Kartu Nikah Mulai Beralih ke Versi Digital

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Mulai Agustus 2021, Kementerian Agama (Kemenag) menyetop penerbitan kartu nikah fisik. Sebagai gantinya, Kemenag telah meluncurkan kartu nikah digital yang mulai dirilis pada akhir Mei 2021.

Keterangan ini disampaikan Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam, Jajang Ridwan dalam acara ‘Curhat Seputar Kartu Nikah dan Buku Nikah’ yang digelar secara virtual.

“Kami di Kementerian Agama memutuskan untuk menghentikan penerbitan kartu nikah fisik per Agustus 2021 ini. Sebagai gantinya, Kementerian Agama telah meluncurkan kartu nikah digital oleh Gus Menag bersamaan dengan pencanangan 6 KUA Model di KUA Banjarnegara pada akhir Mei lalu,” ujar Jajang, Jumat (6/8/2021).

Curhat Seputar Kartu Nikah dan Buku Nikah tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Acara tersebut dilakukan via Zoom dan akun Youtube Ditjen Bimas Islam TV yang diikuti oleh Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh, dan masyarakat umum.

Menurut Jajang, penggantian kartu nikah fisik menjadi digital sudah sesuai dengan Surat Ditjen Bimas Islam B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital. Surat ini ditandatangani Plt. Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib Machrus.

“Dalam Surat Edaran Ditjen Bimas Islam tersebut dijelaskan bahwa mulai Agustus 2021 Kemenag tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Sementara kartu nikah fisik yang tersisa akan kita habiskan,” ujarnya.

Jajang menjelaskan, layanan kartu nikah digital bisa diakses di semua Kantor Urusan Agama (KUA) yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah Web). Menurutnya, saat ini hampir 100 persen KUA sudah bisa mengakses Simkah Web.

Cara mendapatkannya, pasangan calon pengantin harus mengisi formulir pendaftaran nikah melalui Simkah Web di www.simkah.kemenag.go.id. Pasangan calon pengatin harus mengisi data-data dengan lengkap, termasuk nomor telepon, dan alamat email yang masih aktif.

Jajang menjelaskan, setelah pasangan pengantin tersebut selesai melaksanakan akad nikah, kartu nikah digital akan dikirim melalui email dan nomor WhatsApp yang telah didaftarkan melalui Simkah (sementara masih melalui email) dalam bentuk tautan atau ‘link’.

Ia menambahkan, kartu nikah digital tidak hanya bisa dimiliki oleh pasangan yang baru nikah, melainkan juga diperuntukkan bagi pasangan yang sudah lama menikah. Proses pengurusannya tak membutuhkan banyak syarat administrasi. Tahapan pengajuan kartu nikah dgital bagi pasangan lama meliputi:

1. Datang ke Kantor Urusan Agama tempat menikah.
2. Data pernikahan dimasukkan ke dalam web Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah).
3. Kartu nikah digital akan dikirim melalui email dalam bentuk soft file.

Jajang menegaskan, kartu nikah digital merupakan layanan baru dari Kemenag untuk mempermudah pasangan pengantin membawa dokumen nikah. Hadirnya dokumen nikah dalam bentuk digital membuat pasangan pengantin tidak perlu repot membawanya berpergian.

Tahun Baru Hijriyah, Momen Gotong Royong Hadapi Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)—  Umat Islam menyongsong tahun baru 1 Muharram 1443 H (Hijriah). Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat untuk memperkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Selamat tahun baru 1 Muharram 1443 H. Mari perkuat spirit hijrah dan semangat gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pesan Menag di Jakarta, Senin (9/8/2021).

“Semoga pandemi segera berakhir dan kita songsong masa depan yang lebih sehat dan maju,” harapnya.

Menurut Menag, tahun baru hijriah selalu mengingatkan umat Islam pada momen bersejarah hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Spirit hijrah salah satunya adalah kemampuan melakukan perpindahan, perubahan, dan adaptasi dalam merespons situasi dan kondisi. Perpindahan bisa bermakna fisik, tapi juga bisa bermakna sikap. Misalnya, pindah dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu sikap ke sikap yang lain.

