Bom Mobil Hantam Kantor Polisi Turki di Midyat, 11 Tewas

midTURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah bom mobil meledak di kantor polisi pada hari Rabu (08/06/2016) di tenggara Turki yang didominasi Kurdi, melukai beberapa orang sehari setelah 11 orang tewas dalam serangan di Istanbul, kata kantor berita Anatolia yang dikelola negara.

Sebuah serangan bom menghantam sebuah kantor polisi di kota Midyat, kata Anatolia, yang menyalahkan “teroris” dalam referensi untuk militan komunis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Beberapa orang terluka dan ambulans dikerahkan ke lokasi setelah ledakan kuat, televisi swasta NTV melaporkan.

Kekerasan berkobar tahun lalu antara pemberontak Kurdi dan pasukan Turki, menghancurkan sebuah gencatan senjata 2013 yang dicapai setelah pembicaraan rahasia antara pemimpin PKK Abdullah Ocalan dan negara Turki.

Turki telah melancarkan serangan yang intens terhadap PKK yang tercatat sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya, dengan operasi “pembersihan” di beberapa kota di tenggara.

Aktivis menuduh pasukan Turki menyebabkan kerusakan besar di pusat-pusat perkotaan dan membunuh warga sipil. Namun pemerintah mengatakan operasi tersebut sangat penting untuk keselamatan publik, dan menyalahkan PKK atas kerusakan yang terjadi.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut sebuah negara merdeka bagi suku Kurdi. Sejak itu kelompok ini telah mempersempit tuntutan mereka untuk otonomi dan hak budaya yang lebih besar.

 

Deddy | Anatolia | Jurnalislam

Cerita Bang Onim Tarawih Malam Pertama di Masjid Abdul Azis Al-Khaldy, Gaza

323D95985GAZA (Jurnalislam.com) – Sudah lebih dari 10 Tahun Gaza masih dibawah blokade Israel, menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan seakan menjadi warisan turun temurun generasi Palestina.

Pintu perlintasan darat antara Gaza dan Mesir menjadi satu-satunya alternative bagi warga Gaza untuk bertahan hidup dan mendapatkan bahan pokok lainnya, kini menjadi boomerang bah buah simalakama alias buka tidak tutup pun tidak, walau memang awal bulan puasa sempat dibuka oleh pemerintah Mesir, angina segar bagi warga Gaza.

Masih terekam di memori kita akhir tahun 2014 agresi Israel atas Gaza memporak porandakan system perekonomian, tak kurang dari 2,700 orang warga sipil gugur dan lebih dari 11,000 mengalami luka hingga korban cacat seumur hidup, walau perang tersebut sudah berlansugsung berapa tahun lalu tapi luka dan duka masih terasa dari para keluarga korban.

Pucak pilu, rindu dan duka dengan tibanya bulan Suci Ramadhan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh kaum Muslimin di penjara jagat, senang pasti dirasakan oleh setiap kita yang diber umur panjang untuk menjalankan ibadah Puasa, duka dan rindu pasti dialami oleh mereka yang tidak sempat jumpa dengan sanak saudara di bulan suci nan berkah.

Lain halnya dengan muslimin Palestina khususnya di Jalur Gaza, tidak sedikit dari warga Gaza telah kehilangan sanak saudara saat agresi Israel atas Gaza diakhir tahun 2014, kini tiba bulan suci Ramadhan.

Abdillah Onim 1 dari 3 orang WNI yang kini berada di Jalur Gaza, sejak 2009 menapakkan kaki di bumi berkah harum dengan semangat juang pejuang

Palestina, sudah 7 x jalani nuansa Ramadhan di Gaza Palestina, awalnya berat jalani Ramadhan di Palestina karena jauh dari ayah ibu dan sanak saudara di kampong nun jauh dimata, yakin dekat di hati yaitu dengan doa.

Sore hari saya bersama anak istri keluar rumah untuk melaksanakan sholat Magrib diwilayah Deir Balah Gaza tengah, kami lanjutkan safar menuju Gaza City dengan harapan dapat berada di saf depan baik Sholat Isya maupun sholat Tarawih, sayangnya tidak kebagian saf depan karena begitu membludaknya jamaah mengejar saf depan awal Tarawih di Masjid terindah, kuat, megah ya Masjid Abdul Azis Al-Khaldy terletak di pantai Barat mediterania Palestina.

Saf Paling Belakang, Teras Sudut Barat Pantai Mediterania Palestina Kami Gelar Sajadah Untuk Sholat Tarawih, padahal kami sudah keluar rumah sebelum sholat Magrib.

Lantunan Alqur’an begitu merdu dari sang Imam, angina dan suara ombak pantai mediterania Palestina seakan hanyut dengan lantunan Alqur’an, Indah dan lama mengakhiri 2 rakaat masing-masing Sholat tarawih.

Di Gaza Palestina Sholat Tarawih adalah 11 Rakaat termasuk 3 rakaat sholat witir, masing-masing sholat tarawih yaitu 2 rakaat, 3 rakaat sholat witir dan diakhir rakaat witir diakhiri dengan doa qunut, akan tetapi ada juga beberapa Masjid yang tidak ada doa qunut, tidak menjadi bahan perdebatan.

Pertama doa qunut terlama yang pernah saya alami di Gaza yaitu lebih dari 10 menit, selama 10 menit itu air mata para jamaah tak pernah kering termasuk saya Abdillah Onim, mengangkat tangan bersimpuh harap tak daya dihadapan Allah Swt, malu dan penuh dosa saat mengaminkan doa witir diringin linangan air mata yang sangat, suara tangis pecah diantara lantunan doa mendoakan para Syuhada, mendoakan Masjid Al Aqsa dan Palestina.

Berapa tahun sebelumnya mereka masih bersama anak, istri keluarga dan sanak saudara akan tetapi kini tak tampak lagi senyuman dan canda ria dikala Ramadhan tiba, sudah nasib mereka lebih dulu meninggalkan dunia ini yaitu di terpa roket dan bom kaum Yahudi.

 

Deddy | SuaraPalestina | Jurnalislam

PBB: Warga Sipil Sunni yang Melarikan Diri dari Fallujah Hadapi Perlakuan Ekstrim Milisi Syiah

5e3aaf71adbb4914a277749660dde6b9_18FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Kepala HAM PBB mengatakan ada “laporan sangat menyedihkan, yang dapat dipercaya” bahwa warga Irak yang melarikan diri dari pertempuran di Fallujah menghadapi pelecehan ekstrim dan bahkan kematian di tangan kelompok bersenjata Syiah yang bersekutu dengan pasukan pemerintah, Aljazeera melaporkan Selasa (07/06/2016).

Zeid Ra’ad al Hussein, mengutip keterangan saksi, mengatakan pada hari Selasa bahwa pelecehan termasuk laporan beberapa eksekusi pria dan anak laki-laki, yang mencoba melarikan diri dari kota yang dikuasai oleh kelompok Islamic State (IS).

“Saksi mata menggambarkan bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi dalam mendukung pasukan keamanan Irak menahan para lelaki untuk ‘pemeriksaan keamanan’,” kata Zeid.

“Pemeriksaan keamanan ini dalam beberapa kasus meningkat menjadi pelanggaran fisik dan bentuk kekerasan lainnya, ternyata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan paksa.”

Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa mereka telah menerima laporan bahwa sedikitnya 21 laki-laki telah dieksekusi.

“Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan tetapi mereka tampaknya kredibel.” (baca juga: Milisi Syiah Hashd al-Shaabi Eksekusi 17 Warga Sipil Fallujah)

Militer Irak saat ini sedang melakukan operasi militer besar-besaran terhadap pasukan IS, di luar Fallujah, dekat dengan ibukota Baghdad.

Kepala HAM PBB mengatakan bahwa penduduk yang melarikan diri dari kota telah menderita “dua setengah tahun hidup dalam penderitaan” di bawah pemerintahan IS dan menghadapi bahaya besar jika melarikan diri sekaligus “double jeopardy dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius.”

Pemerintah Irak memiliki kepentingan sah dalam memeriksa orang yang mengungsi dari daerah kekuasaan IS untuk memastikan mereka tidak menimbulkan risiko keamanan atau diduga terlibat dalam kekejaman, namun proses harus dilakukan oleh organ hukum, kata kepala HAM PBB.

“Sangat penting bahwa semua individu yang melarikan diri dari kekerasan di sekitar Fallujah harus diasumsikan sebagai warga sipil tanpa dihubungkan ke kelompok-kelompok bersenjata, kecuali ada bukti yang jelas dan meyakinkan,” katanya.

Zeid meminta pemerintah Irak segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa mereka mempraktekkan janji melindungi warga sipil dan membawa orang ke pengadilan jika melanggar hak asasi manusia. (baca juga: Milisi Syiah Irak Bunuh 31 Warga Sipil Fallujah)

Sejak Januari 2014, ketika Fallujah ditangkap oleh IS, sedikitnya 22.169 warga sipil telah tewas dan 43.435 lainnya terluka di Irak, menurut kantor Zeid. Angka-angka ini tidak termasuk Propinsi Anbar, di mana Fallujah terletak.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Faksi Jihad Uzbek Ambil Bagian dalam Serangan Terbaru di Selatan Aleppo

maxresdefaultALEPPO (Jurnalislam.com) – Saat koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest), yang dirikan oleh Jabhah Nusrah, terus meluncurkan serangan baru di Aleppo selatan, dua kelompok jihad Uzbek juga ambil bagian, lansir The Long War Journal, Selasa (07/06/2016).

Faksi jihad Katibat al Tawhid wal Jihad dan Katibat Imam al Bukhari, telah lama terintegrasi dengan Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham, dan afiliasi lainnya di medan perang.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua kelompok merilis video yang menunjukkan pejuang mereka ambil bagian dalam pertempuran di desa Maarata di pedesaan Aleppo selatan. Ahrar al Sham, sebuah faksi jihad yang berdiri sendiri setelah Taliban dan sekutu kunci Al Qaeda, juga merekam pasukannya di desa tersebut. Video cuplikan tersebut berdurasi pendek, tetapi menunjukkan pertempuran berat melawan pasukan rezim Suriah Assad dan sekutu mereka di kota. Kedua kelompok Uzbek mengaku bekerja sama satu sama lain, tetapi hanya mujahidin Imam Bukhari yang dilaporkan menangkap pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad selama pertempuran.

Katibat al Tawhid wal Jihad sebelumnya merupakan sebuah faksi independen sebelum resmi bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, akhir tahun lalu.

Sementara kelompok mayoritas Uzbek, kelompok etnis Asia Tengah lainnya, serta beberapa kelompok Suriah asli, termasuk di jajarannya. Katibat Imam al Bukhari (juga dikenal sebagai Imam Bukhari Jamaat), adalah kelompok Uzbek lain yang telah lama menunjukkan kehadirannya bersama Jabhah Nusrah dan sekutu jihad lainnya.

Imam Bukhari Jamaat secara historis setia pada Taliban, setelah ikatan sumpah dengan Mullah Omar dan Mullah Mansour. Mereka belum merilis pernyataan bersumpah setia kepada amir baru Taliban, Mullah Haibatullah Akhundzada. Namun kemungkinan akan melakukannya suatu saat.

Koalisi Jaysh al Fateh sedang mencoba untuk memperkuat kendalinya di kota Khan Touman dan sekitarnya setelah menguasai kota bulan lalu. Jabhah Nusrah dan faksi jihad lainnya di Jaysh al Fateh mengatakan para mujahidin menargetkan pasukan Syiah Assad dan Syiah Hizbullah di kota-kota tetangga dan desa-desa, termasuk Humayrah, Khalsah, Qal’ajiyah, dan Qarassi, yang semuanya berada di selatan Khan Tuman.

Lihat video: Faksi Jihad Uzbek Ambil Bagian dalam Serangan Terbaru di Selatan Aleppo

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

China Larang Puasa Ramadhan Bagi Muslim Uyghur di Xinjiang

140807084749-uyghur-beard-man-horizontal-large-galleryCHINA (Jurnalislam.com) – Pejabat China melarang PNS, mahasiswa dan anak-anak di wilayah mayoritas Muslim untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, kata website pemerintah saat bulan suci dimulai pada hari Senin, World Bulletin melaporkan, Selasa (07/06/2016).

Partai Komunis yang berkuasa di negara itu secara resmi adalah ateis dan selama bertahun-tahun melarang pegawai pemerintah dan anak-anak di Xinjiang untuk berpuasa. Xinjiang adalah rumah bagi lebih dari 10 juta minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim.

Pemerintah juga memerintahkan beberapa restoran untuk tetap terbuka.

Bentrokan antara Muslim Uighur dan pasukan komunis negara kerap terjadi di Xinjiang. Beijing menuduh serangan mematikan di sana dan di tempat lain di China pada militan yang mencari kemerdekaan bagi wilayah yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

Kelompok-kelompok HAM menyalahkan ketegangan yang terjadi diakibatkan oleh pembatasan agama, ibadah dan budaya yang dikenakan pada Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di sejumlah luas daerah, yang berbatasan dengan Asia Tengah.

Beberapa departemen pemerintah daerah di Xinjiang telah memposting pemberitahuan di situs Web mereka minggu lalu memerintahkan pembatasan puasa selama bulan Ramadhan.

Selama bulan suci, umat berpuasa dari fajar hingga senja dan berusaha menjadi lebih taqwa

“Anggota Partai, kader, PNS, mahasiswa dan anak di bawah umur tidak boleh berpuasa Ramadan dan tidak harus mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan,” kata pemberitahuan yang diposting Kamis lalu di situs resmi kota Korla di pusat Xinjiang.

“Selama bulan Ramadan, bisnis makanan dan minuman tidak harus tutup,” tambahnya.

Seorang pejabat Uighur di kota Tiekeqi bernama Ahmatjan Tohti mengatakan dalam sebuah pertemuan pada Senin pekan lalu bahwa pejabat harus “tegas menghentikan anggota partai, PNS, mahasiswa dan anak-anak yang memasuki masjid untuk kegiatan keagamaan” selama satu bulan ini, menurut sebuah laporan terpisah pada website.

Sebuah situs web yang dikelola oleh biro pendidikan kabupaten Shuimogou di ibukota wilayah Urumqi memposting pemberitahuan pada Senin pekan lalu menyerukan “pencegahan siswa dan guru dari semua sekolah memasuki masjid untuk kegiatan keagamaan” selama bulan Ramadhan.

Di utara kota Altay, pejabat sepakat untuk “meningkatkan kontak dengan orang tua” untuk “mencegah puasa selama bulan Ramadhan”, menurut sebuah posting hari Jumat di situs China Ethnicities Religion yang dikelola negara.

Website pemerintah Qapqal Xibe Autonomous County di barat laut Xinjiang mengatakan pada hari Senin bahwa restoran di daerah akan diinstruksikan tetap buka selama bulan Ramadhan untuk “memastikan bahwa konsumen yang lebih luas memiliki akses yang normal untuk memperoleh masakan”.

Dilxat Raxit dari the World Uyghur Congress, sebuah kelompok pengasingan, mengutuk pembatasan tersebut dalam email hari Senin, menambahkan: “China berpikir bahwa iman Islam Uighur mengancam supremasi kepemimpinan Beijing.”

China mengontrol agama Islam dengan ketat meskipun sering menyatakan bahwa warganya memiliki kebebasan berkeyakinan.

Pejabat Komunis tinggi di Xinjiang, Zhang Chunxian, mengucapkan “happy Ramadhan” kepada umat Islam di kawasan itu, lapor kantor berita Xinhua.

Dan Dewan atau Kabinet Negara China pada hari Kamis lalu merilis sebuah kertas putih yang menyatakan bahwa kebebasan beragama di Xinjiang “tidak dapat ditandingi oleh periode lain dalam sejarah”.

“Selama bulan Ramadan, restoran Muslim dapat memutuskan apakah mereka ingin melakukan bisnis. Tidak akan ada gangguan,” katanya.

“Pemerintah daerah memastikan bahwa semua kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan berjalan secara tertib,” tambahnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ledakan Mematikan Targetkan Mobil Polisi di Istanbul, 11 Tewas

Fire engines stand beside a Turkish police bus which was targeted in a bomb attack in a central Istanbul district, Turkey, June 7, 2016. REUTERS/Osman Orsal

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan bom yang menargetkan sebuah kendaraan polisi di distrik Istanbul pusat telah menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk tujuh anggota polisi, gubernur kota mengatakan, lansir Aljazeera, Selasa (07/06/2016).

Berbicara di lokasi ledakan di distrik Beyazit, Gubernur Istanbul Vasip Sahin mengatakan sebuah bom yang diletakkan di dalam mobil diledakkan saat kendaraan polisi lewat.

Laporan mengatakan ledakan terjadi di dekat stasiun metro Vezneciler, yang berdekatan dengan beberapa tempat wisata utama kota, termasuk Masjid Suleymaniye.

Emre Rende, seorang wartawan freelance yang melaporkan dari Istanbul, mengatakan, “bus menjadi sasaran bom mobil yang diledakkan dari jarak jauh sebelum ledakan kedua yang diyakini berasal dari tabung gas.

“Serangan itu terjadi dekat dengan Grand Bazaar sehingga mungkin dilakukan untuk menjauhkan (mengusir) wisatawan,” tambahnya.

Menurut saluran berita TRT yang dikelola negara, bus itu lewat di distrik Beyazit, Istanbul.

Gambar menunjukkan bom menghancurkan kendaraan polisi berkeping-keping dan menghancurkan jendela depan toko-toko di dekatnya akibat kuatnya ledakan.

Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa perlawanan negara terhadap kelompok-kelompok bersenjata akan terus berlangsung “sampai akhir”. Berbicara kepada wartawan setelah mengunjungi beberapa korban yang terluka di sebuah rumah sakit di dekat lokasi ledakan, Erdogan mengatakan serangan itu “tak termaafkan”.

11ad127273d641e0b02a80bb4ec17c57_18

Serangan bom itu terjadi pada hari-hari pertama Ramadhan, bulan suci Islam, yang ditandai dengan puasa dari fajar hingga senja dan doa yang intensif.

Istanbul sudah terkena dua pemboman tahun ini, termasuk di kawasan wisata.

Kedua serangan itu dituduhkan pada kelompok Islamic State (IS). Dua serangan lain di Ankara diklaim oleh separatis Kurdi dan menewaskan puluhan.

Dua serangan di Ankara diklaim oleh milisi komunis Kurdistan Freedom Falcons (TAK) – sebuah kelompok sempalan dari partai terkenal Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang pemerintah.

Serangan memiliki efek buruk pada industri pariwisata menjelang musim panas.

Sekitar 1,75 juta orang asing datang ke Turki pada bulan April, turun lebih dari 28 persen dibandingkan April 2015, kata kementerian pariwisata dalam rilis terbaru mereka.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Ini Saran Pemred Ar Risalah dalam Menjalani Ibadah Ramadhan

IMG_20160604_110431-1SERANG (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan Suci Ramadhan, Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Islam Ar-Risalah, mengimbau umat muslim untuk mempersiapkan diri dengan amal dan ilmu. Sebab, Ramadhan adalah kesempatan untuk menghilangkan dan melebur dosa.

“Banyak interospeksi, bertaubat kepada Allah Swt, bagaimana kita akan memasuki bulan suci Ramadhan melakukan ketaatan, sementara kemaksiatan masih jalan? Beristighfar kepada Allah sehingga, memasuki bulan Ramadhan betul-betul amal ketaatan kita bisa menjaganya sekaligus kemaksiatan sudah kita tinggalkan,” katanya kepada Jurnalislam di Masjid At – Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 03. Kp Kemang Patung, Serang, Sabtu (04/06/2016).

Menurutnya, selain limpahan serta lipatan ganda pahala yang akan Allah berikan di bulan Ramadhan, ada tiga hal menakutkan yang perlu diketahui umat. Pertama, memasuki bulan Ramadhan ada yang makin dijauhkan dari pengampunan bahkan didoakan Malaikat Jibril masuk neraka dan di aminkan oleh Rasulullah SAW.

“Yakni orang-orang yang didatangkan bulan Ramadhan , tapi tidak menjadikannya sarana melebur dosa, dan tidak melakukan amalan ketaatan yang bisa menghapuskan dosa-dosa,”. Ujarnya.

Kedua, menjadikan orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan untuk sarana penghapus dosa sebagai tanda orang yang jauh dari ketaatan.

Terakhir, Bulan Ramadhan adalah bulan dimana pahala dilipat-gandakan, tapi dosa yang dilakukan pada bulan Ramadhan juga tidak sama dengan di luar bulan Ramadhan. Abu Umar mencontohkan, seseorang yang berjudi di jalan berbeda ketika dia melakukan perjudian di dalam masjid.

“Besar kecilnya dosa itu tidak tergantung jenisnya, tapi kapan dan dimana dia melakukan itu juga dapat mempengaruhi besar-kecilnya dosa,” tukasnya.

“Karena jika dilakukan dibulan ini yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka dia telah menodai sesuatu yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh

Alfian Tanjung: Polisi dan Tentara Tidak Tegas Hadapi PKI

20160605_123513SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Komite Dakwah Khusus MUI Pusat, Alfian Tanjung mengatakan, aparat tidak tegas dalam menghadapi gerakan Neo PKI. Pernyataan itu ia sampaikan dalam orasinya pada acara Apel Siaga Umat Islam Soloraya Waspada Komunis, di Bundaran Gladak, Jalan Slate Riyadi, Solo, Ahad (5/6/2016).

“Jadi kalau kita mau buka satu-satu silahkan jawab sendiri, siapa Gubernur Jawa Timur, silahkan priksa ayahnya! Siapa Okki Asetawati anggota DPR RI dari PPP ayahnya Brigadir Jendral Anwas PKI golongan A,” tegasnya.

Pengamat Gerakan Komunis itu menyampaikan, pada tahun 2003, Makkamah Konstitusi merubah Undang-undang Pemilu No 12 Pasal 60 G yang membolehkan kader-kader PKI menjadi anggota DPR RI, DPD, Gubernur, Bupati dan pejabat instansional. Dan saat ini, lanjutnya, mereka telah menduduki posisi-posisi pemerintahan termasuk pada tubuh TNI dan Polri.

“Hari ini saya bicara PKI sudah ada di DPR RI, PKI sudah ada di Gubernur, sudah ada jadi Bupati, sudah ada di Polisi, sudah ada di Tentara. Jadi jangan heran kalau sekarang Polisi dan Tentara tidak tegas menghadapi PKI, Allahu akhbar!” tegasnya.

Menurutnya, kenyataan itulah yang saat ini menjadi kekhawatiran bagi para veteran TNI dan pesiunan POLRI. Sebab, menurutnya, mereka sangat memahami betul kekejaman PKI. Sejarah mencatat bahwa yang menumpas gerakan PKI bukan dari Brawijaya ataupun Diponegoro namun dari Siliwangi Jawa Barat.

“Peristiwa G30S PKI, Jawa Tengah lebih dari 70 persen tentara-tentaranya terlibat dan menjadi anggota PKI. Artinya kebangkitan mereka hari ini bukan kebangkitan gurau, bukan kebangkitan dongeng, walaupun sering para pakar, ahli sejarah, ahli ideologi bilang Hei Alfian anda sedang mimpi, tidak. PKI hari ini bangkit,” pungkasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Deddy

Tolak Dikirim ke China, 70 Tahanan Muslim Uighur Lakukan Mogok Makan di Thailand

uyghurTHAILAND (Jurnalislam.com) – Pada hari Selasa lalu kelompok yang mengaku mewakili lebih dari 70 muslim Uighur yang ditahan di Pusat Penahanan Imigrasi di Bangkok dan tempat lainnya di Thailand mengatakan mereka telah memulai mogok makan karena mereka lebih baik mati di sana daripada dikirim kembali ke China, World Bulletin melaporkan, Senin (06/06/2016).

“Jika kami kembali kembali ke China, kami akan menghadapi penyiksaan fisik dan emosional, serta dibunuh atau dihukum untuk tinggal di penjara seumur hidup,” sebuah kelompok yang menamakan dirinya For Freedom mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA), sebuah badan yang merupakan adik dari BenarNews, dalam catatan tulisan tangan yang diterima pada tanggal 31 Mei.

“Oleh karena itu, kami mengumumkan mogok makan dan berpikir akan lebih baik mati akibat mogok makan selama berada di sini. Kami akan terus mogok makan sampai dibebaskan atau dipindahkan ke negara ketiga atau hingga kami mati di sini. ”

Pada hari Kamis, 19 Uighur menolak untuk mengambil makanan dan air di pusat Bangkok, seorang tahanan mengatakan kepada RFA. Dua anggota kelompok, berusia sekitar 30 yang ditahan di fasilitas penahanan dibawa pergi ke sel isolasi karena mereka dapat berbicara bahasa Inggris dan diduga menjadi menghubungi media, sementara yang lain dibawa ke “sel hukuman” setelah jatuh sakit selama pemogokan, sebuah sumber mengatakan.

Catatan yang ditulis tangan mengkritik pemerintah Thailand dan pejabat di Pusat Penahanan Imigrasi di Bangkok, mengatakan bahwa mereka memperlakukan tahanan seperti bukan manusia.

“Thailand tidak mengirim kami ke Turki, dan mereka juga tidak memperlakukan kita, para Uyghur di tahanan, sebagai manusia. Mereka menimbulkan penderitaan yang mendalam kepada kami,” For Freedom menulis. “Mereka memisahkan kami dari istri-istri dan anak-anak kami, orang tua, dan saudara kandung. Negara-negara lain tidak membantu kami sama sekali.”

Pada hari Kamis pemerintah dan pejabat penjara Thailand tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Salah satu tahanan, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan bahwa ia dan muslim Uyghur lainnya sedang mencari kehidupan yang lebih baik.

“Kami lolos lapisan demi lapisan dari penindasan China untuk membebaskan istri dan anak-anak yang ditahan di negara demokratis Thailand kami. Jika Thailand adalah negara demokrasi, mereka harus membiarkan kita pergi ke negara-negara seperti Turki,” kata tahanan.

Tahun lalu, Thailand dengan paksa mengirim lebih dari 100 orang Muslim Uyghur kembali ke China, di mana nasib mereka tidak pasti.

Warga Muslim Uyghur telah melarikan diri dari kerusuhan di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur di barat laut China, di mana ratusan orang telah tewas dalam kekerasan beberapa tahun terakhir.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tokoh Senior al Qaeda di Suriah, Syeikh Abu Sulaiman al Muhajir Kembali Hadir di Media Sosial

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang tokoh ulama senior al Qaeda Suriah telah kembali ke media sosial dalam 24 jam terakhir setelah absen berkepanjangan. Jihadis yang dikenal sebagai Syeikh Abu Sulaiman al Muhajir itu telah meluncurkan saluran Telegram dan Twitter feed baru, The Long War Journal melaporkan, Senin (06/06/2016).

“Kami sedang berupaya untuk mengelola agar pertanyaan Anda dijawab melalui saluran ini,” Abu Sulaiman menulis kepada para pengikutnya dalam pesan ketiganya di Telegram.

Departemen Keuangan AS memasukkan Abu Sulayman ke dalam daftar resmi pejuang al Qaeda pada tanggal 19 Mei. Departemen Keuangan mengatakan bahwa ia menempati posisi kepemimpinan senior di Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah. Abu Sulaiman telah merekrut warga Australia untuk jihad di Suriah dan juga mengumpulkan dana untuk membiayai perjuangannya, menurut Departemen Keuangan.

Sejauh ini, Abu Sulaiman baru memposting beberapa pesan di Twitter dan Telegram. Dia telah mempertahankan kehadiran aktif di media sosial di masa lalu, tetapi admin Twitter telah berulang kali menangguhkan akun-nya.

16-06-06-Abu-Sulayman-al-Muhajirs-New-Twitter-feed-768x393

Tidak terlihat bahwa Abu Sulaiman aktif secara online berbulan-bulan, kemungkinan lebih dari satu tahun. Dalam salah satu tweet pertamanya saat ini, Abu Sulaiman memasang link ke koleksi tweet lamanya. Tweet terakhir adalah tanggal 12 November 2014. Pada 11 September 2014, ulama al Qaeda tersebut memuji serangan 9/11.

The Long War Journal melaporkan kegiatan Abu Sulaiman pada beberapa kesempatan. Dia adalah seorang da’i di Australia sebelum pindah ke Suriah. Jabhah Nusrah pertama kali mempromosikan Abu Sulaiman kepada publik pada bulan Maret 2014, ketika kelompok ini merilis video kesaksiannya terhadap Islamic State (IS). Abu Sulaiman mengatakan ia berusaha untuk menengahi sengketa antara Islamic State dan Jabhah Nusrah di Suriah.

The Long War Journal menilai kemungkinan bahwa Abu Sulaiman adalah seorang pejabat al Qaeda sebelum ia pindah ke Suriah. Al Qaeda hanya memilih personel yang paling dipercaya untuk ambil bagian dalam pembicaraan mediasi dengan IS. Sangat tidak mungkin bahwa seseorang seperti Abu Sulaiman tidak diketahui oleh kepemimpinan al Qaeda sebelum inklusi di tim mediasi, yang gagal membawa resolusi yang bersengketa pada 2013 dan awal 2014.

Dalam video Jabhah Nusrah berikutnya, yang dirilis pada April 2014, Abu Sulaiman menjelaskan strategi global Al Qaeda.

Al Qaeda “menarik rencana dan strategi berdasarkan apa yang kita sebut al Qalim, atau lokasi,” kata Sulaiman dalam video. Dan pemimpin, atau amir, dipilih untuk mengawasi masing-masing lokasi. Amir daerah bersumpah ba’yah dengan Al Qaeda atas nama cabang nya “yang mengikat mereka kepada tandzim” dan berarti bahwa mereka bersumpah “kesetiaan dalam hal jihad,” karena sumpah tersebut”mengikat mereka menjadi satu kesatuan, satu kelompok yang disebut “al Qaeda. Abu Sulaiman mengatakan bahwa Abu Bakr al Baghdadi, yang memimpin ISIS menjadi khalifah secara sepihak, yang pada awalnya adalah dirinya amir daerah sebelum ia membatalkan ba’yahnya pada al Qaeda.

Abu Sulaiman telah muncul di video Jabhah Nusrah lainnya juga, termasuk salah satu video peringatan serangan 11 September 2001.

Seperti di masa lalu, Abu Sulaiman menggunakan media sosial untuk memberikan bimbingan ideologis (Aqidah) untuk para jihadis.

“Meskipun kami bertujuan melakukan perubahan bertahap tergantung pada kemampuan kita, agama ini bukan gerakan reformasi damai,” tulis Abu Sulaiman di salah satu pesan pertamanya pada Telegram. Ia melanjutkan: “Islam datang untuk memutus segala bentuk kebatilan yang ada di masyarakat dan dengan tegas membangun sistem keadilan yang abadi dan berkelanjutan. Solusi setengah-setengah tidak pernah menjadi jawabannya, karena yang haq tidak pernah bisa tegak bersama kebatilan, dan kebohongan sama dengan tidak adanya kebenaran. Agar hal ini terjadi, kelompok orang-orang yang paling mulia harus mengorbankan kekayaan dan kehidupan mereka.”