ISAC Desak Komnas HAM Investigas Kasus Pembunuhan dr Sunardi oleh Densus 88

SOLO (jurnalislam.com)- The Islamic Study and Action Center (ISAC) mendesak Komnas HAM, DPR RI dan Kompolnas untuk melakukan investigasi dugaan pelanggaran hukum atas kematian dr. Sunardi yang dilakukan oleh Densus 88 beberapa waktu yang lalu.

“ISAC berharap Komnas HAM, DPR RI dan Kompolnas bisa menginvestigasi kematian dr. Sunardi apakah ditemukan pelanggaran hukum dan HAM atau tidak. Juga ada baiknya keluarga bisa menempuh jalur hukum berupa Pra Peradilan atau Gugatan Perbuatan melawan hukum, Hal ini penting dilakukan untuk menguji peristiwa proses penangkapan yang berujung kematian,” kata Humas ISAC Endro Sudarsono kepada jurniscom pada jum’at, (11/3/2022).

Endro menyebut bahwa ada dugaan unlawful killing yang dilakukan oleh aparat Densus 88 saat menangkap dr. Sunardi.

“Yang lebih penting lagi agar kasus mirip Siyono di Klaten dan perkara lain yang berhubungan tembak mati ditempat tidak terulang lagi,” katanya.

“Agar asas kepastian hukum dapat diketahui serta menghindari spekulasi atas peristiwa tembak mati ditempat sebelum adanya pengujian pembuktian minimal 2 alat bukti dipersidangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Endro mengatakan soal penetapan tersangka dr. Sunardi, ISAC mempertanyakan kepada Densus 88 apakah pernah diterbitkan dan dilayangkan surat pemanggilan saksi/tersangka kepada dr. Sunardi atau keluarganya.

“Untuk dimintai keterangan dalam berita acara pemeriksaan atau tidak. Karena untuk penetapan status tersangka perlu tahap klarifikasi/pemanggilan terlebih dahulu, kecuali jika tertangkap tangan,” pungkasnya.

Wakil PM Imarah Islam Afganistan Bertemu Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia

KABUL(Jurnalislam.com) – Mawlawi Abdul Salam Hanafi, Wakil Perdana Menteri Administratif Imarah Islam Afghanistan (IIA), Kamis sore (10/03/2022) bertemu dengan Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, dan delegasi pendampingnya bersama dengan Perwakilan Khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons di kantornya.

Michelle Bachelet berbagi sarannya tentang hak asasi manusia di Afghanistan mencatat bahwa kepemimpinan Imarah Islam telah menjamin hak-hak minoritas, suku, wanita dan anak-anak seraya menambahkan bahwa mengamankan hak-hak rakyat negara mana pun sangat penting untuk stabilitas negaranya.

Saat menyambut pembukaan kembali sekolah dan universitas untuk anak perempuan, dia meyakinkan untuk bekerja dengan Imarah Islam guna membangun mekanisme yang komprehensif.

Mawlawi Abdul Salam Hanafi mengatakan: “Perang 43 tahun telah mempengaruhi semua warga Afghanistan, terutama wanita, dan kami berusaha untuk kemajuan semua dan juga memberikan perhatian serius pada pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan sektor lainnya.”

Lebih lanjut Mawlawi meyakinkan bahwa di Afghanistan hak-hak semua warga negara dilindungi dan Imarah Islam melakukan segala upaya untuk mencegah orang-orang membalas dendam atas perang 43 tahun.

“Kami tidak akan membiarkan kelompok mana pun untuk menyakiti siapa pun di tanah Afghanistan.” imbuhnya.

Wakil Perdana Menteri menyatakan bahwa Imarah Islam mematuhi semua prinsip dan hukum hak asasi manusia yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

“Sanksi AS terhadap aset Afghanistan jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan harus diakhiri sesegera mungkin,” pungkas Mawlawi. (Bahri)

Aksi Densus 88 Bunuh Seorang Dokter Tuai Kecaman

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Sejumlah pihak mengkritisi meninggalnya dokter bernama Sunardi (54) di tangan Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo. Dokter penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) itu disebut polisi melawan saat akan ditangkap.

 

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengecam tindakan polisi yang dia sebut sebagai praktik kebiadaban yang tidak adil dan tanpa kemanusiaan.

 

“Seharusnya kemanusiaan yang adil dan beradab, tapi praktiknya ‘kebiadaban yang tidak adil tanpa kemanusiaan’. Semoga almarhum dr Sunardi mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” ucap Fadli Zon melalui Twitter, Jumat (11/3).

 

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, juga menyoroti insiden ini sebagai hari yang kelam. Zubairi melampirkan poster ucapan duka dari Muhammadiyah Cabang Blimbing, Sukoharjo.

 

dr Sunardi, menurut akun Muhammadiyah Cabang Blimbing, adalah relawan yang sering berkegiatan dengan lembaga zakat Muhammadiyah, LazisMu.

 

Inalilahi wainalilahi rojiun. Belasungkawa saya untuk keluarga almarhum dokter Sunardi. Ini adalah hari yang amat kelam dan melukai semua orang yang percaya serta berharap pada keadilan,” ucapnya.

sumber: kumparan.com

 

Tagar PrayForDokterSunardi Trending Topik, Warganet Pertanyakan Densus 88 Main Bunuh Warga Sipil

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Tagar ‘Pray For Dokter Sunardi ‘ pada Jumat 11/3/2022) menjadi trending topik di Twitter. Saat ditelusuri, tagar ‘Paray For Dokter Sunardi’ banyak berisi soal kecamatn netizen terhadap Densus 88 yang menembak mati Dokter Sunardi lantaran diduga teroris.

Hingga berita ini ditulis, tagar tersebut telah dicuit 26.600 kali oleh pengguna Twitter.

“#PrayForDokterSunardi. Pembunuh Dokter Sunardi. Moga azab Allah segera menimpa kalian semua ( AAMIIN),” kecam netizen dengan akun LFajjar, dikutip terkini.id (Jaringan Suara.com) melalui Twitter.

“Densus 88 merasa gagah terhadap rakyat yg lemah. Untuk apa ada Hukum bila negara main bunuh. Apakah ada rahasia besar dg dokter sunardi? Yg bisa membongkar kebobrokan negara sehingg harus di habisi ?#PrayForDokterSunardi,” tulis akun Aku_Indonesia_1.

Diketahui, sebelumnya Densus 88 menembak mati dokter sunardi yang diduga sorang teroris hingga meninggal dunia/

Sumber: suara.com

Prihatin Dokter Sunardi Dibunuh Densus 88, IDI: Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah!

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo berbela sungkawa atas meninggalnya dr. Sunardi saat digerebek tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror ketika pulang dari tempatnya bekerja, Rabu (8/3/2022) malam.

Sunardi tercatat sebagai salah satu anggota IDI Sukoharjo.

Sunardi tertembak di bagian punggung dan meninggal seketika. Versi polisi, almarhum berusaha menyerang petugas yang menggerebeknya dengan menabrakkan mobil yang ia kemudikan.

“Kami sangat prihatin dengan adanya kejadian ini. Kami mengucapkan bela sungkawa karena ada sejawat yang meninggal dunia. Kepada keluarga kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ini bukan masalah profesi, ini kasus hukum yang masih harus dibuktikan. Kita kedepankan asas praduga tidak bersalah,” ujar Ketua IDI Sukoharjo, dr. Arif Budi Satria, Kamis (10/3/2022) malam.

Arif menambahkan, Sunardi tercatat sebagai anggota IDI Sukoharjo. Secara pribadi Arif mengaku tidak terlalu dekat dengan almarhum selain sebatas urusan keorganisasian di IDI.

Sebagai dokter, ujar Arif, almarhum dikenal menjalankan profesinya dengan baik.

“Sumpah dokter bekerja berdasarkan kemanusiaan, ini yang mendasari kami semua ketika bekerja. Secara pribadi tidak terlalu dekat, kalau urusan STR (surat tanda registrasi) baru berurusan dengan IDI. Tapi di lingkungannya beliau terkenal sebagai jiwa sosialnya, jadi kami kaget dengan berita ini,” lanjut dokter yang bertugas di RSUP Surakarta itu.

Karena peristiwa ini merupakan penegakan hukum, IDI menurut Arif, menyerahkan kepada aparat penegak hukum.

Sumber: solopos.com

 

Satgas Covid IDI Prof Zubairi Prihatin Dokter Sunardi Dibunuh Densus 88: Hari Amat Kelam!

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Detasemen Khusus atau Densus 88 Anti Teror menembak mati seorang terduga teroris yang berprofesi sebagai dokter bernama Sunardi pada Rabu, 9 Maret 2022 lalu.

Dokter Sunardi ditembak mati setelah menjadi target penangkapan Densus 88 terkait dugaan terorisme.

Dokter Sunardi diduga melakukan perlawanan saat akan ditangkap oleh Densus 88. Akhirnya tembakan pun lepas dari senapan detasemen khusus tersebut.

Dunia kedokteran Indonesia pun gempar dengan penangkapan dan ditembak matinya dokter Sunardi

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban pun ikut menyampaikan bela sungkawa atas kematian dokter Sunardi.

“Inalilahi wainalilahi rojiun. Belasungkawa saya untuk keluarga almarhum dokter Sunardi,” ujarnya, pada akun Twitter @ProfesorZubairi pada Jumat, 11 Maret 2022.

Lebih lanjut, Profesor Zubairi Djoerban menilai bahwa tewasnya dr. Sunardi menjadi hari yang sangat kelam.

Menurutnya, penembakan mati terhadap dokter Sunardi telah melukai semua orang yang percaya serta berharap pada keadilan.

“Ini adalah hari yang amat kelam dan melukai semua orang yang percaya serta berharap pada keadilan,” tuturnya.

 

Sumber: pikiran-rakyat.com

IDI Sukoharjo Ungkap Dokter Sunardi yang Dibunuh Densus 88 Sering Gratiskan Pasiennya

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo membenrakan bila S (54), terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 di Sukoharjo, adalah seorang dokter yang tercatat dalam keanggotaan IDI.

 

Ketua  IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria membenarkan bahwa terduga teroris S selama ini berprofesi sebagai dokter dan praktik di rumahnya di Gayam, Kecamatan Sukoharjo.

S ditangkap Densus 88 saat mengendarai mobil di Kecamatan Bendosari, Rabu (9/3/2022) malam.

“Betul, beliau dokter umum masih aktif,” ungkap dia, Kamis (10/3/2022).

 

“Beliau berpraktik untuk sosial, banyak yang digratiskan oleh beliau,” kata dia memeberkan.

“Sebagai pengurus, administrasi dan lain-lain harus tahu, nomor anggota induknya berapa, habis surat izin praktek kapan. Kalau sebagai personal, tidak, kenal dekat tidak,” jelasnya.

sumber: tribunnews.com

 

 

 

Dokter IDI Ditembak di Jalan, Masyarakat Pertanyakan Tindakan Pembunuhan Densus 88

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Penembakan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kepada dokter Sunardi menjadi bahan perbincangan di lini masa.

Densus mencoba menangkap Sunardi saat pulang dari tempat kerjanya pada Rabu (8/3/2022) malam WIB. Akhirnya, Sunardi dilumpuhkan di Jalan Bekonang-Sukoharjo, tepatnya di depan Cendana Oli, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sunardi merupakan dokter lulusan Universitas Sebelesar Maret (UNS) 1986 dan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo. Dia disebut sebagai aktivis lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) dan diduga terlibat Jamaah Islamiyah.

Hanya saja, warganet pun bertanya-tanya dengan mekanisme penangkapan dan penembakan terhadap seorang terduga teroris di jalanan. Akun milik dokter Jojo, misalnya, heran lantaran mengapa Sunardi tidak ditangkap saja di tempat praktiknya sehari-hari.

Padahal, tempat praktik dokter tersebut beralamat jelas di tepi jalan dan tercatat di IDI. Yang terjadi malahan Sunardi disergap Densus 88 di jalan raya hingga terjadi kejar-kejaran.

Bahkan, pemilik akun @jantungpiisang tersebut mengunggah foto lokasi tempat praktik Sunardi. Status yang dibuatnya disukai seribu akun lebih dan dikomentari ratusan akun.

“Beliau praktik dengan izin resmi setiap hari pagi dan sore. Rumah beliau bukan di tengah perkampungan. Kalau memang beliau sudah jadi target penangkapan kenapa nggak dijemput di rumahnya? Kenapa malah di jalan raya yang mana banyak pengguna jalan lainnya?? Buat jalan aja beliau pakai tongkat,” ujarnya.

Akun milik dokter Eva Sri Diana Chaniago juga mempertanyakan langkah penindakan aparat yang dilakukan di jalanan. Status pengadilan jalanan yang disampaikan dokter Eva disukai dan ditanggapi ribuan akun.

“Demi Allah kami menuntut keadilan untuk dr Sunardi. Kami menyelamatkan manusia dengan jiwa raga. Kami tidak akan berkhianat demi bangsa dan negara. Jika siapa yang bersalah dengan mudah diputuskan dan diselesaikan dengan kematian di jalan. Untuk apa ada hukum dan perangkatnya??” katanya melalui akun @__Sridiana_3va.

