Pasukan Irak Mulai Hadapi Perlawanan IS di Fallujah

In this image posted on a photo sharing website by an Islamic State militant media arm on Monday, May 30, 2016, an IS fighter fires his weapon during clashes with Iraqi forces and their allies west of Fallujah, Iraq. Iraqi forces battling their way into Fallujah repelled a four-hour attack by the Islamic State group in the city's south on Tuesday, a day after first moving into the southern edges of the militant-held city with the help of U.S.-led coalition airstrikes.(militant photo via AP)

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak menghadapi perlawanan sengit di pinggiran Fallujah, saat mereka berusaha merebut kembali kota kunci yang dipegang oleh kelompok Islamic State (IS), lansir Aljazeera Selasa (31/05/2016).

Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi, mengatakan bahwa pasukan IS meluncurkan serangan balasan sengit di Naimiyah, pinggiran selatan Fallujah pada Selasa pagi sebelum kelompok bersenjata itu dipukul mundur.

“Ada sekitar 100 pasukan IS yang terlibat, mereka datang pada kami bersenjata berat tapi tidak menggunakan bom mobil atau bom sabuk,” katanya kepada kantor berita AFP.

Saadi mengklaim bahwa pasukan Irak, termasuk polisi dan tentara, menahan serangan, dan menewaskan 75 pasukan IS.

Dia tidak memberi informasi angka kerugian di sisi pro-Irak, namun sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 15 pasukan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas.

Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari provinsi utara Erbil, mengatakan militer Irak mengendalikan lebih dari 85 persen Naimiyah, menurut sumber militer.

Namun dia menambahkan, bahwa ada laporan yang saling bertentangan dari daerah, bahwa IS mengatakan telah membuat pasukan Irak mundur setelah meluncurkan penyergapan yang menewaskan puluhan orang.

Fallujah, 50 km dari sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih di bawah kendali IS. Kota terbesar lainnya adalah Mosul.

Operasi yang telah berlangsung berminggu-minggu memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, dengan ribuan warga sipil terperangkap antara pasukan IS dengan tentara Irak dan milisi sekutu Syiah.

Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat Fallujah pada hari Selasa, berjuang hidup dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang yang mati kelaparan dan dibunuh karena menolak untuk berjuang bersama IS.

“Mereka yang membuat keputusan untuk mencoba melarikan diri tahu bahwa di setiap langkah mereka mungkin menemukan kematian,” Bruno Geddo, perwakilan badan pengungsi PBB di Irak, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Jika mereka berhasil mencapai koridor yang aman, tentara Irak bisa mengevakuasi mereka. Namun, jika mereka tertangkap, mereka akan dieksekusi. Untuk mencapai daerah aman sangat berisiko dan berbahaya.”

Geddo juga mengatakan bahwa harga makanan, obat-obatan dan bahan bakar telah “meroket”, dengan banyak barang-barang dasar berada di luar jangkauan warga biasa.

“Makanan benar-benar tidak terjangkau dan harga [50kg] tepung meroket menjadi lebih dari $ 700 (Rp 9.450.000, 1$ = 13.500). Orang-orang sekarang makan kurma busuk dan yoghurt untuk bertahan hidup,” katanya.

Seorang warga Fallujah mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa banyak warga sipil takut menghadapi apa yang mungkin IS lakukan saat pertempuran semakin intensif.

“Perlakuan mereka terhadap penduduk semakin buruk dan buruk setiap hari. Ada perasaan panik di antara mereka tampaknya,” warga, yang mengatakan bahwa namanya adalah Abu Mohammed al-Dulaimi, mengatakan.

“Daesh marah karena mereka merasa tidak didukung dan melihat orang-orang menghina mereka di jalanan, meneriakkan kata-kata seperti: ‘pengecut, Anda tidak bersama dengan kami,'” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

“Kemarin, mereka mengumpulkan anak-anak muda dari beberapa bagian kota – kami perkirakan mungkin sekitar 100 pemuda – dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui,” katanya.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Jet Tempur Tidak Dikenal Membom Kamp Utama Ahrar Al-Sham, Puluhan Warga Tewas

A Russian military jet takes off from the country's air base in Hmeymin, Syria, to head back to Russia, part of a partial withdrawal ordered by President Vladimir Putin, in this still image taken from video shot on March 15, 2016. REUTERS/Russian Ministry of Defence via REUTERS TV FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE.

