikan, sehingga tidak terjadi seperti di India. Selain vaksinasi, Jubir Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi juga menekankan pentingnya mengurangi mobilitas warga, seperti larangan mudik.

“Yang pasti kita terus menerus mengedukasi masyarakat. Adanya larangan mudik itu kan salah satu upaya kita menjaga supaya mengurangi mobilitas,” katanya dalam keterangan tertulis.

Langkah antisipasi lainnya adalah pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro, khususnya di daerah-daerah tujuan mudik, daerah zona merah atau yang kasusnya meningkat. Kemudian, penguatan testing, tracing, treatment terutama di daerah-daerah tujuan mudik.

Pemerintah berharap kepada seluruh masyarakat agar bisa menahan diri sehingga tidak mudik. Nadia mengaku bisa memahami bahwa masyarakat menginginkan sekali bisa berkumpul bersama keluarga saat Lebaran.

“Tapi tentunya kita menahan diri jangan sampai kemudian terjadi pelonjakan kasus di kemudian hari. Kita tahu bahwa peningkatan kasus selalu berhubungan dengan mobilitas yang tinggi,” jelasnya.

Nadia melanjutkan, pemerintah juga terus meningkatkan capaian program vaksinasi. Teorinya bahwa 70 persen dari sasaran vaksinasi bisa memberikan perlindungan, atau menekan laju penularan virus.

“Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Kalaupun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan,” ujar Nadia.

Jika vaksinasi semakin cepat dan banyak, atau 70 persen jumlah penduduk Indonesia sudah divaksin, maka kekebalan kelompok akan terjadi. Kondisi itu pasti akan menekan laju penularan Covid-19.

Fakta sekarang baru sekitar 11 juta orang yang divaksin atau 6 persen dari target. Kalau dibandingkan jumlah penduduk, angka itu masih kecil. Artinya belum cukup untuk memberikan perlindungan kekebalan kelompok.

Mengenai stok vaksin, Nadia mengungkapkan sebenarnya di bulan April ini Indonesia mendapatkan dua sumber vaksin, yakni AstraZeneca dan Sinovac. AstraZeneca menunda pengiriman vaksin. India meminta menunda pengiriman karena ada peningkatan kasus.

“Jadi yang seharusnya vaksin dikirim April, itu baru bisa dikirimkan Mei. Jumlahnya tidak mencapai 11 juta juga, jadi akan dikirimkan kurang lebih sekitar 5 juta,” imbuhnya.

Dengan keterbatasan stok vaksin, pemerintah melakukan berbagai upaya. “Pemerintah memastikan vaksinasi pada Mei, vaksinnya betul-betul datang. Kemudian, meminta Biofarma untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” tutur Nadia.

Sumber: republika.co.id

Puasanya Para Kaum Elite

Mendengar kata elite apa yang tergambar dalam pikiran kita? Petinggi, atau kumpulan orang orang terbaik. Di bulan Ramadhan ini banyak orang berlomba lomba meningkatkan amal ibadahnya serta menjauhi laranganNya. Namun ada sebagian dari kita yang berpuasa hanya sekedar puasa, tidak melakukan amal ibadah lainnya bahkan Nabi mengatakan puasanya tergolong sia sia.
Rasulullah bersabda : “Berpuasa bukanlah hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi mencegah diri dari segala perbuatan sia sia serta menjauhi perbuatan yang kotor dan keji.”
(HR Al Hakim). Sangat jelas yang Rasul katakan bahwa puasa tidak hanya menahan diri makan dan minum tetapi juga bisa mengendalikan diri dari hawa nafsu serta perbuatan munkar.
Imam Ghazali membagi 3 golongan orang yang berpuasa, siapa sajakah itu?
1. Golongan pertama adalah puasanya orang awam(biasa). Yaitu orang yang berpuasa, tidak makan tidak minum tidak melakukan hubungan suami istri hanya itu saja. Tetapi masih melakukan perbuatan buruk lainnya seperti berbohong, berghibah, bahkan tidak membaca Al Qur’an dan melakukan sholat.
2. Golongan kedua adalah puasanya orang khusus (spesial). Yaitu orang yang berpuasa menahan diri dari makan dan minum serta perbuatan dosa lainnya yang membatalkan puasa. Melakukan amal ibadah baik wajib maupun sunnah yang menambah pahala.
3. Golongan ketiga adalah puasanya orang istimewa (elite). Yaitu orang yang tidak hanya berpuasa namun benar benar bisa mengistiqomahkan hatinya untuk akhirat. Tidak memikirkan harta dan kesenangan dunia. Hati dan pikirannya ikut berpuasa karena islam,iman dan ihsan.
Namun realitanya masih banyak orang yang berpuasa di golongan pertama, yang termasuk berpuasa sia sia tidak mendapatkan apa apa. Lalu diurutan berapakah kita dalam golongan tersebut? Semoga kita bisa mencapai termasuk golongan ketiga. Aamiin.[*Rahmi Anggita/ Komunitas Muslimah Batam

