Es Tebu untuk Relawan Semeru

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Sebuah stand Es Tebu gratis di lapangan PGRI Candipuro tampak dikerumuni para relawan bencana Erupsi Gunung Semeru.

Bagaimana tidak, selain menghadapi medan evakuasi yang sulit, para relawan juga harus bertahan di tengah cuaca panas.

Kehadiran stand Es Tebu Gratis tentunya akan menghilangkan dahaga para relawan.

“Setelah kami keliling, kebanyakan para relawan itu minum kopi saat mengisi waktu rehatnya, kan kurang cocok ya,” kata Muflih, koordinator stand Es Tebu gratis kepada Jurnalislam.

“Es tebu kami rasa sangat pas untuk dijadikan hidangan pelepas dagaha para relawan,” sambungnya.

Benar saja, tak sampai satu jam ratusan gelas es tebu ludes diserbu relawan.

“Alhamdulillah tadi kita bawa 3 ikat tebu, sekarang sudah habis. Kira-kira 300 gelas lebih lah,” tuturnya.

Muflih mengatakan, stand es tebu gratisnya akan berkeliling ke lokasi-lokasi dimana para relawan beraktifitas.

“Iya, rencananya kita akan berkeliling dan ini menjadi tempat pertama kita,” tutup Muflih

Rumah dan Tokonya Hancur, Harta Pak Hariadi Hanya Tersisa Baju di Badan

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember lalu masih menyisakan luka mendalam khususnya bagi warga Kampung Renteng, Dusun Sumberwuluh, Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kampung Renteng menjadi titik paling parah yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kampung ini terendam lahar hampir setinggi 4 meter.

Kisah pilu diceritakan oleh Hariadi (49) yang harus merelakan rumah dan toko sembakonya yang hancur disapu banjir lahar dingin Gunung Semeru Sabtu sore itu.

Hariadi menceritakan, pada saat kejadian ia sedang berada di tokonya melayani pembeli.

“Jam 3 kurang itu saya masih layani orang  beli bensin, tapii saya kok ngerasa remang-remang,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (13/12/2021.

Ketika Pak Hariadi melihat keluar, ia dikagetkan dengan awan hitam yang besar dan terua mendekat. Seketika ia menyeru istrinya untuk keluar menyelamatkan diri.

“Gak sampai sepuluh menit mas, itu langsung gelap kayak malam. Saya bonceng istri saya naik sepeda motor sambil dulu-duluan sama truk menuju jembatan portal ini,” ungkapnya.

Pak Hariadi bersama istrinya selamat, namun tak ada yang tersisa sari harta bendanya.

“Saya gak sempet lagi mas nyelamatin apa-apa di rumah, uang dan surat-surat penting juga gak terbawa,” tuturnya.

“Rumah saya itu mas tinggal pondasinya saja,” sambungnya sambil menunjuk ke lokasi rumahnya.

Selain rumah dan toko, Pak Hariadi juga kehilangan dua ekor sapinya yang sudah siap dijual.

“Yang satu sudah ditawar 25jt yang satu lagi 12 juta, mati semua,” katanya sambil tertawa.

Pak Hariadi juga menceritakan, dirinya baru saja merenovasi rumah dan tokonya empat bulan yang lalu.

“Saya baru rebah rumah 4 bulan yang lalu, habis 86jt, toko saya kira-kira 35jt, belum yg di kotak uang saya itu ada enam juta tigaratusan lah,” ungkapnya.
Ia juga mengaku trauma dan tidak mau lagi meninggali rumahnya.

“Dikasih rumah mewah sekalipun kalo lokasinya disitu saya gak mau, kami sekeluarga trauma mas,” katanya

Hari Terakhir Evakuasi, Tim SAR temukan 1 Jenazah perempuan Tertimbun 1 meter di Kampung Renteng

LUMAJANG(Jurnalislam.com) – Tim SAR gabungan kembali menemukan 1 jenazah di korban erupsi Gunung Semeru di Kampung Renteng Dusun Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang, pada Senin (13/12/2021).

Jenazah perempuan itu diketahui bernama Muji umur 55thn. Jenazah Muji ditemukan tak jauh dari rumahnya yang tertimbun lahar dingin.

Jenazah Muji tertimbun setinggi material pasir setinggi satu meter.

