Pameran di Turki Soroti Serangan PKK di Masjid Era Ottoman

1464789996752DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sebuah pameran yang menampilkan foto-foto masjid yang dibakar dua kali oleh ekstrimis PKK diresmikan di provinsi Diyarbakir tenggara pada hari Rabu (01/06/2016).

Abad ke-16 Masjid era Ottoman Fatih Pasa, yang juga dikenal sebagai Masjid Kursunlu, dibakar di distrik Sur, Diyarbakir pada bulan Desember 2015.

Pameran yang berakhir Jumat di Dicle University Art Gallery, menunjukkan kondisi Masjid sebelum dan setelah serangan PKK.

Irfan Yildiz, seorang dosen di Departemen Seni Universitas Dicle, yang menyelenggarakan pameran, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dua foto yang menunjukkan masjid yang sama di tahun 1940 dan 1960 juga ditampilkan.

Serangan PKK menyebabkan pintu asli dan jendela dibakar, serta dinding menjadi rusak, kata Yildiz.

“Dalam beberapa situasi tempat-tempat suci dirusak. Orang-orang bertahan hidup dengan budaya mereka dan meninggalkan beberapa tanda untuk generasi berikutnya. Cara termudah untuk menghancurkan sebuah masyarakat adalah dengan menghancurkan budaya mereka,” tambahnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Setelah Rampok Rumah-rumah, Serdadu Zionis Culik 42 Warga Palestina dalam Serangan Semalam

israel-raidssRAMALLAH (Jurnalislam.com) – Tentara zionis menculik 42 warga Palestina dalam serangan semalam yang dilakukan di Tepi Barat dan Jerusalem Timur yang dijajah Israel, kata seorang pejabat Palestina, Rabu (01/06/2016), lansir Anadolu Agency.

“Pasukan Israel menculik 30 warga Palestina setelah merampok rumah-rumah mereka di wilayah pendudukan di Al-Toor dan Swana, Yerusalem Timur,” Issa Qaraqe, kepala komite tahanan Organisasi Pembebasan Palestina, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Dua belas warga Palestina lainnya ditangkap di kota-kota Tubas dan Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat,” tambahnya.

Tentara zionis yahudi sering melakukan operasi penculikan sweeping di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki menargetkan warga Palestina seolah-olah adalah “yang dicari (wanted)” oleh otoritas pendudukan Israel.

Saat ini, lebih dari 7.000 orang Palestina mendekam di penjara-penjara di seluruh negara Yahudi, menurut Kementerian Palestina Urusan Tahanan.

Sementara itu dekat kota Nablus, Tepi Barat, saksi mata mengatakan puluhan serdadu Israel menyerbu situs Muslim lokal pada dini hari Rabu.

Sedikitnya 30 tentara Israel memaksa masuk ke situs yang dikenal sebagai “Makam Joseph (Yusuf Tomb),” sementara puluhan warga Palestina berkumpul untuk memprotes serangan tersebut, Ahmed Shamekh, seorang pejabat Palestina di dekat Kamp Pengungsi Balata, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Yusuf Tomb” telah lama menjadi flashpoint kekerasan.

Yahudi mengklaim bahwa situs tersebut adalah tempat pemakaman patriark Alkitab Joseph. Sebaliknya, Muslim, membantah klaim Yahudi, mengatakan seorang ulama Islam – Syeikh Yussef Dawiqat – dimakamkan di situs tersebut dua abad yang lalu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Turki: Roket Anti-Tank AS yang Diberikan ke Milisi YPG sudah Berada di Tangan PKK

In this photo taken from the Turkish side of the border between Turkey and Syria, in Akcakale, southeastern Turkey, a Turkish soldier on an armoured personnel carrier watches as in the background a flag of the Kurdish People's Protection Units, or YPG, is raised over the city of Tal Abyad, Syria, Tuesday, June 16, 2015. Kurdish fighters with the YPG, captured large parts of the strategic border town of Tal Abyad from the Islamic State group Monday, dealing a huge blow to the group which lost a key supply line for its nearby de facto capital of Raqqa, a spokesman for the main Kurdish fighting force said. (AP Photo/Lefteris Pitarakis)

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki mengatakan bahwa milisi komunis Kurdi di Suriah yang didukung AS menyediakan senjata bagi pemberontak Kurdi yang memerangi Ankara, mengutip dengan adanya bukti sejumlah roket anti-tank buatan AS dan Swedia dilaporkan disita dari para pemberontak PKK, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (01/06/2016).

Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi, atau YPG, merupakan perpanjangan dari Partai Buruh Kurdistan yang dilarang, atau PKK, dan memandangnya sebagai organisasi teroris.

Kekuatan milisi kurdi YPG adalah sekutu AS dalam perang melawan kelompok-kelompok bersenjata yang menjadi musuh di Suriah.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan pada hari Rabu bahwa roket yang disita selama operasi anti-PKK dekat perbatasan Suriah menunjukkan bahwa YPG mentransfer senjata yang diberikan AS kepada PKK.

Juru bicara Pentagon Chris Sherwood berdalih senjata tersebut tidak mereka maksudkan untuk PKK, dan Amerika Serikat tidak tahu bahwa senjatanya telah jatuh ke tangan PKK.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Konvoi Bantuan Kemanusian Akhirnya Sampai di Kota Daraya yang Terkepung Tapi …

daraya-mSURIAH (Jurnalislam.com) – Konvoi telah mencapai dua dari 19 daerah Suriah yang terkepung pada hari terakhir batas waktu yang ditetapkan oleh komunitas internasional untuk kedatangan bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil yang terkena dampak perang, Aljazeera melaporkan, Rabu (01/06/2016).

Konvoi Palang Merah pertama memasuki kota Daraya Suriah yang dikuasai pejuang anti-Assad, Rabu, dalam pengiriman pertama sejak pengepungan diberlakukan rezim Nushairiyah Assad sejak tahun 2012.

Kedua staf PBB dan Syrian Arab Red Crescent terlibat dalam pengiriman, Komite Internasional Palang Merah mengatakan.

Editor diplomatik Al Jazeera, James Bays, melaporkan dari markas besar PBB di New York, bahwa konvoi Daraya mengirim beberapa perlengkapan medis, vaksin, dan barang-barang gizi, seperti susu bayi… tapi tidak ada makanan.

“Sumber mengatakan bahwa rezim Assad tidak mengizinkan semua item medis – mereka pasti tidak memungkinkan perlengkapan bedah ke Daraya,” kata Bays.

Fadi, seorang aktivis lokal, mengatakan kepada kantor berita DPA bahwa konvoi “tidak berisi persediaan makanan, hanya perlengkapan medis dan sekolah”.

Konvoi lain, yang hanya berisi persediaan makanan dan tidak ada obat-obatan, masuk ke wilayah tetangga Moadamiyah.

Bays mengatakan bahwa hari Rabu adalah batas waktu untuk memutuskan apakah harus ada airdrops di daerah terkepung Suriah.

“Hari terakhir batas waktu, akan menjadi awal program airdrop, dimana rezim Suriah kemungkinan mengizinkan sedikit konvoi,” kata dia.

Daraya, yang terletak di timur Ghouta di luar ibukota Damaskus, telah berada di bawah pengepungan rezim Syiah Assad dan sekutunya yang semakin ketat sejak 2012, tanpa akses menuju layanan penting, seperti air dan listrik.

Tidak ada vaksinasi yang telah dilakukan selama waktu itu.

Hanya sekitar 8.000 orang yang tetap berada di Daraya, yang memiliki populasi sekitar 80.000 sebelum perang. Tapi sedikit makanan yang dapat tumbuh secara lokal tidak cukup, penduduk setempat mengatakan.

Pada tanggal 12 Mei, sebuah konvoi lima truk berisi bantuan diperintahkan berbalik arah oleh tentara Assad dalam penolakan dramatis yang berlangsung 11 jam.

Pengiriman hari Rabu terjadi setelah kementerian luar negeri Rusia mengatakan gencatan senjata lokal di Daraya akan dikontrol selama 48 jam untuk memastikan amannya kedatangan bantuan untuk penduduk kota yang terkepung.