“Pandemi memaksa kita melakukan penyesuaian dan perubahan menuju kenormalan baru. Salah satu spirit Hijrah dalam konteks pandemi adalah terapkan prokes dan disiplin 5M,” tegas Menag.

Di tengah pandemi, lanjut Menag, solidaritas dan gotong royong adalah kunci. Pemerintah sejak satu setengah tahun terakhir terus berupaya mengatasi kondisi ini. Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Mari manfaatkan momentum tahun baru 1 Muharram 1443 H untuk perkuat spirit hijrah, serta saling bergotong royong dalam menghadapi pandemi,” tutur Menag.

“Di tengah pandemi, sambut tahun baru dengan kesederhaan dan penuh rasa syukur. Tetap terapkan prokes dan disiplin 5M+1D, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan doa. Semoga pandemi cepat berlalu,” tutupnya.

Taliban Peringatkan AS Agar Tak Ikut Campur Urusan Internal

KABUL(Jurnalislam.com) – Kelompok Taliban memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tak lagi ikut campur dalam urusan internal Afghanistan.

Saat ini Taliban berhasil menguasai kembali sebagian besar distrik di negara tersebut setelah Washington menarik pasukannya.

“Kami memperingatkan terhadap campur tangan Amerika Serikat di Afghanistan,” kata seorang juru bicara Kantor Politik Taliban kepada Aljazirah pada Ahad (8/8). Dia mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan gencatan senjata intra-Afghanistan yang tercapai.

Juru bicara itu pun menuding Pemerintah Afganistan meningkatkan ketegangan di negara tersebut dengan meluncurkan operasi di beberapa provinsi.

Pada Sabtu (7/8) lalu, Amerika Serikat mengerahkan pesawat pembom B-52 untuk membantu pasukan Afghanistan memerangi Taliban. Basis Taliban di Provinsi Jawzjan jadi target serangan.

“Perkumpulan Taliban ditargetkan oleh (pesawat) B-52 di Kota Shebergan, Provinsi Jawzjan, hari ini pukul 18:30. Para teroris menderita banyak korban akibat serangan Angkatan Udara Amerika Serikat,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Fawad Aman lewat akun Twitter resminya pada Sabtu.

Amerika Serikat diketahui telah memutuskan menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan. Hal itu menjadi salah satu poin kesepakatan perdamaiannya dengan Taliban yang tercapai pada Februari tahun lalu.

Dalam perjanjian itu, Taliban enggan melakukan pembicaraan damai intra-Afghanistan sebelum semua pasukan asing di negara tersebut hengkang.

Pembicaraan intra-Afghanistan sempat dilakukan beberapa kali di Doha, Qatar. Namun proses itu tak menghasilkan kesepakatan apa pun yang dapat menciptakan perdamaian.

Sebaliknya saat ini Afghanistan kembali dikoyak perang. Taliban berusaha menguasai sebanyak mungkin wilayah setelah Amerika Serikat menarik personel militernya dari sana. Washington diketahui merupakan sekutu utama pemerintah Afghanistan dalam memerangi Taliban.

Sumber: republika.co.id

Rukyat PBNU: 1 Muharram 1443 H Tanggal 10 Agustus 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU) telah melakukan rukyatul hilal awal Muharram 1443 1443 H.

Penyelenggaraan rukyatul hilal berlangsung pada Ahad Legi 29 Dzulhijjah 1442 H atau 8 Agustus 2021. Dari hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai lokasi, hasilnya hilal tidak terlihat.

“Seluruh lokasi tidak melihat hilal. Sebagai tindak lanjutnya maka awal   Muharram 1443 H bertepatan dengan Selasa Pon 10 Agustus 2021 M (mulai malam Selasa) atas dasar Istikmal (bulan sebelumnya disempurnakan menjadi 30 hari),” begitu dalam surat pengumuman LF PBNU tentang awal Muharram, dari Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU), Ma’rufin Sudibyo, pada Senin (9/8).