IDLIB (Jurnalislam.com) – Jet yang tidak dikenal membom sebuah kamp utama mujahidin Suriah Ahrar al-Sham yang kuat di provinsi Idlib di barat laut Suriah, meninggalkan sejumlah besar tewas dan terluka, monitor melaporkan pada hari Selasa (31/05/2016).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan para pelatih perang di antara para pemimpin Ahrar al-Sham biasanya berada dalam kamp yang terletak di daerah Sheikh Bahar pedesaan Idlib.

SOHR juga mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa korban tewas berjumlah 23 warga, termasuk tujuh anak.

Turki juga mengatakan Jet Tempur Rusia membunuh sedikitnya 60 warga dalam serangan udara di Idlib.

Sepuluh serangan pada Senin malam di Idlib memukul daerah di sekitar Rumah Sakit Nasional dan bagian lain pusat kota, menurut Rami Abdul-Rahman, kepala Observatorium.

“Serangan udara ini adalah yang paling intensif di Idlib sejak awal gencatan senjata,” kata Rahman kepada kantor berita AFP. “Meskipun tidak tercakup dalam gencatan senjata, Idlib sudah relatif tenang dengan hanya beberapa kali terjadi serangan intermiten.”

Ahrar al-Sham belum bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Pesawat-pesawat tempur Suriah selama 24 jam terakhir telah mengintensifkan serangan di provinsi, yang terutama berada di tangan Ahrar al Sham dan Jabhah Nusrah, sebuah cabang resmi al-Qaeda di Suriah.

Sementara itu, Rusia pada hari Selasa membantah bahwa pesawat mereka telah melakukan serangan udara semalam terhadap kota yang dikuasai mujahidin Suriah di Idlib.

“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun di Idlib, kami tidak bisa mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib pada saat itu,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Moskow telah melakukan serangan udara dalam mendukung sekutunya Nushairiyah Assad sejak September tahun lalu.

Rusia telah dikritik oleh Barat dan sekutunya karena juga menargetkan oposisi moderat bentukan Barat dan Sekutunya selain Al-Qaeda, Jabhah Nusrah dan afiliasinya.

Rusia telah menyerukan kelompok-kelompok oposisi moderat lainnya untuk menarik diri dari kawasan yang dikendalikan oleh Jabhah Nusrah.

Lebih dari 360.000 orang telah tewas di Suriah sejak perang global meletus tahun 2011, menurut hitungan Anadolu Agency.

Deddy | Aljazeera | Reuters | AA | Jurnalislam

Di Fallujah Satu Kilo Beras $48 (Rp 648.000)

5DD49642-E3A0-42AC-B583-7DE8BC544F95_mw1024_s_nFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Operasi Militer di Fallujah telah memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, di tengah pertempuran antara pasukan Islamic State (IS) dengan tentara gabungan Irak termasuk milisi Syiah yang ikut nimbrung.

Seorang warga Fallujah mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (30/05/2016) melalui telepon bahwa mereka kekurangan obat-obatan dan bahan bakar.

“Ada beberapa makanan. Kami memiliki sayuran, cukup untuk bertahan hidup. Tetapi tidak ada beras dan gula, dan harga untuk satu kilo beras di sini mencapai $ 48 (Rp 648.000, 1 $ = 13.500),” kata warga tersebut. “IS bersiaga di pinggiran kota. Pasukan IS telah mendirikan pos pemeriksaan dan siap menyergap, sehingga orang kesulitan untuk meninggalkan kota.”

Pertempuran untuk merebut Fallujah telah menimbulkan kekhawatiran akan timbulnya reaksi Sunni – Syiah, saat milisi Syiah terindikasi akan melakukan pembalasan terhadap penduduk sipil Sunni di daerah yang direbut kembali dari IS.