Forum Rektor PTNU Bicara Peran Dosen dalam Pengembangan SDM

JAKARTA(Jurnalislam.com) Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini menerima Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU). Pertemuan di kantor Kemenag ini membahas perkembangan perguruan tinggi keagamaan.

Ketua Forum Rektor PTNU Masykuri Bakri menyampaikan bahwa pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.

“Peran dosen sangat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang di hasilkan dari perguruan tinggi. Kami mohon Pak Menteri Agama untuk memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dosen pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, khususnya swasta,” ujar Masykuri di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi perjuangan para dosen PTKI. Menag menilai mereka sebagai  para pejuang pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Perjuangan dosen layak diapresiasi.  Kami di Kementerian Agama akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para dosen dan penyelenggara pendidikan,” tutur Menag.

Ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani menginisiasi penyelenggaraan focus group discussion (FGD) untuk membahas secara lebih lanjut berbagai rencana pengembangan PTKI.

“Kita sebaiknya bertemu kembali dalam FGD untuk membahas lebih detail apa-apa saja yang menjadi permasalahan di lapangan sehingga solusi yang akan kami usulkan ke Menteri Agama langsung ke sasarannya,” pungkas Ali.

 

 

Silaturahim dengan Al Irsyad, Menag: Kami Ingin Sinergi dengan Seluruh Ormas Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan dirinya berkomitmen untuk mengintensifkan komunikasi dengan seluruh ormas Islam. Karena menurutnya, komunikasi adalah kunci membangun sinergi untuk memajukan bangsa. Hal ini dikemukakan Menag Yaqut saat menerima perwakilan pengurus Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islamiyah, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Prinsipnya,  Kemenag ingin membangun sinergi dengan seluruh ormas Islam yang ada. Dan kami sadar, ini semua dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang intensif,” tutur Menag, Selasa (20/4/2021).

Ia menambahkan, keberadaan ormas Islam dengan berbagai pandangan yang dimiliki sejatinya dapat menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Hal ini dimungkinkan bila terdapat sinergi yang baik antar ormas, maupun dengan pemerintah. “Memperbaiki ukhuwah islamiyah itu menjadi kata kunci. Manyatukan pasti sulit, tapi komunikasi harus dibangun,” ungkap Menag.

Menag juga menyampaikan, Kemenag mengapresiasi kehadiran Al-Irsyad yang selama ini telah mewarnai kehidupan keberagamaan di Indonesia. “Saya kira kami juga sangat terbuka untuk bisa bersinergi dengan Al-Irsyad melalui program yang dimiliki,” imbuhnya.

Sementara pimpinan PP Al-Irsyad Faizol N bin Madi menyampaikan, saat ini lembaga yang dipimpinnya bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, serta sosial ekonomi. “Untuk bidang pendidikan, kami bahkan  punya lembaga yang berada di perbatasan Papua Nugini. Di bidang sosial ekonomi, kami punya rumah sakit dan aktif juga terlibat dalam penanganan bencana-bencana,” tutur Faizol.

“Terbaru, di lombok kita membangun seribu rumah untuk korban bencana alam di sana,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan maksud kedatangannya ke Kemenag bertujuan untuk meminta dukungan dan support  pemerintah terhadap pergerakan yang dilakukan Perhimpunan Al-Irsyad Al Islamiyah. “Yang paling dekat, kami berharap Kemenag dapat mendukung untuk pemberian rekomendasi penyelenggaraan lembaga pendidikan di bawah Kemenag. Kedua, kami berharap dapat memperoleh pelatihan dan sertifikasi falaqiyah bagi kader muda Al-Irsyad,” ungkapnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama Ishfah Abdil Aziz, Direktur Penerangan Agama Islam Juraidi, dan Sekretaris Menteri Thobib Al Asyhar.