“Atas inisiatif Rusia dan dalam perjanjian dengan kepemimpinan Suriah dan Amerika, sebuah operasi ‘rezim diam’ (regime of silence) telah diperkenalkan selama 48 jam pada 1 Juni 2016 pukul 12:01 untuk memastikan pengiriman aman bantuan kemanusiaan bagi penduduk Daraya,” kata Letnan Jenderal Sergei Kuralenko.

Rusia pekan lalu menyerukan “rezim keheningan” (regime of silence) 72 jam di Ghouta Timur dan Daraya di tengah upaya buntu untuk memberi waktu kepada oposisi moderat untuk menyingkir dari wilayah yang dikuasai Jabhah Nusrah cabang resmi Al Qaeda di Suriah.

Amerika Serikat dan Rusia adalah co-mitra dalam proses diplomatik Wina yang disebut Kelompok Dukungan Internasional untuk Suriah, yang bertemu bulan lalu di ibukota Austria tapi tidak membuat kemajuan sama sekali.

Sedikitnya 360.000 orang tewas dan lebih dari setengah populasi Suriah telah meninggalkan rumah mereka sejak konflik pertama meletus pada tahun 2011.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Sedikitnya 20.000 Anak Terperangkap dalam Pertempuran di Fallujah

479FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20.000 anak terjebak dalam wilayah IS (Islamic State) Fallujah yang dikepung oleh pasukan gabungan Irak menghadapi banyak kekurangan serta direkrut paksa sebagai pasukan, Dana Anak-Anak PBB mengatakan pada hari Rabu, lansir World Bulletin Rabu (01/06/2016).

“UNICEF memperkirakan bahwa sedikitnya 20.000 anak-anak tetap terjebak di kota,” kata badan perwakilan Irak Peter Hawkins.

Beberapa warga yang berhasil melarikan diri dari daerah Fallujah sejak pasukan Irak melancarkan serangan terhadap kelompok IS pada 22-23 Mei membicarakan tentang kekurangan makanan dan air minum yang parah.

Beberapa ratus keluarga yang berhasil lolos dari wilayah IS berkemah di pinggiran dan penduduk yang dihubungi melalui telepon di dalam kota berbicara tentang kondisi yang lebih buruk.

“Anak-anak menghadapi risiko perekrutan paksa ke dalam pertempuran, prosedur pemeriksaan keamanan yang ketat dan dipisahkan dari keluarga mereka,” kata Hawkins.

“Anak-anak yang direkrut melihat kehidupan dan masa depan mereka terancam karena mereka dipaksa untuk membawa dan menggunakan senjata, untuk pertempuran dalam perang.”

UNICEF menyerukan himbauan baru diberlakukannya koridor aman untuk memungkinkan penduduk sipil Fallujah melarikan diri.

PBB mengatakan IS menggunakan penduduk sipil sebagai perisai manusia dalam upaya pertahanan diri di salah satu wilayah yang terkenal sebagai banteng, Fallujah.

 

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

2 Anggota Parlemen Tewas dalam Serangan Al-Shabaab di Hotel Mogadishu

dfbb0bb2c56f4f5e83c4a38a961433e3_18SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang pembom mobil menabrakkan kendaraannya ke gerbang luar sebuah hotel di ibukota Somalia, dan serangan itu diikuti oleh tembakan, menewaskan sedikitnya 15 orang termasuk dua anggota parlemen, kata polisi, Aljazeera melaporan, Rabu (01/06/2016).

Al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Rabu yang menargetkan Mogadishu Ambassador Hotel, yang sering dikunjungi oleh diplomat asing, pejabat pemerintah dan pengunjung Somalia dari luar negeri.

Dua politisi tewas yang dalam serangan itu diidentifikasi oleh polisi sebagai Mohamud Mohamed dan Abdullahi Jamac. Kedua korban tinggal di hotel. Sedikitnya 20 orang lainnya terluka.

“Kami menyerang hotel dengan bom mobil dan kita masuk ke dalam,” Syeikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabaab, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pertempuran masih berlangsung pada 19:00 GMT, Rabu, dan sumber-sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dua mujahidin masih bersembunyi di lantai atas hotel. Pihak berwenang juga mengatakan para jihadis kemungkinan dipersenjatai dengan rompi penuh bom dan dapat menahan sandera.

Laporan sebelumnya mengatakan pasukan khusus telah menguasai hotel. Tapi seorang wartawan Reuters dan penduduk mengatakan mereka masih bisa mendengar tembakan sporadis.

Polisi Mogadishu mengatakan beberapa jihadis rupanya memaksa masuk ke dalam hotel.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sedikitnya tiga jihadis terlibat dalam serangan itu.
Serangan itu terjadi tak lama sebelum kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Mogadishu.

Reporter Al Jazeera Mohammed Adow, melaporkan dari Nairobi di negara tetangga Kenya, mengatakan bahwa Mogadishu Ambassador Hotel terletak di sepanjang jalan yang rencananya akan dilewati Erdogan dari bandara ke istana presiden.

Adow juga melaporkan bahwa serangan “memiliki tanda tangan al-Shabaab”, menambahkan bahwa itu bukan pertama kalinya hotel yang populer di kalangan politisi tersebut ditargetkan.

“Mereka ingin mengirim pesan bahwa meskipun mereka kehilangan kontrol kota, mereka masih bisa melakukan serangan tersebut dengan keberanian,” katanya.

Pada bulan Februari, sedikitnya sembilan orang tewas ketika para pejuang al-Shabaab meledakkan sebuah bom mobil di pintu gerbang taman populer di dekat sebuah hotel di ibukota.

Pada bulan Januari, serangan terhadap sebuah restoran depan pantai yang sering dikunjungi wisata asing menewaskan sedikitnya 17 orang.

Al-Shabaab, yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah korup Somalia, keluar dari Mogadishu oleh pasukan gabungan Uni Afrika AMISOM dan Tentara Nasional Somaliapada 2011.

c167c8ce6656465887e44eca114b8a25_18

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Islamophobia Pacu Muslim AS Terlibat dalam Proses Politik

thumbs_b_c_ad206c446d17e7933db6e90fead79f7bBALTIMORE (Jurnalislam.com) – Jumlah muslim Amerika yang terlibat dalam pemilihan presiden tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun terakhir karena meningkatnya retorika Islamophobia, kepala kelompok pendidikan dan advokasi pemilih kepada Anadolu Agency, Selasa (31/05/2016).

“Tahun ini kami pasti sangat, sangat aktif,” kata Naji Almontaser, yang menjalankan Klub Pemilih dan Informasi Muslim York (the York Muslim Voter and Information Club), selama Konvensi the Islamic Circle of North America-Muslim American Society, yang digelar di Baltimore, Maryland.

“Jika Anda mengamati 10 tahun terakhir, saya katakan tahun ini mengumpulkan 10 tahun yang lain. Semua orang berpastisipasi.”

Banyak bahasa anti-Islam dimunculkan oleh pengembang real estate Donald Trump – satu-satunya kandidat Partai Republik yang tersisa dalam pemilihan presiden tahun ini.

Trump telah menyerukan larangan Muslim memasuki AS, mengklaim bahwa Islam memiliki “kebencian yang luar biasa” bagi Barat dan menuduh Muslim Amerika merayakan serangan 9/11 di New York dan Washington.

“Tahun ini kami lebih aktif, karena Anda memiliki orang-orang seperti Trump yang berbicara negatif tentang semua orang,” kata Almontaser.

“Pada akhirnya kami ingin orang-orang menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan untuk memilih satu orang masuk atau untuk memilih satu orang keluar.”

Dengan populasi sekitar 3,3 juta Muslim di negeri ini, sebuah kelompok payung – Dewan Organisasi Muslim AS (the U.S. Council of Muslim Organizations) – telah meluncurkan Kampanye Satu Amerika (One America Campaign) untuk memberdayakan Muslim dan berusaha mengajak 1 juta Muslim ke tempat pemungutan suara.