Analis Timur Tengah di Institut Hudson di Washington DC, Michael Pregent, mengatakan bahwa keterlibatan milisi Syiah yang banyak, “tidak akan menang atas penduduk Sunni yang diperlukan untuk melawan ISIS.”

“Kami membiarkan milisi Syiah yang dipimpin oleh letnan (Jenderal Iran) Qassem Soleimani untuk memutuskan siapa IS dan siapa kolaborator,” katanya kepada Al Jazeera.

“Jika Anda melihat foto propaganda yang muncul dari Fallujah, Anda melihat perempuan dan anak-anak sedang diberi botol air oleh milisi Syiah tapi di manakah para lelaki? Mereka mengambil para lelaki dan menempatkan mereka di tempat lain dan milisi memutuskan siapa yang merupakan Daesh (IS) dan siapa yang kolaborator, dan hukuman untuk mereka adalah sama.”

Ranj Alaaldin, seorang analis Timur Tengah di London School of Economics, mengatakan IS memiliki dukungan lokal yang signifikan di Fallujah.

“Mereka yang melawan pasukan Irak di Fallujah kebanyakan adalah tokoh adat setempat. Suku dan kelompok militan yang telah memiliki senilai pengalaman mobilisasi lebih dari satu dekade. Mereka ini adalah pasukan yang mengangkat senjata melawan AS dan kemudian setelah itu bertempur melawan pemerintah Irak.

“Jangan lupa bahwa ini adalah sebuah kota yang menolak kontrol dari luar, baik dari pasukan AS ataupun dari pemerintah Irak sendiri.” tutupnya.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Pasukan Irak Mulai Memasuki Fallujah

indexFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak melancarkan serangan di salah satu kubu kelompok Islamic State (IS) pada hari Senin pagi di Fallujah, dan menghadapi perlawanan sengit dari IS yang melakukan serangan bom, Aljazeera melaporkan, Senin (30/05/2016).

“Pasukan Irak memasuki Fallujah dengan dukungan pesawat dari koalisi internasional, angkatan udara dan penerbang angkatan darat Irak, serta didukung oleh artileri dan tank,” kata Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi.

“CTS (Counter Terrorism Service), polisi Anbar dan tentara Irak, pada sekitar pukul 4:00 (01:00 GMT), mulai bergerak ke Fallujah dari tiga arah,” katanya.

“Ada perlawanan dari Daesh,” tambahnya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari Erbil, mengutip sumber militer mengatakan bahwa sedikitnya 10 pasukan keamanan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas dalam serangan dini hari tersebut, sementara 25 lainnya luka-luka. Juga pada hari Senin di Ramadi, yang terletak kurang dari 100 km dari Fallujah, polisi Irak mengatakan sedikitnya 15 tentara pasukan khusus tewas dalam serangan IS.

Sementara itu, sedikitnya sembilan orang tewas dan 26 luka-luka dalam pemboman di utara dan timur laut ibukota, Baghdad.

Pertempuran hari Senin tersebut mengikuti pertempuran sehari sebelumnya, menambah eksodus ribuan warga sipil yang putus asa dari daerah di sekitarnya dan meningkatkan keprihatinan yang mendalam terhadap banyak warga yang terjebak di medan perang.

Operasi untuk merebut Fallujah yang telah berlangsung berminggu-minggu sejauh ini terfokus pada upaya merebut kembali desa-desa di dekat pusat kota, yang terletak hanya 50 km di barat Baghdad.

Keterlibatan CTS akan menandai awal dari fase tempur perkotaan di kota Sunni di mana pasukan AS pada tahun 2004 menghadapi beberapa pertempuran terberat sejak Perang Vietnam.

Hanya beberapa ratus keluarga yang telah berhasil menyelinap keluar dari daerah Fallujah, dengan perkiraan 50.000 orang masih terperangkap di dalam kota.

