Gelar Silakwil, ICMI Jatim Ingin Berkontribusi Wujudkan Good Governance

SURABAYA(Jurnalislam.com)– ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) wilayah Jawa Timur menyelenggaraan puncak acara SILAKWIL (Silaturrahmi Kerja Wilayah), selama 2 hari pada Sabtu-Ahad (11-12/03/2023).
Hari pertama dilaksanakan di Hotel PrimeBiz jalan Injoko Surabaya, dan hari kedua di Gedung Bank Jatim jl. Basuki Rahmad, Surabaya.
Di hari pertama silakwil diisi antara lain dengan program Leadership Camp. Sebuah program pengembangan organisasi dan kaderisasi, terutama dalam bidang kepemimpinan. Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta itu dihadiri juga oleh Dr. Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Puncak silakwil di hari kedua dihadiri oleh banyak tokoh dari berbagai kalangan. Dari internal ICMI hadir ketua umum ICMI Pusat, Prof. Dr. Arief Satria, yang juga rektor IPB. Juga para dewan penasehat, dewan pakar, majelis pengurus wilayah Jatim, dan para pengurus ICMI Organisasi Daerah (Orda) dari berbagai kabupaten kota di Jatim.
Dari kalangan eksternal, hadir Asisten 3 mewakili Gubernur Jawa Timur, para kiai sepuh, tokoh-tokoh parpol, tokoh-tokoh ormas, bupati dan walikota dari beberapa daerah, ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Jatim, perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Surabaya, dan undangan lainnya.
Dalam sambutan presentasinya, ketua ICMI Jatim, Ulul Albab, menyampaikan pentingnya meningkatkan peran ICMI dalam berkontribusi pada 3 domain, yaitu domain State (negara), domain Society (masyarakat), dan Situation (situasi).
“Dalam kajian kami, permasalahan dan tantangan bangsa Indonesia yang kita hadapi saat ini dapat dikelompokkan pada 3 domain, yaitu state, society, dan situation.”, terang Ulul memulai presentasinya di hadapan 250 audien yang mayoritas tokoh-tokoh Islam di Jatim.
Ulul lalu memberikan penjelasan bahwa “Pada domain state, kita masih menghadapi kondisi rendahnya nilai indeks antikorupsi. Dalam domain society, kita menghadapi dimana kemasyarakatan kita masih diwarnai persaingan dan rebutan akses yang cenderung kurang sehat. Sedang dalam domain situation, kita menghadapi iklim demokrasi yang masih cenderung anomali,” jelasnya.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa dengan identifikasi permasalahan dan tantangan tersebut, maka bisa dipahami mengapa di negeri ini ada kecenderungan terjadinya distrust (ketidak percayaan) publik terhadap kepemimpinan yang ada. Tidak hanya itu, muncul juga adanya kecenderungan saling fitnah dan adu domba, sikap permisif, bahkan ada gejala munculnya sikap cuek dari masyarakat kita.
Dari latar belakang pemikiran dan perenungan tersebut, ketua ICMI Jatim, Ulul Albab, yang juga mantan rektor Unitomo 2007-2013 ini, menyampaikan alasan mengapa ICMI Jatim periode ini lebih menfokuskan pada 3 program utama.
“Ikhtiar Program ICMI Jatim tahun 2023/2024 nanti akan lebih memprioritaskan kepada 3 domain permasalahan tersebut. Yaitu; Pertama, berkontribusi untuk mewujudkan terlaksananya Good Governance di semua level pemerintahan. Kedua, berkontribusi untuk mengembangkan civil society (masyarakat madani). Ketiga, berkontribusi nyata dalam mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat.”
Pada bagian lain disampaikan, bahwa program kerja ICMI Jatim setahun ke depan dan seterusnya, akan dibagi menurut 3 sendi yang dikembangkan ICMI, yaitu Keislaman, Kecendekiawanan, dan Keindonesiaan.
“Dalam hal Keislaman, ICMI akan melaksanakan kegiatan-kegiatan kajian pemikiran keislaman. Lalu dalam hal Kecendekiawanan, ICMI akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk kajian, riset, pengembangan teknologi, dan inovasi. Sedangkan dalam hal Keindonesiaan, ICMI akan mengembangkan kegiatan advokasi kebijakan serta advokasi keummatan dan kebangsaan.”
Demikian Ulul dengan tegas menyatakan keoptimisannya, bahwa dengan semangat berjamaah dan komitmen tinggi para anggota ICMI, serta sinergitas ICMI dengan berbagai elemen penting lainnya, maka tidak mustahil keinginan tersebut dapat diwujudkan, sekaligus mewujudkan terciptanya cita-cita Indonesia sebagai “Baldatun Thoyyibatun Warobhun Ghofur.”
Kontributor: Bahry

Bangkitkan Minat Sejarah Bangsa, Talim Cloud Gelar Trip Sejarah Islam di Banten

SERANG (Jurnalislam.com)–Banten dikenal kaya akan sejarahnya, akan tetapi dari sejarah yang begitu besarnya, banyak dari masyarakat sekitar masih buta akan sejarah Banten. Melihat keresahan tersebut,sebuah komunitas hijrah “Talim Cloud” Tak tinggal diam, dalam membangkitkan minat sejarah, “Talim Cloud” mengadakan kegiatan yang diberi nama “Trip Jejak Turki Utsmani di Tanah Jawara”. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Ahad, 12/03/2023.

