Jubir Ahrar al Syam Bantah Laporan Faksi Jihad Suriah Setujui Perjanjian Rusia – Amerika

SURIAH (Jurnalislam.com) – Juru bicara resmi Gerakan Islam Ahrar al Syam, Ahmed Kara Ali, membantah bahwa faksi jihad di Suriah menyetujui perjanjian Rusia – Amerika, menekankan bahwa musyawarah masih berlangsung untuk menentukan sikap.

Bantahan itu dinyatakan dalam sebuah pernyataan khusus pada jaringan ElDorar AlShamia saat Kara Ali menekankan bahwa perlawanan Islam Ahrar al Syam belum mengambil keputusan apa pun, dan saat ini masih bertukar pandangan dengan faksi jihad lainnya.

Al-Jazeera melaporkan sebelumnya bahwa faksi jihad di Suriah mengeluarkan pernyataan menyetujui perjanjian Rusia-Amerika, yang mencakup gencatan senjata di darat, mulai dari hari pertama “Idul Adha” dan berusaha memecahkan pengepungan di kota-kota, dan melanjutkan operasi militer terhadap Jabhat Fath al-Syam.

Laporan Al-Jazeera tersebut ditolak oleh beberapa sumber, terutama Komite Tinggi Negosiasi (High Committee of Negotiating-HCN) Suriah.

Jabhat Fath al-Syam adalah anggota terkemuka koalisi mujahidin Jaysh al Fath (Army of Conquest /Tentara Penakluk) yang mengelompokkan pejuangnya bersama dengan faksi-faksi jihad lainnya seperti Ahrar al Syam dalam aliansi anti-rezim Nushairiyah Assad yang paling menonjol.

AS pada Sabtu memperingatkan para kelompok jihad bahwa mereka akan menghadapi “konsekuensi” jika bekerja sama dengan Jabhat Fath al-Syam, yang berjuang bersama berbagai arus kelompok oposisi utama dan faksi-faksi jihad Islam Suriah selama pertempuran intens dalam beberapa pekan terakhir di Aleppo selatan.

 

Amerika Serikat Peringati Tahun ke 15 Serangan 9/11

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat kenang ulang tahun ke-15 serangan 9/11 pada hari Ahad memperingati hari serangan mematikan di tanah AS, yang mengubah dunia hari ini, World Bulletin melaporkan, Ahad (11/09/2016).

Serangan 9/11 merupakan serangan asing pertama di daratan Amerika dalam hampir dua abad dan memicu invasi militer multinasional pimpinan Amerika ke Afghanistan (2001) dan Irak (2003), diikuti perang yang berkecamuk lebih dari satu dekade kemudian.

Negara-negara di Timur Tengah mulai dari Libya hingga Suriah ditelan dalam perang, yang kini menyediakan lahan subur bagi afiliasi faksi perlawanan Al-Qaeda untuk berkembang.

Kerabat mulai serius berjam-jam lamanya dalam layanan doa di Ground Zero di situs World Trade Center, New York, yang hancur di mana sebuah bangunan peringatan – Freedom Tower yang dibangun kembali – sekarang berdiri.

Presiden Barack Obama, yang mengamati upacara mengheningkan cipta bersama keluarganya di Gedung Putih, kemudian membahas upacara serupa di Pentagon.

“Akhir pekan ini, kami menghormati memori mereka sekali lagi. Kami berdiri bersama korban yang masih menanggung bekas luka dari hari itu,” kata Obama hari Sabtu dalam pidato mingguannya.

Peringatan Serangan 9/11 ke-15 tahun tersebut berlangsung di Amerika Serikat di tengah-tengah kampanye presiden antara Hillary Clinton, yang New York senator pada saat serangan, dan taipan Manhattan Donald Trump.

Kedua calon menghadiri upacara New York peringatan 11 September bersama pejabat kota, kerabat mereka yang tewas dan polisi.

Acara ini mengheningkan cipta selama enam kali – untuk menandai saat-saat ketika masing-masing dari kedua pesawat menabrak, ketika masing-masing menara jatuh, serta serangan terhadap Pentagon dan Penerbangan 93 yang jatuh di Pennsylvania.

Saat mengheningkan cipta pertama di pukul 08:46 ketika American Airlines Flight 11 menabrak menara utara, gereja di New York mendentangkan lonceng mereka.

“Kita tidak boleh menyerah pada mereka yang akan memisahkan kita. Kita tidak boleh bereaksi dengan cara yang mengikis struktur masyarakat kita.” kata Obama dalam pidato mingguannya.

George W. Bush, yang menjabat presiden pada saat serangan, diperkirakan tidak hadir baik dalam upacara di New York ataupun Washington.

Sebaliknya, kantornya mengatakan ia akan pergi ke gereja di Dallas, Texas dan kemudian menghadiri pembukaan pertandingan rumah (home) Dallas Cowboys melawan New York Giants, di mana ia akan mengambil bagian dalam upacara lempar koin dengan dua petugas polisi New York yang berada di Ground Zero saat serangan 9/11.

Ahad tersebut menandai awal musim NFL di Amerika Serikat, dan mereka yang menghadiri pertandingan sepak bola Amerika dan menonton di televisi akan menyaksikan pesan video dari Obama dan Bush.

Serangan itu menewaskan 2.753 orang di New York, 184 di Pentagon dan 40 lainnya pada Penerbangan 93 – yang menuju ibukota AS hingga penumpang dan kru pesawat dan pembajak yang menjatuhkan pesawat itu.

Manba ul Jihad Studio Rilis Video Terbaru Operasi Omari

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Rilisan video Operasi Omari adalah laporan rinci oleh Manba ul Jihad Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan, tentang penaklukan kabupaten Jani Khel di provinsi Paktia di tangan mujahidin Imarah Islam (Taliban) yang gagah berani.

Video ‘Operasi Omari’ memiliki total runtime 39 menit yang berisi cuplikan operasi Mujahidin di kabupaten Jani Khel, hingga berhasil menduduki pusat kabupaten dan pos pemeriksaan, menimbulkan kerugian besar bagi musuh dan menyita rampasan perang.

Rilis video brilian baru oleh Manba ul Jihad Studio tersebut dapat dilihat dan diunduh dari link yang disediakan di bawah ini:

HD
https://archive.org/details/PaktiaJaniKhelDesitrictOperation1GBHDFileFile

Ponsel MP4
https://archive.org/details/PaktiaJaniKhelDesitrictOperationMobileQuality

Laporan Ibadah Haji: Wuquf Arafah Dimulai

MINA (Jurnalislam.com) – Lembah Mina bergema dengan Talbiyah, sebuah doa yang dibacakan oleh jutaan jamaah umat Islam yang berkumpul di kota tenda pada hari Sabtu, Al Arabiya News Channel melaporkan, Ahad (11/09/2016).

Sejumlah besar dari mereka memilih untuk berjalan dengan jarak sekitar 7 km dari Makkah di bawah trotoar yang teduh

Mina memiliki lebih dari 1.500 tenda tahan api selain beberapa struktur permanen.

“Perasaan Ini tidak dapat terlukiskan. Anda harus melakukannya untuk memahami,” kata Hassan Muhammad, 60, dari Mesir.

“Orang-orang datang dari setiap negara di dunia, berbicara setiap bahasa di dunia, dan bertemu di sini di satu tempat di bawah satu wadah iman Islam,” kata Ashraf Zalat, 43, juga dari Mesir.

Ahad dini hari, jamaah akan melanjutkan ke Arafah di mana lebih dari 200.000 tenda telah didirikan sebagai tempat tinggal jamaah dari pagi sampai sore.

Dari Arafah, para tamu Allah akan melanjutkan ke Muzdalifa di mana jamaah akan melakukan sholat Maghreb dan Isya bersama-sama dan beristirahat di malam hari.

Di Muzdalifa, jamaah akan mengumpulkan kerikil untuk melempari tugu yang disimbolkan sebagai Setan di Mina yang akan mereka datangi kembali Senin pagi untuk menyelesaikan ibadah haji bagi para jamaah termasuk menyembelih hewan Qurban, mencukur rambut, keluar dari keadaan ihram dan pergi ke Makkah untuk Thawaf Al Ifadah yang merupakan pilar penting dari ibadah haji.

“Semuanya terorganisasi dengan baik,” kata Nasser Benfitah, 54, dari Maroko.

“Kami merasa nyaman,” kata jamaah haji Nigeria, Hafsa Amina, 26.

laporan-ibadah-haji-wuquf-arafah-dimulai2

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Mayjen Masour Al-Turki mengatakan ada 11 rencana untuk mengatur pergerakan pejalan kaki dan mengelola massa selama pendakian ke Arafah yang berjarak sekitar 9 km dari Makkah.

Berbicara pada konferensi pers di Mina pada hari Jumat, Al-Turki mengatakan sekitar 25 persen dari jemaah akan pergi ke Arafah langsung dari akomodasi mereka di Makkah.

Kolonel Sami Al-Shuwairikh, direktur kesadaran dan media dalam Keamanan Umum, mengatakan 237.583 jamaah tidak berdokumen, termasuk lebih dari 9.700 pria dan perempuan Saudi, harus berputar balik dan dicegah untuk memasuki Makkah atau tempat suci.

Dia mengatakan 104.784 mobil, membawa orang tanpa izin haji, juga berpuar balik.

Saudi Red Crescent Authority telah menyiapkan 377 ambulans dan 11 pesawat untuk memberikan layanan penyelamatan cepat di saat darurat bagi jamaah.

Seorang juru bicara otoritas mengatakan waktu menanggapi panggilan darurat maksimal tujuh menit.

Juru bicara Pertahanan Sipil Kolonel Abdullah Al-Orabi mengatakan 24 tabung gas memasak disita di tenda-tenda jamaah di Mina.

Menurut aturan keselamatan Pertahanan Sipil, gas memasak cair tidak boleh digunakan di tenda-tenda di Mina dan Arafah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Mishaal Al-Rubaian, mengatakan tidak ada kasus the Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) yang dilaporkan muncul di kalangan jamaah.

Dia mengatakan 230 kamar rumah sakit telah siap untuk digunakan sebagai fasilitas karantina.

Sementara itu, 27 ambulans yang dilengkapi dengan peralatan kumplit tiba di Arafah pada hari Jumat malam membawa jamaah yang sakit ke rumah sakit di Madinah. Mereka diterima dengan mawar, bunga dan air Zamzam oleh sejumlah pejabat kesehatan.

Otoritas Pengembangan wilayah Makkah, yang bertanggung jawab untuk operasi kereta Mashair, mengatakan 17 kereta siap untuk mengangkut sekitar 311.000 jamaah dalam negeri dan orang-orang dari negara-negara GCC, Turki dan Asia Selatan. Kereta akan dioperasikan oleh 27 pria Saudi yang telah dilatih di Spanyol.

Kereta tersebut memiliki panjang 300 meter berisi 12 mobil yang memiliki 60 pintu otomatis. Setiap kereta dapat mengangkut 72.000 jamaah per jam.

PM Saudi: Kami Dukung Operasi Turki di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan pada hari Jumat (09/09/2016) bahwa negaranya mendukung Operasi Perisai Efrat Turki di Suriah utara.

“Kami mendukung apa yang Turki lakukan saat ini di Suriah, saya percaya bahwa tujuan Turki dan Arab Saudi di wilayah ini hampir sama,” kata Al-Jubeir di depan panel hubungan Turki-Arab yang digelar lembaga think-tank Yayasan Politik, Ekonomi dan Penelitian Sosial (the Foundation for Political, Economic and Social Research-SETA) di ibukota Turki Ankara, lansir Anadolu Agency, Jumat.

Operasi Perisai Efrat Turki dimulai pada 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh militer Turki, membebaskan Jarablus di Suriah utara.

Al-Jubeir mengatakan bahwa Arab Saudi dan Turki telah menjadi mitra dan sekutu selama beberapa dekade.

“Kami memiliki hubungan ekonomi, hubungan investasi, dan hubungan orang-ke-orang yang sangat kuat,” katanya.

“Hari ini kami bekerja sangat erat mengatasi krisis Suriah dan kami mendukung oposisi moderat di sana. Kami bekerja sangat erat mendorong kembali sektarianisme dan kebijakan sektarian di wilayah tersebut,” tambahnya.

Mengenai posisi Arab Saudi pada kudeta 15 Juli yang gagal di Turki, al-Jubeir mengatakan, “Kami melihat pemerintahan yang sah dan kami melihat upaya ilegal untuk mencoba membawa perubahan dengan paksa. Apa yang kita lihat adalah kepahlawanan masyarakat Turki.”

“Warga Turki – termasuk anak-anak, wanita, orang tua, para pemuda – turun ke jalan dan berhadapan dengan tank dan berkata ‘tidak,’ … benar-benar inspiratif,” tambahnya.

“Masyarakat Turki telah mendapatkan rasa hormat dari dunia. Saya pikir Turki harus bangga dengan warganya,” katanya.

Pemerintah Turki mengatakan Fetullah Gulen yang berbasis di AS melakukan kudeta 15 Juli, yang menewaskan 240 orang dan hampir 2.200 lainnya terluka.

Gulen, yang tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS, sejak tahun 1997, juga dilaporkan menjalankan kampanye yang telah lama lama berjalan untuk menggulingkan Turki melalui infiltrasi lembaga negara, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

Kerjasama antara Turki dan Arab Saudi untuk menghilangkan jaringan gerakan Gulen di Teluk atau Arab Saudi, al-Jubeir mengatakan, “Kami memiliki kerjasama yang sangat luas dengan Turki dalam hal kontra-terorisme dan penegakan hukum. Dan terdapat pertukaran informasi luas antara Kerajaan Arab Saudi dan Turki.”

Dia menambahkan bahwa Arab Saudi selalu terbuka untuk kerjasama yang lebih baik di daerah manapun, termasuk keamanan.

“Kami telah bekerja dengan sejumlah negara untuk mendukung oposisi Suriah moderat. Pada saat yang sama kami telah bekerja untuk mengupayakan sebuah proses politik sehingga transisi politik dapat berlangsung di Suriah,” kata menteri luar negeri Saudi.

“Kami percaya bahwa proses politik ini harus didasarkan pada Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB.”

“Kami percaya bahwa Assad tidak memiliki masa depan di Suriah, karena kehadiran pemimpin rezim Bashar al-Assad adalah magnet yang menarik teroris ke Suriah, dan bahwa jika kita ingin mengalahkan terorisme, kita harus menghapus magnet ini ,” tambah Adel al-Jubeir.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas para pengunjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang, menurut PBB, tetapi Pusat Penelitian Kebijakan Suriah melaporkan korban tewas lebih dari 470.000 orang.

Mengenai hubungan Saudi-Iran, al-Jubeir mengatakan, “Arab Saudi ingin bekerja sama dalam berdagang dengan Iran sebagai negara tetangga – kami telah ke Iran berkali-kali sebelumnya. Tapi sayangnya ditolak oleh pihak Iran.”

“Iran terus berperilaku sebagai negara sectarian, Syiah, bukan negara-bangsa. Iran terus mendukung organisasi teroris Syiah di Lebanon, Yaman, dan Suriah,” katanya. “Bukti bahwa Iran mendukung terorisme di wilayah itu sangat banyak. Oleh karena itu Iran harus menghormati hukum internasional dan peraturan lingkungan.”

Arab Saudi memutuskan hubungan resmi dengan Iran awal tahun ini setelah misi diplomatik di sana diserang oleh demonstran mengikuti eksekusi tokoh Syiah terkemuka oleh pemerintah Saudi.

Adapun dalam perang di Yaman, al-Jubeir mengatakan, “Posisi Saudi resmi berdiri dengan gerakan yang dilakukan oleh PBB untuk menyelesaikan konflik di Yaman, dan kami menganjurkan Resolusi 2216 pada Yaman, yang menyerukan untuk mengakhiri penggunaan kekerasan di sana.”

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

AS Bantah Lakukan Serangan di Aleppo Hingga Terbunuhnya Komandan Jaysh al Fath

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pentagon pada hari Jumat (09/09/2016) mengatakan tidak ada keterlibatan AS dalam kematian komandan koalisi oposisi terbesar Suriah, yang gugur dalam serangan udara di dekat Aleppo.

Abu Umar Saraqib, yang merupakan salah satu tokoh bekas afiliasi Al-Qaeda Jabhah Nusrah, yang mengganti nama baru Jabhat Fath al Syam pada bulan Juli, dilaporkan gugur ketika sebuah serangan udara menggempur pertemuan para pemimpin faksi-faksi pejuang Suriah, Al Arabiya News Channel melaporkan Jumat.

abu-hajir-al-homsyMujahidin Jabhat Fath al-Sham tersebut adalah anggota terkemuka aliansi Jaysh al Fath, (Army of Conquest / Tentara Penaklukan), yang sedang melakukan pertemuan pada Kamis malam, serangan udara tersebut membunuh Saraqib dan komandan oposisi lainnya.

“Itu bukan serangan Amerika Serikat,” klaim juru bicara Pentagon Kapten Jeff Davis. “Apa pun yang terjadi di sana, itu bukan sesuatu yang dilakukan militer AS.”

“Kami tidak memiliki alasan untuk berada di Aleppo, itu bukan tempat sasaran kami,” kata Davis. Seorang pejabat pertahanan AS kemudian mengatakan kepada AFP bahwa Rusia adalah “tersangka utama” dalam serangan, di mana pasukan Rusia dan rezim Suriah berperang melawan koalisi pejuang Suriah.”

Warga Jarablus Berterima Kasih pada Pasukan dan Bantuan Kemanusian Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Warga Suriah kembali ke kota Jarablus Hari Kamis perasaan lega terpancar dari raut wajah mereka karena akhirnya bisa pulang, lansir World Bulletin, kamis (08/09/2016).

Setelah dibersihkan dari pasukan Islamic State (IS) oleh Operasi Euphrate Shield Turki, warga dari provinsi terdekat Gaziantep telah kembali ke rumahnya di Jarablus.

Warga berterima kasih kepada pasukan Turki atas keramahannya, banyak orang Suriah berharap akan ada perdamaian permanen sesegera mungkin.

Salah satu penduduk, Turki Cemal, tiba di Gaziantep pada tahun 2013. Ia mengatakan pada hari Kamis ia memutuskan untuk kembali ke Suriah bersama ibu dan saudara-saudaranya.

Cemal, yang kehilangan ayahnya dalam perang, mengatakan keluarganya berterima kasih atas dukungan dari orang-orang Turki dan kesempatan yang tersedia saat mereka berada di Turki.

“Terima kasih karena Turki telah menjinakkan tanah air kita dan mengurangi perang disini,” kata Cemal.

“Kami berterima kasih kepada Turki untuk semuanya. Kami senang. Kita bisa kembali ke rumah kami,” tambah Cemal.

Pengungsi Suriah lain bernama Hazune Ali mengatakan bahwa dia datang ke Turki dua tahun lalu saat suaminya berkontribusi terhadap perlawanan di Suriah.

Ali mengatakan keluarganya tinggal bersama orang-orang Turki dan mendapat bantuan negara.

“Kami berterima kasih kepada Turki,” katanya.

Operasi Perisai Efrat dimulai 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, membebaskan Jarabulus.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjasi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Polisi Irak Bentrok dengan Milisi Syiah Harakat al Nujaba di Baghdad

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Beberapa orang terluka hari Kamis ketika polisi Irak bentrok dengan anggota milisi Syiah yang didukung Iran di dekat ibukota, kata kedua belah pihak, lansir Al Arabiya News Channel Kamis (08/09/2016).

Bentrokan di Zaafaraniya, selatan Baghdad, melibatkan baku tembak yang berlangsung lebih dari dua jam antara pasukan polisi Irak dan milisi Syiah Harakat al-Nujaba.

“Bentrokan dimulai ketika polisi menahan seorang anggota Harakat al-Nujaba, yang pasukannya kemudian menyerang sebuah pangkalan polisi untuk membebaskannya,” kata seorang kolonel polisi.

Petugas mengatakan seorang polisi dan seorang warga sipil terluka dan menambahkan bahwa anggota senior milisi Syiah itu masih ditahan.

Harakat al-Nujaba adalah sebuah kelompok pecahan dari milisi Asaib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari organisasi paramiliter Syiah Hashed al-Shaabi yang tergabung dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Milisi Syiah Harakat al-Nujaba memberikan laporan yang sangat berbeda mengenai bentrokan dan mengatakan polisi bekerja sama dengan IS.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di media sosial, juru bicara Harakat al-Nujaba, Nasr al-Shammari, mengatakan bahwa salah satu sel intelijen mereka telah menangkap seorang komandan IS setelah “pelacakan selama tiga bulan yang bekerja sama dengan dinas Irak.”

Pasukan Nujaba kemudian berhenti di pos pemeriksaan dan meminta polisi untuk melaporkan ke basis terdekat dan secara resmi mencatat penangkapan itu.

“Ketika mereka tiba di basis, mereka menangkap milisi Nujaba dan membebaskan komandan IS,” tuduh Shammari.

Dia mengatakan milisi Nujaba yang tiba di basis kemudian ditembak oleh polisi, dan menambahkan bahwa tiga dari mereka terluka parah.

Shammari mengklaim insiden di Zaafaraniya itu merupakan bukti bahwa polisi berkolusi dengan IS dan bahwa “situasi di negara itu tidak akan stabil sampai aparat keamanan dibersihkan.”

Hashed al-Shaabi – dalam bahasa Arab berarti “mobilisasi populer” – secara formal berada di bawah wewenang perdana menteri Irak tetapi kenyataannya kesetiaan beberapa komponen mereka yang paling kuat pertama dan terutama adalah untuk Republik Syiah Iran.

Harakat al-Nujaba, yang dibentuk pada tahun 2013 dan dipimpin oleh Akram al-Kaabi, diyakini memiliki ikatan yang kuat dengan Syiah Hizbullah Lebanon yang mengambil bagian dalam operasi militer di Suriah.

 

Washington: Turki di Suriah Bersiap untuk Serang Raqqa

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Zona penyangga yang dibangun Turki di sepanjang perbatasan “sangat membantu” dalam memerangi Islamic State (IS) di dalam wilayah Suriah, juru bicara koalisi mengatakan pada hari Kamis (08/09/2016), lansir Anadolu Agency.

“IS kehilangan kebebasan untuk bergerak di daerah ini sehingga sangat mempengaruhi kemampuan IS untuk memperkuat pejuang mereka di Suriah dan Irak,” Kolonel Angkatan Udara John Dorrian mengatakan kepada wartawan melalui video conference dari Baghdad.

Langkah Turki untuk membangun sabuk keamanan di Suriah utara, bersama dengan serangan udara koalisi “membuat kondisi siap untuk pembebasan Raqqa, kota yang dipertimbangkan IS sebagai ibukota mereka,” kata Dorrian.

Kolonel menyebutkan komentar komandan baru pasukan koalisi pimpinan AS pada hari sebelumnya, Letnan Jenderal Stephen Townsend, yang mengatakan serangan Raqqa ditunda dengan adanya perselisihan antara Turki dan AS karena dukungan Pentagon untuk milisi YPG yang merupakan sayap militer PYD-PKK.

Ia menghindar untuk mengatakan sampai sejauh mana perselisihan yang ada antara kedua negara hingga menghentikan operasi untuk merebut kembali Raqqa yang ia yakini ada sekitar 1.000 pasukan IS.

Turki menolak klaim bahwa ada koordinasi antara militer Turki dan AS, karena Ankara menunjuk kelompok PYD dukungan AS afiliasi PKK di Suriah sebagai organisasi teroris.

Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik,mengatakan kepada wartawan di London bahwa ia mengatakan kepada Amerika, Ash Carter, bahwa operasi Raqqa harus melibatkan operasi darat Turki.

Menteri juga mengatakan kepada Carter bahwa Turki tidak bisa menerima jika PYD-PKK memperoleh wilayah di sekitar Raqqa dengan memanfaatkan keikutsertaannya dalam serangan itu.

29 Milisi Ekstremis PKK Tewas di Distrik Tenggara Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebanyak 29 anggota organisasi ekstrimis separatis komunis PKK telah dinetralisir dalam serangan udara di distrik pedesaan Cukurca di provinsi tenggara Hakkari sejak 6 September, militer Turki, lansir World Bulletin Kamis (08/09/2016).

Meskipun Staf Umum Turki tidak menentukan kelompok, organisasi ekstrimis separatis biasanya mengacu pada PKK.

Korban terbaru itu membawa jumlah total milisi yang dinetralkan di daerah menjadi 186 sejak operasi di sana dimulai awal bulan ini.

Semua jet tempur dan drone bersenjata yang terlibat kembali ke pangkalan mereka dengan aman setelah operasi.

Ketegangan tinggi di Turki tenggara sejak PKK – yang terdaftar sebagai organisasi ekstremis oleh Turki dan Internasional – melanjutkan operasi bersenjata puluhan tahun mereka pada bulan Juli tahun lalu.

Sejak itu, lebih dari 600 personil Turki telah tewas dan lebih dari 7.000 milisi ekstrimis PKK juga tewas.