636001722364995846-AP-Mideast-Iraq

Menurut Dewan Pengungsi Norwegia (the Norwegian Refugee Council-NRC), sekitar 3.000 orang telah berhasil melarikan diri dari daerah Fallujah sejak 21 Mei.

Arus yang lebih besar dapat dipicu ketika pertempuran perkotaan antara CTS dan IS dimulai dengan sungguh-sungguh.

“Sumber kami di kamp-kamp sekarang sangat tegang, dan dengan lebih banyak yang berharap untuk melarikan diri, kami mungkin tidak dapat untuk menyediakan air minum yang cukup untuk semua orang,” kata Nasr Muflahi, direktur NRC Irak.

“Kami mengharapkan gelombang besar pengungsian saat pertempuran bertambah sengit.”

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Milisi Syiah Houthi Serang Arab Saudi dengan Rudal Jarak Jauh

air-defence-missileDUBAI (Jurnalislam.com.) – Pemberontak Syiah Houthi Yaman telah meluncurkan rudal di perbatasan Arab Saudi selama gencatan senjata yang rapuh antara pemberontak dan pemerintah Yaman, lansir Al Arabiya News Channel, Senin (30/05/2016).

Saluran televisi pro-Houthi al-Masirah mengatakan pada hari Senin bahwa para pemberontak telah meluncurkan rudal jarak jauh ke wilayah Saudi.

Militer Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa beberapa rudal telah menghantam wilayah perbatasan Jizan, tanpa melukai siapa pun. Itu merupakan serangan rudal pertama dalam waktu lebih dari satu bulan.

Sebuah gencatan senjata antara pihak yang bertikai sejak 10 April telah memburuk dalam beberapa hari terakhir, dengan adanya pelanggaran. Konflik di Yaman terjadi antara pemberontak Syiah Houthi dan pendukung mantan presiden terhadap pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi dan disupport AS.

Pada hari Jumat. koresponden saluran berita Al Arabiya mengatakan tentara Arab Saudi menggagalkan serangan terhadap posisi di Jazan.

Dia menambahkan bahwa pertempuran telah meletus, dan bahwa pasukan Saudi menangkis serangan milisi Houthi di Al Khubah dan Tawal di wilayah Jazan.

Beberapa hari lalu, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan bahwa seorang tentara Saudi tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika sebuah ranjau meledak di perbatasan dengan Yaman.

Ledakan itu menghantam patroli perbatasan di provinsi barat daya Jazan, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Detik-detik Serangan Habis-habisan Pasukan Gabungan Irak pada IS di Fallujah (laporan lengkap)

internasional-detik-detik-serangan-habis-habisan-pasukan-gabungan-irak-pada-is-di-fallujah-laporan-lengkap-2861-lIRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak berada di pinggiran Fallujah, militer mengatakan, dalam fase baru upaya untuk mengambil kota tersebut dari kelompok IS (Islamic State) yang memicu kekhawatiran atas sekitar 50.000 warga sipil yang terperangkap di sana, Al Jazeera melaporkan, Ahad (29/05/2016).

Pertempuran dengan IS masih berlangsung di seluruh Irak pada hari Ahad, yaitu di dekat Mosul di utara dan Heet di provinsi Anbar barat, serta di seberang perbatasan di kota Raqqa, Suriah.

Di kota Heet – 140 km di barat Baghdad – sekitar 40 pasukan Irak tewas dalam serangan IS. Pasukan khusus, polisi, dan pejuang suku ditarik kembali dari kota yang kembali direbut dari kelompok bersenjata IS pada bulan April, sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera.

Puluhan ribu tentara dan pejuang – terdiri dari militer, polisi dan milisi, dan didukung oleh kekuatan udara koalisi pimpinan AS – melancarkan serangan untuk merebut kembali Fallujah pekan lalu. Kedatangan pasukan kontra-terorisme Irak (counter-terrorism service-CTS) menandakan serangan habis-habisan sudah dekat.