Serangkaian kegiatan berupa Trip sejarah yang yang di mulai dari Museum Banten, kemudian ke komplek Kesultanan Maulana Hasanudin, Kesultanan Maulana Yusuf, dan titik terakhir di Sultan Abu Mufakir. Dari rangkaian event tersebut semuanya berlokasi di daerah Banten Lama, Serang-Banten. Adapun kegiatannya dipandu Langsung Oleh Ustadz Jemy Ibnu Suardi yang merupakan sejarawan Banten.

“Saya berharap semoga acara ini menjadi Inspirasi, bahwa Banten pernah memiliki Masa keemasannya. Wajib bagi kita para pemuda khususnya sadar akan sejarah Islam yang begitu besar, karena sejarah merupakan tonggak awal mula kebangkitan yang dimana banyak pelajaran-pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya,” ucapnya
. 
Kemudian Ustadz Jemy Ibnu Suardi menambahkan bahwasannya acara ini harus mempunyai tujuan yang besar. 

“Event Trip sejarah ini saya harap harus mempunyai tujuan yang besar, bukan hanya mengenalkan sejarah banten saja, akan tetapi menyadarkan pikiran masyarakat khususnya pemuda untuk bisa merancang kerangka agar masa keemasan yang dahulu ada di tanah Banten dapat terulang kembali.”tambahnya. 

Muhammad Haddini selaku kordinator kegiatan menyampaikan bahwa pihaknya mengadakan kegiatan ini agar peserta langsung belajar sejarah Banten langsung di lokasinya.

“Agar kita bisa mengenalkan sejarah yang sudah lama hilang yang dimana banyak tidak kita ketahui tentang sejarah Perjuangan kesultanan Islam di Banten dan Syiar-syiarnya. Dari belajar sejarah langsung dilokasi kami berharap semoga para peserta bisa mentadaburi lebih dalam sejarah Islam di Banten. Karena Banten punya cerita dari sudut pandang yang luas,” katanya.

Jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 20 orang, hampir seluruhnya merupakan pemuda dan pemudi yang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang sejarah banten. Yang dimana kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta. 

“Ketika saya mengikuti kegiatan ini, hal pertama yang saya apresiasi adalah tentang Banten yang ternyata memiliki sejarah yang begitu besar, yang dahulu saya hanya tahu tentang Sultan Maulana Hasanudin saja, sekarang dengan adanya trip sejarah ini saya mengetahui sultan-sultan yang dahulu pernah menjadi pemimpin di tanah Banten ini”. Ucap Silvi ketika di wawancarai Jurnalislam.com

Tak hanya itu, Nabila yang merupakan peserta asal cilegon berharap kegiatan ini bisa diselenggarakan lagi. “Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali saja, akan tetapi terus berkelanjutan agar minat sejarah di Banten ini bisa meningkat, apalagi dengan kemasan yang seperti ini, membuat anak muda khususnya tertarik belajar sejarah”. Katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Jemy Ibnu Suardi kemudian dilanjut dengan foto bersama.

Daurah Ramadhan Muslimah Nasional MWD Bulukumba: Pentingnya Berilmu sebelum Beramal

BULUKUMBA(Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Unit Dakwah Muslimah Wahdah Daerah (MWD) Bulukumba menggandeng Muslimah Wahdah Cabang adakan Daurah Ramadhan Muslimah (DRM) Nasional yang tersebar di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Bulukumba, Ahad (12/03/23).

Mengusung tema, “Sejuta Harapan Wujudkan Ramadhan Penuh Berkah” dengan tujuan menjadi wasilah atau perantara bagi para muslimah untuk belajar tentang fiqih puasa serta persiapan amalan-amalan, serta meraih keberkahan bulan suci Ramadhan. Hal ini diungkapkan oleh Ustazah Irmawati selaku Ketua Unit Dakwah MWD Bulukumba.

Ustazah Arni Susanti, S.Kep. dalam materinya memahamkan tentang pentingnya berilmu sebelum beramal.

“Apakah ibadah yang kita laksanakan selama ini sudah diterima oleh Allah? Jangan sampai semua ibadah termasuk puasa yang kita kerjakan tidak bernilai pahala di sisi-Nya karena tidak memahami ilmunya terlebih dahulu,” tegasnya.

Ustazah Arni menambahkan, bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan dan sangat disayangkan apabila dilewatkan begitu saja. Pertama, Ramadhan adalah bulan ampunan, maka sangat merugi orang-orang yang tidak diampuni dosanya ketika bulan Ramadhan. Kedua, Ramadhan adalah bulan dilipatgandakannya pahala kebaikan.

“Keutamaan yang ketiga ialah Ramadhan bulannya Al-Qur’an. Ketika membaca Al-Qur’an maka pahalanya akan dilipatgandakan. Dan suatu nanti ibu-ibu, Al-Qur’an akan mencari kita, ia akan menjadi syafa’at di hari kemudian. Yang keempat ialah Lailatul Qadr atau malam seribu bulan. Seribu bulan berarti lebih dari 80 tahun ibu-ibu, usia kita saja belum sampai segitu, tapi maasyaa Allah jika mendapatkan malam Lailatul Qadr, maka kita seperti beribadah selama lebih dari 80 tahun,” terangnya.

Ustazah Suharda, S.S. dalam materinya menyampaikan tentang berkah dan manfaat bersedekah, terlebih di bulan suci Ramadhan.

“Jadi ibu-ibu, Ramadhan adalah momentum kita mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Saatnya kita mengikis rasa kikir-kikir kita. Karena ada banyak keutamaan atau manfaat dari bersedekah, seperti selamat dari panas hari kiamat, menambah berkahnya harta, meredam murkanya Allah, serta menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu,” tutur Ummu Ayyub sapaan akrabnya.

Reporter: Rika Arlianti DM

Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat 22 Maret 2023

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) Awal Ramadan 1444 Hijriah pada Rabu, 22 Maret 2023.

“Seperti biasa, Sidang Isbat Awal Ramadan akan kita laksanakan setiap 29 Syakban. Tahun ini, bertepatan dengan hari Rabu, 22 Maret 2023,” ungkap Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib, di Jakarta, Rabu (8/3/2023).

“Rangkaian Sidang Isbat Awal Ramadan tahun ini masih digelar secara hybrid, atau gabungan antara daring dan luring,” imbuhnya.

Selain melibatkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, pelaksanaan rangkaian sidang isbat juga mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, dan lainnya.

Adib menjelaskan, rangkaian pelaksanaan sidang isbat akan dibagi dalam tiga tahap. Pertama, seminar pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1444 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi. Pemaparan dilakukan Tim Hisab Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB dan terbuka untuk umum.

“Sesi seminar yang terbuka untuk umum inilah yang digelar secara hybrid karena kapasitas ruangan yang terbatas,” jelasnya.

Rangkaian kedua, Adib melanjutkan, yaitu pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1444 H. “Sesi ini akan dilaksanakan secara luring setelah Salat Magrib dan tertutup untuk umum,” ujarnya.

Selain data hisab, sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal yang akan dilaksanakan pada 124 lokasi di seluruh Indonesia.

“Sesi terakhir adalah telekonferensi pers hasil sidang isbat yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media lainnya,” pungkas Adib.

Adapun 124 titik rukyatul hilal sebagai berikut:

Provinsi Aceh:
1. Observatorium Tgk Chik Kuta Karang Lhoknga
2. Tugu 0 Km Kota Sabang
3. Bukit Blang Tiron Lhokseumawe
4. Pantai Lhok Geulumpang Setia Bakti Aceh Jaya
5. POB Suak Geudeubang Aceh Barat
6. Pantai Nancala Teupah Barat Simeulu

Provinsi Sumatera Utara:
1. Anjungan Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro No. 30 Medan
2. Observatorium Ilmu Falak (OIF) Gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Panglima Denai Medan.

Provinsi Sumatera Barat:
1. Gedung Kebudayaan Sumatera Barat
2. Puncak Langkisau Carocok Painan Kabupaten Pesisir Selatan
3. Dusun Kayu Gadang Desa Santur Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto
4. Bukit Langkuik Kecamatan Bonjol
5. Puncak Gunung Medan
6. Lantai 3 Gedung DPRD Kab. Pasaman Barat di Padang Tujuh
7. Puncak Dama Kel.Kampung Jawa Kota Solok
8. Taeh Bukik
9. Bukik Ampangan
10. Kubu Jawi
11. BPTU Padang Mengatas Nagari Mungo
12. Pantai Gandoriah Kota Pariaman
13. Kantor Kemenag Kab Solok Selatan
14. Jorong Sikaladi Nagari Pariangan
15. Kampus UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Cubadak
16. Bukit Sipora Jaya
17. Balkon, Rocy Hotel Bukittinggi
18. Puncak Lawang Kec. Matur Kab. Agam
19. Sitinjau Laut, Jalan Raya Solok – Padang
20. Pantai Tiram Kec. Ulakan Tapakis
21. Puncak Nganang Kecamatan Luhak

Provinsi Riau:
1. Pantai Raja Kecik Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

Provinsi Kepulauan Riau:
1. Pantai Tanjung Setumu

Provinsi Jambi:
1. Gedung Mahligai Bank Jambi, Kota Jambi

Provinsi Bengkulu:
1. Mess Pemda lantai 3 (tiga) Provinsi Bengkulu. Jalan Pasar Pantai Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu

Provinsi Sumatera Selatan:
1. Hotel The Aryaduta Palembang

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung:
1. Pantai Tanjung Raya Penagan Bangka
2. Pantai Tanjung Kalian Mentok Bangka Barat
3. Pantai Tanjung Pendam Belitung

Provinsi Lampung:
1. POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan
2. Kampus ITERA, Jati Agung, Lampung Selatan

Provinsi Banten:
1. Pantai Anyer Serang
2. UIN SMHB Serang
3. Komplek Mercusuar Cikoneng, Anyer

Provinsi Jawa Barat:
1. Pasirlasih, Kab. Pangandaran
2. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya
3. Pondok Bali, Kab. Subang
4. Santolo, Kab. Garut
5. Alburuni (UNISBA)
6. Pantai Baro Gebang, Kab. Cirebon
7. POB Cibeas, Kab. Sukabumi

Provinsi DKI Jakarta:
1. Gedung Kanwil Agama DKI Jakarta
2. Masjid Hasim Asyari Jakarta Barat
3. Ponpes Hidayatullah Basmol Jakarta Barat
4. Pulau Pramuka Kepulauan Seribu

Provinsi Jawa Tengah:
1. Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang
2. BOP Watu Layar Binangun, Kec. Lasem
3. Pantai Jetis, Kec. Grabag
4. Pantai Ujungnegoro, Kandeman
5. Pantai Padelan, Kec. Ayah
6. Rooftop Hotel Aston Cilacap
7. Pantai Kartini, Kec. Jepara
8. Menara Masjid Agung Nurul Kalam
9. Pantai Alam Indah
10. Ma’had Aly TBS Kudus
11. Pelabuhan Tanjung Kendal
12. Bukit Sukobubuk, Kec. Margorejo
13. Menara Pandang, Purwokerto Barat
14. Pantai Wisata Dewi Mangrove Sari
15. Pantai Pasir Kec. Pekalongan Utara
16. POB PPMI Assalaam Pabelan, Kec. Kartasura
17. UIN KH. Abdurrahman Wahid

Provinsi DIY:
1. POB Syekh Belabelu Yogyakarta

Provinsi Jawa Timur
1. Masjid Al Hikmah Puger
2. Pantai Srau Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan
3. POB Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang
4. Pantai Wotgalih Kec. Yosowilangun Kab. Lumajang
5. Pantai Gebang Bangkalan
6. Pelabuhan Taddan Sampang
7. Pantai Pancor
8. Pantai Plengkung
9. Gumuk Klasi
10. Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, Alamat: Krampyangan, Kec. Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur 67127
11. Lantai 3 Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso
12. MAN. 3 Kediri Kandangan Kediri
13. Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo Kandangan
14. Bukit Banjarsari Wonotirto Kab. Blitar
15. Observatorium Jokotole IAIN Madura (Pamekasan)
16. Gunung Sekekep Pulung
17. Ibnu Syatir PP Al-Islam Joresan
18. Watoe Dhakon Observatory Fakultas Syariah IAIN Ponorogo
19. Observatoruim Darul Huda Mayak Ponorogo
20. Lereng Gunung Pandan Ds. Tulung Kec. Saradan Kab. Madiun
21. Ds Dagangan Kec. Dagangan Kab. Madiun
22. Pantai Tanjung Kodok Lamongan
23. Bukit Wonocolo Kecamatan Kedewan Kab. Bojonegoro
24. Bukit Condro Dipo Kebomas Gresik
25. Pelataran Command Center lt 9 Kominfo Gedung Pemkab Malang.
26. Pantai Taneros Kec. Ambunten Kab. Sumenep
27. Menara Rukyatul Hilal Desa Banyururip Kec. Senori Kab. Tuban

Provinsi NTB:
1. Pantai Loang Baloq Kecamatan Ampenan Kota Mataram

Provinsi NTT:
1. Rooftop Gedung Pelayanan BMKG NTT

Provinsi Kalimantan Barat:
1. Pantai Indah Kakap Kab. Kubu Raya

Provinsi Kalimantan Selatan:
1. Zury Expres Hotel

Provinsi Kalimantan Tengah:
1. Menara Masjid Raya Darussalam Palangkaraya
2. Lantai atas Aquarius Boutique Hotel
3. Pantai Teluk Bogam Kabupaten Kotawaringin Barat
4. Pelabuhan Segintung Kab. Seruyan

Provinsi Kalimantan Timur:
1. Menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda

Provinsi Kalimantan Utara:
1. Taman Berlabuh Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

Provinsi Gorontalo:
1. Gedung Polairud Polda Gorontalo

Provinsi Sulawesi Selatan:
1. Rooftop Mall GTC Makassar

Provinsi Sulawesi Tenggara:
1. Pantai Bahari Kecamatan Tanggetada
2. Pantai Wolulu Kec. Watubangga Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tengah:
1.Desa Marana Kec. Sindue, Kab. Donggala

Provinsi Sulawesi Utara:
1. Area Parkir Apartemen MTC Mega Mas Manado

Provinsi Sulawesi Barat:
1. Tanjung Mercusuar Sumare Kab. Mamuju Sulbar

Provinsi Maluku:
1. Karang Panjang, Kota Ambon
2. Desa Latulahat, Kota Ambon
3. Desa Wakasihu, Maluku Tengah

Provinsi Maluku Utara:
1. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu Kab. Halmahera Barat
2. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate

Provinsi Papua:
1. Pantai Lampu Satu Merauke
2. PLTD Holtecamp Kota Jayapura

Provinsi Papua Barat:
1. Kota Manokwari
2. Kota Sorong

Humas

Dukung Indonesia Anti Penjajahan, Ansor Desak Jokowi Tolak Kedatangan Tim Sepak Bola Israel

SOLO (Jurnalislam.com)- Aliansi Soloraya (Ansor) mendatangi gedung DPRD kota Surakarta guna melakukan audensi penolakan kedatangan tim sepakbola U-20 Israel yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tanggal 21 Mei hingga 11 Juni 2023.

Ketua Ansor Pambudi berpendapat bahwa Indonesia memiliki konstitusi anti penjajahan yang tegas termaktub dalam Pembukaan Undang- undang Dasar 1945 Alinea Pertama; Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Zionis Israel telah dikategorikan sebagai crime against humanity oleh PBB, International Criminal Court (ICC), dan Amnesty International yang melakukan politik apartheid terhadap rakyat Palestina. Zionis Israel juga telah melanggar berbagai resolusi PBB dan berbagai perjanjian perdamaian,” katanya pada Selasa, (7/3/2023) siang.

“Presiden Indonesia pertama, Bung Karno telah mencontohkan sikap tegas anti penjajahannya terhadap Zionis Israel pada tahun 1957. Dimana waktu itu, Bung Karno melarang Timnas Indonesia menghadapi Timnas Israel dalam kualifikasi Piala Duni 1958 di Yugoslavia. Selain itu, Presiden Soekarno juga menolak kehadiran kontingen Israel pada Asian Games tahun 1962 di Indonesia,” imbuhnya.

Hal itu, kata Pambudi, dilakukan karena Bung Karno tidak ingin bangsa Indonesia meligitimasi penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina.

“Sikap tegas seluruh presiden Republik Indonesia sampai hari ini juga tidak pernah bergeser menyelisihi Undang-Undang Dasar 1945. Termasuk sikap Presiden Joko Widodo dalam pidato yang disampaikan pada KTT OKI di Indonesia tahun 2016; menyerukan boikot terhadap produk Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, penolakan Timnas Zionis Israel ke Indonesia akan memperkuat citra Indonesia yang selama ini dikenal anti penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

“Kehadiran Timnas Israel ke Indonesia akan membawa konsekuensi turunan, misalnya menaikan bendera Zionis Israel dan menyanyikan lagu nasional mereka di setiap pertandingan. Padahal Indonesia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mereka,” paparnya.

Aliansi Soloraya (Ansor) Tolak Israel

Ansor Desak Presiden Jokowi

Pambudi mendesak Presiden Jokowi dan seluruh jajarannya untuk bersikap tegas dengan tidak menerima tim sepak bola Israel untuk berlaga di piala dunia U-20 di Indonesia.

“Kepada Presiden Joko Widodo, untuk tidak menerima kehadiran Timnas Zionis Israel ke
Indonesia dengan alasan apapun,” katanya.

“Kepada Ketua,Wakil Ketua dan seluruh anggota DPR RI untuk menyampaikan penolakan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak Delegasi Israel di Indonesia dengan semangat konstitusi bahwa perlawanan terhadap penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, termasuk terhadap zionis Israel, kepada pak Erick Thohir sebagai Ketua PSSI Sudah cukup tragedi Kanjuruhan jangan coreng lagi Indonesia dengan mempersilakan Tim penjajah Zionis Israel berlaga di Indonesia,” pungkasnya.

Hadiri KARIMAH 2023 FMDKI Bulukumba, Owner Humairah Store: Healing Tidak Harus Pergi Jauh

BULUKUMBA(Jurnalislam.com)–Menjelang bulan Ramadan, Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Bulukumba gelar Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Ahad (05/03/23).

Kegiatan yang mengangkat tema “Ramadhan The Real Healing, Meraih Ketenangan Jiwa dengan Spirit Takwa” ini berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba dan dihadiri oleh 78 peserta.

Acara dibuka secara resmi oleh Ariani Abbas yang membahas tema menarik, serta menjelaskan pentingnya berilmu sebelum menyambut bulan Ramadan.

“Supaya ketika kita menyambut Ramadan, kita sudah siap, karena begitu spesialnya bulan Ramadan itu, sehingga kita harus mempersiapkan sebaik-baiknya dan terutama adalah ilmu itu sendiri,” tuturnya.

Owner Humairah Store Bulukumba ini menambahkan, healing tidak harus pergi jauh, lebih baik healing di tempat yang seperti ini.

Nia Arniati selaku Wakil Menteri Keagamaan BEM Universitas Muhammadiyah Bulukumba yang juga merupakan salah satu peserta mengungkapkan, dia telah mengikuti KARIMAH sebanyak dua kali karena menyukai kegiatan seperti ini.

“Saya suka kegiatan ini, karena pernah waktu pertama ke sini, saya merasa terharu. Saya memang sangat suka berada di tempat-tempat seperti ini,” tuturnya.

Sebelum memasuki sesi materi, panitia mengajak peserta untuk menjawab beberapa pertanyaan di sesi kuis dan dilanjutkan dengan ice breaking oleh moderator yang antusias diikuti oleh seluruh hadirin termasuk para tamu undangan. Tawa ria terdengar di ruangan tersebut.

Adapun materi pertama oleh Ustazah Irmawati yang menjelaskan tentang healing.

“Healing-nya orang-orang yang beriman adek-adek salehah, yaitu datangnya kita di majelis-majelis ilmu, banyaknya kita mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, banyaknya kita mengingat rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan tentunya juga kita mengingat orang-orang yang saleh,” jelasnya.

Materi kedua disajikan Ustazah Suharda, beliau memberikan solusi untuk meraih Ramadan terbaik di antaranya, menghadirkan niat, memperbanyak doa, banyak beristighfar, berilmu, dan membuat perencanaan.

Alumni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar itu juga mengajak peserta untuk membiasakan sedekah sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Sedekah di bulan Ramadan berlipat-lipat pahalanya, maka mari kita senantiasa memperbanyak sedekah-sedekah kita di bulan Ramadan dimulai dari hari ini,” pungkasnya.

Reporter: Winda Yuliana
Editor: Rika Arlianti DM

Amanat Regulasi, Pelaku Usaha Harus Punya Penyelia Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com) —– Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham menegaskan bahwa sesuai amanat regulasi, keberadaan penyelia halal wajib ada di setiap perusahaan.

Untuk itu, pelaku usaha harus menyiapkan SDM di perusahaannya untuk menjadi penyelia halal. Hal ini disampaikan Aqil saat membuka Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXXIX di Jakarta.

“Sudah saatnya, wajib bagi pelaku usaha menyediakan SDM Penyelia Halal di perusahaannya,” kata Aqil Irham yang hadir secara daring, Senin (6/3/2023).

Pelatihan Penyelia Halal Angkatan XXXIX yang diadakan oleh Lembaga Pelatihan Halal Institute tersebut dilaksanakan secara virtual. Kegiatan diikuti oleh 37 peserta, yang berasal dari unit usaha mikro, kecil dan menengah.

Lebih lanjut, Aqil Irham mengatakan bahwa penyelia halal merupakan bagian penting dari ekosistem halal. Keberadaan penyelia halal berperan untuk memastikan proses produk halal (PPH) yang dilakukan pelaku usaha sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Sesuai ketentuan pada Pasal 1 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), penyelia halal merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap proses produk halal (PPH) di sebuah perusahaan,” ujar Aqil.

Aqil mengungkapkan, paska lahirnya UU JPH, penyelia halal menjadi salah satu profesi baru yang muncul. Profesi ini, lanjut Aqil, memiliki standar tertentu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

“Penyelia Halal merupakan penanggung jawab utama di internal perusahaan untuk memastikan proses halal yang dilakukan pelaku usaha dalam melakukan proses produksinya. Oleh karena itu pengetahuan, pemahaman, keterampilan, serta pengalaman dari calon penyelia halal begitu penting,” kata Aqil Irham.

“Dan ini semua dapat diperoleh di pelatihan, uji kompetensi, dan juga melalui sharing dengan teman-teman penyelia halal yang lainnya,” imbuhnya.

Dalam menjalankan tugasnya, penyelia halal harus dapat memastikan bahwa seluruh bahan-bahan dan proses produksi yang dilakukan benar-benar memenuhi kriteria PPH. Dalam proses sertifikasi halal, penyelia halal merupakan mitra kerja auditor halal yang ditugaskan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan pemeriksaan kehalalan suatu produk.

Selain memiliki kompetensi, Aqil juga meminta agar penyelia halal memiliki integritas moral dan bertanggungjawab penuh dalam menjalankan tugasnya.

“Penyelia halal harus memiliki integritas moral, komitmen yang kuat, tidak boleh keliru, tidak boleh salah, apalagi dengan sengaja memanipulasi, menyembunyikan bahan-bahan tertentu sehingga membuat ketidakjelasan yang tidak halal menjadi halal,” tegas Aqil Irham.

“Maka dari itu banyak hal yang harus kita pelajari selama pelatihan. Selamat mengikuti pelatihan, semoga lancar dan juga sukses,” pungkasnya.

IPMI Bulukumba Gelar KEMAH 1444 H, Disdik Harap Pelajar Muslimah Berkontribusi

BULUKUMBA(Jurnalislam.com)–Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) Daerah Bulukumba sukses gelar Kajian Ekslusif Muslimah Menyambut Ramadhan (KEMAH) yang bertajuk, “Ramadhan Highlight of the Year” Ahad, (05/03/23).

Kegiatan ini terlaksana di Aula Bappelitbangda Bulukumba yang diikuti oleh para pelajar muslimah tingkat SMA/SMK/MA/sederajat se-kabupaten Bulukumba dan di hadiri oleh 119 peserta.

Kajian ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada seluruh muslimah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Acara ini juga dirangkaikan dengan Wisuda Khatam Qur’an yang dilaksanakan pada 1-28 Februari 2023.

Ketua IPMI Daerah Bulukumba, Nur Juliana Afyati dalam sambutannya berharap agar KEMAH bisa menjadi wasilah bagi para pelajar muslimah dalam menyambut bulan suci Ramadhan agar lebih bermanfaat dan penuh cinta.

“Melalui kegiatan ini semoga para pelajar Muslimah menjadi Muslimah yang berilmu, berakhlakul karimah, serta berguna bagi umat dan negara,” ucapnya.

Event KEMAH ini dibuka secara resmi oleh Suryana Rahim S.Pd selaku perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V. Dalam sambutannya menitip harap semoga kegiatan keagamaan seperti kajian-kajian yang dilaksanakan oleh IPMI ini lebih banyak di ikuti oleh pelajar muslimah.

Adapun narasumber dalam acara ini ialah Nurmaida, S.Kep.,Ners Da’iyah dan trainer muslimah yang dimoderatori oleh Nuraeni, S.Pd.

Dalam kesempatannya, Nurmaida menyampaikan materi yang berjudul “Follow the Best Qudwah with Ramadhan Spirit”.

“Dalam menyambut bulan suci Ramadhan kita butuh beberapa persiapan, yaitu memperbaiki keimanan dengan meninggalkan segala bentuk kesyirikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ummu Ihsan sapaan akrabnya menyampaikan bahwa salah satu hal positif yang bisa dilakukan ketika Ramadhan ialah memperbanyak taubat dan melatih diri dengan amalan kebaikan. Serta memperbanyak doa sebagai bagian dari niat.

Adapun pemateri ke dua yakni Ariani Abbas S.Pd yang membawakan materi seputar “Tutorial Ramadhan Penuh Berkah”.

Owner Humairah Store ini menjelaskan bahwa meraih keberkahan Ramadhan adalah dengan melaksanakan amaliah Ramadhan.

“Yaitu berkah shiyam, berkah qiyam, berkah qira’ah, berkah ifthar, serta berkah sedekah,” jelasnya.

Di akhir acara, peserta dikelompokkan berdasarkan asal sekolah masing-masing sebagai bentuk follow up belajar Islam secara kontinu.

Reporter: Raodatul Janna (Pengurus IPMI Daerah Bulukumba)
Editor: Rika Arlianti DM

Halaqah Infokom MUI, KPI Imbau Stasiun Televisi Melek Politik

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Mimah Susanti mengimbau kepada sejumlah stasius televisi untuk melek politik. Menghadapi tahun Pemilu 2024, diperlukan sikap selektif dan sensitif menentukan siaran dan figur.

Dalam Halaqah Mingguan Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, dia melaporkan hasil riset indeks siaran religi KPI pada bulan Ramadan 2022 menunjukkan peningkatan kualitas yang baik. Sejumlah program siaran patut dipertahankan dan mendapat ruang di hati penonton masing-masing.

“Ternyata surat edaran KPI bersama MUI kemarin itu cukup efektif menjadi referensi bagi lembaga penyiaran dalam memilih dai dan daiyah yang akan memberikan ceramah dalam salah satu program siaran,” ujarnya dalam kegiatan yang bertajuk “Harapan Pada Syiar Ramadan 2023” pada Kamis (2/3/2023).

Menurut Mimah, hal yang perlu menjadi catatan penting dalam siaran televisi Ramadan adalah soal sosialisasi partai politik dan kandidat calon. Hal ini perlu kehati-hatian dan kepekaan politik agar lembaga penyiaran kita tidak disusupi kampanye terselubung.

Mimah juga menyampaikan, terdapat nota kesepahaman (MoU) antara pihaknya dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait sosialisasi politik melalui media sosial dan tayangan stasiun televisi. Hal itu tidak dipungkiri untuk mensosialisasikan agenda politik kepada khalayak.

“Ini sebenarnya udah ada kesepakatan soal sosialisasi politik kepada masyarakat. Tinggal bagaimana lembaga penyiaran tetap adil dan berimbang. Artinya, tidak ada pihak yang dirugikan,” kata dia sebagaimana laporan pers MUIDigital (3/3).

Sejauh ini, lanjut dia, cukup mudah untuk mengidentifikasi kampanye politik sejumlah partai. Hal yang menjadi tantangan adalah soal figur yang memiliki kepentingan dalam program siaran yang secara bersamaan akan mencalonkan diri dalam Pemilu. Bisa jadi, kampanye politik bisa bersamaan dilakukan.

“Intinya kita (KPI) mendorong para lembaga penyiaran untuk lebih hati-hati. Karena rule (aturan) soal kampanye ini masih belum ada dan cukup jelas,” imbau dia. (mui)

 

 

Digelar Maret, Muslim LifeFair 2023 Bidik Pasar Kebutuhan Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Lima Events bersama dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) kembali menggelar bazaar produk halal dan keuangan syariah, Muslim LifeFair. Gelaran yang diselenggarakan sejak 2019 di sejumlah kota besar tersebut, mengawali rangkaian event tahun ini, di JIEXPO Kemayoran pada 17- 19 Maret 2023.

Menempati area seluas 6.000 m2, sebanyak 230 booth dari 128 brands dengan berbagai kategori dihadirkan. Mulai dari modest fashion & accessories, kosmetik halal, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kids & baby products, properti syariah, wedding islami, multi product, islamic finance, hingga kuliner halal by serlok.

Membidik momen bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Ketua KPMI Rachmat Marpaung mengatakan, Muslim LifeFair menjadi wahana pemasaran yang efektif, terutama untuk produk-produk fashion dan kuliner. Karena biasanya permintaan untuk kebutuhan produk tersebut meningkat. Karena itu untuk memberikan kegairahan berbelanja, pengunjung disuguhkan beragam promo spesial, seperti Diskon Up to 75%, Buy 2 get 1 product, serta Flash sale product exhibitor selama pameran berlangsung di jam tertentu.

“Kami berharap, pameran Muslim LifeFair tahun ini menjadi lebih baik karena dilaksanakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Para pengunjung dapat memanfaatkan moment diskon besar-besaran dan harga kompetitif,” ujar Rachmat Marpaung saat konferensi pers Muslim LifeFair di Jakarta kemarin (1/3).

Direktur Lima Events, Deddy Andu menyebut, sebanyak 128 brands yang hadir, 43,5 persennya adalah peserta repeater. Mereka memiliki konsumen loyal dan reseller yang selalu meng-update perkembangan promo spesial dan model-model terbaru yang biasanya diluncurkan saat pameran. Ajang Muslim LifeFair, menurut Deddy Andu, biasanya dimanfaatkan sejumlah brand untuk meningkatkan awareness dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggannya dengan memberikan kejutan produk baru dan promo khusus. Seperti Atelier Angelina, Muslimah Basic, Muslim Madani, Pelangi Hijab, Samase, Hisyam, Nusseyba, Makhtab, dan Fatih Indonesia.

Pelaksanaan Muslim LfeFair dalam kondisi tidak lagi diberlakukannya ketentuan PPKM, tentu memberikan semangat yang tinggi bagi pelaku usaha khususnya produk halal untuk kembali memperluas jaringan pemasaran, membidik pasar baru, serta meningkatkan value brand melalui pameran dan event.

Karakter masyarakat Indonesia, meski pemasaran online masif digelorakan, tetapi tetap tidak bisa meninggalkan pasar offline. Faktor inilah yang menyebabkan, gelaran Muslim Lifefair yang telah digelar di Jakarta, Yogyakarta, Tangerang dan Bandung ini dibanjiri pengunjung tak kurang dari 20 ribu pengunjung selama tiga hari.

“Kami melihat animo masyarakat terhadap fashion muslim dan kuliner halal di Indonesia sangat besar. Sehingga ajang pameran seperti Muslim LifeFair ini menjadi momentum bagi UMKM muslim, pondok pesantren dan berbagai korporasi untuk berkembang lebih baik. Kami

berharap, pameran ini menjadi wadah bagi mereka untuk saling bersilaturahim guna mendorong usaha-usaha menjadi inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan pemilihan venue di JIEXPO yang lebih luas, Andu optimis pameran ini bisa menarik perhatian lebih 20 ribu pengunjung.

Mengusung tema #NyoKiteKumpul, gelaran Muslim LifeFair di JIEXPO disemarakkan dengan berbagai rangkaian acara menarik seperti bincang santai, bedah buku, workshop parenting, sharing kesehatan, Hijrah Hapus Tatto, kelas ta’aruf, codding competition, story telling, kids activities (playground, coloring, etc), family activities (traditional games,etc), hingga outdoor activity.

“Tahun ini, kami juga menambahkan program acara baru berkolaborasi dengan Uki Kautsar eks Noah dan Reda Samudera. Mereka punya platform YouTube dengan program baru bernama Serlok Kuliner yaitu program santai memperkenalkan tempat lokasi kuliner yang nyaman, dan tentu enak, juga halal. Jadi, area kuliner Muslim LifeFair kami branding juga dengan nama Serlok Kuliner,” jelas Andu.

Dengan program baru yang melibatkan komunitas, Rachmat Marpaung optimis, Muslim LifeFair JIEXPO bisa menjadi salah satu wahana yang memperkuat ekosistem perkembangan produk halal di Indonesia menuju Indonesia Global Halal Hub 2024.

KPMI terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan, memperluas jaringan pemasaran, melakukan pendampingan skalasi bisnis baik di tingkat domestic maupun global, termasuk percepatan memperoleh sertifikasi halal dari lembaga terkait.

Pada kesempatan peluncuran Muslim LifeFair Jakarta, hadir Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidiyasa dan Subkordinator Sistem Informasi dan Humas Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH), Nurhanudin. Kedua lembaga tersebut mengapresiasi gelaran Muslim LifeFair yang konsisten dilaksanakan sejak 2019.

“Melalui pameran ini, Insya Allah upaya percepatan pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal bisa dilaksanakan efektif. Targetnya setidaknya tahun 2023 ini, terkumpul sebanyak 3 juta produk sudah tersertifikasi halal. Tahun 2024, semoga sebanyak 6 juta produk sisanya bisa sepenuhnya mendapatkan sertifikasi halal.” tandas Nurhanudin.

Sementara Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Putu Rahwidhiyasa, mengatakan, sebagai upaya menuju Indonesia Global Hub 2024, KNEKS telah menyusun kerangka kerja yang memudahkan dan membuka kesempatan berbagai pemangku kepentingan untuk saling bersinergi guna mengakselerasi pengembangan UMKM Industri Halal yang berbasis ekonomi digital.

“Kami menerapkan lima pendekatan strategis pengembangan UMKM industri halal, melalui sinergi peningkatan kapasitas, inkubasi dan pembiayaan, pemasaran, kemitraan, dan pemberdayaan digital,” kata Putu.

Dia juga menyampaikan, KNEKS tengah menggulirkan satu program prioritas Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), sebagai bentuk konkret untuk menyediakan kuliner halal bagi masyarakat dalam wisata halal.

“Untuk mewujudkan Zona KHAS ini perlu melibatkan stakeholder dinas, instansi dan lembaga terkait,” ujarnya.

–
Informasi terkait Muslim LifeFair bisa dilihat di Instagram @muslimlifefair dan @indonesiamuslimlifefest. Untuk pembelian tiket bisa mengakses aplikasi @muslimlifeshop