Jaysh al Islam Hadang Pasukan Assad di Pinggir Damaskus, Tewaskan Puluhan Serdadu

DAMASKUS (Jurnalislam.com)Jaysh al Islam pada Senin pagi menggagalkan upaya pasukan al-Assad yang mencoba maju ke posisi oposisi yang terletak di speedway internasional Damaskus-Homs, menewaskan dan melukai barisan Assad, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (31/10/2016).

Kantor Media Jaysh al Islam melaporkan bahwa pejuangnya membunuh sedikitnya sepuluh pasukan rezim Assad, dan melukai beberapa orang lainnya.

Pertempuran sengit masih berlangsung di pinggiran daerah “Tal Kerdi” di Timur Ghouta saat faksi mujahidin berusaha untuk mendapatkan kembali kontrol wilayah itu setelah pasukan Nushairiyah Assad sempat merampasnya pada hari Ahad.

Serangan militer yang dilakukan oleh pasukan Assad dan milisi Syiah pendukungnya terjadi selama beberapa bulan terakhir di Timur Ghouta, yang menyebabkan hilangnya beberapa daerah.

 

Sebentar lagi AS akan Pimpin Serangan ke Raqqah Bersama PYD, Turki Menentang

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Koalisi anti-IS yang dipimpin AS berencana meluncurkan operasi dalam beberapa pekan untuk mengisolasi kota Raqqa Suriah saat serangan di Mosul, Irak, terus berlangsung, Pentagon mengatakan Senin, lansir Anadolu Agency Senin (31/10/2016).

“Kita semua merasa penting untuk menjaga tekanan pada IS saat ini ketika mereka merasa panas di Mosul,” juru bicara Peter Cook mengatakan. “Upaya untuk membebaskan Raqqah akan dimulai, seperti dikatakan sekretaris [Menteri Pertahanan Ash Carter], dalam hitungan pekan.”

Menanggapi pertanyaan tentang perselisihan antara Turki dan AS mengenai operasi Raqqah, Cook mengatakan Ankara dan Washington akan berusaha memecahkan cara untuk bergerak maju dengan mencabut IS dari ibukota Khilafah yang mereka nyatakan sendiri di Suriah.

Pekan lalu Carter mengatakan bahwa ada kebutuhan segera untuk mengisolasi Raqqah dan AS akan menggunakan kekuatan lokal di darat, termasuk militan PKK/PYD.

Tapi Ankara menentang keterlibatan afiliasi kelompok teror PKK seperti PYD dan sayap militernya, YPG, dalam operasi itu.

Wakil Perdana Menteri Turki dan juru bicara pemerintah Numan Kurtulmus kepada wartawan di Ankara mengatakan bahwa pemerintahnya menyarankan menggunakan orang Arab Sunni lokal dalam operasi dan untuk memegang wilayah.

Dia juga menyarankan bahwa operasi Raqqah harus diluncurkan setelah Mosul dibersihkan dari IS.

Meskipun Washington dan Ankara mengungkapkan perbedaan posisi, Cook mengatakan Turki dan AS berada pada tujuan yang sama, mencatat “percakapan sedang berlangsung” antara kedua negara.

Memberi info terbaru kepada wartawan tentang operasi melawan IS di Irak, Cook mengatakan bahwa di beberapa tempat pasukan Irak berada dalam jarak kurang dari 1 kilometer dari Mosul.

Setelah Desa Terakhir Dikuasai, Pasukan Gabungan Irak Siap Memasuki Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan gabungan Irak bersiap memasuki Mosul dalam serangan untuk melawan kelompok Islamic State (IS) setelah menyapu desa terakhir di ujung timur kota tersebut pada hari Senin, Aljazeera melaporkan Senin (31/10/2016).

Pasukan mengatakan mereka menangkis bom mobil tanpa kehilangan seorang prajurit pun.

Kendaraan lapis baja mengeluarkan tembakan dari mortir dan senjata ringan saat mereka bergerak di desa Bazwaya dalam serangan yang dimulai pada waktu fajar, sementara artileri dan serangan udara menghantam posisi IS. Menjelang malam, pertempuran berhenti dan unit mengambil posisi kurang dari satu mil dari perbatasan timur Mosul dan sekitar 5 mil (8 kilometer) dari pusat, dua minggu menjelang serangan untuk merebut kembali kota kedua terbesar Irak tersbut.