“Saya tadi curiga kok ada lalat berkerumun disitu, akhirnya kami gali pake eskavator. Baru dua kali gali sudah keliatan tangannya,” kata saksi mata, salah seorang tim SAR.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Lumajang ditemani keluarganya.

BSMI Jakarta Gelar Bakti sosial dan Edukasi Anak Hidup Sehat

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jakarta menyelenggarakan bakti sosial untuk masyarakat sekitar duren Sawit. Kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan untuk warga dewasa dan penyuluhan serta mendongeng untuk anak-anak.

Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna RW.03 di Jalan Nusa Indah 7, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Ahad, (12/12/2021). Lebih dari 150 orang hadir dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

“Bakti Sosial BSMI Jakarta ini merupakan salah satu program yang dilakukan rutin setiap tahunnya dengan lokasi yang berbeda,” kata Humas BSMI Jakarta, Rizki Andita Noviar.

Ia mengatakan selain untuk membantu masyarakat, kegiatan ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan kepedulian relawan. Sehingga relawan dapat membuat solusi dari masalah yang terjadi lingkungan sekitar..

”Selain bisa periksa kesehatan dan pengobatan gratis. Jika ada indikasi warga juga bisa mendapat peeriksaan laboratorium sederhana yakni dengan pemeriksaan gula darah sewaktu, kolestrol dan asam urat dipungut biaya alias gratis,” lanjut Rizki.

Sejumlah 50 anak-anak dari 5 PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) begitu antusias mengikuti acara bermain. 15 anak diantaranya berasal dari PAUD Sore khusus untuk anak anak pemulung.

Keceriaan anak-anak tergambar saat diajak bermain oleh relawan BSMI Jakarta sambil diajari perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mendengarkan dongeng.

“Mereka masing masing mendapat goodie bag. Isinya snack, susu, buku tulis dan buku cerita,” ujar Kepala PAUD Ceria Indah, Utami.

Anak-anak tampak bahagia saat menerima hadiah berupa buku cerita.

Indonesia Power Archery Community Gelar Latihan Bersama dengan Komunitas Panahan Cilegon

CILEGON (Jurnalislam.com) – IPAC (Indonesia Power Archery Community), salah satu komunitas olahraga dibawah naungan PPIP (Persatuan Pegawai Indonesia Power), akhirnya menggelar aktivitas latihan bersama (latber) panahan bersama, Ahad (12/12/2021) di lingkungan Sekolah Raudhatul Jannah Cilegon.

 

Komunitas ini bekerja sama dengan KOMPAC (Komunitas Panahan Cilegon) mengundang komunitas-komunitas olahraga panahan yang ada di kota Cilegon, Serang dan Anyer dengan tetap menjalankan prokes pandemi.

 

Kegiatan latber ini diikuti oleh 55 archer dari berbagai komunitas panahan di kota Cilegon, Serang dan Anyer. Bertema “IPAC Berburu” dengan konsep mini adventure, papan target berbentuk hewan buruan membuat kegiatan ini semakin menarik dan menantang.

 

“Kami membuat konsep seperti ini agar dapat memberi pengalaman yang menarik, variatif dan dinamis setelah sekian lama terkungkung oleh pandemi” ujar Asep Mulyana Ketua Pelaksana Kegiatan LATBER.

 

Begitu antusias para peserta menyelesaikan kegiatan ini, terlihat meski gerimis hujan tak menyurutkan semangat mereka untuk meluncurkan anak panah-anak panah mereka ke papan target berbentuk hewan yang telah disediakan panitia.

 

“Panahan ini olahraga sunnah yang perlu disyiarkan dengan semenarik mungkin, tidak ada yang sia-sia dari olahraga ini, bahkan menghasilkan pahala insyaa Allah. Kami pun berharap dengan kegiatan ini dapat memperkenalkan IPAC ke beberapa komunitas panahan di Banten, menjalin silah ukhuwah dan dapat menarik minat para karyawan dan karyawati di lingkungan PT. Indonesia Power dalam kegiatan olahraga memanah, karena seperti kita tahu olahraga ini selain olahraga sunnah, juga banyak sekali keutamaannya yang tidak dimiliki cabang olahraga lainnya. Semoga kedepan akan lebih banyak lagi yang tergabung dalam IPAC atau komunitas panahan lainnya untuk membumikan olahraga sunnah” papar Asep Mulyana kepada jurnalislam.com .

Reporter : Jumi Yanti Sutisna

JK Ungkap Peran Ulama Pedagang Sebarkan Islam di Asia Tenggara

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, tidak pernah lelah mengajak umat muslim di Indonesia untuk berwirausaha. Setiap kali memberikan motivasi kepada muslim untuk berwirausaha, JK, begitu dia kerap disapa, selalu memberikan alasan yang unik dan masuk akal.

Pada gelaran Kongres Ekonomi Umat II Sabtu (11/12) sore tadi misalnya, dia mengajak umat Islam Indonesia berwirausaha karena penyebar agama Islam di Indonesia dulu, salah satunya, merupakan ulama pedagang. Sosok Nabi Muhammad dan keluarganya juga pedagang.

Menurut JK, sosok penyebar Islam dari kalangan pedagang itu membuat karakter Islam di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara cenderung ramah dan damai. Ini berbeda dengan penyebaran Islam di wilayah lain yang memakai cara peperangan.

“Kenapa Asia Tenggra ini aman, tidak saling perang di antara negara mayoritas muslim? Karena yang membawa Islam adalah pengusaha dari Yaman dan Timur Tengah. Islam kita, salah satunya, dibawa oleh pedagang yang ulama,” ujarnya Sabtu (11/12) saat memberikan materi dalam Kongres Ekonomi Umat II MUI di Hotel Sultan, Jakarta,

Penyebaran Islam dari kalangan ulama pedagang itu, tutur JK, harus terus menjadi materi dakwah yang disampaikan oleh para ulama. Setiap ulama saat ini, kata dia, harus mengajak umat untuk menjadi pedagang. Rasulullah SAW pun, ujar dia, juga merupakan sosok pedagang. Sehingga berdagang merupakan sunnah Nabi.

 

JK mengatakan, kondisi muslim di Indonesia yang memprihatinkan, salah satunya karena kurangnya kesadaran berdagang. Dari 10 orang paling kaya di Indonesia menurut majalah Forbes, hanya satu orang yang muslim. Dari 100 orang paling kaya di Indonesia, hanya ada 9 orang yang muslim.

“Ekonomi nasional tanpa pengusaha bisa pincang. Saya mendorong umat Islam semakin membangun budaya wirausaha,” ujarnya.

Dia melihat, dunia wirausaha itu akan menguji karakter muslim menjadi semakin tangguh. Muslim yang berwirausaha akan berani bersaing, semakin lebih baik, lebih cepat, dan menyediakan produk lebih murah.

Dunia usaha, kata dia, tidak mengenal latar belakang agama. Ketika dia menjalankan umrah misalnya, dia melihat sejumlah produk di Arab Saudi yang diperdagangkan seperti peci, ikat pinggang, dan sejenisnya justru 90 persen berasal dari China.

 

“Karena dagang itu kuncinya bersaing, lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah,” pungkasnya.

 

 

Masyarakat Antusias, 380 Peserta Ikuti Lomba Vlog Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Masa pendaftaran Halal Vlog Competition 2021 sudah berakhir. Kompetisi ini digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Mastuki, mengatakan bahwa antusias masyarakat untuk mengikuti Halal Vlog Competition 2021 cukup besar. Sampai dengan penutupan, tercatat 380 video yang diterima oleh panitia.

“Sekarang sudah masuk tahap masa penjurian, setelah sedikitnya 3.854 orang mengakses website pendaftaran lomba dan 380 video telah diterima panitia melalui link yang tersedia,” jelas Mastuki di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Halal Vlog Competition 2021 mengangkat tema ‘Halal itu Apa Sih?’ Menurutnya, tema ini dipilih dengan harapan dapat tergali sebanyak-banyaknya pandangan masyarakat umum tentang pengertian halal. “Dengan itu, BPJPH bisa mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan pandangan masyarakat dan dapat menentukan pendekatan yang sesuai dalam melakukan sosialisasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mastuki mengatakan bahwa dipilihnya vlog sebagai bentuk lomba tak lepas dari trend di tengah masyarakat yang kian menggemari vlog. Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi media alternatif untuk menuangkan ide-ide kreatif masyarakat khususnya kaum milenial terkait dengan isu halal di Indonesia.

“Dengan begitu diharapkan kepedulian dan partisipasi publik terkait dengan isu halal akan meningkat, edukasi halal juga menjadi semakin masif, sehingga meningkat pula kesadaran halal masyarakat dan pelaku usaha,” kata Mastuki.

“Implikasi dari hal itu tentu adalah meningkatnya jumlah pelaku usaha yang mengajukan sertifikasi halal ke BPJPH,” tandas Mastuki.

Halal Vlog Competition yang dibuka untuk umum tersebut menyediakan hadiah total Rp60.000.000, terbagi untuk juara 1,2,3 dan 5 juara favorit. Rangkaian kegiatan lomba terlaksana sejak Oktober lalu. Diawali dengan tahap sosialisasi kompetisi melalui kanal media sosial BPJPH sejak 17 Oktober 2021 atau bertepatan dengan HUT BPJPH keempat, dilanjutkan dengan tahap pendaftaran peserta mulai 20 Oktober 2021.

Analis Kebijakan Ahli Madya pada Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Cecep Kosasih, menambahkan, besarnya antusiasme peserta memaksa panitia mengundurkan pengumuman hasil lomba yang sedianya akan dilakukan pada 21 November 2021. “Ini dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup bagi para yuri memberikan penilaian kepada semua video,” terangnya.

Rencananya, setelah tahapan penjurian ini selesai, pengumuman hasil lomba akan dilakukan dalam waktu dekat melalui media sosial BPJPH. “Untuk itu, silahkan para peserta lomba untuk memantau terus informasinya di media sosial BPJPH,”  pungkasnya.

Kongres Ekonomi Umat MUI Lahirkan 9 Resolusi Jihad Ekonomi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Kongres Ekonomi Umat II Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup dengan melahirkan Resolusi Jihad Ekonomi Umat. Dalam resolusi tersebut, lahir sembilan gagasan yaitu gerakan produksi dan belanja produk nasional, menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia, dan optimalisasi Ziswaf untuk menggerakan ekonomi umat.

“Selain itu, KEU II menyepakati membentuk lembaga penjamin nasional syariah untuk usaha ultra mikro yang mudah, murah dan aman. KEU II menyepakati mempercepat terciptanya modal bisnis unggulan daerah yang dijalankan secara professional, memperkuat kemitraan antara UMKM dengan BUMN/BUMD dan usaha besar, mendorong dan mengawal terciptanya regulasi sistem ekonomi syariah nasional/daerah, ” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Buya Amirsyah Tambunan, saat penutupan KEU II di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (12/12).

Dia menambahkan, KEU II juga menghasilkan kesepakatan untuk mewujudkan ekosistem ekonomi dan keungan syariah melalui digitalisasi dan integrasi dana komersial dan dana sosial Islam. KEU II juga mengamanatkan kepada Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU MUI) untuk mengawal hasil kongres ekonomi umat ini.

Buya Amirsyah menambahkan, hasil kongres Ekonomi Umat ini melalui perdebatan yang dinamis. Ia merasa bersyukur karena jihad ekonomi lahir dari kongres ini. Dia menjelaskan, salah satu fokus dalam resolusi itu ialah menekankan pentingnya memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

“Tentu harus melalui proses baik dalam bidang pembiayaan, perbankan, dan lain-lain, terutama melalui keuangan syariah yang harus terlibat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat, Lukmanul Hakim menerangkan, hasil Kongres Ekonomi Umat II berupa resolusi jihad ekonomi bertujuan mengarahkan umat agar bersungguh-sungguh dan bertekad kuat menjadi pelaku ekonomi.

“Supaya umat Islam tidak hanya menjadi objek, melainkan menjadi subjek dalam pergerakan ekonomi,” ujar Lukman.

Saat menutup jalannya KEU II MUI secara resmi, Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, mengapresiasi hasil kongres berupa Jihad Ekonomi Umat.

“Saya mengapresiasi jihad ekonomi yang dilakukan MUI salah satunya melalui penyelenggaraan Kongres Ekonomi Umat II ini,” ujarnya saat menutup KEU II.

Kongres Ekonomi Umat II yang digelar pada 10-12 desember 2021 ini mengusung tema Arus Baru Penguatan Ekonomi Indonesia. Menurut Kiai Maruf, tema yang diusung sangat penting dibahas untuk menemukan langkah strategis ekonomi Indonesia di masa depan.

Apalagi, kata kiai Maruf, Presiden Jokowi telah menetapkan tujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Untuk itu, lanjutnya, berbicara arus baru ekonomi Indonesia hatus mengalir hingga tiba di tujuan tersebut.

 

“Dalam arus baru ekonomi kita harus menekankan tentang beberapa unsur yaitu penguatakan ekonomi dan keuangan syariah, bagian dari integral ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi yang inklunsif, serta pembangunan ekonomi yang harmonis dengan lingkungan,” tuturnya.

Kiai Ma’ruf mendoakan agar hasil kongres ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi umat, dan ekonomi Indonesia secara luas.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan inayahnya dan meridhoi segala ikhtiar yang kita lakukan,” pungkas Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu. (mui)

 

 

Menag Akan Investigasi Menyeluruh Pesantren dan Madrasah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh ke semua lembaga pendidikan madrasah dan pesantren pasca mencuatnya kasus dugaan asusila di Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat.

“Kita sedang melakukan investigasi ke semua lembaga pendidikan baik madrasah dan pesantren. Yang kita khawatirkan ini adalah puncak gunung es. Kita menurunkan tim untuk melihat semua dengan melibatkan jajaran Kemenag di daerah masing-masing,” kata Menag kepada media usai mendampingi Presiden Joko Widodo di acara Kongres Ekonomi Umat ke-2 di Jakarta, Jumat (10/12/2021).

“Kalau ada hal serupa kita akan lakukan mitigasi segera. Jadi jangan tunggu kejadian dulu baru bergerak. Semua lembaga pendidikan akan kami lakukan investigasi,” ujar Gus Yaqut, sapaan Menag.

Menurut Menag, kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan salah seorang pimpinan pesantren di Bandung kini menjadi masalah bersama.

“Ini adalah problem bersama dan kita akan atasi bersama-sama. Jadi kekerasan seksual,  pelecehan seksual, dan semua tindakan asusila itu harus disikat,” tandas Menag

 

Catat! Ini Biaya Resmi Layanan Sertifikasi Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama terhitung 1 Desember 2021 mulai memberlakukan tarif layanan Badan Layanan Umum (BLU) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 141 Tahun 2021 tentang Penetapan Tarif Layanan BLU BPJPH dan Peraturan BPJPH Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pembayaran Tarif Layanan BLU BPJPH.

“Diterbitkannya Peraturan Tarif Layanan Badan Layanan Umum BPJPH tersebut selanjutnya wajib dipedomani dalam setiap aktivitas layanan yang dilaksanakan oleh BLU BPJPH,” ungkap Kepala BPJPH Kemenag, Muhammad Aqil Irham, di Jakarta, Sabtu (11/12/2021).

Terbitnya Peraturan BPJPH tentang Tata Cara Pembayaran Tarif Layanan BLU BPJPH tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya PMK No.57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan BLU BPJPH yang telah diundangkan pada 4 Juni 2021. Regulasi ini juga sebagai tindak lanjut atas Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

“Penetapan peraturan tarif layanan tersebut juga merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan kepastian tarif serta transparansi biaya layanan sertifikasi halal di Indonesia,” jelas Aqil irham.

“Ini juga merupakan komitmen pemerintah untuk senantiasa hadir dalam memberikan kenyamanan, keamanan, dan kepastian atas ketersediaan produk halal untuk seluruh masyarakat di Indonesia,” sambungnya.

Di dalam peraturan tersebut, diatur tarif layanan BLU BPJPH terdiri dari 2 jenis tarif, yaitu tarif layanan utama dan tarif layanan penunjang. Tarif layanan utama terdiri dari sertifikasi halal barang dan jasa; akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH); registrasi auditor halal; layanan pelatihan auditor dan penyelia halal; serta sertifikasi kompetensi auditor dan penyelia halal.

Adapun tarif layanan penunjang mencakup penggunaan lahan ruangan, gedung, dan bangunan; penggunaan peralatan dan mesin; penggunaan laboratorium; serta penggunaan kendaraan bermotor.

Layanan sertifikasi halal untuk barang dan jasa meliputi: (a) layanan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha; (b) layanan permohonan sertifikasi halal; (c) layanan permohonan perpanjangan sertifikat halal; dan (d) layanan registrasi sertifikat halal luar negeri.

Layanan akreditas LPH meliputi: (a) layanan akreditasi LPH; (b) layanan perpanjangan akreditasi LPH; (c) layanan reakreditasi level LPH; (d) layanan penambahan lingkup LPH.

Biaya Self Declare
Ketentuan tarif layanan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha (self declare) dikenakan tarif Rp0,00 (nol rupiah) atau tidak dikenai biaya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara. Pembebanan biaya layanan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha berasal dari APBN, APBD, pembiayaan alternatif untuk UMK, pembiayaan dari dana kemitraan, bantuan hibah pemerintah atau lembaga lain, dana bergulir, atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Besaran pembayaran komponen biaya layanan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha yang disetorkan oleh pemberi fasilitasi biaya layanan untuk tahun anggaran 2021 sebesar Rp300.000,00 dengan rincian Rp25.000,00 untuk komponen pendaftaran, pemeriksaan kelengkapan dokumen dan penerbitan sertifikat halal, Rp25.000,00 untuk komponen supervisi dan monitoring oleh lembaga pendampingan PPH, Rp150.000,00 untuk komponen insentif pendamping PPH, dan Rp.100.000,00 untuk komponen sidang fatwa halal MUI.

Adapun besaran pembayaran komponen biaya layanan permohonan sertifikasi halal dengan pernyataan pelaku usaha yang dibebankan kepada pemberi fasilitasi pada tahun anggaran 2022 akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.

Berikut Rincian Tarif Layanan Utama BLU BPJPH
I. Sertifikat Halal untuk Barang dan Jasa (per Sertifikat)
1. Permohonan Sertifikat Halal dengan Pernyataan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) atau Self Declare: Rp0,00

2. Permohonan Sertifikat Halal:
a. Usaha Mikro dan Kecil: Rp300.000,00
b. Usaha Menengah: Rp5.000.000,00
c. Usaha Besar dan/atau berasal dari luar negeri: Rp12.500.000,00

3. Permohonan Perpanjangan Sertifikat Halal:
a. Usaha Mikro dan Kecil: Rp200.000,00
b. Usaha Menengah: Rp2.400.000,00
c. Usaha Besar dan/atau berasal dari luar negeri: Rp5.000.000,00

4. Registrasi Sertifikasi Halal Luar Negeri: Rp800.000

II. Akreditas Lembaga Pemeriksa Halal (Per Lembaga)
1. Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal
a. Golongan I: Rp4.200.000,00
b. Golongan II: Rp13.300.000,00
c. Golongan III: Rp17.500.000,00

2. Perpanjangan Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal
a. Golongan I: Rp3.400.000,00
b. Golongan II: Rp8.200.000,00
c. Golongan III: Rp9.100.000,00

3. Reakreditasi Level Lembaga Pemeriksa Halal: Rp8.700.000,00
4. Akreditasi Lembaga Halal Luar Negeri: Rp17.500.000,-

5. Witness (Penyaksian Proses Pemeriksaan Kehalalan Produk) (sekali dalam masa akreditasi)
a. Lembaga Pemeriksa Halal Pratama: Rp3.500.000,00
b. Lembaga Pemeriksa Halal Utama: Rp10.000.000,00
c. Lembaga Pemeriksa Halal Luar Negeri: Rp17.500.000,00
III. Pelatihan Auditor Halal dan Penyelia Halal
1. Pelatihan Auditor Halal:
a. Golongan I: Rp3.000.000,00
b. Golongan II: Rp3.500.000,00
c. Golongan III: Rp3.700.000,00

2. Registrasi Auditor Halal: Rp300.000,00
3. Pelatihan Penyelia Halal:
a. Golongan I: Rp1.600.000,00
b. Golongan II: Rp2.700.000,00
c. Golongan III: Rp3.800.000,00

IV. Sertifikat Kompetensi Auditor Halal dan Penyelia Halal
1. Sertifikasi Kompetensi Auditor Halal: Rp3.500.000,00
2. Sertifikat Kompetensi Penyelia Halal: Rp1.800.000,00

Rincian ini dapat dilihat pada laman www.halal.go.id.