“Kami benar-benar ingin membuat perubahan karena selama bertahun-tahun umat Muslim, atau komunitas Muslim Amerika telah sangat diam tentang voting dan sangat tidak pro-aktif,” kata Almontaser.

Kelompok Muslim di AS telah meluncurkan upaya registrasi pemilih dalam upaya untuk memastikan Islamophobia ditolak di tempat pemungutan suara.

Menurut sebuah survei terbaru oleh Council on American-Islamic Relations (CAIR) – kelompok hak-hak sipil Islam terbesar – 73 persen pemilih Muslim yang terdaftar di enam negara mengatakan mereka akan memilih dalam pemilihan primer.

Dalam pemilihan kongres dua tahun lalu, 69 persen pemilih Muslim di California, Florida, Illinois, New York, Texas dan Virginia mengatakan mereka akan memilih, menurut survei CAIR.

Dewan Organisasi Muslim AS telah menemukan bahwa tumbuhnya Islamophobia menjadi masalah yang paling penting bagi pemilih Muslim pada tahun 2016. Islamophobia dianggap sebagai sebagai masalah ketiga terbesar dalam survei kelompok tahun 2014.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pengacara Tinggi Uni Eropa Dukung Larangan Kerja Gunakan Jilbab

hijabhillBELGIA (Jurnalislam.com) – Pengacara paling senior di pengadilan tinggi Uni Eropa mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016) bahwa perusahaan boleh melarang Muslimah mengenakan jilbab dalam bekerja, karena melanggar larangan umum penggunaan simbol agama di tempat kerja, World Bulletin melaporkan, Selasa.

Kasus ini menyangkut seorang wanita, Samira Achbita, yang dipecat oleh perusahaan keamanan Belgia G4S Secure Solutions setelah dia bersikeras untuk diizinkan pergi bekerja dengan mengenakan jilbab.

Pendapat yang dikemukakan oleh advokat umum untuk Pengadilan Eropa hanya merupakan tampilan awal, bukan keputusan yang mengikat, tetapi biasanya pengadilan mengikuti nasihat para pengacara senior dalam mempertimbangkan putusannya.

“Larangan mengenakan jilbab di perusahaan dapat diterima,” kata putusan Juliane Kokott ini.

“Jika larangan tersebut berdasarkan aturan perusahaan umum yang melarang simbol politik, filsafat dan agama untuk dikenakan dengan jelas di tempat kerja, larangan tersebut dapat dibenarkan jika memungkinkan majikan dalam mengejar kebijakan yang sah untuk memastikan netralitas agama dan ideologi. ”

Achbita telah bekerja selama tiga tahun untuk G4S di Belgia ketika dia bersikeras diizinkan untuk mengenakan jilbab dan diberhentikan karena perusahaan melarang pemakaian simbol agama, politik dan filosofis yang terlihat meskipun terdapat fakta bahwa jilbab bukan sekedar simbol melainkan kewajiban agama.

Dia mengambil tindakan hukum yang didukung oleh organisasi persamaan ras Belgia tapi kasus itu diberhentikan oleh dua pengadilan yang lebih rendah. Kasasi pengadilan Belgia kemudian mengajukan kasus ini ke pengadilan tinggi Uni Eropa untuk meminta penjelasan atas undang-undang diskriminasi.

Mengenakan jilbab atau kerudung menutupi seluruh wajah telah menjadi perdebatan yang semakin luas di Eropa.

Prancis memberlakukan larangan cadar penutup wajah pada tahun 2010 secara diskriminatif dan melanggar kebebasan berekspresi dan beragama.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Demi Lindungi Milisi Komunis PKK, Rusia Desak Turki Tarik Pasukannya di Irak Utara

46317736944-turki2IRAK (Jurnalislam.com) – Rusia menuntut Turki menarik pasukannya dari Irak, kantor berita RIA mengutip Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016).

