Pasukan Irak Rebut Kota Qaraqosh, 13 Mil dari Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Militer Irak pada hari Senin merebut kembali kota Kristen Qaraqosh dekat Mosul dari Islamic State (IS), menurut seorang perwira tentara, Anadolu Agency melaporkan Senin (24/10/2016).

“Pasukan gabungan Irak telah melakukan operasi penyisiran di kota, yang benar-benar dievakuasi dari penduduk mayoritas Kristen di tahun 2014,” kata Mohammed al-Jubouri.

Qaraqosh terletak sekitar 20 kilometer (13 mil) di tenggara Mosul dan dianggap sebagai pintu masuk utama ke kota yang dikuasai IS.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi – mulai melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah menggelar kemajuan bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Al Shabab Rebut Kota di Somalia setelah Pasukan PBB Uni Afrika Ditarik Mundur

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Mujahidin al Shabab sekali lagi menguasai kota Somalia lainnya setelah ditinggalkan oleh pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika, menurut juru bicara kelompok dan seorang pejabat setempat, lansir Aljazeera, Ahad (23/10/2016).

Ini adalah ketiga kalinya faksi jihad yang berafiliasi al-Qaeda itu bergerak ke sebuah kota di wilayah tersebut setelah penarikan pasukan Ethiopia.

Pada hari Ahad, kontingen Ethiopia meninggalkan kota Halgan di wilayah Hiran, memungkinkan mujahidin al Shabab untuk segera masuk, Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al-Shabab mengatakan.

Jatuhnya Halgan dikonfirmasi oleh Dahir Amin Jesow, anggota parlemen dari daerah.

Alasan penarikan pasukan Uni Afrika tidak jelas. Para pejabat di Ethiopia tidak segera bersedia berkomentar.

Somalia telah terlibat dalam konflik dan pelanggaran hukum sejak awal 1990-an menyusul penggulingan diktator militer Mohamed Siad Barre.

Didukung oleh kekuatan Uni Afrika yang dikenal sebagai AMISOM, militer dan pemerintah pusat Somalia ini telah memperkuat cengkeraman mereka di Somalia tetapi operasi militer tanpa henti oleh al Shabab masih berlanjut.

Al Shabab ini secara teratur menyerang pasukan AMISOM, yang terdiri dari sekitar 22.000 tentara dan polisi dari negara-negara Afrika yang mendukung pemerintah dan tentara Somalia.

Mujahidin al Shabab bertujuan untuk mengusir pasukan AMISOM, menggulingkan pemerintah korup yang didukung Barat (AS dan Sekutunya) di Somalia dan ingin menegakkan Syariat Islam.

Puluhan Pasukan PYD yang Didukung Rezim Assad Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (23/10/2016), artileri dan roket peluncur milik rezim al-Assad yang ditempatkan di kota-kota Kevin dan Mayer, pedesaan utara Aleppo untuk mendukung pasukan Uni Demokrat Kurdi (PYD) selama pertempuran meletus hari ini dan kemarin melawan Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army), di dekat Tal Rifat.

Dua hari terakhir telah terjadi pertempuran antara faksi Euphrates Shield yang didukung oleh Angkatan Udara Turki, melawan milisi PYD dalam upaya merebut kembali kontrol atas Tal Rifat, kota yang diduduki oleh milisi PYD serta sekitarnya.

Wartawan ElDorar mengutip sumber-sumber militer dan menegaskan bahwa PYD hari ini mengumumkan pemakaman di kota Afrin bagi lebih dari 23 pasukan PYD yang tewas dalam pertempuran dengan Tentara Pembebasan Suriah, sementara tembakan artileri dan roket rezim al-Assad masih menargetkan kota Mare dan pinggirannya untuk mendukung PYD.

Operasi Perisai Efrat terpaksa dialihkan menuju kota Tal Rifat dan daerah sekitarnya setelah upaya PYD untuk menguasai desa-desa di Selatan Mare dan memotong kemajuan operasi menuju kota strategis al-Bab.

Mujahidin Suriah: Pertempuran Sengit untuk Patahkan Pengepungan di Aleppo Kembali Berkobar

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pertempuran sengit di kota Aleppo Suriah yang terbagi kembali meningkat, sehari setelah jeda “kemanusiaan” yang diumumkan Rusia berakhir, kelompok monitoring dan mujahidin Aleppo mengatakan.

Jet tak dikenal membombardir wilayah yang dikuasai mujahidin Suriah dan kelompok oposisi di bagian selatan-barat Aleppo pada hari Ahad (23/10/2016), Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights) mengatakan pada Aljazeera.

Al-Manar TV Lebanon, yang dijalankan oleh kelompok bersenjata Hizbullah aliansi Suriah, menyiarkan gambar tank dan pasukan mereka maju di bawah serangan berat di sepanjang punggung bukit di pedesaan Aleppo.

Para pejuang juga telah mengkonfirmasi pemboman di daerah kota yang dikuasai oposisi.

Shahba Press milik para ktivis melaporkan bahwa artileri rezim Nushairiyah menembaki lingkungan desa, Khan Touman, yang menghadap jalan raya yang menghubungkan Aleppo dan kota-kota yang dikuasai pemerintah di tengah negara.

Tapi seorang komandan dari kelompok oposisi moderat, Tentara Pembebasan Suriah, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan pejuang Suriah telah memukul mundur serangan itu dan menimbulkan “kerugian besar” pada pasukan rezim Syiah Assad.

Sementara itu, faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi juga telah meluncurkan serangan balik, menyerang distrik selatan al-Hamadaniyah yang dikuasai rezim. Belum ada korban dilaporkan sejauh ini.

Sebuah koalisi mujahidin Suriah utara terkemuka memperingatkan warga sipil di Aleppo untuk menjauh dari posisi pemerintah di seluruh kota, saat kelompok oposisi dan pasukan pro-rezim Assad bentrok di sepanjang pinggiran kota.

Yasser al-Yousef, seorang juru bicara kelompok Nour el-Din al-Zinki di Aleppo mengatakan operasi militer untuk mematahkan pengepungan rezim Assad dan sekutunya di kabupaten timur yang dikuasai para pejuang Aleppo itu telah datang.

Yousef mengatakan kami tidak akan menargetkan warga sipil di distrik yang dikuasai rezim Assad, tapi memperingatkan timbulnya kerusakan akibat operasi.

Pada hari Kamis, Rusia, sekutu militer utama Suriah, telah mengumumkan gencatan senjata 11 jam untuk memungkinkan warga sipil, pejuang kelompok oposisi dan orang-orang yang terluka untuk meninggalkan daerah timur Aleppo yang dikuasai mujahidin Suriah, dengan menjanjikan perjalanan yang aman.

Mereka kemudian memperpanjang gencatan senjata selama dua hari. Namun warga Aleppo dan para pejuang menolak tawaran itu.

Pejuang Suriah mengatakan tidak ada jaminan bahwa pengungsi yang terluka tidak akan ditangkap oleh pasukan rezim Syiah Assad dan tidak ada ketentuan untuk memasok bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang tersisa di wilayah tersebut.

Pasukan Peshmerga Kuasai Jalan Utama ke Mosul

NINIWE (Jurnalislam.com) – Pasukan Peshmerga Kurdi, pada hari Ahad (23/10/2016) kuasai jalan utama yang menghubungkan kota Irak utara Bashiqa ke kota Mosul yang dikuasai Islamic State (IS).

“Pasukan kami sekarang mengepung kota dari segala sisi setelah menguasai jalan utama antara Bashiqa dan Mosul,” kata petugas Peshmerga Shirzad Zajuli kepada Anadolu Agency, Ahad.

“Pasukan Kurdi sekarang berada 7 kilometer jauhnya dari kabupaten Mosul,” katanya.

Bashiqa, yang penghuninya kebanyakan Yazidi, terletak 12 km (8 mil) di timur laut Mosul.

Pekan lalu, militer Irak, didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul, benteng Daesh yang terakhir di Irak utara.

IS menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada pertengahan 2014 di negara itu.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh IS pada 2014. Namun, IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara dan sekutu-sekutunya telah bergerak bertahap di kota, dimana para pejabat di Baghdad bersumpah untuk merebut kembali akhir tahun ini.

 

Turki Tidak Ingin Mosul Jatuh ke Tangan Milisi Syiah atau Kurdi Peshmerga

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki melaporkan penggunaan milisi Syiah untuk membebaskan Mosul akan menimbulkan masalah besar bagi penduduk Sunni disana, dan menuntut pasukan Sunni yang telah mereka latih juga berperan dalam operasi Mosul, Aljazeera melaporkan, Ahad (23/10/2016).

Puluhan ribu pasukan, termasuk pasukan federal Irak dan Kurdi Peshmerga, ambil bagian dalam serangan itu.

“Ankara ingin terlibat. Turki mengatakan itu juga tanggung jawab Turki untuk memastikan bahwa Mosul tidak jatuh ke tangan pasukan Syiah atau milisi Kurdi Peshmerga,” kata wartawan kami.

Sementara itu, pasukan khusus Irak mendorong ke Kabupaten Hamdaniya, dari selatan.

Hamdaniya, yang dianggap sebagai pintu gerbang ke Mosul, adalah wilayah perumahan padat dengan penduduk lebih dari 60.000 orang sebelum diambil alih IS.

“Pasukan Irak sekarang di Hamdaniya, mulai bergerak menuju pusat kota,” kata Al Jazeera Zeina Khodr, melaporkan dari pinggiran Hamdiniya.

“Tapi ini akan menjadi pertempuran yang sangat sengit karena IS masih memiliki penembak jitu di daerah tersebut. Dan mereka masih menggunakan bom mobil.”

Sekitar 1,5 juta penduduk masih tetap terjebak di Mosul dan perkiraan skenario terburuk adalah hingga satu juta yang akan terluka dan tewas, menurut PBB. Badan-badan bantuan PBB mengatakan pertempuran sejauh ini telah memaksa sekitar 6.000 penduduk meninggalkan rumah mereka.

Pasukan Turki Mulai Menggempur Posisi IS di Dekat Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Turki telah mengkonfirmasi bahwa pasukannya telah menggempur posisi yang dikuasai oleh Islamic State (IS) di sebuah kota dekat Mosul setelah menerima permintaan bantuan dari milisi Peshmerga Kurdi.

Perdana Menteri Turki Binali Yildrim mengumumkan keterlibatan Turki hari Ahad (23/10/2016) dalam serangan militer di dekat Bashiqa, sebuah kota sebelah timur Mosul. Dia mengatakan bahwa Peshmerga Kurdi meminta bantuan Turki, lansir Aljazeera.

IS menguasai Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada tahun 2014. Sebuah pertempuran yang bertujuan untuk menghapus kelompok IS dari Mosul yang dimulai Senin lalu.

Peshmerga Kurdi maju ke Bashiqa setelah melancarkan operasi baru pada hari Ahad.

“Peshmerga telah dikerahkan untuk membersihkan wilayah Bashiqa dari Islamic State. Mereka meminta bantuan dari tentara kita di basis Bashiqa. Jadi kita membantu tank dengan artileri kami di sana,” kata Bildrim.665003303001_4651277229001_video-still-for-video-4646994646001

Turki memiliki tentara di pangkalan di Bashiqa, utara Mosul, di mana mereka telah membantu melatih pejuang Peshmerga dan Sunni Kurdi Irak.

Hubungan antara Ankara dan Baghdad tegang setelah Turki mengirim ratusan tentara ke wilayah Bashiqa untuk melatih pasukan Irak. Baghdad menyebutnya gerakan pelanggaran kedaulatan dan menuntut Turki mundur. Seruan tersebut diabaikan Ankara.

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari Erbil, mengatakan langkah terbaru Turki tersebut “sangat kontroversial.”

“Ini adalah sesuatu yang tidak diinginkan pemerintah federal di Baghdad – mereka sangat jelas tidak menginginkannya,” kata Dekker.

“Bahkan, Menteri Pertahanan AS Ash Carter berada di Baghdad kemarin. Dia bertanya kepada Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi apakah Turki harus terlibat, dan Abadi mengatakan ‘Tidak, terima kasih, kami akan melakukannya hanya dengan pasukan Irak.”

Militer Irak: Komandan Tinggi IS Terbunuh dalam Serangan Udara di Mosul

Niniwe (Jurnalislam.com) – Seorang pemimpin senior Islamic State (IS) terbunuh dalam serangan udara di kota Mosul, Irak utara, militer Irak mengatakan Ahad (23/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang pemimpin IS, Abu Osama, tewas ketika pesawat perang menyerang tempat persembunyiannya di kota Talasqaf, selatan Mosul.

“Dia dan sejumlah ajudannya tewas dalam serangan itu,” tambahnya.

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi, melancarkan serangan untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua Irak yang direbut oleh kelompok IS pada tahun 2014.

Tentara Irak, didukung oleh sekutu lokal di darat dan koalisi udara yang dipimpin AS, beberapa bulan terakhir telah merebut kembali banyak wilayah yang dikuasai oleh IS pada 2014. Namun, IS masih menguasai beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Dalam beberapa pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah bergerak bertahap di kota, dimana para pejabat di Baghdad bersumpah untuk merebut kembali akhir tahun ini.

HAM PBB: Pidanakan Kejahatan Perang di Suriah!

SURIAH (Jurnalislam.com) – Situasi di Aleppo merupakan kejahatan “proporsi bersejarah” yang dilakukan Rusia dan rezim Suriah, kata Kepala HAM PBB pada hari Jumat (22/10/2016), World Bulletin melaporkan.

“Pelanggaran dan kekejaman yang diderita oleh orang-orang di seluruh negeri, termasuk pengepungan dan pemboman Aleppo timur, tidak hanya merupakan tragedi, tapi mereka juga merupakan kejahatan proporsi bersejarah,” kata Zeid Ra’ad al-Hussein kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, Swiss, dalam sebuah pidato konferensi video.

“Ratusan ribu orang terjebak di 17 lokasi lain yang dikepung [di Suriah] oleh rezim dan sekutu mereka, menghadapi kekurangan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan dasar yang mengancam jiwa,” katanya.

“PBB mendokumentasikan Pelanggaran hukum kemanusiaan internasional oleh semua pihak di Aleppo. Serangan udara tanpa pandang bulu di bagian timur kota dilakukan oleh pasukan rezim dan sekutu mereka yang bertanggung jawab untuk mayoritas korban sipil, kemudian kelompok oposisi bersenjata membalas dengan menembakkan mortir dan proyektil lainnya ke lingkungan Aleppo barat.”

“Pelanggaran-pelanggaran ini merupakan kejahatan perang. Dan jika dilakukan secara sadar sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematis terhadap penduduk sipil, maka merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tambahnya.

Dia menyerukan situasi di Suriah dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional.

“Izin yang telah diberikan kepada rezim Suriah untuk berpartisipasi dalam pertemuan PBB dan berbicara tentang hak asasi manusia, adalah rasa malu untuk nilai-nilai yang membela masyarakat internasional,” Duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Mehmet Ferden Carikci, mengatakan kepada Anadolu Agency setelah sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Turki Bombardir Pasukan Kurdi Suriah yang Didukung AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan oposisi Suriah yang didukung oleh tank-tank Turki maju di bawah pemboman intens menuju kota utara utama di Suriah yang dikuasai oleh pasukan pimpinan Kurdi, lansir Aljazeera, Sabtu (22/10/2016).

Pertempuran antara pasukan yang didukung Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (Syria Democratic Forces-SDF) yang dipimpin Kurdi terkonsentrasi pada hari Sabtu dekat kota Tel Rifaat, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan.

Ahmad Aaraj – anggota Koalisi Demokrat Nasional Suriah, yang bersekutu dengan Kurdi – mengatakan tank-tank Turki melintasi perbatasan dekat kota Marea dan menuju Tel Rifaat.

Observatorium Suriah mengatakan 13 pasukan oposisi yang didukung Turki dan tiga pasukan SDF tewas.

Militer Turki campur tangan dalam perang Suriah mulai bulan Agustus untuk membersihkan daerah perbatasan dari pasukan Islamic State dan – dan pasukan Kurdi Suriah YPG yang didukung militer AS terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki.

Pasukan yang didukung Turki akan menekan ke kota al-Bab yang dikuasai IS di Suriah, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Sabtu, menekankan usaha Ankara untuk menyapu kelompok IS dan ektremis Kurdi Suriah dari wilayah dekat perbatasan.

Namun militer rezim Suriah mengatakan bahwa kehadiran pasukan Turki di tanah Suriah tidak dapat diterima, dan “merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang mencolok kedaulatan Suriah.”

Didukung oleh tank, pasukan khusus, dan serangan udara Turki, oposisi berperang di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah menyeberang ke utara Suriah pada bulan Agustus dan mengambil alih kota perbatasan Jarablus dari IS yang sebagian besar tanpa perlawanan.

Kelompok oposisi sejak itu memperpanjang kemenangan dan kini menguasai wilayah sekitar 1.270 kilometer persegi di Suriah utara.

Sementara fokus awal Turki adalah mengusir IS dari Jarablus, banyak upaya juga telah dihabiskan untuk menghentikan kemajuan militer Kurdi YPG-PYD yang didukung AS di Suriah.

“Mereka mengatakan, ‘Jangan pergi ke al-Bab’. Kita berkewajiban untuk pergi ke sana, kami akan pergi ke sana,” kata Erdogan dalam pidato di provinsi barat laut Bursa. “Kami harus mempersiapkan daerah dibersihkan dari teror.”

Erdogan juga mengatakan Turki akan melakukan apa yang diperlukan dengan mitra koalisinya di Raqqa Suriah – benteng utama IS di negara itu – tetapi tidak akan bekerja sama dengan pasukan Kurdi Suriah YPG- PYD.

Perbedaan atas Suriah telah menyebabkan jarak antara sekutu NATO, Turki dan Amerika Serikat. Washington adalah pendukung milisi YPG Kurdi Suriah, dan menganggapnya sebagai mitra yang efektif dalam perang di Suriah.