1081 Tahun Universitas Al Azhar Mewarnai Dunia Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sejak didirikan pada tahun 361H/975M, Al-Azhar Mesir selalu berada di garda terdepan dalam pendidikan dan pengembangan dakwah Islam yang moderat dan toleran. Pengaruh lembaga yang berdiri di masa kekuasaan Dinasti Fathimiah ini juga bukan hanya di Mesir, tapi juga di seluruh dunia.

“Maka tidak berlebihan jika Al-Azhar disebut sebagai benteng wasathiyyah Islam,” ungkap Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Webinar Peringatan 1.081 tahun Al-Azhar, Selasa (20/4/2021).

Webinar bertema ‘Peran Al-Azhar dan Ulamanya dalam Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir’ ini digelar oleh Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Menag Yaqut menyambut baik webinar yang diikuti secara virtual oleh ribuan alumni Al-Azhar di Indonesia ini.

Menurutnya, bagi masyarakat muslim Indonesia, Al-Azhar telah memberikan banyak inspirasi dalam mengukuhkan kehidupan keagamaan yang moderat, berasaskan tradisi keislaman ahlussunah wal jama’ah.  Bahkan, lanjut Menag, karya-karya pemikiran ulama Al-Azhar telah mewarnai pemahaman dan pergerakan keagamaan di tanah air jauh sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terbentuk.

“Pada tahun 1850 di Mesir telah dijumpai komunitas bangsa Indonesia yang ditandai dengan keberadaan Ruwaq Jawi di masjid Al-Azhar,” ungkap Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Tercatat pada masa itu, pendiri Pesantren Tremas, Kyai Abdul Manan Dipomenggolo, kakek dari Syeikh Mahfuz Tremas, telah belajar kepada masyayikh Al-Azhar.Di antaranya  Syeikh Al-Azhar Ibrahim al-Bajuri. “Secara geneologis, dari pesantren ini berkembang tradisi keilmuan pesantren di berbagai wilayah Indonesia yang masih lestari hingga saat ini,” lanjut Gus Menteri.

Saat ini bahkan wasathiyah islam yang menjiwai Al-Azhar menurut Menag sejalan dengan konsep moderasi beragama yang diusung Kementerian Agama. Menag pun memuji sikap yang dicontohkan oleh Grand Syeikh Al-Azhar Syeikh Ahmad al-Thayeeb saat menandatangani ‘Dokumen Persaudaran Kemanusiaan untuk Perdamaian Dunia dan Harmoni Kehidupan’ bersama dengan pemimpin tertinggi Katolik Dunia Paus Fransiskus.

Bagi Menag, dokumen yang ditandatangani pada 4 Februari 2019 itu menjadi langkah inspiratif bagi kehidupan beragama di dunia yang berlandaskan semangat toleransi dan menghargai keragaman. “Upaya tersebut sangat relevan dan sejalan dengan upaya penguatan moderasi beragama yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama,” ujar Gus Menteri.

“Semoga di usia ke-1.081 Al-Azhar terus memberikan manfaat dan menebar kebaikan bagi masyarakat dunia,” imbuhnya.

Dukung Polri Tersangkakan Paul Zhang, DSKS Minta Masyarakat Kawal Kasus Penistaan Agama

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengapresiasi penetapan tersangka terhadap Joseph Paul Zhang yang diduga melakukan penodaan agama paska pengakuannya sebagai nabi ke 26 di akun youtube miliknya beberapa waktu yang lalu.

Bareskrim Polri sendiri menilai bahwa Joseph melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP.

“Mendukung langkah-langkah Polri untuk menangkap dan memproses hukum secara cepat dan transparan agar terjaga kondusifitas di tengah-tengah masyarakat,” kata Koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziah (DRT) DSKS ustaz Abdul Rahim Ba’asyir dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Dakwah DSKS, Brantan, Pajang, Laweyan, Solo, rabu, (22/4/2021).

Ustaz Iim sapaan akrabnya juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengawal proses hukum kasus ini sehingga tidak terulang dikemudian hari.

“Menghimbau kepada umat beragama di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan menjunjung tinggi agama dan keyakinan umat beragama lain, serta tidak mudah untuk diadu domba,” terangnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan di luar hukum dan menyerahkan penyelesaian kasus dugaan penodaan agama tersebut kepada aparat yang berwenang.

“Menghimbau kepada umat Islam untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menjaga ukhuwah Islamiyah,” tandasnya.

Jozeph Paul Zhang Ditetapkan Tersangka Penodaan Agama

(Jurnalislam.com) – Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama lantaran mengaku sebagai Nabi ke-26.