Abdelwahab al-Saadi, komandan tentara Irak yang bertanggung jawab atas operasi, mengatakan pada hari Ahad bahwa beberapa kontingen besar sekarang telah mencapai dua kamp militer dekat kota dan siap untuk menyerang.

“Kekuatan ini akan masuk ke Fallujah dalam beberapa jam ke depan untuk membebaskan Fallujah dari Daesh,” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.

Kekuatan kontra-terorisme mengatakan kota itu benar-benar dikepung. Para pejabat Irak mengklaim kemenangan melawan IS, tapi klaim tersebut tidak bisa diverifikasi secara independen.

“Ada perlawanan (dari IS) tapi kita menghancurkan mereka dengan sangat cepat … Kami memiliki momentum dari berbagai bidang yang berbeda,” kata Jenderal Abdelamir al-Shimary dari Komando Operasi Baghdad.

Fallujah, 50 km di sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih berada di tangan IS. Kota lain yang masih dikuasai IS adalah kota terbesar kedua Irak, Mosul.

Operasi Fallujah menelan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, dengan terperangkapnya ribuan warga sipil antara pasukan IS dengan tentara Irak dan sekutu milisi Syiah.

Reporter Al Jazeera Omar al-Saleh, melaporkan dari Erbil di Irak utara, menggambarkan situasi di kota tersebut sangat mengerikan.

“Penduduk sangat kekurangan obat-obatan dan makanan. Mereka terjebak di antara pertempuran antara IS dan pasukan Irak,” katanya.

Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat kota pada hari Ahad, bertempur dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang-orang yang mati kelaparan dan orang lain yang dibunuh karena menolak memperjuangkan IS.

“Kami memiliki laporan peningkatan dramatis jumlah eksekusi pria dan anak laki-laki yang mulai dewasa, yang menolak untuk berperang bersama IS,” kata Melissa Fleming, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (the UN High Commissioner for Refugees-UNHCR).

Sekitar seribu pasukan IS yang masih berada di kota itu dituduh menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, tetapi UNHCR juga mengatakan pasukan Irak telah memblokir rute pasokan, dan mencegah warga sipil yang berusaha untuk keluar.

Ratusan keluarga mampu melarikan diri pada hari Jumat dengan bantuan pasukan pemerintah, tapi mayoritas tetap terperangkap, kata kelompok bantuan.

“Kami menerima ratusan pengungsi Irak dari pinggiran Fallujah yang benar-benar kelelahan, ketakutan dan kelaparan,” Nasr Muflahi, direktur Dewan Pengungsi Norwegia, mengatakan.

“Ribuan lainnya tetap terperangkap di pusat Fallujah, terputus dari segala bentuk bantuan dan perlindungan.”

Fallujah, kota Sunni, lepas dari kontrol pemerintah bahkan sebelum IS menyerbu jantung Irak pada bulan Juni 2014, dan merupakan salah satu benteng kelompok paling ikonik.

Puluhan ribu pasukan Irak – termasuk kelompok payung Hashed al-Shaabi yang didominasi oleh milisi Syiah – memulai operasi pada 22 Mei untuk merebut kembali kota itu.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Kurdistan (the Kurdistan Regional Government-KRG) mengumumkan serangan oleh pasukan Peshmerga pada hari Ahad berhasil merebut dua kota yang dikuasai IS sekitar 25 km dari Mosul.

Sekitar 5.500 pasukan terlibat, didukung oleh pesawat-pesawat tempur koalisi internasional.

Pasukan Peshmerga merebut kembali kota al-Muftiyah dan Jim Kour setelah bentrokan berat pada dini hari Ahad, sumber mengatakan kepada Al Jazeera.

Pertempuran sengit masih berlangsung saat tentara Peshmerga maju menuju kota al-Khazir, 35 km dari timur Mosul.

“Ini adalah salah satu dari banyak operasi yang diharapkan dapat meningkatkan tekanan pada IS di dan sekitar Mosul dalam persiapan untuk serangan akhir di kota,” kata KRG dalam sebuah pernyataan.

