ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekali lagi bahwa ia tidak melihat perbedaan antara kelompok-kelompok seperti PKK, PYD, YPG, ISIS, dan Feto atau Organisasi Teroris Fetullah pimpinan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, lansir Andolu Agency Rabu (03/08/2016).
“Semua kelompok tersebut memiliki kemampuan bertindak bersama-sama memerangi Turki,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara dengan televisi Meksiko.
“Namun, kami akan terus melawan mereka,” tegasnya.
Pada bagian kedua dari wawancara dengan Televisa yang disiarkan Rabu malam, Erdogan mengecam klaim Gulen bahwa Turki telah membantu ISIS. Erdogan mengatakan bahwa sebenarnya Turki telah ambil bagian dalam memerangi kelompok ISIS.
Dia mengatakan bahwa senjata yang dikirim ke PYD dan YPG di Ayn al-Arab, Suriah utara, dilaporkan untuk mendukung keduanya dalam perjuangan mereka melawan ISIS, juga disita oleh ISIS sendiri.
“Saya mengatakan kepada Obama [Presiden AS] sebelumnya bahwa setengah dari senjata yang mereka kirim ke Ayn al-Arab akan jatuh ke ISIS,” kata Erdogan.
Dia menyerukan masyarakat internasional untuk mengambil sikap umum terhadap semua kelompok ekstrimis untuk melenyapkan mereka sepenuhnya.
“Semua pihak yang memerangi ISIS tidak semuanya dapat digambarkan sebagai organisasi teror,” katanya.
Menunjuk ke keadaan darurat yang dinyatakan Turki selama tiga bulan setelah kudeta 15 Juli, Erdogan mengatakan tujuannya adalah untuk secara efektif dan cepat melaksanakan proses hukum.
“Ini adalah masalah internal Turki, dan kami membuat keputusan kami sendiri.”
Menurut Konstitusi Turki, keadaan darurat dapat dideklarasikan untuk jangka waktu maksimal enam bulan ketika ada indikasi serius bahwa kekerasan dapat meluas, yang bertujuan untuk menghilangkan lingkungan demokrasi bebas atau hak-hak dasar dan kebebasan yang ditetapkan oleh Konstitusi, atau ketika ketertiban umum terdistorsi berat karena tindak kekerasan.
Kudeta 15 Juli menewaskan sedikitnya 238 orang dan melukai lebih dari 2.200 orang lainnya, yang turun ke jalan untuk memprotes upaya kudeta.
Erdogan mengatakan kudeta “itu sudah jelas ditolak (gagal).”
Turki mengatakan Fetullah Gulen dan negara paralelnya berada di balik kudeta gagal dan telah mengirimkan dua permintaan resmi kepada AS untuk ekstradisi dan diadili.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam
BOSNIA (Jurnalislam.com) – Sebuah pengadilan kejahatan perang PBB pada hari Selasa lebih awal membebaskan mantan komandan polisi Serbia Bosnia yang dihukum dan dipenjara karena perannya dalam Srebrenica 1995, World Bulletin melaporkan Rabu (03/08/2016).
LIBYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 22 pasukan dan 20 lainnya terluka dalam serangan bom mobil di kota Benghazi, Libya timur, menurut pejabat medis, Aljazeera melaporkan Selasa (02/08/2016).
Mujahidin Dewan Syura Benghazi, koalisi faksi-faksi jihad Libya, mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, menurut sebuah pernyataan di situs media yang terkait dengan kelompok.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat rezim Nushairiyah Suriah membom kota Saraqib yang dikuasai mujahidin di provinsi Idlib barat laut Suriah dengan bom barel dicampur dengan gas klor Senin (01/08/2016), sumber medis setempat mengatakan, lansir World Bulletin.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaysh al Islam pada hari Senin (01/08/2016) mengumumkan penumpasan sejumlah pasukan Syiah Assad di garis depan “Hosh alFara” wilayah Timur Ghouta, lansir ElDorar AlShamia, Senin.