Akun @WathonAminul juga mempertanyakan mengapa aparat sampai menghabisi nyawa Sunardi yang tidak bersenjata. “Jika dari Sunardi tidak bersenjata lalu melarikan diri, kenapa tidak dilumpuhkan, kenapa harus dibunuh? Woi @DivHumas_Polri. Semoga pembunuh dan pembelanya jika berposisi benar menurut Alloh, aman, penuduh dilaknat, tapi jika sebaliknya, semoga pembunuh dan pembela dilaknat dunia akherat,” katanya.

Sumber: republika.co.id

IDI Sukoharjo Nilai Dokter Sunardi yang Dibunuh Densus Rutin Urus Administrasi Profesi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, Jawa Tengah, membenarkan dokter Sunardi yang dibunuh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merupakan anggotanya.

 

Dokter Sunardi yang tinggal di Desa Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, meninggal dunia pada Rabu (9/3/2022).

 

Ketua IDI Sukoharjo dr Arif Budi Satria mengatakan, dokter Sunardi menjadi anggota IDI sejak lulus pendidikan dokter dari Universita Sebelas Maret Solo (UNS) pada 1985.

 

“Sebagai profesi kami kenal, beliau rutin mengurus administrasi, tapi bukan pengurus, anggota. Anggota yang rajin mengurus administrasi keprofesian surat tanda registrasi atau surat izin prakteknya,” kata Arif lansir  Kompas.com di rumah duka SU, Jumat (11/3/2022).

Arif mendatangi rumah duka SU. Dalam pertemuan itu, Arif menyampaikan ucapan bela sungkawa secara langsung kepada keluarga korban.

 

“Kami di IDI atau Ikatan Dokter Indonesia itu kita mengedepankan humanisme dan memang sesuai dengan kode etik dan sumpah dokter. Fokus Kami adalah kemanusiaan. Kami sebagai anggota IDI dan ini sejawat kami,” jelasnya.

Disingung dugaan keterlibatan Dokter Sunardi diduga dalam jaringan terorisme, Arif mengatakan tidak bisa berkomentar banyak. “Kami di titik, bahwa jangan sampai ada distorsi dan lain-lain. Kami tidak tahu, jadi kami tidak berwenang,” jelasnya.

sumber: kompas.com

 

Pulang dari Klinik, Seorang Dokter Ditembak Mati Densus 88

SUKOHARJO(Jurnalislam.com)– Densus 88/Antiteror menyergap dan menembak mati seorang dokter di Sukoharjo. Polisi menuding dokter tersebut merupakan penasihat Amir Jemaah Islamiyah (JI).

Anggota Densus tanpa peringatan menyergap Dokter Sunardi saat perjalanan pulang dari praktik di klinik Ponpes Ulul Albab Polokarto. Korban hendak pulang ke rumahnya di Keluharan Gayam, Sukoharjo, pada Rabu (9/3) sekitar pukul 21.15 WIB.

Polisi mengklaim Sunardi melakukan perlawanan dengan menabrakkan mobilnya ke mobil petugas. Ketika polisi meminta untuk berhenti, korban disebut malah mengendarai mobilnya secara zigzag hingga mengenai kendaraan yang melintas di jalan raya Bekonang-Sukoharjo. Mobil yang dikendarai dr Sunardi, menurut Polisi, baru berhenti setelah menabrak rumah warga.

“Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat jumpa pers virtual, Kamis (10/3/2022).

Setelah Densus menembak Sunardi, korban pun dibawa petugas ke RS Bhayangkara Polresta Solo, namun tak tertolong. Selanjutnya jenazah Sunardi dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk diautopsi.

Pada Kamis (10/3/2022) malam, jenazah dokter Sunardi sudah dapat diambil oleh pihak keluarga dan telah tiba di rumah duka di Darmosari RT 1 RW 7 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kota Surakarta.

Jenazah kemudian disalatkan di dalam rumah dan dimakamkan selepas Isya.

“Dimakamkan di permakamam muslim Polokarto nanti ba’da isya,” kata Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mewakili keluarga di rumah duka.

Pihak keluarga mengecam tindakan Densus 88 Antiteror yang membunuh dokter Sunardi. Keluarga meyakini alamarhum tidak terlibat kasus terorisme apapun.

“Sekali lagi pesan dari keluarga, keluarga sedikit pun tidak meyakini kalau Pak Sunardi itu terlibat kasus terorisme,” kata Endro Sudarsono.

Sumber: hidayatullah.com