Dalam perkembangan terpisah di negara tetangga Suriah, pertempuran sengit berlanjut. IS menargetkan provinsi Aleppo dalam serangan sengit, memotong jalan utama antara kota Mare dan Azaz.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gaziantep di Turki, mengatakan situasi berlangsung serius. “Ribuan orang telah melarikan diri dari pertempuran sengit. Tapi banyak yang tidak memiliki tempat untuk dituju,” katanya.

Lebih dari 160.000 warga sipil terjebak di Suriah akibat pertempuran, yang juga memaksa evakuasi salah satu rumah sakit yang tersisa di daerah tersebut yang dijalankan oleh organisasi medis internasional Doctors Without Borders (MSF).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa pesawat tempur koalisi pimpinan AS menargetkan posisi IS di utara Raqqa, ibukota de facto IS, dan dilaporkan menewaskan sebanyak 45 pasukan IS.

Pasukan militer Arab, Kurdi dan AS telah menutup wilayah di sekitar Raqqa selama seminggu terakhir.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Iran Larang Warganya Pergi Haji Setelah Pembicaraan dengan Saudi Gagal

internasional-iran-larang-warganya-pergi-haji-setelah-pembicaraan-dengan-saudi-gagal-2860-lARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Iran pada hari Ahad (29/05/2016) mengatakan tidak akan mengizinkan warganya ambil bagian dalam ibadah haji di Makkah tahun ini dan menyalahkan pejabat Saudi, mengklaim bahwa Saudi memunculkan sejumlah “hambatan” sehingga Iran mengeluarkan keputusan tersebut, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad.

“Setelah dua kali perundingan tanpa hasil apapun karena hambatan yang diajukan Saudi, peziarah Iran tidak akan mengambil bagian dalam ziarah haji yang tahun ini diharapkan berlangsung pada bulan September,” menteri kebudayaan Iran Ali Jannati mengatakan kepada televisi pemerintah.

Para pejabat Saudi mengatakan delegasi Iran mengakhiri kunjungan ke kerajaan pada hari Jumat tanpa mencapai kesepakatan akhir tentang pengaturan jamaah haji Republik Syiah Iran tersebut. (baca juga: Pembicaraan Arab Saudi dan Iran Akhirnya Gagal Capai Kesepakatan Haji)

Kementerian haji Arab Saudi mengatakan telah menawarkan “banyak solusi” untuk memenuhi serangkaian tuntutan yang dibuat oleh Iran dalam pembicaraan dua hari.

Kesepakatan telah dicapai dalam beberapa hal, termasuk penggunaan visa elektronik yang dapat dicetak oleh peziarah Iran, saat misi diplomatik Saudi tetap ditutup di Iran, katanya.

Riyadh memutuskan hubungan dengan Teheran pada Januari setelah demonstran Iran membakar kedutaan dan konsulat setelah eksekusi seorang tokoh Syiah terkemuka.

Awal bulan ini, Iran menuduh saingan regionalnya melakukan “sabotase” haji.

Teheran mengatakan Riyadh bersikeras bahwa visa bagi warga Iran dikeluarkan di negara ketiga dan tidak akan membiarkan jamaah diterbangkan dengan pesawat Iran.

Namun kementerian haji Arab mengatakan pada hari Jumat bahwa Riyadh telah setuju untuk mengizinkan Iran memperoleh visa melalui kedutaan Swiss di Teheran, yang membantu kepentingan Saudi sejak hubungan Saudi-Iran diputus pada bulan Januari.

Riyadh juga setuju untuk mengizinkan beberapa operator Iran untuk menerbangkan jamaah haji ke kerajaan meskipun larangan telah dikenakan pada penerbangan Iran menyusul pertikaian diplomatik antara kedua negara, kata kementerian itu.

Pembicaraan pekan lalu adalah upaya kedua oleh kedua negara untuk mencapai kesepakatan mengenai penyelenggaraan haji tahun ini untuk Iran setelah putaran pertama berhasil diadakan pada bulan April di Arab Saudi.