Jajaran LF PWNU dan PCNU se-Indonesia diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal Muharram 1443 H kepada warga Nahdliyyin.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, KH Misbahul Munir Kholil, mengatakan memperingati tahun baru Islam merupakan hal yang sangat baik karena itu bagian dari syiar Islam.

Menurutnya terdapat tanda kebesaran dan kebenaran Islam di balik peringatan tahun baru Islam. Kiai Misbah menjelaskan Muharram merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan Allah SWT. Tentang mulianya Muharram juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya.

Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, kiai Misbah berharap tidak menyurutkan semangat umat Muslim khususnya di Indonesia untuk menghidupkan pergantian tahun batu Islam dan mengisi Muharram dengan berbagai kegiatan ibadah, namun tetap mematuhi protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sesuai yang diatur pemerintah.

Menurut kiai Misbah, salah satu yang bisa dilakukan untuk mengisi momentum pergantian tahun baru Islam adalah dengan mengikuti pengajian virtual atau pun istighasah virtual.

“Manfaatnya banyak sekali memperingati tahun baru Islam. Karena situasi sekarang musim pandemi, ya kita tetap meramaikan mensyiarkan bulan Muharram dengan berbagai kegiatan yang tidak melanggar apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Hidupkan dengan pengajian, dzikir, doa awal dan akhir tahun, kita bisa siasati dengan daring,” kata kiai Misbahul.

Sumber: republika.co.id

Saudi Hadiahkan Rp 1,9 Miliar untuk Keluarga Nakes

RIYADH(Jurnalislam.com) – Banyaknya petugas kesehatan yang berguguran selama pandemi Covid-19 menyisakan luka bagi dunia medis di seluruh dunia, tak terkecuali di Arab Saudi.

Atas jasa para tenaga medis itu, pemerintah Arab Saudi akan memberikan 500 ribu riyal kepada keluarga petugas kesehatan yang meninggal karena merawat pasien Covid-19.

“Keluarga dari semua pegawai kesehatan yang meninggal karena virus corona terlepas dari apakah mereka warga negara Arab Saudi atau penduduk asing, bekerja di sektor pemerintah atau swasta, atau di sektor sipil atau militer akan diberi kompensasi,” kata portal berita resmi Arab Saudi, dilansir dari Alarabiya, Ahad (8/8).

Para petugas kesehatan, memberikan hidup mereka dalam perang melawan pandemi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga dan penduduk di kerajaan. Kerajaan sangat menghargai pengorbanan yang dilakukan para petugas kesehatan untuk membantu merawat orang yang terinfeksi penyakit dan memerangi pandemi.

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq Al Rabiah, mengatakan bahwa sektor kesehatan di Kerajaan melakukan upaya besar untuk menahan virus corona, mengendalikan wabah, dan mencegah penyebarannya menggunakan semua cara ilmiah dan praktis yang tersedia, mengalokasikan dana besar untuk melakukannya.

Arab Saudi telah melaporkan 532.785 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan 8.320 kematian. Lebih dari 29 juta dosis vaksin virus corona telah diberikan di seluruh Kerajaan.

Sumber: ihram.co.id

 

 

Asrama Haji Lampung Beralih Fungsi Sementara Jadi RS Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pemerintah kembali mengalihfungsikan UPT Asrama Haji menjadi Rumah Sakit Covid-19. Setelah Asrama Haji Jakarta Pondok Gede dan Asrama Haji Sudiang Makassar beralih fungsi sementara menjadi RS Covid-19, kali ini giliran Asrama Haji Lampung.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, alih fungsi sementara asrama haji menjadi rumah sakit ini merupakan wujud komitmen Kementerian Agama untuk turut serta  dalam penanggulangan covid-19 yang masih mewabah di Indonesia. Hal ini disampaikan Menag, saat meninjau penggunaan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji Lampung di Bandar Lampung, bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

“Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa kali, bahwa ada 25 Asrama haji di seluruh Indonesia yang bisa digunakan sebagai tempat isolasi atau bahkan bisa dialih fungsikan menjadi rumah sakit bagi pasien Covid 19, ” ujar Menag, di Bandar Lampung, Minggu (8/8/2021).

