Ustadz Harits Abu Ulya: Kekuatan Akidah dan Kesadaran Politik Umat Penggerak Utama Aksi Bela Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Ustadz Harits Abu Ulya mengatakan kekuatan akidah dan moral menjadi penggerak utama aksi bela Islam II pada 4 November lalu. Hal ini menjadi sebuah cerminan bahwa kesadaran politik rakyat mulai tumbuh baik.

Menurutnya ada determinasi energi keyakinan yang membuat mereka bergerak swadana dan tidak peduli dengan soal kepentingan politik pemilihan kepala daerah (Pilkada). Harits mengatakan hanya orang yang terlibat intens dalam people power tersebut ini yang mengetahui seluk-beluk gerakan aksi 4 November.

“Penilaian yang dangkal sekali jika melihat isi orasi dari video aksi 4 November ditemukan frase gulingkan Jokowi, kemudian disimpulkan target aksi 4 November adalah kudeta. Ini yang namanya oversimplikasi (terlalu menganggap sederhana) akut,” ujarnya, Selasa (8/11).

Harits sendiri telah beberapa kali terlibat aksi dan sering menjadi orator. Menurutnya, terkadang seseorang dalam situasi dan kondisi aksi yang memanas bisa saja tiba-tiba mengeluarkan amunisi kata-kata yang terlintas di benak dan itu over ekspektasi dari target sebenarnya.

Gabungan dinamika massa, cuaca, suasana batin sang orator dan sikon yang menganjal langkah aksi akan membuat sang orator harus cepat menemukan frase yang bisa menjaga gelora semangat para demonstran. Ia menilai aksi 4 November bukan didesain untuk kudeta, melainkan menuntut agar Basuki Tjaha Purnama (Ahok) ditangkap karena diduga menistakan agama.

ustadz-harits-abu-ulya

Harits menyebut umat Islam sangat elegan, sabar dan mau bernegosiasi yang melahirkan janji dua pekan (hingga18 November) dari rezim Jokowi. Aksi 4 November adalah benih kekuatan umat yang dahsyat. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana nasib Ahok sebelum tanggal tersebut? Pemerintah sudah menjanjikan waktu dua pekan dan Ahok akan diproses secepatnya secara tegas, transparan dan mengikuti koridor hukum.

“Nalar saya sepakat kalau akhirnya Ahok menjadi tersangka. Kenapa demikian? Sebab itu adalah hasil yang elegan dan bisa membuat keseimbangan sikon politik keamanan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, toh bagi Ahok status tersangka belum pasti divonis bersalah. Dia menduga di pengadilan bisa saja Ahok bersilat lidah untuk membela diri dengan menghadirkan saksi ahli versi Ahok dan memainkan poin ‘niat’ pada ucapannya. Status Ahok sebagai tersangka bisa mengurangi rasa malu pemerintah yang sudah berjanji dan bisa meredam kemarahan umat islam.

Sebaliknya, apabila Ahok tidak menjadi tersangka sebelum 18 November Maka dikhawatirkan akan berpotensi memicu kesabaran umat Islam hingga mencapai titik kulminasi. Jika ini terjadi, maka Indonesia di ambang people power yang targetnya jauh lebih besar.

Umat Islam, kata Harits, tidak lagi sekadar melihat kasus Ahok sebagai terduga penista agama, tetapi sebagai ‘wayang’ dari kepentingan lebih besar yang dieja oleh umat Islam sebagai ancaman yang harus dilawan. Dan saat itulah perlawanan ketemu momentumnya.

Dia khawatir apabila Ahok tidak ditetapkan sebagai tersangka, atau telah ditetapkan sebagai tersangka namun dinyatakan tidak bersalah, maka bisa melahirkan sikon bahaya besar bagi negara.

“Rezim Jokowi perlu mengkaji kaidah ahwanu syaroini artinya ambilah mudarat yang lebih kecil, jangan sampai hanya karena seorang Ahok kemudian bangsa dan negara ini akan hancur,” ujarnya.

(Republika)

Pasukan Irak Tangguhkan Operasi di Timur Mosul, Ada Apa?

NINIWE (Jurnalislam.com) – Lembaga anti-terorisme Irak untuk sementara menghentikan operasi militer di bagian timur kota Mosul yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) sambil menekankan bahwa pasukan Irak tidak ditarik dari daerah tersebut, menurut sumber militer Irak.

“Pasukan Anti-terorisme tetap terkonsentrasi di wilayah kabupaten Al-Intisar dan Al-Samah al-Thaniya dan di kompleks radio dan televisi negara di Mosul timur,” kata seorang kapten tentara Irak kepada Anadolu Agency secara anonim karena pembatasan berkomunikasi dengan media, Rabu (09/11/2016).