“Tindakan ini (menempatkan pasukan di Irak) benar-benar tidak dapat diterima,” kantor berita itu mengutip Lavrov mengatakan. “Pada prinsipnya, saya percaya bahwa apa yang Turki lakukan layak untuk mendapatkan perhatian publik jauh lebih besar pada yang dilkukan mitra Barat kami.”

Sebuah sumber dari militer Turki mengatakan pada hari Selasa bahwa pesawat tempur mereka baru-baru ini menargetkan kamp milik pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di Irak utara, menewaskan 14 dari milisi komunis PKK.

Militer Turki telah melakukan serangan udara rutin terhadap posisi kelompok terlarang di daerah pegunungan Irak utara, di mana mereka memiliki kamp dekat perbatasan Turki, setelah runtuhnya gencatan senjata tahun lalu.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut tanah air bagi komunitas minoritas terbesar Turki tersebut.

Sejak itu, kelompok ini telah menegaskan kembali tuntutan mereka dalam hal hak-hak budaya dan ukuran otonomi.

Dalam sebuah laporan terkait, Rusia pada hari Selasa marah dan membantah pesawatnya telah melakukan serangan udara semalam terhadap kota yang dikuasai pejuang di Idlib Suriah, yang menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) telah membunuh 23 orang warga sipil. (baca juga: Jet Tempur Tidak Dikenal Membom Kamp Utama Ahrar Al-Sham, Puluhan Warga Tewas)

russia-air-strikes-3“Pesawat-pesawat Rusia tidak melakukan misi tempur apapun saat itu, sehingga tidak dapat mengatakan apapun mengenai serangan udara, di provinsi Idlib,” Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Rusia adalah sekutu kunci rezim Nushairiyah Suriah Bashar al-Assad, dan telah mendukung rezim dengan memberikan dukungan serangan udara di Suriah.

 
Deddy | Alarabiya | Reuters | Jurnaislam

Pertempuran Berat Kembali Meletus di Yaman, 38 Tewas

Saudi-Arabia-Artillery-At-Yemen-APTOPIX-Mideast-Saudi_OCo-800x505YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertempuran baru antara pasukan pro-pemerintah Yaman dan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran menewaskan sedikitnya 38 orang di Yaman selama 24 jam terakhir, sumber militer loyalis mengatakan pada hari Selasa (31/05/2016), lansir World Bulletin.

Pertempuran terbaru terjadi meskipun gencatan senjata yang berkelanjutan dan pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait dimulai pada bulan April masih berlangsung.

Pertempuran berkecamuk di Bayhan, di perbatasan antara provinsi Shabwa di bagian selatan dan Marib di timur.

Ada juga pertempuran di Sarwah, daerah kaya minyak di barat Marib, kata sumber-sumber.

Sedikitnya 23 pemberontak Syiah Houthi dan 15 tentara Yaman tewas di kedua daerah, kata sumber yang sama.

Bayhan adalah satu-satunya bagian dari provinsi Shabwa yang masih dikuasai oleh pemberontak yang didukung Syiah Iran, yang pada Selasa merebut kembali posisi yang disita oleh loyalis selama dua hari terakhir, kata sumber-sumber militer.

Pertempuran sengit di Bayhan pada hari Ahad (29/05/2016) merenggut nyawa 48 orang, seorang perwira senior militer mengatakan.

Sementara itu, pengawas hak media Reporters Without Borders (RSF) mengatakan bahwa “tembakan sniper” dari milisi Syiah Houthi membunuh wartawan Yaman Abdullah Azizan saat ia sedang meliput bentrokan di Bayhan pada hari Ahad.

Azizan bekerja untuk situs berita lokal marebpress.net.

Pasukan yang setia kepada Presiden Abde Rabbo Mansour Hadi yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi memulai operasi militer terhadap pemberontak Syiah yang didukung Iran sejak Maret 2015.

Loyalis, yang didukung oleh pasukan koalisi, telah mengusir pemberontak dari Shabwa dan empat provinsi selatan lainnya musim panas lalu.

Lebih dari 6.400 orang telah tewas di Yaman sejak koalisi memulai operasi melawan pemberontak yang telah menguasai ibukota Sanaa sejak September 2014.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam