
FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak menghadapi perlawanan sengit di pinggiran Fallujah, saat mereka berusaha merebut kembali kota kunci yang dipegang oleh kelompok Islamic State (IS), lansir Aljazeera Selasa (31/05/2016).
Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan operasi, mengatakan bahwa pasukan IS meluncurkan serangan balasan sengit di Naimiyah, pinggiran selatan Fallujah pada Selasa pagi sebelum kelompok bersenjata itu dipukul mundur.
“Ada sekitar 100 pasukan IS yang terlibat, mereka datang pada kami bersenjata berat tapi tidak menggunakan bom mobil atau bom sabuk,” katanya kepada kantor berita AFP.
Saadi mengklaim bahwa pasukan Irak, termasuk polisi dan tentara, menahan serangan, dan menewaskan 75 pasukan IS.
Dia tidak memberi informasi angka kerugian di sisi pro-Irak, namun sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa setidaknya 15 pasukan Irak dan anggota milisi sekutu Syiah tewas.
Reporter Al Jazeera Omar Al Saleh, melaporkan dari provinsi utara Erbil, mengatakan militer Irak mengendalikan lebih dari 85 persen Naimiyah, menurut sumber militer.
Namun dia menambahkan, bahwa ada laporan yang saling bertentangan dari daerah, bahwa IS mengatakan telah membuat pasukan Irak mundur setelah meluncurkan penyergapan yang menewaskan puluhan orang.
Fallujah, 50 km dari sebelah barat Baghdad, merupakan salah satu dari dua kota besar Irak yang masih di bawah kendali IS. Kota terbesar lainnya adalah Mosul.
Operasi yang telah berlangsung berminggu-minggu memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, dengan ribuan warga sipil terperangkap antara pasukan IS dengan tentara Irak dan milisi sekutu Syiah.
Sekitar 50.000 orang masih terjebak di pusat Fallujah pada hari Selasa, berjuang hidup dengan berkurangnya pasokan air dan makanan. PBB mengatakan adanya laporan orang yang mati kelaparan dan dibunuh karena menolak untuk berjuang bersama IS.
“Mereka yang membuat keputusan untuk mencoba melarikan diri tahu bahwa di setiap langkah mereka mungkin menemukan kematian,” Bruno Geddo, perwakilan badan pengungsi PBB di Irak, mengatakan kepada Al Jazeera.
“Jika mereka berhasil mencapai koridor yang aman, tentara Irak bisa mengevakuasi mereka. Namun, jika mereka tertangkap, mereka akan dieksekusi. Untuk mencapai daerah aman sangat berisiko dan berbahaya.”
Geddo juga mengatakan bahwa harga makanan, obat-obatan dan bahan bakar telah “meroket”, dengan banyak barang-barang dasar berada di luar jangkauan warga biasa.
“Makanan benar-benar tidak terjangkau dan harga [50kg] tepung meroket menjadi lebih dari $ 700 (Rp 9.450.000, 1$ = 13.500). Orang-orang sekarang makan kurma busuk dan yoghurt untuk bertahan hidup,” katanya.
Seorang warga Fallujah mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa banyak warga sipil takut menghadapi apa yang mungkin IS lakukan saat pertempuran semakin intensif.
“Perlakuan mereka terhadap penduduk semakin buruk dan buruk setiap hari. Ada perasaan panik di antara mereka tampaknya,” warga, yang mengatakan bahwa namanya adalah Abu Mohammed al-Dulaimi, mengatakan.
“Daesh marah karena mereka merasa tidak didukung dan melihat orang-orang menghina mereka di jalanan, meneriakkan kata-kata seperti: ‘pengecut, Anda tidak bersama dengan kami,'” katanya, menggunakan akronim bahasa Arab untuk IS.
“Kemarin, mereka mengumpulkan anak-anak muda dari beberapa bagian kota – kami perkirakan mungkin sekitar 100 pemuda – dan membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui,” katanya.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Operasi Militer di Fallujah telah memakan korban manusia, kelompok-kelompok hak asasi mengatakan, di tengah pertempuran antara pasukan Islamic State (IS) dengan tentara gabungan Irak termasuk milisi Syiah yang ikut nimbrung.
FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak melancarkan serangan di salah satu kubu kelompok Islamic State (IS) pada hari Senin pagi di Fallujah, dan menghadapi perlawanan sengit dari IS yang melakukan serangan bom, Aljazeera melaporkan, Senin (30/05/2016).
DUBAI (Jurnalislam.com.) – Pemberontak Syiah Houthi Yaman telah meluncurkan rudal di perbatasan Arab Saudi selama gencatan senjata yang rapuh antara pemberontak dan pemerintah Yaman, lansir Al Arabiya News Channel, Senin (30/05/2016).
IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak berada di pinggiran Fallujah, militer mengatakan, dalam fase baru upaya untuk mengambil kota tersebut dari kelompok IS (Islamic State) yang memicu kekhawatiran atas sekitar 50.000 warga sipil yang terperangkap di sana, Al Jazeera melaporkan, Ahad (29/05/2016).
ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Iran pada hari Ahad (29/05/2016) mengatakan tidak akan mengizinkan warganya ambil bagian dalam ibadah haji di Makkah tahun ini dan menyalahkan pejabat Saudi, mengklaim bahwa Saudi memunculkan sejumlah “hambatan” sehingga Iran mengeluarkan keputusan tersebut, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad.
JENEWA (Jurnalislam.com) – Kepala negosiator perdamaian oposisi utama Suriah mengatakan pada hari Ahad (29/05/2016) bahwa ia mengundurkan diri atas kegagalan pembicaraan damai Jenewa yang didukung PBB untuk membawa penyelesaian politik dan meringankan penderitaan warga Suriah yang terkepung di daerah yang dikuasai kelompok oposisi.
IRAK (Jurnalislam.com) – Seorang kepala suku di kota al-Karma provinsi Anbar mengatakan milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi akan mengamuk setelah mengalahkan kelompok Islamic State (IS) di kota.