Dia mengaitkan strategi itu dengan tindakan luas militan IS yang menggunakan warga sipil sebagai “perisai manusia” dan terus menggunakan jaringan terowongan kompleks yang digali di bawah kota.

Sumber itu melanjutkan untuk menekankan bahwa pasukan anti-terorisme Irak telah menderita kerugian manusia dan material yang signifikan – ia tidak memberikan angka pastinya – sebagai akibat “penyergapan, bahan peledak di pinggir jalan dan bom mobil” oleh IS.

“Pasukan IS juga telah menderita kerugian jiwa dan material yang besar,” tambahnya, “tapi hal tersebut tidak mempengaruhi semangat kelompok karena mereka memiliki tentara bayaran.”

Sumber yang sama juga menyuarakan ketidakpuasan dengan dukungan udara yang disediakan untuk pasukan Irak di dan sekitar Mosul oleh koalisi udara AS.

“Permintaan telah dikirim ke komando umum Angkatan Darat untuk membahas ketidakcukupan dukungan udara dengan komandan koalisi pimpinan AS,” katanya.

Pada tanggal 18 Oktober, tentara, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan operasi luas yang bertujuan untuk merebut kembali Mosul, yang direbut IS pada pertengahan 2014, bersama dengan sejumlah luas wilayah di utara dan barat Irak.

Beberapa bulan terakhir tentara Irak dan sekutunya merebut kembali banyak wilayah dari IS, terutama di pinggiran Mosul dan provinsi Anbar di barat Irak.

Koalisi Pimpinan AS Lakukan Pembantaian Mengerikan di Pedesaan Utara Raqqa

SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi Internasional Pimpinan AS melawan kelompok Islamic State (IS) pada Selasa malam (08/11/2016) melakukan pembantaian mengerikan terhadap warga sipil di pedesaan utara Provinsi Raqqa dengan meluncurkan banyak serangan udara, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (09/11/2016).

Milisi Pasukan Pertahanan Suriah (Syrian Defence Force-SDF) kemarin mengumumkan bahwa mereka akan pergi ke Raqqa untuk melawan IS, sedangkan pimpinan pasukan koalisi menegaskan bahwa mereka akan memberikan perlindungan udara.

Serangan udara koalisi yang brutal menyebabkan eksodus massal warga desa Heisha, menyusul pembantaian yang merenggut nyawa sedikitnya 23 orang dari desa yang sama di samping warga yang terluka yang tidak diketahui jumlahnya.

Milisi SDF sejak Mei tahun ini telah mengumumkan operasi besar di kota Raqqa, dengan dukungan udara dari koalisi, tetapi tidak berhasil mencapai hasil yang signifikan, namun dapat memperkuat posisi mereka di utara kota.

 

Ketua Dewan Pertimbangan MUI: 5 Juta Muslim Jabar Siap Turun Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Din Syamsuddin mengatakan, muslim di Jawa Barat (Jabar) sudah siap turun ke jalan pada 25 November 2016 sebagai tindak lanjut demo 4 November 2016. Namun ia menahannya.

“Ada yang menyampaikan ke saya kami siap turunkan 5 juta orang dari Jabar untuk meluruskan keadaan,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia itu di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Din Syamsudin menuturkan, ia menahannya karena saat ini yang dibutuhkan adalah untuk meluruskan keadaan. Sebab persoalan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga melakukan penistaan agama bukan hanya sebatas persoalan lokal.

“Bukan hanya soal masalah di Pulau Seribu (tempat Ahok diduga melakukan penistaan agama), bukan hanya masalah ujaran kebencian. Ini masalah bangsa yang lebih luas,” tuturnya.

Selain itu Din Syamsudin juga khawatir masalah dugaan penistaan agama ini semakin meluas menjadi masalah yang lebih besar. Oleh karena itu ia berharap proses hukumnya dilakukan secara adil, bukan hanya sekedar dibuka.

Sebelumnya dikabarkan Polri terus mengusut kasus ini. Sejumlah saksi sudah diperiksa untuk selanjutnya dibuat gelar perkara.

(Eramuslim)

PM Zionis, Netanyahu: Selamat Trump, Seorang ‘Teman Sejati’ Bagi Israel

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat kepada Donald Trump atas pemilihannya sebagai presiden AS pada hari Rabu (09/11/2016) dan memanggilnya “teman sejati negara Israel,” World Bulletin melaporkan, Rabu.

“Ikatan erat antara Amerika Serikat dan Israel berakar pada nilai-nilai bersama, ditopang oleh kepentingan bersama dan didorong oleh tujuan bersama.

“Saya yakin bahwa presiden terpilih Trump dan saya akan terus memperkuat aliansi yang unik antara kedua negara dan membawanya ke arah ketinggian untuk semakin besar.”

Netanyahu menghindari topik kontroversial dalam keterangannya, tidak seperti anggota pemerintahnya.

Menteri Pendidikan Naftali Bennett, yang mengepalai partai garis keras zionis, Rumah Yahudi (Jewish Home), mengatakan bahwa setelah kemenangan Trump tidak akan ada lagi gagasan sebuah negara Palestina.

“Kemenangan Trump adalah kesempatan bagi Israel untuk segera menarik kembali gagasan sebuah negara Palestina di dalam Negara (Israel), yang akan merugikan keamanan kita,” kata Bennett, tampaknya mengacu kepada Tepi Barat milik bangsa Palestina yang diduduki.

“Ini adalah posisi presiden terpilih … Era negara Palestina berakhir.”

Politisi lain, termasuk dari partai Likud milik Netanyahu, menyerukan Trump untuk menindaklanjuti janjinya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Siapa Donald Trump?

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden terpilih Donald Trump memperoleh kemenangan pemilu yang mengejutkan untuk mengamankan tempatnya sebagai presiden Amerika Serikat ke-45, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (09/11/2016).

Tokoh politik yang dikenal Anti-Islam, adalah miliarder properti terkemuka di AS, Trump mengumpulkan 279 orang electoral college, jauh di atas 270 yang dibutuhkan, dalam jajak pendapat Selasa. Saingannya Hillary Clinton mengumpulkan 228.

Dengan kemenangan tersebut, calon Partai Republik itu menjadi presiden terpilih pada usia 70. Dia akan menjadi presiden tertua, mengalahkan Ronald Reagan setahun.

Trump juga menjadi presiden pertama tanpa pengalaman politik dalam 63 tahun untuk memenangkan pemilihan presiden setelah mantan Jenderal Dwight Eisenhower.

Dia dijadwalkan bertugas pada 20 Januari.

Dalam pidato kemenangannya, Trump mengatakan: “Sekarang saatnya bagi Amerika untuk mengikat luka akibat perpecahan – kita harus bersatu.

“Untuk semua anggota Partai Republik, partai Demokrat dan serta partai independen di seluruh bangsa ini, saya mengatakan ini adalah waktu bagi kita untuk bersama-sama sebagai satu kesatuan. Sudah waktunya. Saya berjanji kepada setiap warga tanah air kami bahwa saya akan menjadi presiden untuk semua orang Amerika dan ini sangat penting bagi saya.”

Trump lahir pada 14 Juni 1946, di kota New York sebagai anak kelima dari Frederick Trump dan Mary MacLeod. Dia adalah keturunan Jerman di sisi ayahnya.

Ia menerima gelar sarjana di bidang ekonomi dari Wharton School of University of Pennsylvania pada tahun 1968 dan saat ini menjabat ketua dan presiden the Trump Organization, yang ia ambil alih dari ayahnya pada tahun 1971. the Trump Organization adalah perusahaan induk untuk usaha dan bisnis real estate.

Trump memindahkan markas organisasinya ke Manhattan, New York, dan menjadi terkenal di seluruh Amerika melalui jaringan hotelnya. Dia juga muncul di reality show TV The Apprentice pada tahun 2004.

Kekayaan bersih Trump diperkirakan sebesar $ 3,7 milyar menurut Majalah Forbes, dan dia terdaftar di antara 400 orang terkaya di dunia.

Namun, ia dilaporkan gagal membayar pajak selama 18 tahun terakhir.

Dikritik karena pernyataan Islamophobia, kebenciannya terhadap Islam yang ia keluarkan selama kampanye pemilu, Trump dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2016 untuk “perdamaian kuat melalui kekuatan ideologi.”

Dia telah menikah tiga kali dan memiliki lima anak.

Aa Gym di ILC: Hallo Pak, Cita-cita Kami Adil Ditegakkan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar atau yang karib disapa Aa Gym mengatakan, aksi bela Qur’an tuntut Ahok yang dilakukan jutaan umat Islam itu murni masalah hati, bukan yang lain.

“Saya juga bingung mengapa saya ikut tergerak, ternyata yang menggerakan masa kemarin ini masalah hati , dan yang mengerti hanya para peserta aksi,” katanya dalam acara talk show Indonesia Lawyers Club (ILC)
di stasiun TV One, Selasa (8/11/2016).

Aa yang membawa 1500 pasukan pembersih pada aksi 411 itu menggambarkan masalah rasa, ada guru yang mengatakan kepada para ibu, lanjutnya untuk tidak memakan babi karena haram, dalilnya surat al Maidah ayat 3. Datang pedagang babi tiba-tiba mengatakan, jangan mau dibohongi pakai Al Maidah ayat 3.

“Jadi heran ini siapa? Kenapa memakai al Maidah? Kalau suka makan babi silahkan saja. Tapi ini wilayah yang berbeda, nyelek kesini pak, kenapa Ustadz yang mengajari dan al Maidah dianggap bohong?” Terangnya membuat peserta yang hadir terperangah.

“Itu sederhananya Pak, hallo Pak itu yang saya rasakan,” cetusnya mengarah kepada Kapolri sebagai Narasumber yang sama.

Pada kesempatan itu Aa menegaskan, jutaan massa aksi bela Qur’an itu bukan musuh, tapi aset Negara. Mereka yang terluka hatinya, kata Aa, tapi tidak membalas dengan merusak.

“Saya berada dilapisan bawah dan melihat dengan indahnya tidak ada yang dirugikan. Sampai rumputpun dijaga,” tegasnya.

Menurutnya, umat Islam pada waktu itu hanya ingin keadilan hukum Negara. Bukan Negara juga kekayaan yang berada didalamnya.

“Bukan itukah yang kita rindukan? Hallo Pak. Jadi orang-orang ini hanya meminta apa yang dicita-citakan,” tukasnya.

“Cita-cita kami adil ditegakkan, dan jadi pembelajaran agar tidak terulang lagi. Karena ini sensitif dan membahayakan,” pungkas Aa.

Lebih lanjut, da’i kondang asal Sunda itu mendoakan para peserta dan aparat yang terluka agar disembuhkan lahir dan bathinnya.

Pemimpin Muslim Kashmir Perpanjang Aksi Pro Kemerdekaan, Tolak Kekuasaan India

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Kepemimpinan pro-kemerdekaan Kashmir telah memutuskan untuk memperpanjang aksi empat bulan menentang kekuasaan India setelah pertemuan panjang dengan aktivis masyarakat sipil dan pengusaha, lansir World Bulletin, Selasa (08/11/2016).

“Semua orang dalam pertemuan itu mengatakan bahwa kepemimpinan harus melanjutkan perjuangan saat ini,” Yasin Malik, pemimpin Front Pembebasan Jammu dan Kashmir (the Jammu and Kashmir Liberation Front) mengatakan pada akhir pertemuan. “Ini adalah gerakan rakyat dan selama rakyat ingin melanjutkannya, maka akan berlanjut.”

Pertemuan ini diselenggarakan oleh Malik bersama Syed Ali Shah Geelani dan Mirwaiz Umar Farooq, para pemimpin dua faksi Konferensi Hurriyat (Hurriyat Conference) yang pro-kemerdekaan dan dihadiri oleh pedagang, guru, transporter, pegawai pemerintah, pemimpin agama dan politik, pengacara dan anggota masyarakat sipil lainnya.

Agitasi yang sedang berlangsung terhadap kekuasaan India adalah salah satu protes yang terpanjang di wilayah yang disengketakan, yang telah melakukan protes serupa di masa lalu.

Menurut sumber di kepolisian, pemerintah yang didukung India di wilayah tersebut mengizinkan pertemuan berlangsung dengan harapan pertemuan itu akan mengakhiri aksi protes.

Sedikitnya 90 warga sipil telah tewas dan lebih dari 10.000 lainnya terluka, menurut angka yang dikeluarkan oleh departemen kesehatan di kawasan itu, selama pasukan India menindak keras protes.

Kerusuhan terbaru dimulai pada tanggal 8 Juli, ketika puluhan ribu orang berkabung untuk seorang komandan militan Kashmir berusia 21 tahun.

Sejak itu, Kashmir meluncurkan protes selama 121 hari dan pemerintah India merespon dengan jam malam yang ketat, pembatasan komunikasi dan pembekuan beberapa media.

Menurut rincian dari polisi, lebih dari 7.000 warga sipil, termasuk aktivis hak asasi manusia, telah ditangkap karena berpartisipasi dalam demonstrasi pro-kemerdekaan.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh kedua Negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka dipisahkan pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di wilayah Kashmir yang dikuasai India (Indian Held Kashmir-IHK) telah memperjuangkan kemerdekaan melawan kekuasaan India, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 orang telah dilaporkan tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh pasukan bersenjata India. India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukannya di wilayah yang disengketakan.

Pemilu AS untuk Presiden Baru, Ini Ulasannya

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Jutaan orang Amerika di seluruh AS mulai memberikan suara untuk presiden negara itu berikutnya Selasa pagi (08/11/2016), Anadolu Agency melaporkan.

Kira-kira 90 juta orang Amerika diharapkan untuk memilih selain jutaan orang lain yang memberikan suara lebih awal.

Gelombang pemilih bergerak menuju TPS di seluruh Amerika Serikat saat waktu menunjukkan pukul 06:00 atau 07:00 tergantung peraturan masing-masing negara bagian. Voting akan berakhir pukul 18:00-21:00 waktu setempat di setiap negara.

Menuju Hari Pemilu, sebagian besar jajak pendapat melaporkan bahwa calon Demokrat Hillary Clinton memimpin di depan calon Republik Donald Trump dengan marjin tipis tiga hingga lima poin.

Tapi dua jajak pendapat awal Selasa menunjukkan Trump memimpin di depan Clinton masing-masing sebanyak dua dan tiga poin, menyoroti adanya ketidakpastian hasul akhir pemilihan ini.

Pemilu kali ini telah mencatatkan rekor sebagai salah satu yang paling memecah belah dengan pendukung dari salah satu calon partai besar tetap membela pilihan mereka.

Di lingkungan Eastern Market di Washington, DC, Laura Babinski, penduduk berusia 29 tahun dari ibukota negara tersebut memilih Clinton karena dia “bersemangat untuk melihat presiden wanita pertama.”

“Selain itu saya menghormatinya dan menghormati pekerjaan yang dia lakukan sepanjang hidupnya dan saya suka dengan kebijakannya,” katanya kepada Anadolu Agency.

Bagi Max Charnley, yang juga warga Eastern Market berusia 29 tahun, dukungannya untuk calon Partai Demokrat itu bersifat pribadi.

“Saya merasa sepertinya dia mewakili kepentingan saya sebagai orang dari komunitas LGBT, serta orang yang menghargai imigran di negara ini,” katanya. “Saya menemukan bahwa setiap bentuk penerimaan dan toleransi adalah pilihan penting bagi presiden yang terpilih.”

Tapi di luar DC di pinggiran Leesburg, Virginia, para pemilih berpandangan jauh berbeda.

“Clinton adalah musuh rakyat Amerika,” kata Ron Kokinda, penduduk berusia 67 tahun yang tidak mengungkapkan pilihan suaranya.

“Saya menentang Hillary Clinton terutama karena ada bahaya Perang Dunia III dengan kebijakannya,” katanya. “Apa yang dia usulkan di Suriah, atau zona larangan terbang, akan menyebabkan Perang Dunia III sangat cepat dengan Rusia.”

Barbara Boyd, juga berusia 67 tahun, menggemakan sentimen setelah dia memberikan suaranya untuk calon Partai Hijau Jill Stein.

“Jika Anda memilih Clinton Anda akan perang dengan Rusia di Timur Tengah,” katanya.

“Clinton mengikuti kebijakan Obama dan itu akan berakhir dalam perang. Ini sangat, sangat sederhana,” tambahnya.

Hasil awal akan mulai bergulir Selasa malam saat warga Amerika di seluruh negeri mempersiapkan diri mencari tahu siapa yang akan duduk di kantor tertinggi negara untuk empat tahun ke depan.

Pasukan Perisai Efrat Tiba di Gerbang Kota IS, al-Bab

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) dari operasi EuphratesShield membuat pergerakan baru pada hari Selasa (08/11/2016) dalam menghadapi kelompok Islamic State (IS) di timur kota Aleppo dan mereka sekarang telah tiba di pinggiran kota strategis “al-Bab” setelah merebut kendali tujuh desa dari IS, ElDorar AlShamia melaporkan Selasa (08/11/2016).

Koresponden Eldora melaporkan bahwa tujuh desa diambil alih oleh faksi EuphratesShield “Petajk, Arab Jodek, Yazici, Trahin, Naaman dan Sosenbat” yang terletak 7 km dari kota al-Bab.

Koresponden ElDorar menambahkan bahwa pertempuran sengit terjadi untuk menguasai desa-desa tersebut; di mana militan IS menggunakan bom mobil untuk mencegah kemajuan faksi EuphratesShield, sebaliknya faksi EuphratesShield menghancurkan kendaraan dekat kota Numan.

Faksi Perisai Efrat yang didukung oleh militer Turki mencoba untuk merebut kota al-Bab dan mengusir IS setelah pembebasan penuh daerah di pedesaan utara Aleppo dan beberapa bagian pedesaan timur seperti kota Jarabulus, serta kota dan desa di sekitarnya.
Pasukan Perisai Efrat Tiba di Gerbang Kota IS ‘al-Bab’