PBB: 390 Ribu Warga Afganistan Mengungsi

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, sekitar 390 ribu orang Afghanistan telah mengungsi dan mencari perlindungan yang aman. Pernyataan PBB itu dilontarkan di tengah peningkatan serangan Taliban yang bertujuan untuk kembali menguasai Afghanistan.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan, terjadi lonjakan besar perpindahan orang sejak Mei. Sekitar 5.800 pengungsi internal (IDP) tiba di Kabul antara 1 Juli dan 5 Agustus. Mereka mencari keselamatan dari konflik dan ancaman lainnya. Sebagian besar pengungsi tinggal bersama keluarga dan teman, tetapi beberapa tinggal di tempat terbuka seperti taman terbuka di Kabul.

“Meskipun situasi keamanan memburuk, badan-badan kemanusiaan tetap berada di lokasi dan mengirimkan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, yang jumlahnya mencapai 7,8 juta orang dalam enam bulan pertama tahun ini,” kata Dujarric, dilansir Anadolu Agency, Kamis (12/8).

“Kemampuan PBB dan LSM lokal dan internasional untuk memberikan bantuan bergantung pada birokrasi oleh para pihak, keamanan staf, dan dana tambahan yang segera dimobilisasi,” kata Dujarric menambahkan.

Dujarric mengatakan, sepuluh tim kemanusiaan dikerahkan ke Afghanistan untuk menilai situasi pengungsi yang tinggal di tempat terbuka di Kabul. Mereka mengidentifikasi lebih dari 4.500 pengungsi yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak membutuhkan tempat tinggal, makanan, sanitasi, dan air minum.

Kekerasan meningkat di seluruh Afghanistan, sejak penarikan pasukan asing pimpinan AS pada Mei. Penarikan pasukan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus. Mereka ditarik dari Afghanistan setelah menjalani operasi militer selama 20 tahun.

Sejauh ini Taliban merebut sembilan pusat provinsi dari pasukan keamanan pemerintah dalam enam hari. Sebuah sumber Reuters yang mengutip intelijen Amerika Serikat (AS) menyebutkan, Taliban bisa saja menguasai Kabul dalam 30 hari. Bahkan, milisi Taliban diperkirakan bisa menguasai Afghanistan dalam waktu 90 hari.

 

Sumber: republika.co.id

Warga Palestina Pilih Hancurkan Rumahnya Sendiri Ketimbang Diambil Israel

YERUSALEM (Jurnalislam.com)- Sebuah keluarga Palestina di Yerusalem utara menghancurkan rumah mereka sendiri karena khawatir rumah itu akan ditempati oleh pemukim Israel setelah pengadilan memutuskan untuk mendukung klaim kepemilikan asosiasi Yahudi.

Pengadilan Israel memerintahkan keluarga Abdullah Khader untuk mengosongkan rumah mereka di lingkungan al-Ashqariya di Beit Hanina setelah menerima klaim asosiasi Yahudi bahwa rumah itu dibangun di atas tanah milik Israel.

Menurut seorang anggota keluarga, pengadilan memutuskan untuk mendukung asosiasi Yahudi yang mengklaim kepemilikan tanah dan memerintahkan keluarga Khader untuk pergi.

Alaa, putra Abdullah Khader, mengatakan keluarganya terpaksa menghancurkan rumah mereka untuk mencegah pemukim mengambilnya.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Urusan Yerusalem Fadi Al-Hadmi pada Rabu, Israel telah menghancurkan lebih dari 81 bangunan di Yerusalem Timur sejak awal tahun ini.

Sumber: republika.co.id

Asrama Haji Jambi Beralih Fungsi Jadi RS Covid

JAMBI(Jurnalislam.com) — Asrama Haji Embarkasi Antara Provinsi Jambi beralih fungsi sementara menjadi Rumah Isolasi Terintegrasi bagi pasien covid-19.

Peresmian alih fungsi tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi  dengan Kantor Kementerian Agama Provinsi Jambi, Senin (9/8/2021).

Penandatangan nota kesepakatan dilakukan oleh Gubernur Provinsi Jambi Al-Haris dan Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi H. Zoztafia. Menurut Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztafia, penggunaan asrama haji sebagai rumah isolasi ini sesuai dengan Instruksi Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemanfaatan Asrama Haji sebagai Tempat Penanganan Pasien Corona Virus Disease 2019.

“Ini merupakan wujud nyata kehadiran Kementerian Agama dalam upaya penanggulangan penyebaran covid-19,” ungkap Zoztafia.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepakatan Wakil Gubernur Provinsi Jambi, jajaran pejabat Pemprov Jambi, serta Pejabat Eselon III pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi.

Zoztafia menerangkan, saat ini terdapat tujuh gedung di komplek Asrama Haji Embarkasi Antara Jambi yang digunakan untuk penanganan covid-19. “Enam gedung diperuntukkan sebagai tempat isolasi pasien, sementara satu gedung disediakan bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien,” ungkap Zoztafia.

Seluruhnya, lanjut Zoztafia, terdapat 106 kamar yang dapat digunakan. 37 kamar dilengkapi dengan fasilitas air conditioning (AC) sementara 69 kamar lainnya menggunakan kipas angin.

“Total ada 220 tempat tidur yang kami sediakan. Terdiri dari 192 tempat tidur pasien, dan 28 tempat tidur bagi tenaga kesehatan (nakes),” ujar Plt Kakanwil Kemenag Jambi.

Selanjutnya, Plt Ka.Kanwil berharap agar kerjasama antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

“Kita berharap kerjasama yang dibangun akan berkelanjutan, mudah-mudahan kerjasama ini dapat mempererat persatuan kesatuan antar instansi sebab pada dasarnya instansi Kementerian di daerah tentunya tidak bisa lepas dari pemerintah daerah setempat,” harap beliau.

Gubernur Jambi, Al Haris mengapresiasi inisiasi pihak Kementerian Agama yang telah menyediakan Asrama Haji sebagai rumah isolasi sebagai salah satu upaya penanganan penyebaran Covid-19.

“Terima kasih atas keterbukaan Asrama Haji sebagai rumah isolasi. Terutama pada saat terjadinya peningakatan kasus Covid-19 ini, telah berbagai ikhtiar dilakukan termasuk penggunaan Asrama Haji sebagai rumah isolasi sebab dibutuhkan perluasan rumah isolasi bagi pasien Covid-19,” tutur Al Haris.

“Bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 tanpa gejala yang saat ini isolasi mandiri di rumah masing-masing, saat ini sudah dapat isolasi di Asrama Haji, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuh beliau.

 

Palestina Kecan Rencana Israel Bangun 2200 Pemukiman Ilegal

RAMALLAH(Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis mengecam rencana baru Israel untuk menyetujui pembangunan 2.200 unit pemukiman di wilayah pendudukan Tepi Barat.

“Kami mengutuk apa yang diedarkan oleh media Israel tentang niat otoritas pendudukan untuk menyetujui pembangunan 2.200 unit permukiman di Tepi Barat untuk memperluas permukiman [yang sudah ada],” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menganggap rencana permukiman baru Israel sebagai agresi mencolok terhadap rakyat Palestina dan pukulan keras bagi upaya internasional dan Amerika Serikat untuk menghidupkan kembali proses perdamaian.

Pada Rabu, harian Israel Yediot Ahronoth mengungkapkan bahwa Israel akan menyetujui pembangunan 2.200 unit permukiman di Tepi Barat minggu depan.

Keputusan itu merupakan langkah terbesar yang diambil pemerintah Naftali Bennett sejak mengambil alih kekuasaan pada 13 Juni.

Hukum internasional menganggap Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal.

Menurut estimasi Israel dan Palestina, ada sekitar 650.000 pemukim yang tinggal di 164 permukiman dan 124 pos terdepan di Tepi Barat, termasuk di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Sumber: republika.co.id

60 Mahasiswa UIN Jadi Duta Gerakan Mobil Masker Edukasi Prokes

JAKARTA(Jurnalislam.com)–UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menugaskan 60 mahasiswanya untuk menjadi duta Gerakan Mobil Masker. Mereka akan bertugas melakukan edukasi protokol kesehatan, terutama cara memakai masker dengan baik dan benar.

Gerakan ini merupakan hasil kerja sama UIN Jakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Keberangkatan 20 armada Duta Mobil Masker ini dilepas oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis bersama Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, Kamis (12/8/2021), dari halaman gedung IS Plaza Graha BNPB di Jalan Pramuka, Jakarta. Para duta akan bertugas di lima kota di DKI Jakarta.

“Selain menyelesaikan studinya, mahasiswa juga harus perduli terhadap lingkungan. Sekarang ini, masa pandemi, perlu gerakan, perlu kebersamaan dari kita semua. Perlu ada upaya-upaya yang beragam,” ujar Amany Lubis.

“Saya optimis generasi muda bisa bersama ikut mengamankan masyarakat, mengalahkan pandemi dan bangkit untuk membangun Indonesia,” sambungnya.

Amany menambahkan, gerakan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, khususnya ajakan untuk selalu memakai masker.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan, saat ini memakai masker bukan lagi sebagai gaya hidup, melainkan sebuah kewajiban. Dia berharap Gerakan Mobil Masker ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli, patuh, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk bersama bangkit melawan pandemi Covid-19

Dinkes Kediri: Mayoritas Warga Meninggal Belum Divaksin

KEDIRI(Jurnalislam.com) — Dinas Kesehatan Kota Kediri, Jawa Timur, menyebut warga terkonfirmasi covid-19 meninggal dunia di daerah itu mayoritas yang belum ikut vaksinasi. Vaksin memang bermanfaat untuk mencegah kematian, walaupun tidak 100 persen mencegah orang terpapar Covid-19.

“Tapi paling tidak bisa mencegah orang yang terpapar Covid-19 tidak menjadi berat, bahkan tidak menyebabkan kematian karena dalam tubuhnya sudah ada antibodi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima di Kediri, Kamis (12/8).

Pihaknya menganjurkan warga segera ikut vaksinasi itu demi mencegah kasus tidak menjadi berat, bahkan menjadi penyebab kematian. Kematian pasien yang terjadi di RSUD Gambiran, Kota Kediri, 86 persen pada pasien yang belum divaksin. Selain itu, 11 persen sudah vaksin dosis pertama dan tiga persen sudah melakukan vaksinasi dosis kedua.

Dengan begitu, kasus pasien belum vaksin menggeser komorbid sebagai faktor kasus kematian Covid-19 di Kota Kediri. Dalam kasus komorbid, pada Mei hingga Juli 2021, tercatat kasus kematian warga karena Covid-19 di RSUD Gambiran, 49 persen disertai komorbid. Sisanya 48 persen kasus tidak disertai komorbid.Hal ini menggeser tren kasus kematian Covid-19 pada awal pandemi, 90 persen kasus disertai komorbid.

Komorbid memiliki pengaruh besar terhadap kasus kematian Covid-19 di Kota Kediri. Ada empat komorbid teratas, yakni diabetes, darah tinggi, jantung, serta ibu hamil.

Pihaknya menegaskan dampak vaksinasi covid-19 adalah peningkatan sistem imun tubuh untuk mencegah gejala berat dan berujung kematian. Ia mengajak masyarakat yang belum ikut vaksin, segera mendaftarkan diri dan tidak perlu takut divaksin.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar sebelumnya telah mengimbau warga setempat untuk ikut vaksinasi Covid-19. “Apapun vaksin yang tersedia, ambil saja. Ini juga demi kebaikan diri sendiri. Semua faskes di Kota Kediri masih tetap melayani vaksinasi tahap 1 dan 2. Lalu, bagi yang sudah vaksin, saya minta jangan terlena. Tetap jaga protokol kesehatan di manapun berada,” kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Data Dinas Kesehatan Kota Kediri mencatat terdapat sekitar 63,04 persen warga melakukan vaksinasi tahap satu dan 32,74 persen di antaranya telah melakukan vaksinasi tahap dua. Hingga Rabu (11/8) di Kota Kediri terdapat 3.377 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Ada 683 orang yang masih dirawat, 2.379 orang telah sembuh, dan 315 orang meninggal dunia.

Sumber: republika.co.id

Tahun Baru Islam, Momentum Umat Mengisi Peran Strategis

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Bagi umat Islam, pergantian waktu, baik itu hari, pekan, bulan, dan tahun tak ubahnya peralihan ibadah dari satu waktu ke waktu lain.

Dalam konteks kekinian, di era digital, tahun baru Islam Hijriyah bisa dimaknai sebagai momentum umat Islam untuk mengisi peran-peran strategis di berbagai aspek kehidupan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hukum dan HAM,  Prof KH Noor Achmad, menilai tahun baru Islam harus dijadikan sebagai tahun kebangkitan dan perubahan ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut dikatakan Kyai Noor telah sesuai dengan QS Al-Hasyr ayat 18:

Sosok yang juga Ketua Baznas 2020-2025 ini menguraikan bahwa setiap orang yang melewati masa lalu harus dijadikan sebagai bahan introspeksi untuk masa yang datang. “Tentu harapannya masa yang akan datang bisa menjadi lebih baik,” ujar Kiai Noor.

Lebih jauh mantan Rektor Universitas Wahid Hasyim Semarang ini mengatakan, Umat Islam harus memaknai kebangkitan dalam tiga bidang.

Pertama adalah kebangkitan intelektualitas dan keilmuan yang sejalan dengan era teknologi informasi, dan digitalisasi, tetapi tidak boleh lepas dari spirit keilmuan yang transendental ilahiyah.

“Karena seperti kita ketahui banyak ilmu yang rontok karena tidak ada nilai-nilai ketuhanan dan sekarang orang butuh itu,” ujar tokoh yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APTINU) ini.

Kebangkitan kedua adalah kebangkitan ekonomi syariah, karena dengan ekonomi syariah, dapat menghilangkan praktik ekonomi dengan prinsip ingin menang sendiri dengan penuh tipu muslihat. “Terbukti dengan ekonomi syariah, tercipta kepercayaan dan kepastian,” demikian penekanan mantan anggota DPR RI periode 2024-2019 lalu itu.

 

Lalu Kiai Noor menyebutkan, jika kebangkitan ketiga adalah kebangkitan tata sosial Islam. Ia mengurai dengan musibah pandemi Covid-19, tata sosial masyarakat dituntut pada kesantunan sosial, dermawaan sosial, dan persaudaraan sosial.

“Tantangannya adalah sulitnya melakukan perubahan oleh karena itu membutuhkan tekad dan keberanian,” ujar Kiai Noor.

Untuk menghadapi hal tersebut, mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menerangkan jika MUI terus berusaha membangkitkan umat dengan mengeluarkan fatwa, tausiyah bahkan terjun sendiri mengadakan berbagai kegiatan untuk melindungi umat (himayatul ummah),  memperkuat umat (taqwiyatul umat), dan mempersatukan umat (tauhidul umat).

“Di samping itu, sebagai shadiqul hukumah ata mitra kritis pemerintah, MUI telah banyak memberi support kepada pemerintah dalam menangani ekonomi syariah, fatwa penanganan Covid-19,” pungkas guru besar hukum Islam ini. (mui)

 

Taliban Tepis Tudingan Bunuh Warga Sipil, Persilakan Penyelidikan Independen

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–Taliban pada Rabu (11/8/2021) membantah tuduhan menargetkan dan membunuh warga sipil selama serangan terhadap pasukan pemerintah Afghanistan, mereka menyerukan penyelidikan oleh pihak independen dan berusaha meyakinkan warga Afghanistan bahwa “tidak ada rumah atau keluarga yang akan menghadapi ancaman dari pihak kami.”

 

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah PBB mengatakan lebih dari 1.000 warga sipil telah tewas dalam sebulan terakhir dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan bahwa sejak 1 Agustus sekitar 4.042 orang yang terluka telah dirawat di 15 fasilitas kesehatan.

 

Pejuang Taliban telah meningkatkan serangan militer mereka untuk mengalahkan pemerintah yang didukung AS sejak April ketika pasukan AS dan NATO mulai mundur setelah 20 tahun perang. Taliban telah merebut delapan ibu kota provinsi dalam sepekan terakhir.

 

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “tidak menargetkan warga sipil atau rumah mereka di wilayah mana pun, melainkan operasi telah dilakukan dengan sangat presisi dan hati-hati.” Dia malah menyalahkan pasukan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing atas kematian warga sipil.

 

Sementara itu Amerika Serikat membantah penyangkalan tanggung jawab Taliban atas korban sipil tersebut,

 

“Ada, dimana pun Anda melihat, poin data yang meyakinkan, bukti, citra kekerasan, pertumpahan darah, potensi kekejaman yang dilakukan Taliban,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price kepada wartawan.

 

“Kami telah melihatnya dengan mata kepala sendiri, dari beberapa rekaman yang muncul.” imbuhnya.

 

Taliban mengusulkan agar sebuah tim yang terdiri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, ICRC dan kelompok bantuan lainnya menemani perwakilan mereka “untuk melakukan penyelidikan yang tidak memihak dan independen terhadap kejadian terkini.”

 

Sejak awal tahun, hampir 390.000 orang baru mengungsi akibat konflik di Afghanistan dengan “lonjakan besar” sejak Mei, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan, pada Rabu (11/8/2021).

 

“Antara 1 Juli dan 5 Agustus 2021, komunitas kemanusiaan memverifikasi bahwa 5.800 pengungsi internal dan tiba di Kabul,” kata Dujarric.

 

Sebagaimana diketahui pada tahun 2001 pasukan Afghanistan yang didukung AS menggulingkan pemerintahan Taliban dari kekuasaanya karena menolak menyerahkan Osama bin Laden dari Al Qaeda setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. (Bahri)

 

Sumber : The New Arab

Tahun Baru Hijriyah, Mari Bangun Ketahanan Keluarga

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Hari ini Umat Islam tengah merayakan Tahun Baru Islam 1443. Tentu saja, setiap tahun baru Islam memiliki makna tersendiri utamanya di era digital, utamanya dari sisi keluarga.

Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga Prof Dr Hj Amany Lubis menilai tahun baru kali ini harus dimaknai sebagai waktu yang tepat di dalam interospeksi.

“(Tahun baru Islam) harus kita rayakan, kita renungkan tentu dengan berdoa, dengan mengintrospeksi diri, mengintrospeksi perbuatan dan perkataan kita selama setahun yang lalu,” kata Prof Amany saat diwawancara MUIDigital belum lama ini.

Kemudian, kata Prof Amany, harus bersyukur kepada Allah SWT dan mengukuhkan niat lagi untuk melanjutkan perjuangan membina rumah tangga yang bahagia dan sejahtera serta menjadi anggota masyarakat yang berguna bermanfaat dan tidak menjadi beban untuk siapapun.

Prof Amany melanjutkan, tahun baru Islam ditandai dengan hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bersama para sahabat- sahabatnya merupakan turning point atau titik tolak perkembangan peradaban Islam. Maka, ketika mengenang jasa para sahabat dan tabi’in sebenarnya umat muslim mengukuhkan kembali komitmen dalam membangun peradaban Islam seraya melaksanakan ajaran Islam yang sebenarnya dan menjalankan nya dengan baik, dimulai dari keluarga.

“Dalam keluarga kita merayakan tahun baru hijriyah dengan meyakini bahwa tahun baru adalah tahun karunia karunia Allah tidak berhenti di tahun yang lalu tetapi akan lanjut di tahun yang baru jadi Al’am Al Jadid itu apa artinya? pemberian karunia. Nah kalau kita mengganggap bahwa tahun baru adalah Allah SWT akan memberikan karunia baru, akan memberikan rezeki tambahan,akan memperbaiki kehidupan kita, akan ada harapan-harapan baru. Maka, kita akan juga mempersiapkan tahun baru ini juga dengan semangat baru dan dengan melakukan upaya-upaya transformasi beradaptasi dengan situasi yang ada khusus di masa pandemi ini, maka kita meyakini bahwa tahun baru ini akan bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

 

Jadi intinya makna tahun baru Islam bagi keluarga adalah akan ada karunia baru. “Jadi kalau kita merasakan di tahun lalu banyak cobaan, banyak kendala, dan banyak tantangan, maka di tahun ini Insya Allah akan menjadikan hal-hal yang lebih indah lebih baik untuk kehidupan kita. Maka kita harus optimis,” katanya.

Anggota keluarga juga, lanjutnya, harus mempersiapkan hari ini sebagai hari baru, tahun baru dengan berdoa agar Allah SWT memperkuat iman dalam menjauhkan diri dari perbuatan buruk, dari bersekutu dengan syaitan. Kemudian selalu mendekatkan diri dengan allah agar karunia Allah berlimpah dan rahmatnya turun kepada umat manusia kepada keluarga.

Menurut Prof.Amany Lubis keluarga di Indonesia secara umum merupakan keluarga yang tangguh. Keluarga yang tangguh bukan berarti yang kaya tetapi yang punya ikatan kekerabatan keluarga yang kuat saling membantu,saling membina itu merupakan ciri khas keluarga Indonesia.

 

Taliban Kuasai 65% Wilayah, Joe Biden Peringatkan Pemerintah Afganistan Pro AS

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–Pejuang Taliban menguatkan cengkeraman mereka di wilayah Afghanistan dengan tambahan beberapa wilayah berhasil direbut pada hari Selasa (10/8/2021), sekarang mereka menguasai 65% negara itu, sementara Presiden AS Joe Biden mendesak para pemimpin negara itu untuk memperjuangkan tanah air mereka sendiri.

Pul-i-Khumri, ibu kota provinsi utara Baghlan, jatuh ke tangan Taliban pada Selasa malam, menurut warga yang melaporkan pasukan keamanan Afghanistan mundur menuju gurun Kelagi, markas bagi pangkalan besar tentara Afghanistan.

Pul-i-Khumri menjadi ibu kota regional ketujuh yang berada di bawah kendali militan Islam dalam waktu sekitar sepekan.

“Para pemimpin Afghanistan harus bersatu,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih, seraya mengatakan jumlah pasukan Afghanistan melebihi jumlah Taliban dan harus memiliki tekad berperang. “Mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri, berjuang untuk bangsa mereka.” sambung Biden.

Presiden AS mengatakan dia tidak menyesali keputusannya untuk mundur dari Afghanistan, tercatat Washington telah menghabiskan lebih dari 1 triliun USD selama 20 tahun dan kehilangan ribuan tentara. Dia mengatakan Amerika Serikat akan terus memberikan dukungan udara, makanan, peralatan, dan gaji yang signifikan kepada pasukan Afghanistan.

Di Kabul, Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani mengatakan dia mencari bantuan dari milisi regional. Dia mengimbau warga sipil untuk membela “jalinan demokrasi” Afghanistan.

Sementara di Aibak, ibu kota provinsi antara kota utara Mazar-i-Sharif dan Kabul, pejuang Taliban bergerak ke gedung-gedung pemerintah. Sebagian besar pasukan pemerintah tampaknya telah mundur.

“Satu-satunya cara adalah menjadi tahanan rumah atau mencari cara untuk pergi ke Kabul,” kata petugas pajak Sher Mohamed Abbas, ketika ditanya tentang kondisi kehidupan di Aibak.

Bagian utara selama bertahun-tahun adalah wilayah paling damai di Afghanistan, dengan hanya sedikit kehadiran Taliban. Strategi para militan tampaknya mengambil bagian utara, dan penyeberangan perbatasan di utara, barat dan selatan, dan kemudian akan mendekati Kabul.

Taliban berjuang untuk mengalahkan pemerintah yang didukung AS dan menerapkan kembali hukum Islam di Afghanistan, pembicaraan damai dengan pemerintah menemui jalan buntu.

Seorang juru bicara kantor politik Taliban mengatakan kepada Al Jazeera TV pada hari Selasa bahwa mereka tetap berkomitmen pada jalur negosiasi di Doha dan tidak ingin itu runtuh.

Pasukan Taliban kini menguasai 65% Afghanistan, mengancam akan merebut 11 ibu kota provinsi berikutnya dan berusaha menghentikan dukungan untuk Kabul dari pasukan nasional di utara, kata seorang pejabat senior Uni Eropa, pada Selasa.

Pemerintah telah menarik diri dari distrik pedesaan yang memang sulit dipertahankan untuk fokus pada pusat-pusat ibu kota provinsi. Para pejabat telah meminta tekanan pada Pakistan untuk menghentikan bala bantuan dan pasokan ke Taliban yang mengalir melewati perbatasan. Namun Pakistan membantah tuduhan negara mereka mendukung Taliban.

Amerika Serikat telah melakukan beberapa serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah. Juru bicara Departemen Pertahanan John Kirby mengatakan serangan itu memiliki efek “kinetik” pada Taliban, tetapi mengakui adanya keterbatasan.

“Tidak ada yang menyarankan disini bahwa serangan udara adalah obat mujarab yang akan menyelesaikan semua masalah kondisi di lapangan. Kami tidak pernah mengatakan itu,” pungkas Kirby. (Bahri)

Sumber: France 24