“Kami akan segera memasuki kota Mosul dan membebaskannya dari IS,” kata Brigadir Jenderal Haider Fadhil dari pasukan khusus Irak.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 20 pasukan IS terbunuh sementara pasukannya hanya satu orang yang menderita luka ringan akibat terjatuh.

Tiga pembom mobil mencoba menghentikan sebelum tentara Irak mengambil alih Bazwaya, tapi pasukan Irak menghancurkan mereka, katanya. Militer mengatakan unit lain, Divisi 9, telah bergerak menuju Mosul dan berada sekitar 5 kilometer (3 mil) dari pinggiran timur, lingkungan Gogjali.

Pada satu titik, sebuah Humvee yang dikemas dengan bahan peledak melaju kencang dan mencoba menghentikan pasukan, tapi tentara Irak melepaskan tembakan, meledakkan Humvee itu. Gumpalan asap naik dari posisi IS yang terkena artileri dan serangan udara yang militer katakan berasal dari koalisi pimpinan AS.

TV Negara menggambarkan operasi itu sebagai “pertempuran penting” untuk mengambil kota, yang dirampas oleh IS dari kekuatan Irak pada tahun 2014.

mosul-diserang-pasukan-iarak

Beberapa warga menggantungkan bendera putih pada bangunan dan jendela sebagai tanda mereka tidak akan menolak pasukan pemerintah, kata Mayor Salam al-Obeidi, anggota operasi pasukan khusus di Bazwaya. Dia mengatakan pasukan meminta warga untuk tinggal di rumah mereka saat pasukan Irak bergerak melalui jalan-jalan – sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan pelaku bom bunuh diri.

Atap beberapa bangunan runtuh akibat serangan udara. Tentara memperkirakan ratusan keluarga berada di desa, tapi beberapa memberanikan diri keluar.

Sejak 17 Oktober, pasukan Irak dan sekutu Kurdi mereka, pasukan Sunni dan milisi Syiah telah berkumpul di Mosul dari segala arah. Memasuki Gogjali bisa menjadi awal dari kerja keras baru bagi pasukan, karena mereka akan dipaksa untuk terlibat dalam pertempuran sulit dari rumah-ke-rumah di daerah perkotaan. Operasi ini diharapkan berlangsung beberapa minggu, jika tidak beberapa bulan.

Pasukan Irak telah membuat kemajuan yang tidak merata. Kemajuan berjalan lambat di selatan kota, dengan pasukan pemerintah masih berada dalam jarak 20 mil (35 kilometer).

Militer AS memperkirakan IS memiliki 3.000-5.000 pasukan di Mosul dan 1.500-2.500 lain di sabuk pertahanan luarnya. Jumlah ini mencakup sekitar 1.000 pasukan asing.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi muncul di televisi pemerintah pada hari Senin mengenakan seragam tempur dan mendesak IS di Mosul untuk menyerah.

“Kami akan mengepung IS dari semua sudut dan, In sya Allah, kita akan memotong kepala ular,” katanya saat mengunjungi pasukan di kota Syura, selatan Mosul. “Mereka tidak akan memiliki jalan keluar, dan tidak ada cara untuk melarikan diri … Entah mereka mati, atau menyerah,” kata Abadi.

Pada hari Ahad, ribuan pasukan berbondong-bondong bergabung dengan milisi Syiah yang didukung Iran untuk memotong Mosul dari barat. Dalam serangkaian serangan balasan selama seminggu terakhir, bom meledak di lima lingkungan yang sebagian besar Syiah Baghdad.

“Ini akan menjadi pertarungan yang sulit,” kata reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari timur Mosul. “Berbicara kepada komandan di lapangan, mereka akan memberitahu Anda bahwa pertempuran itu bisa berlangsung berpekan-pekan, dan mungkin bahkan berbulan-bulan.”

Dua Koalisi Besar Faksi Jihad Suriah Bergabung, Luncurkan Serangan Baru di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Cabang resmi Al Qaeda yang merubah namanya di Suriah dan sekutu jihad al Qaeda telah berjuang bersama faksi jihad dan oposisi lainnya dalam serangan untuk mematahkan pengepungan rezim Assad dan sekutunya di Aleppo. Operasi militer ini ditujukan bagi pasukan rezim Bashar al Assad, serta milisi syiah pendukung Assad yang didukung mitra Rusia dan Iran, The Long War Journal melaporkan, ahad (30/10/2016).

Tak lama setelah Jabhah Nusrah, cabang regional Al Qaeda, berganti nama menjadi Jabhat Fath al Syam (Pasukan Penaklukan Syam) pada akhir Juli, para pejuang oposisi melancarkan operasi besar-besaran untuk menerobos kepungan rezim Nushairiyah Assad di Aleppo.

Sebelumnya para mujahidin berhasil memperoleh beberapa kemenangan awal, namun sumbu Assad-Rusia-Iran masih memiliki beberapa wilayah yang mereka ambil kembali di kota. Kini jihadis Sunni, Islam dan pejuang oposisi lainnya mencoba untuk mendobrak sekali lagi dengan kekuatan besar.

Pertempuran ini dipimpin oleh kelompok-kelompok yang tergabung dalam dua koalisi yang sama-sama berusaha mematahkan pengepungan awal tahun ini: Jaysh al Fath (Army of Conquest) dan Fatah Halab (Aleppo Conquest). Dua lusin atau lebih faksi jihad dan oposisi dimiliki atau bersekutu erat dengan koalisi ini. Banyak organisasi konstituen di setiap aliansi telah merilis video dan foto pertempuran di halaman media sosial kelompok.

Jaysh al Fath dibentuk oleh Jabhah Nusrah, Ahrar al Syam, dan organisasi lainnya pada awal 2015. Koalisi maujahidin ini dengan cepat menyapu kota Idlib dan daerah sekitarnya dalam hitungan pekan. Jaysh al Fath telah menyebabkan beberapa pertempuran lain di seluruh Suriah, dengan Jabhah Nusrah (sekarang Jabhat Fath Al Syam, atau JFS) dan Ahrar al Syam selalu memimpin. Ahrar al Syam mengikuti gaya Taliban dan memiliki link sendiri dengan Al-Qaeda.

Pembom istisyhad yang dikirim oleh JFS dan Partai Turkistan Islamic (TIP), yang merupakan kelompok lain berafiliasi pada al Qaeda, memainkan peran kunci dalam pertempuran awal. JFS telah men-tweeted foto dan video dua dari “pejuang syahid”, salah satunya adalah warga negara Mesir dan lainnya Saudi. Keduanya mengendarai kendaraan penuh alat peledak improvisasi (VBIEDs) ke arah posisi pasukan rezim Assad dan sekutunya, JFS juga menggunakan pesawat tak berawak untuk merekam ledakan besar yang disebabkan oleh VBIED mereka.

TIP, yang didominasi jihadis Uighur, juga telah merilis foto dan video tiga pejuang syahid. Dua dari tiga pelaku bom martir tersebut adalah orang Turki, sementara yang ketiga rupanya berasal dari Cina barat. Ketiganya mengarahkan VBIEDs mereka ke dalam proyek apartemen 1070 di Aleppo. Terjadi pertempuran sengit di kompleks apartemen tersebut sejak awal bentrokan.

Ahrar al Syam dan Ajnad al Syam, keduanya milik aliansi Jaysh al Fath, telah merilis beberapa gambar dan infografis Aleppo.

Faksi jihad lain yang terkait dengan jaringan al Qaeda, seperti Ansar al Din dan Ansar al Islam, telah memberikan kontribusi pejuang dan senjata.

Gerakan Nur al Din-al-Zanki, juga berjuang di bawah bendera Fatah Halab selama pertempuran terakhir untuk Aleppo. Zanki, salah satu kelompok oposisi terkuat dalam kota, adalah anggota kunci dari Fatah Halab dan menerima dukungan internasional di masa lalu, termasuk rudal anti-tank TOW buatan Amerika. Tapi Zanki memutuskan untuk secara resmi bergabung dengan aliansi Jaysh al Fath setelah Jabhah Nusrah diluncurkan kembali sebagai JFS pada akhir Juli. Zanki memang mendukung reposisi Jabhah Nusrah ini. Hal ini tidak mengherankan karena Zanki dan Nusrah telah lama saling bekerja sama di Aleppo.

Selama serangan baru diluncurkan, Zanki menggunakan watermark Jaysh al Fath pada media resminya, sehingga menyoroti perannya dalam aliansi.

Pada bulan Agustus, Jaysh al Fath memberi nama serangan di Aleppo “Battle of Ibrahim al Youssef.” Pada tanggal 16 Juni, 1979, sebuah kisah sejarah Youssef membantai kadet Alawit di sekolah artileri kota. Pembunuhan itu oleh Ikhwanul Muslimin Suriah, atau sebuah cabang dari organisasi Islam.

Jaysh al Fath mengatakan serangan saat ini adalah “The Battle of Hero Martyr Abu Omar Saraqib.” Saraqib adalah “komandan umum” Jaysh al Fath sebelum syahidnya pada bulan September. Para jihadis melaporkan bahwa Saraqib gugur pada serangan koalisi pimpinan AS, mengatakan bahwa pesawat tempur itu menargetkan ruang operasi yang bertanggung jawab untuk membongkar pengepungan Aleppo.

Para pengusaha kaya dari seluruh wilayah telah memberikan kontribusi dana yang signifikan untuk operasi, menurut Dr. Abdullah Mohammed al Muhaysini, ulama al Qaeda yang merupakan ulama paling senior di Jaysh al Fath. Dalam video yang dirilis pada salah satu feed Twitter resminya, Syeikh Muhaysini menyebutkan pengusaha di Suriah, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi telah menyumbang para jihadis. Di akhir video yang sama, Syeikh Muhaysini mengawasi peluncuran 100 “Elephant Rockets,” yang katanya bisa terwujud dari bantuan dermawan kaya Jaysh al Fath.

Selama jam pertama pertempuran, mujahidin JFS asal Belanda yang dikenal sebagai Abu Saeed al Halabi tweeted, “JFS dan faksi-faksi lainnya menyiapkan serangan ini dengan sangat rinci dan melakukan sinkronisasi pasukan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dia menambahkan, “JFS berperan dalam mempersiapkan serangan ini dan akan menyumbang sebagian besar sumber daya dan pejuang inghimasi. Pejuang Inghimasi adalah jihadis yang bersedia untuk mati dalam pertempuran. Pejuang gerilya ini terlatih menyerbu beberapa posisi selama pertempuran di Aleppo.

Pada bulan Juli, amir JFS, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, menunjukkan wajahnya untuk pertama kalinya saat ia mengumumkan bahwa organisasinya tidak lagi dikenal sebagai Jabhah Nusrah. Syeik Jaulani berpakaian seperti Syeikh Usamah bin Laden dan duduk di samping salah satu letnan lama Syeikh Ayman al Zawahiri saat ia membaca pengumuman. Sekarang Syeikh Jaulani telah menunjukkan wajahnya, JFS mampu mempromosikan perannya dalam perang jihadis. JFS memang merilis tiga foto yang diambil selama pertemuan Jaulani dengan komandan militer mengawasi pertempuran Aleppo.

Koalisi Fatah Halab di Aleppo dibentuk pada tahun 2015. Koalisi ini didirikan oleh lebih dari dua lusin organisasi pejuang oposisi, termasuk Gerakan Nur al Din-al-Zanki, Front Levant, kelompok-kelompok Islam lain dan kelompok oposisi moderat yang menggunakan nama Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Faylaq al Sham (Sham Legion), yang merupakan faksi jihad Islam, bertempur sebagai bagian dari Fatah Halab, tetapi juga telah bergabung dalam operasi Jaysh al Fath di Idlib dan Aleppo.

Pada pendiriannya, Fatah Halab secara eksplisit mengecualikan Jabhah Nusrah. Tetapi beberapa kelompok pendiri Fatah Halab, termasuk Gerakan Nur al Din al-Zanki, telah lama bekerja dengan Jabhah Nusrah.

Beberapa kelompok konstituen Fatah Halab ini telah menghasilkan berita pertempuran di Aleppo. Beberapa organisasi yang menggunakan nama FSA telah memposting video pejuang mereka menembakkan rudal anti-tank TOW buatan Amerika ke arah pasukan rezim Assad. Salah satu organisasi ini, Divisi Sultan Murad, berjuang di lingkungan Zahraa di Aleppo Barat. Situs web resmi Sultan Murad termasuk beberapa video orang-orang menembakkan rudal TOW dalam dua hari terakhir.

Kelompok lain yang menggunakan nama FSA dan menggunakan TOWS selama pertarungan adalah Fastaqem Union (FKO Union), yang menggambarkan dirinya sebagai “salah satu faksi paling efektif di Suriah,” yang bertujuan “untuk menggulingkan rezim Al-Assad dan membangun negara bebas dan demokratis untuk semua warga Suriah.” Free Idlib Army juga menggunakan TOWS.

Proyek apartemen 3000 di Aleppo adalah salah satu medan perang utama. Anggota koalisi Jaysh al Fath dan Fatah Halab berjuang berdampingan di daerah itu. Koalisi Fatah Halab seperti Front Levant, the Authenticity and Development Front, dan Uni FKO memberikan kontribusi pasukan. Sementara itu, Jaysh al Fath meluncurkan bom martir di kompleks, sambil juga menembakkan roket dan mengirimkan pejuang.

Kelompok anggota Fatah Halab lainnya di pertempuran Aleppo meliputi: 1st Regiment, the Central Division, dan Jaysh al Islam, juga kekuatan Islam yang berjuang di luar Damaskus.

Beberapa hari kedepan akan membuktikan upaya para faksi jihad dalam pertempuran besar Aleppo.

Turki akan Gempur Milisi Syiah yang Beroperasi di Mosul jika Serang Warga Sunni

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki memperingatkan akan melakukan intervensi serangan jika milisi Syiah yang bertempur lawan IS di Mosul melakukan kekejaman pada warga Sunni di kota Irak utara tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Ahad (30/10/2016) mengatakan Ankara – yang militer-nya sudah hadir di Irak – akan bertindak tegas jika pasukan Syiah dari Unit Mobilisasi Populer (the Popular Mobilisation Units-PMU) menyalahgunakan warga sipil dalam operasi mereka di kota Tal Afar, lansir Aljazeera Ahad.

PMU yang juga dikenal sebagai milisi Syiah Hashid Shaabi, adalah organisasi payung paramiliter yang didominasi milisi Syiah yang didukung oleh Iran. Erdogan mengatakan pasukan Turki akan melangkah jika milisi Syiah “melepaskan teror” di Tal Afar, yang sedang mereka siapkan untuk direbut dari IS.

Tal Afar dihuni oleh Turkmen – sebuah kelompok etnis dengan hubungan budaya dan sejarah kuat dengan Turki.

“Tal Afar adalah masalah yang sangat sensitif bagi kami. Kami pasti tidak menganggap positif [keterlibatan milisi Syiah] di Tal Afar dan Sinjar,” kata Erdogan.

“Tapi kalau Hashid Shaabi meneror daerah tersebut, respon kita akan berbeda.”

Parlemen Turki bulan lalu memperpanjang pengerahan sekitar 2.000 tentara di Irak utara untuk operasi militer.

Ankara telah berulang kali memperingatkan tentang risiko konflik sektarian jika milisi Syiah diperbolehkan untuk masuk ke Mosul yang mayoritas dihuni Sunni.

Di bagian lain Irak yang telah direbut kembali dari IS – seperti Fallujah dan Ramadi – ada dugaan pasukan Syiah menganiaya warga sipil Sunni.

Meskipun melapor secara resmi kepada Perdana Menteri Haidar al-Abadi, koalisi milisi Syiah sebagian besar terdiri dari kelompok yang dilatih oleh Iran. Mereka memiliki hubungan dekat dengan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Syiah Iran Quds Brigade, bagian dari ekstra-teritorial Pengawal Revolusi Iran.

Soleimani terlihat melakukan perjalanan ke garis depan di sekitar Mosul pekan lalu.

Ada rasa kebencian di antara beberapa pasukan Syiah di medan perang pada hari Ahad bahwa Syiah PMU telah salah diartikan dan pengorbanan mereka tidak dihargai.

“Kami bertempur untuk membantu orang-orang kembali ke desa mereka dan mereka menyebut kita milisi,” kata Ali Khiali, seorang anggota berusia 40 tahun yang berafiliasi dengan Organisasi Badr. “Apakah itu adil?”

Pengibaran bendera Syiah oleh milisi Syiah dan juga beberapa tentara dan polisi unit reguler di wilayah sekitar Mosul yang sebagian besar Sunni telah menjadi pusat keprihatinan bagi pejabat lokal. Tapi koalisi belum mengaitkan operasi mereka yang dimulai pada 17 Oktober dengan insiden Sunni-Syiah.

Karim al-Nuri, anggota sebuah faksi Syiah PMU, dan Jaafar al-Husseini, juru bicara Brigade Syiah Hizbullah, anggota kelompok yang lain, mengatakan total sekitar 15.000 pasukan Syiah berpartisipasi dalam pertempuran untuk Mosul.

Militer Irak menegaskan ada lebih dari total 40.000 pejuang anti-IS, termasuk unit tentara, polisi militer, dan pasukan khusus.

Mengantisipasi serangan terhadap Tal Afar, pasukan Islamic State telah memperkuat kota dalam 48 jam terakhir, kata seorang pejabat keamanan Irak.

Dua gelombang bala bantuan telah dikerahkan, termasuk kader yang telah berjuang di negara tetangga Suriah dan memiliki pengalaman dalam menggunakan rudal anti-tank.

“Laporan-laporan intelijen menunjukkan bahwa kelompok IS telah memasukkan sistem rudal TOW ke Tal Afar. Mereka jelas melakukan persiapan untuk pertempuran yang lama dan berlarut-larut,” kata pejabat dari pusat komando operasi militer provinsi kepada kantor berita Reuters.

Komentarnya tidak bisa diverifikasi secara independen tetapi penduduk Mosul, berbicara kepada Reuters melalui telepon, mengatakan bahwa kerabat mereka di Tal Afar melaporkan melihat peningkatan jumlah pasukan IS di kota, beberapa dari mereka berpatroli dengan sepeda motor.

Sejak maju menuju Tal Afar pada hari Sabtu, pasukan Syiah Mobilisasi Populer telah mengambil alih beberapa desa.

Sementara itu, Peshmerga Kurdi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad bahwa mereka telah membersihkan sedikitnya 28 desa utara dan timur Mosul sejak awal serangan.

“Pasukan Peshmerga telah membersihkan lebih dari 500 kilometer persegi dari IS,” katanya, dan menambahkan mereka “telah melancarkan serangan yang menghancurkan terhadap IS, dan membunuh puluhan”.

12 Pasukan AS Tewas dan 2 Tank Hancur di Pangkalan Udara Bagram

PARWAN (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan martir dilakukan oleh Abdullah Khosti di pintu masuk ketiga pangkalan udara Bagram menewaskan 12 penjajah Amerika dan melukai sejumlah personel AS Senin malam, Al Emarah News melaporkan Rabu (26/10/2016).

Abdullah, seorang Mujahid tak kenal takut dari skuad martir Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengendarai kendaraan mobil penuh peledak dan menabrak pintu masuk ketiga pangkalan udara sekitar pukul 8:00 malam, menghancurkan dua tank lapis baja berkeping-keping dan menghancurkan pos pemeriksaan keamanan di pintu masuk.

Menurut informasi awal minimal 12 penjajah AS tewas dan banyak lainnya terluka dalam operasi yang akurat dan telah direncanakan sebelumnya tersebut.

Serangan martir kemarin terjadi sehari setelah 4 agresor Amerika tewas di provinsi Khost dengan tambahan 4 lainnya juga tewas di provinsi Helmand selatan, melonjakkan jumlah pasukan pendudukan AS yang tewas menjadi 20 selama tiga hari terakhir.

Mujahidin Imarah Islam akhir-akhir ini memakai strategi untuk menargetkan pangkalan dan safe havens militer AS untuk memastikan korban di pihak pasukan AS-NATO saja.

Pertempuran Mosul: Pasukan Irak Evakuasi 1.000 Lebih Warga Sipil dari Garis Depan

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan khusus Irak telah memindahkan lebih dari 1.000 orang dari desa-desa dekat garis depan pertempuran untuk merebut kota Mosul dan sekitarnya yang dikuasai Islamic State (IS), kata para pejabat, Aljazeera melaporkan, Rabu (26/01/2016).

Haider Fadhil, mayor jenderal pasukan khusus, mengatakan warga Tob Zawa dan desa-desa lainnya dibawa ke sebuah kamp di wilayah terdekat Khazer untuk keselamatan mereka.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan sekitar 9.000 orang telah mengungsi sejak operasi untuk merebut Mosul dimulai pada 17 Oktober.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Erbil, mengatakan: “Hingga satu juta warga sipil diyakini terjebak di dalam Mosul. Memastikan keselamatan mereka sama menantangnya seperti mengalahkan IS.”

IS menguasai kota pada tahun 2014. Mosul sekarang menjadi benteng terbesar IS di Irak.

Pasukan khusus melakukan operasi pembersihan di daerah yang telah direbut kembali dari IS di sebelah timur kota, di mana tentara menemukan sebuah jaringan terowongan luas yang digunakan oleh IS untuk memasukkan dan mengeluarkan pasukan dan persediaan dengan sepeda motor, kata Mayor Salam al-Obeidi.

pertempuran-mosul-pasukan-irak-evakuasi-1-000-lebih-warga-sipil-dari-garis-depan

Di sebelah selatan Mosul, komandan Irak lain mengatakan IS telah menarik diri dari kota Shura menuju kota, mengambil warga sipil untuk digunakan sebagai perisai manusia dan meninggalkan peledak booby-traps untuk memperlambat pergerakan pasukan Irak.

“Ini desa-desa kecil yang sekunder bagi mereka, Mosul jauh lebih penting,” kata Brigadir Jenderal Alaa Mehsin, dari Divisi 15 tentara Irak. “Mereka tidak ingin membuang-buang energi mereka.” Dia mengatakan sejumlah kecil pasukan dan warga sipil yang masih berada di dalam kota.

Juga pada Rabu, Kurdi Peshmerga menguasai desa barat Bashiqa – kota utama di utara Mosul – setelah dua hari terlibat bentrokan dengan IS.

Jenderal Peshmerga Bahram Yassin mengatakan IS menggunakan bom mobil, bahan peledak dan terowongan, serta drone yang dilengkapi dengan bom kecil untuk menyerang posisi pasukan.

Sementara itu, sumber mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tujuh pasukan IS dan tiga warga sipil tewas dalam serangan udara AS di utara Mosul.

Komplotan Syiah Hizbullah Libanon Tewas Dihajar Rudal Anti Tank di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sekelompok militan Syiah Hizbullah Libanon tewas pada Selasa di daerah “Bukit Uhud” di Aleppo selatan ditargetkan dengan rudal anti-tank (anti-tank missile – ATM), ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (26/10/2016).

Mereka tewas seketika saat rudal anti-tank tipe “Kornet” menghantam target yang ada di dekat mereka, “Fastaqem Union” belum melaporkan jumlah tewas namun mengaku bertanggung jawab.

Serangan terbaru ini membuat Hizbullah kehilangan banyak pasukan yang tewas di Aleppo lebih dari 20 hanya sejak awal bulan ini, di mana milisi mereka menetap dalam daerah dengan intensitas yang lebih besar di pedesaan selatan Provinsi.

Di lingkungan garis depan Aleppo yang dikepung, pasukan Syiah Nushairiyah Assad dan milisi sekutu mereka menderita kerugian besar selama dua hari terakhir, yaitu kehilangan 24 pasukan serta lima anggota Hizbullah lainnya juga ditangkap di garis depan Salahuddin, Amiriyah dan Karm al-Jabal.

 

Roket Jet Tempur Rusia Hantam Pintu Masuk Sekolah di Idlib, 26 Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 26 warga sipil, termasuk 22 anak-anak, tewas ketika serangan udara menghantam sebuah sekolah dan daerah sekitarnya di provinsi Idlib barat laut Suriah, kata sebuah kelompok pemantau.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan udara, diyakini dilakukan oleh pesawat Rusia, menargetkan desa Hass, termasuk kompleks sekolah, lansir Aljazeera, Rabu (26/10/2016).

“Anak-anak yang tewas adalah siswa sekolah tersebut dan pesawat penyerang diyakini milik Rusia,” kata Rami Abdel Rahman, kepala the Observatorium yang berbasis di Inggris itu.

Serangan menghantam desa sekitar pukul 11:30 (08:30 GMT), aktivis oposisi Idlib Media Centre, mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Salah satu roket menghantam pintu masuk sekolah saat siswa beranjak pulang ke rumah, setelah administrasi sekolah memutuskan untuk mengakhiri kelas hari itu karena serangan,” kata aktivis tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama.

The Observatorium ini awalnya melaporkan dua sekolah terkena serangan tetapi kemudian mengklarifikasi bahwa itu adalah sebuah kompleks sekolah yang terdiri dari beberapa bangunan.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat karena beberapa dari yang terluka dilaporkan berada dalam kondisi kritis, kata aktivis.

sekolah-di-idlib

Sebuah laporan di TV rezim Suriah mengutip sumber militer yang mengatakan sejumlah pejuang telah tewas ketika posisi mereka di Hass menjadi sasaran.

Provinsi Idlib dikendalikan oleh Jaysh al fath (Army of Conquest), aliansi mujahidin Suriah termasuk Jabhat Fath al Syam, yang berganti nama dari Jabhah Nusrah setelah putus hubungan dengan Al Qaeda awal tahun ini.

Provinsi ini mengalami peningkatan pemboman dalam beberapa pekan terakhir, menurut The Observatorium.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu mereka Rusia telah dikritik oleh kelompok hak asasi karena melakukan serangan membabi buta terhadap infrastruktur sipil.

Pada hari Senin, lebih dari 80 organisasi bantuan dan hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch, CARE International dan Refugees International (Pengungsi Internasional), mendesak negara-negara anggota PBB untuk mengeluarkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia yang berbasis di Jenewa karena operasi militernya di Suriah.

Lebih dari 450.000 orang tewas sejak konflik Suriah meletus pada Maret 2011.

Al Shabab Serang Pangkalan Militer Uni Afrika dengan Bom Mobil

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Seorang pembom mengarahkan kendaraan sarat dengan bahan peledak ke sebuah pangkalan militer Uni Afrika di Somalia tengah, menurut seorang pejabat keamanan Somalia.

Serangan hari Selasa (25/10/2016) di Beledweyne tersebut diklaim oleh kelompok bersenjata Somalia, mujahidin al-Shabab, Aljazeera melaporkan.

“Serangan bom mobil yang menargetkan pangkalan militer Djibouti terjadi di Beledweyne Barat,” kata Abdullah Ibrahim, seorang pejabat militer setempat.

Sebuah serangan militer diluncurkan pada tahun 2014 oleh pasukan Uni Afrika dan tentara Somalia mendorong afiliasi al Qaeda, al-Shabab keluar dari pusat strategis utama.

Meski begitu, Al Shabab, tetap memegang kekuasaan atas sebagian besar negara Afrika, masih mengendalikan beberapa daerah pemukiman dan pedesaan.

Somalia telah terlibat dalam konflik dan pelanggaran hukum sejak awal 1990-an menyusul penggulingan Mohamed Siad Barre.

Dibantu oleh pasukan Uni Afrika yang dikenal sebagai AMISOM, militer dukungan AS dan pemerintah pusat Somalia ini telah memperketat cengkeraman mereka di negara tetapi operasi militer oleh al-Shabab terus berlanjut.