“Kementerian Agama sangat concern dengan wabah ini, kami siap membantu sekuat tenaga,” imbuh Menag.

Selain penggunaan Asrama Haji di seluruh Indonesia, Menag juga mengatakan bahwa semua Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kementerian Agama saat ini sudah ikut serta dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya covid 19 dan cara pencegahannya. Bahkan para penyuluh agama di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam mensukseskan misi penyelamatan ini.

“Penyuluh Agama yang jumlahnya puluhan ribu, saat ini masih bekerja, memberikan edukasi pada masyarakat betapa bahayanya wabah ini,” tutur menag

Tampak hadir pada peninjauan Rumah Sakit  ini Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Direktur Utama Pertamina Nieke Widyawati, Direktur Pertamedika IHC Fathema Djan Rahmat dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Juanda Naim.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan kerjasama Kemenag dan Kementerian BUMN terkait rumah sakit covid 19 ini adalah yang kedua kalinya setelah sebelumnya sama sama  meresmikan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) Ekstensi Arafah di Asrama Haji Pondok Gede.

“Hari ini kita membuktikan bagaimana pemerintah hadir untuk rakyat tanpa lelah, cepat dan dengan bergotong royong,” ucap Erick.

Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji Lampung di Bandar Lampung dipersiapkan dalam waktu yang cukup singkat yaitu tiga hari, karena tingginya kasus penderita covid 19 di Lampung.

Pada  tahap 1 ini  rumah sakit akan menyediakan 123 tempat tidur. Terdiri dari level ICU dan HCU 24  tempat tidur dan 99 tempat tidur isolasi. Rumah Sakit ini juga dilengkapi 10 Ventilator invasif HFNC atau 14 ventilator non invasif, Mesin X Ray USG dan echocardiografi .

Rumah Sakit Bintang Amin Ekstensi Asrama Haji Lampung akan mulai beroperasi Selasa, 10 Agustus 2021. RS ini akan menangani jenis pelayanan untuk kasus ringan, sedang, hingga berat.

Saudi Mulai Terima Jamaah Umrah Asing 9 Agustus

JEDDAH (Jurnalislam.com)— Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengumumkan mulai menerima pendaftaran atau permintaan jamaah umroh dari luar negeri besok, 9 Agustus atau bertepatan dengan 1 Muharram.

Kementerian juga mengatakan akan meningkatkan kapasitas jamaah secara bertahap untuk mencapai dua juta peziarah per bulan. Jumlah ini telah mencakup peziarah dari dalam dan luar Kerajaan.

Dilansir di Saudi Gazette, Ahad (8/8), peziarah yang datang dari luar Kerajaan harus menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 resmi dari otoritas resmi asal negara peziarah. Sertifikat ini dilampirkan dalam permintaan untuk melakukan ritual dengan syarat vaksin yang digunakan telah disetujui di Kerajaan.

Penerbitan izin umroh akan dilakukan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna. Saat ini, Kerajaan tengah menjalankan sistem yang terintegrasi antara layanan jamaah dan tindakan pencegahan Covid-19.

Cara ini diambil oleh Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan keselamatan dan kesehatan umat Muslim yang ingin melakukan ritual umroh dan ziarah. Wakil Menteri Haji dan Umroh Abdul Fattah Mashat menjelaskan ia bekerja dalam koordinasi dengan otoritas terkait lainnya.