“Iya benar, ketika dimasukkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) yang bersangkutan sudah sebagai tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi, Selasa (20/4/2021).

Jozeph disangka melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP.

Adapun bunyi Pasal 156a ialah: Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia; b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Jozeph Paul Zhang sendiri terdeteksi berada di Negara Jerman. Karena berada di luar negeri, Polri pun melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ditjen Imigrasi dan pihak Interpol.

Ia juga diketahui pernah ke Hongkong setelah dari Indonesia. Jozeph sendiri telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 silam. Pada awal tahun 2018, Jozeph terdeteksi berada di Hong Kong.

Sumber: okezone.com

Satpol PP Awasi Prokes saat Shalat Tarawih

DEPOK(Jurnalislam.com) – Aparat Satpol PP Kota Depok melakukan monitoring saat pelaksanaan Shalat Tarawih selama Ramadhan. Monitoring ini sesuai dengan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah personel untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan shalat Tarawih agar berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Monitoring ini sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Lienda di Balai Kota Depok, Jawa Barat Senin (19/4).

Menurut Lienda, berdasarkan SE Wali Kota Depok, jumlah jamaah dalam pelaksanaan shalat Tarawih paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala. Kemudian, setiap jamaah diwajibkan membawa perlengkapan ibadah sendiri dan  menggunakan masker.

Selanjutnya, kegiatan ibadah di masjid atau mushala dilaksanakan maksimal hingga pukul 21.00 WIB serta, mengatur jarak antar jamaah saat pelaksanaan ibadah shalat. “Kami ingatkan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan prokes, demi mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” ujar Lienda.

Sumber: republika.co.id

PKB Protes Keras Kamus Sejarah Indonesia terbitan Kemendikbud

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melayangkan protes keras  terhadap Kamus Sejarah Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dalam kamus tersebut diketahui tidak mencantumkan nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syekh Hasyim Asy’ari.

“PKB protes keras karena KH Hasyim Asy’ari nggak tertulis dalam kamus sejarah indonesia terbitan dari dirjen kebudayaan Kemendikbud, sementara Abu Bakar Ba’asyir yang ditahan negara malah ada,” kata Sekjen PKB, M Hasanuddin Wahid, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/4).

Dia menyayangkan Tindakan Kemendikbud yang dianggap tidak mengakui Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional sekaligus pendiri NU. Sementara tokoh yang dianggap penyokong radikalisme malah mendapat tempat di buku terbitan Kemendikbud. “Ada yang aneh dengan Kemendikbud hari ini,” ujarnya.

Menurutnya tindakan Kemendikbud tersebut dikhawatirkan akan mengaburkan sejarah dan berbahaya bagi generasi muda Indonesia. Menyikapinhal tersebut, PKB mendesak agar kamus tersebut tidak diterbitkan. “(Kemendikbud didesak) Tidak menerbitkan buku-buku yang tidak otoritatif, seperti buku kamus sejarah di atas,” ucapnya.

Diketahui Kemendikbud menerbitkan dua jilid Kamus Sejarah Indonesia. Jilid I memuat sejarah pembentukan negara (nation formation) dalam rentang waktu 1900-1950. Kemudian Jilid II memuat peristiwa sejarah dari tahun 1951-1998.

Sumber: republika.co.id

Anies: Di Tengah Pandemi, Indeks Pembangunan Manusia DKI Tertinggi

AKARTA(Jurnalislam.com)– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 dalam Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin 19 April 2021.

Dalam penyampaiannya di depan para anggota dewan dan pimpinan sidang, Anies memaparkan penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun, Pemprov DKI Jakarta lebih banyak berjibaku melawan pandemic covid-19 dan mengatasi berbagai dampak yang disebabkan oleh krisis kesehatan tersebut.

Meskipun demikian, beberapa indikator makro yang disampaikan Gubernur Anies, mengalami peningkatan, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di mana Kinerja pembangunan manusia di Jakarta pada tahun 2020 tercatat sebesar 80,77 meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 80,76.

“Di tengah pandemi Covid-19, IPM DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia serta satu-satunya provinsi dengan nilai IPM di atas nilai 80 atau sangat tinggi. Nampak pada dimensi kesehatan yaitu Umur Harapan Hidup DKI Jakarta mencapai 72,91 tahun, meningkat dari tahun 2019 yaitu 72,79 tahun,” kata Anies di Gedung DPRD DKI kemarin.

Sumber: sindonews.com