Kementerian Saudi mengatakan pada saat itu bahwa Organisasi ibadah haji Iran bertanggung jawab “di hadapan Allah dan rakyatnya atas ketidakmampuan peziarah untuk melakukan haji tahun ini.”

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

3 Kapal Pengungsi Tenggelam di Laut Mediterania 700 Orang Diperkirakan Tewas

JENEWA (Jurnalislam.com) – Badan pengungsi PBB mengatakan lebih dari 700 pengungsi mungkin telah tenggelam setelah tiga kapal karam di Laut Mediterania selatan Italia dalam beberapa hari terakhir.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Jenewa, Ahad (29/05/2016) William Spindler, jurubicara UNHCR untuk Eropa, mengatakan ada serentetan insiden di Mediterania pekan lalu.

“Insiden pertama terjadi hari Rabu, yang secara luas telah dilaporkan. Sebuah perahu terbalik, membawa sekitar 600 orang. Beberapa dari penumpangnya masih hilang,” kata Spindler.

“Lalu insiden kedua terjadi pada hari Kamis dan yang ketiga pada hari Jumat. Secara total, kami bahwa bahwa dalam tiga insiden ini lebih dari 700 orang hilang dan diduga tenggelam.

“Ada sejumlah kapal saat ini yang mencoba untuk melakukan perjalanan dari Libya ke Italia dan beberapa operasi penyelamatan sedang berlangsung.”

Spindler mengatakan perlu dilakukan upaya lebih untuk menghentikan pengungsi bepergian di laut dengan perahu kecil.

“Sangat sulit mencegah orang melakukan hal ini. Dalam pandangan kami, yang perlu dilakukan adalah menawarkan alternatif hukum bagi para pengungsi yang paling rentan melakukan perjalanan ke Eropa. Alasan orang melakukan perjalanan berbahaya ini adalah karena mereka tidak memiliki pilihan,” katanya.

38 Pengungsi Suriah Tenggelam di Lepas Pantai Yunani, 14 Diantaranya Anak-anak

Carlotta Sami, juru bicara UNHCR, mengatakan kepada kantor berita Associated Pressmelalui telepon bahwa sekitar 100 orang hilang dari kapal penyelundup yang terbalik pada hari Rabu.

Dia mengatakan sekitar 550 orang lainnya hilang dalam kapal yang tenggelam pada Kamis.

Pengungsi mengatakan bahwa perahu, yang membawa sekitar 670 orang, tidak memiliki mesin dan sedang ditarik oleh kapal penyelundup lain sebelum terbalik.

Sekitar 25 orang selamat dari insiden itu, 79 orang lainnya diselamatkan oleh kapal patroli, dan 15 mayat ditemukan.

Sami mengatakan 45 mayat lagi ditemukan dari kapal karam pada hari Jumat dan banyak lagi yang dilaporkan hilang.

Dalam perkembangan terpisah, 19 pengungsi diselamatkan dari sebuah kapal di Selat Inggris, kantor berita AFP melaporkan, mengutip para pejabat penjaga pantai.

Muhammad Alloush, Ketua Negosiator Pembicara Oposisi Moderat Suriah Mengundurkan Diri

internasional-muhammad-alloush-ketua-negosiator-pembicaraan-damai-dari-oposisi-suriah-mengundurkan-diri-2858-lJENEWA (Jurnalislam.com) – Kepala negosiator perdamaian oposisi utama Suriah mengatakan pada hari Ahad (29/05/2016) bahwa ia mengundurkan diri atas kegagalan pembicaraan damai Jenewa yang didukung PBB untuk membawa penyelesaian politik dan meringankan penderitaan warga Suriah yang terkepung di daerah yang dikuasai kelompok oposisi.

Mohammad Alloush, yang juga wakil dari faksi Jaish al Islam yang kuat di Komite Negosiasi Tinggi (High Negotiations Committee) yang berbasis di Saudi, membenarkan kabar tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya News Channel.