Setiap pihak berupaya menerapkan mekanisme eksekutif dan menciptakan lingkungan yang aman dan mudah diakses bagi para peziarah, sepanjang perjalanan mereka. Mashat menambahkan jumlah penumpang bus tidak akan melebihi 50 persen dari kapasitas dengan tetap menjaga jarak aman di dalam bus dan menyediakan alat sterilisasi.

Sumber: ihram.co.id

Taliban Rebut Tiga Ibu Kota Provinsi Afghanistan Lagi Dalam Sehari

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–Taliban telah merebut tiga ibu kota provinsi lagi, saat mereka melakukan perlawanan ke kota-kota setelah merebut sebagian besar pedesaan dalam beberapa bulan terakhir.

Taliban telah merebut lima ibu kota provinsi di Afghanistan sejak Jumat dalam serangan cepat yang tampaknya membuat pasukan pemerintah kewalahan.

Kunduz, Sar-e-Pol dan Taloqan di utara jatuh dalam beberapa jam satu sama lain pada hari Ahad, Taliban dan pejabat di kota-kota tersebut telah mengkonfirmasi hal itu.

Sebuah pernyataan Taliban pada hari Ahad mengatakan telah merebut markas polisi, kompleks gubernur dan penjara di kota strategis timur laut Kunduz.

Sumber dan jurnalis lokal di Kunduz mengkonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa pejuang Taliban hadir di ibu kota provinsi.

“Bentrokan hebat dimulai kemarin sore, semua markas pemerintah dalam kendali Taliban, hanya pangkalan militer dan bandara yang masih dibawah kontrol ANDSF [pasukan keamanan Afghanistan],” kata Amrudddin Wali, anggota majelis provinsi Kunduz.

Pejabat kesehatan di Kunduz mengatakan ada 14 korban meninggal, termasuk wanita dan anak-anak, serta lebih dari 30 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

“Kami tidak tahu apa yang terjadi di luar karena semua upaya dan perhatian kami tertuju pada pasien yang datang,” kata seorang dokter kepada Al Jazeera dari rumah sakit Kunduz.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad, Taliban juga mengumumkan bahwa para pejuangnya juga telah merebut kota Sar-e-Pol, kota utama provinsi utara Sar-e-Pol.

Mohammad Noor Rahmani, anggota dewan provinsi provinsi Sar-e-Pol, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kelompok itu telah merebut gedung-gedung pemerintah di ibu kota provinsi utara, mengusir pejabat pemerintah dari kota utama ke pangkalan militer terdekat.

Parwina Azimi, seorang aktivis hak-hak perempuan di Sar-e-Pol, mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa pejabat pemerintah dan pasukan yang tersisa telah mundur ke barak tentara sekitar 3 km (2 mil) dari kota.

Taliban telah mengepung kompleks itu, kata Mohammad Hussein Mujahidzada, seorang anggota dewan provinsi, kepada AFP.

Kemudian pada Ahad malam, Taliban mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah merebut Taloqan, ibu kota provinsi Takhar.

Warga Taloqan, Zabihullah Hamidi mengatakan kepada AFP bahwa dia melihat pasukan keamanan dan pejabat pemerintah provinsi meninggalkan kota dengan konvoi kendaraan.

“Kami mundur dari kota sore ini setelah pemerintah pusat gagal mengirim bantuan,” kata seorang sumber keamanan kepada AFP.

Sayangnya, kota ini sepenuhnya sudah berada di tangan Taliban.

Keberhasilan pada hari Ahad itu terjadi setelah sebelumnya Taliban telah merebut provinsi Nimruz dan Jawzjan dalam dua hari terakhir.

Pada hari Sabtu, Taliban merebut ibu kota Jawzjan, Sheberghan, kata wakil gubernur kota itu, sehari setelah Zaranj, ibu kota Nimruz, jatuh “tanpa perlawanan”, menurut wakil gubernurnya.

Sementara Kementerian pertahanan Afghanistan mengatakan bahwa pada Sabtu malam, pesawat pengebom B-52 buatan AS telah dikirim menyerang beberapa sasaran Taliban di Sheberghan. (Bahri)

Sumber: Al Jazeera

Mufti Agung Mesir Jajaki Kerjasama dengan MUI

KAIRO(Jurnalislam.com)— Mufti Agung Mesir Syekh Syauqi Ibrahim Allam membuka lebar pintu kerjasama antara Dâr Al-Iftâ’ Al-Mishriyah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk penguatan peran lembaga fatwa di masing-masing negara. Mulai dari pendidikan calon mufti, pelatihan terkait dengan proses perumusan fatwa, hingga kolaborasi dalam digitalisasi fatwa.

Hal itu disampaikan Syekh Syauqi sesaat sebelum melepas kepulangan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar kembali ke Indonesia, Kamis (5/7). Dalam pertemuan singkat tersebut, Mufti Agung ini memuji Indonesia yang memiliki hubungan erat dan bersejarah dengan Mesir, serta memiliki kesamaan pandangan dalam hal moderasi Islam.

Mufti Agung Mesir menyatakan apresiasi dan penghargaan atas kesediaan Mufti Indonesia (sebutan untuk Ketua Umum MUI) menghadiri undangan Dâr Al-Iftâ’, meski dalam suasana pandemi. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Miftah juga menyampaikan terima kasih atas kehormatan yang diberikan untuk hadir dan berbicara dalam Konferensi Fatwa Internasional ke-6 kali ini.

“Kiai Miftach berharap, ke depan, Indonesia dapat berperan aktif dalam Sekretariat Jenderal Lembaga-lembaga Fatwa Dunia yang bermaskas di Mesir ini,” ujar Kiai Miftah sebagaimana dikutip oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Habib Ali Hasan Al-Bahar yang turut mendampingi pertemuan kedua tokoh tersebut, saat berbincang dengan MUI.OR.ID, Sabtu (7/8).

Salah satu bentuk penguatan kerjasama ke depan, menurut Habib Ali Hasan, adalah upaya penerjemahan produk Dâr Al-Iftâ’ yang terangkum dalam aplikasi Fatwa Pro ke dalam Bahasa Indonesia. Juga, mengupayakan masuknya Indonesia menjadi anggota tetap Sekretariat Jenderal Lembaga-lembaga Fatwa Dunia. “Usulan tersebut langsung dicatat oleh Mufti Agung Mesir,” tegasnya.

Di akhir pertemuan, Ketua Umum MUI mengundang Mufti Agung Mesir untuk berkunjung ke Indonesia. “Harapannya, silaturahim tersebut akan menjadi media berbagi pengalaman dan melihat pengalaman MUI dalam mengelola kelembagaan fatwa selama ini,” ujar Habib Ali.  (mui)

 

Muharram 1443 Hijriyah, Momentum Hijrah Mengalahkan Pandemi

Oleh:  Abdul Muiz Ali, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI

 

Muharram merupakan permulaan tahun dalam kalender Islam yang menandai pergantian tahun Hijriyah. Kata “Muharam” dalam Bahasa Arab mempunyai arti “yang dilarang”.

Disebut kalender Hijriyah mendasari pada hijrah Nabi Muhammad SAW yang memiliki sejarah panjang dan peristiwa penting dalam Islam. Permulaan penetapan kalender Hijriyah atas inisiatif Khalifah Umar bin Khattab.

Dalam tradisi Islam ahlu sunah wal jama’ah, setiap memasuki malam pergantian Tahun Baru Islam dan selama di bulan Muharram, mereka mengisi dan meramaikannya dengan berbagai ritual keagamaan seperri membaca Alquran, dzikir, doa, melaksanakan puasa sunnah, menyantuni anak yatim, dan lain sebagainya.

Keberadaan Muharram disebut bulan yang mulia merujuk pada firman Allah SWT yang disebutkan dalam surat At Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَمِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًكَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah [9]: 36).

 

Dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًامِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَالَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzul Qa’dah, Dzuhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil tsani dan Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hijrah di Masa Pandemi
Penamaan kelender Hijriyah yang dikaitkan dengan momentum hijrahnya/pindahnya Nabi Muhammad SAW secara fisik bersama para sahabatanya dari Makkah ke Madinah.

Dalam persepektif yang lebih luas, hijrah dapat diartikan meninggalkan kebiasaan yang dilarang pindah atau menuju kepada yang diperintah Allah SWT.

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ

”Orang yang berhijrah itu adalah orang yang berhijrah, meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.” (HR  Al Bukhârî).

 

Esensi hijrah Nabi Muhammad SAW sesungguhnya bukan hanya sekadar berpindah dari satu tempat ketempat yang lain (hijrah al-Hissiyah), tetapi mengubah cara hidup (hijrah) dengan mengamalkan perintah agama menuju perubahan yang lebih baik dari kondisi dan situasi sebelumnya (hijrah al-Maknawiyah) merupakan makna hijrah yang hakiki .

Dalam konteks pandemi, pada saat Covid-19 masih menjadi ancaman kesehatan dan sudah banyak menelan korban, hijrah harus dimaknai sebagai upaya mengubah kondisi pandemi ini menjadi kondisi normal kembali.

Islam mengajarkan tentang pentingnya menjaga kesehatan, termasuk menjaga diri dari wabah yang mengancam nyawa atau kesehatan. Hal itu dapat kita rujuk pada penjelasan Alquran, hadits,  atau pendapat ulama.

Allah SWT melarang kepada kita agar tidak menjatuhkan diri dalam kebinasaan:

وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“…dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al Baqarah [2]: 195).

Rasulullah SAW mengajarkan kita agar senantiasa menjaga imunitas atau kekebalan tubuh kita dengan cara mengkonsumi kurma Ajwah.

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR Al Bukhari & Muslim).

Dalam kaidah fikih disebutkan:

لاَ ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

”Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan arang lain.”

ﺍَﻟﻀَّﺮَﺭُ ﻳُﺰَﺍﻝُ

“Bahaya/Kemudaratan harus dihilangkan.”

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labib, juz 1, halaman 223-224 menjelaskan sebagai berikut:

وخذوا حذركم أي احترزوا من العدو ما استطعتم لئلا يهجموا. عليكم. وهذه الآيةتدل على وجوب الحذر عن جميع المضار المظنونة، وبهذا الطريق كان الإقدامعلى العلاج بالدواء والاحتراز عن الوباء وعن الجلوس تحت الجدار المائل واجبا

“Bersiapsiagalah kalian. Jagalah diri kalian dari musuh sesuai kemampuan supaya mereka tidak menyerangmu. Ayat ini menunjukkan kewajiban menjaga dari seluruh dugaan bahaya. Dengan demikian, terapi pengobatan, menjaga dari wabah serta tidak duduk dibawah tembok yang akan roboh adalah wajib.”

Hingga sekarang, grafik kasus Covid-19 secara global masih terus mengalami peningkatan. Hingga Sabtu, 7 Agustus 2021, berdasarkan data Worldometers, total kasus orang yang terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 202.340.531 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.289.521 orang meninggal dunia, dan 181.858.906 orang dinyatakan pulih.

Oleh karenanya, pergantian Tahun Baru Islam 1443 H bisa kita jadikan momentum untuk hijrah memperbarui kembali cara dan gaya hidup yang lebih baik. Pada konteks pandemi seperti sekarang ini, penting untuk memaknai arti hijrah dalam perspektif yang lebih luas.

Hijrah dapat diartikan dengan meningkatkan ihtitiyar (usaha) secara lahir seperti menjaga kesehatan, mengkonsumsi barang yang halal dan suci, memakai masker, dan meningkatkan ihtiyar secara batin seperti memperbanyak dzikir, membaca doa, membaca Alquran, mengamalkan puasa sunnah, bersedekah, dan ibadah lainnya.