Dalam sebuah pernyataan yang dilihat oleh Reuters, Alloush mengatakan bahwa perundingan damai juga telah gagal membebaskan ribuan tahanan dan juga gagal mendorong Suriah menuju transisi politik tanpa Bashar al Assad.

Para pihak yang didukung PBB belum menetapkan tanggal untuk memulai kembali pembicaraan damai setelah Komite Negosiasi Tinggi menangguhkan partisipasi mereka sampai situasi di lapangan berubah secara radikal.

Pembicaraan berakhir pada tanggal 27 April dengan tidak ada terobosan dua pekan lalu.

Ada ekspektasi bahwa babak baru akan berlangsung pada akhir Mei, tapi pertempuran telah berkobar di darat dan bantuan pengiriman ke daerah yang terkepung terus diblokir.

Para diplomat mengatakan ada sedikit kesempatan bahwa oposisi akan mengambil bagian dalam putaran baru pembicaraan damai jika pertempuran mengamuk dan tidak ada bantuan yang mencapai warga sipil.

Utusan itu telah berulang kali menyerukan Amerika Serikat dan Rusia mengambil tindakan untuk menopang gencatan senjata yang telah ada sejak 27 Februari.

Ada tuntutan bagi Rusia, sekutu Suriah, dan kelompok lain untuk menekan semua faksi yang bertempur sehingga memungkinkan pengiriman bantuan dapat mencapai warga sipil.

De Mistura sebelumnya mengatakan bahwa banyak warga Suriah yang akan menghadapi kelaparan jika rezim Assad tidak mengizinkan akses lebih besar bagi konvoi kemanusiaan.

Deddy | Alarabiya | Reuters | Jurnalislam

Tokoh Lokal: Milisi Syiah Ledakkan 2 Masjid dan Jarah Puluhan Rumah Setelah Kalahkan IS di Anbar

internasional-tokoh-lokal-milisi-syiah-ledakkan-2-masjid-dan-jarah-puluhan-rumah-setelah-kalahkan-is-di-kota-anbar-2857-lIRAK (Jurnalislam.com) – Seorang kepala suku di kota al-Karma provinsi Anbar mengatakan milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi akan mengamuk setelah mengalahkan kelompok Islamic State (IS) di kota.

Moayyed al-Jamili, salah satu tokoh lokal di al-Karma, mengatakan kepada Anadolu Agencypada hari Jumat (27/05/2016) bahwa pasukan Syiah -Hashd al-Shaabi “meledakkan dua masjid dan menjarah puluhan rumah dua hari setelah mengusir IS dari kota.”

Dia menambahkan bahwa milisi menulis pesan sektarian provokatif di dinding rumah, termasuk tulisan “al-Hashd al-Shaabi lebih tinggi dari orang-orang al-Karma”.

Menurut al-Jamili, kota yang didominasi Sunni tersebut saat ini dikontrol oleh milisi Syiah, mengutip bahwa milisi telah mengalihkan beberapa perabot dan perangkat listrik yang dijarah ke Bagdad.

Tahun lalu, kelompok hak asasi manusia internasional menuduh al-Hashd al-Shaabi melakukan pelanggaran serupa, serta membunuh warga sipil ketika telah menguasai lagi wilayah yang didominasi Sunni di provinsi Saladin dan Diyala.

Tujuh orang tewas hari Jumat oleh ledakan dan kekerasan terpisah di Baghdad, kata seorang juru bicara polisi.

“Empat bom improvisasi meledak di al-Furat dan lingkungan al-Amin, serta di Abu Gharib dan kabupaten al-Madain,” Mayor Nadir al-Janabi mengatakan kepada Anadolu Agency. “(Serangan) menewaskan enam orang dan melukai 23 lainnya. Pasukan polisi juga menemukan mayat seorang pria tak dikenal di lingkungan al-Basatin.”

Di Mosul, IS memenggal wartawan, Observatorium Irak untuk Kebebasan Pers mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan, Talal Abu Iman, yang bekerja sebagai teknisi untuk Irak Media Network di provinsi Ninenveh, telah diculik selama berbulan-bulan oleh kelompok IS.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam