Bom Truk Hantam Bus Peziarah Syiah di Pom Bensin Karbala, 97 Tewas

IRAK (Jurnalislam.com) – Sebuah bom truk pada hari Kamis (24/11/2016) menghancurkan sebuah pompa bensin dimana bus yang penuh sesak dengan pengikut agama Syiah yang baru kembali dari peringatan Arbaeen di kota Karbala Irak sedang parkir dan membunuh hampir 100 orang, kata beberapa pejabat keamanan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis.

Beberapa warga negara Iran – kontingen asing terbesar dalam ziarah Arbaeen yang berakhir pada hari Senin – termasuk di antara para korban, Operasi Komando Gabungan (the Joint Operations Command-JOC) mengatakan.

“Sedikitnya tujuh bus penuh peziarah berada di dalam stasiun bensin pada saat itu,” kata seorang letnan kolonel polisi kepada AFP.

Ledakan melanda desa Shomali, 120 kilometer (75 mil) sebelah tenggara ibukota Baghdad dan sekitar 80 kilometer (50 mil) dari Karbala.

“Bus tersebut sarat dengan peziarah Syiah dari Iran, Bahrain dan Irak. Ambulans dan pertahanan sipil sedang dalam perjalanan menuju lokasi,”kata seorang sumber intelijen polisi kepada AFP.

Seorang warga Shomali mengatakan stasiun bensin tersebut berada di jalan tol utama antara Baghdad dan kota pelabuhan selatan Basra.

“Ada warga Iran tetapi juga banyak orang dari Basra dan Nasiriyah,” kata Mousa Omran kepada AFP, menyebut kota selatan lainnya.

Sekitar 17 hingga 20 juta orang mengunjungi Karbala, tempat makam Imam Hussein, untuk melaksanakan Arbaeen, yang merupakan salah satu acara keagamaan terbesar bagi sekte Syiah di dunia.

Sejumlah besar peziarah terlihat berjalan jauh untuk mencapai Karbala dalam tahap akhir ritual yang berlangsung beberapa hari.

Menurut pemerintah Irak, sekitar tiga juta warga Iran termasuk di antara pengunjung tahun ini. Banyak dari mereka tinggal beberapa hari lagi untuk mengunjungi kota kuil Syiah tersebut.

Kelompok Islamic State (IS) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, Aljazeera.

Hindari Kebakaran Besar, Ribuan Warga Zionis Kabur Tinggalkan Rumahnya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Ribuan warga yahudi pada hari Kamis melarikan diri dari rumah mereka di pinggiran Haifa, kota ketiga negara itu. Beberapa orang lain terperangkap di dalam saat petugas pemadam kebakaran berusaha untuk mengendalikan kebakaran besar di sebelas wilayah, World Bulletin melaporkan, Kamis (24/11/2016).

“Kami mengevakuasi tiga wilayah dan ada beberapa orang yang terjebak,” kata juru bicara pemadam kebakaran Kayed Daher.

“Api masih menyala besar dan api sedang mendekati sebuah pompa bensin.”

“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa,” kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld.

Universitas Haifa dievakuasi sebagai langkah pencegahan, media Israel melaporkan, bahkan api mulai bergerak ke sejumlah markas militer.

Siprus, Rusia dan Turki adalah beberapa negara yang diminta uantuk mengirim bantuan, termasuk pesawat, untuk memadamkan api. (baca juga: Pemukiman Ilegal Zionis Yahudi Ikut Ludes Terbakar )

 

Sikapi Seruan Perang Total Assad, Perancis Gelar Pertemuan Darurat untuk Dukung Pasukan Oposisi

PARIS (Jurnalislam.com) – Paris akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi antara negara-negara yang mendukung pasukan oposisi Suriah moderat pada awal Desember, Menteri Luar Negeri Prancis mengkonfirmasi pada Rabu (23/11/2016), Anadolu Agency melaporkan.

Menteri Jean-Marc Ayrault mengatakan rezim Suriah dan sekutunya melancarkan “perang total” terhadap wilayah yang dikuasai oposisi dan para pejuang Suriah.

Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Inggris dan Turki akan hadir, juga Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab dan Yordania.

“Hari ini satu juta orang terkepung. Bukan hanya di Aleppo, tapi di Homs, Ghouta dan Idlib, dan itulah realitas situasi di Suriah,” kata Ayrault kepada wartawan setelah pertemuan mingguan kabinet.

“Prancis mengambil inisiatif untuk menghadapi strategi perang total oleh rezim dan sekutunya Rusia, yang mengambil keuntungan dari ketidakpastian di Amerika Serikat saat ini,” tambahnya.

Ayrault mengatakan ia telah mengundang “negara yang bersahabat dengan demokrasi Suriah dan oposisi Suriah yang moderat” untuk ambil bagian dalam pertemuan tersebut.

Dia mengatakan masyarakat internasional “harus berhenti mengelak dari realitas mengerikan” yang terjadi di Suriah, terutama di kota Aleppo yang terkepung.

Serangan udara Rezim Suriah dan sekutu telah menewaskan lebih dari 320 warga sipil – termasuk perempuan dan anak-anak – di Aleppo timur selama enam hari terakhir menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

“Sangat mendesak bahwa kita harus bereaksi,” kata Ayrault.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Bashar Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

6 Hari Pertempuran di Ghouta Timur, Pasukan Assad Kalah Telak, 135 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Syiah Assad dan berbagai milisi pendukung mereka mendapat kekalahan besar saat mereka meluncurkan serangan sengit di beberapa titik di wilayah Timur Ghouta yang berlangsung selama enam hari, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (23/11/2016).

Para penyerang pasukan Assad telah mencoba selama hampir lima bulan untuk masuk ke Timur Ghouta dengan serangan besar dan pemboman berat, namun selalu digagalkan oleh perlawanan keras.

Jaysh al Islam telah menyatakan bahwa pejuangnya mampu mengusir serangan sengit yang diluncurkan oleh tentara rezim Assad baru-baru ini di banyak wilayah seperti Karm al-Rasas, jalan tol internasional Damaskus-Homs, al-Rihan, al-Bahariyah dan al-Medaani dan mengumumkan kematian 135 pasukan rezim dan milisi pendukung lainnya serta menghancurkan 2 kendaraan Chilka dan merusak delapan tank, juga berhasil mendapatkan kembali semua titik yang sebelumnya telah ditangkap di daerah Medaani dan al-Bahariyah.

Sebelumnya pasukan rezim Assad telah mampu membuat kemajuan di daerah Timur Ghouta, mengambil keuntungan dari konflik yang meletus antara Jaysh al Islam dan Faylaq Rahman, dua faksi utama di sana, tetapi mereka telah mencapai kesepakatan kembali dan membuang perselisihan mereka lalu bergabung untuk mengusir serangan pasukan Nushairiyah Assad, menurut sebuah pernyataan bersama.

Pentagon Mengaku Tidak Tahu Jumlah Pasukan PYD di Manbij, Suriah

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Militer AS mengaku tidak tahu berapa banyak pasukan PKK/PYD yang masih berada di kota Manbij Suriah utara, Pentagon mengatakan Selasa, lansir Anodolu Agency Rabu (23/11/2016).

“Kami mendengar sangat terbuka pengumuman dari YPG bahwa mereka bergerak di timur Efrat,” kata juru bicara agensi Peter Cook. “Itulah yang kami sarankan dan akan terus kami serukan”.

Dia menambahkan: “Saya tidak bisa mengatakan dengan seratus persen kepastian disposisi setiap orang di Manbij dan dari mana mereka berasal.”

Kehadiran militan YPG yang merupakan kelompok sayap militer PYD Kurdi di kota yang didominasi Arab ini adalah yang terbaru dalam serangkaian ketegangan antara AS dan Turki.

Ankara telah meminta Washington untuk tidak mendukung ekstremis PYD dan YPG, karena motivasi separatis mereka dan afiliasi mereka dengan kelompok teror PKK. Tapi pasukan operasi khusus Amerika masih melatih PYD dan YPG sementara pesawat AS memberikan dukungan udara.

Saat elemen YPG menyeberangi Sungai Efrat dan membantu pejuang Arab mengusir IS dari kota yang terletak di tepi barat sungai, Pentagon menegaskan YPG akan menarik diri dari Manbij setelah IS dikalahkan di sana.

Manbij telah direbut kembali dari IS pada awal musim panas tetapi militan YPG masih di kota.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji pada hari Selasa bahwa kelompok oposisi Suriah yang didukung Turki, Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA), akan pindah ke Manbij untuk mengusir YPG dari kota setelah FSA menguasai al-Bab, sebuah kota di barat laut yang masih di bawah kontrol IS.

“Kami memahami kekhawatiran yang diungkapkan oleh Turki,” kata Cook kepada wartawan. “Mereka memiliki masalah keamanan yang sah.”

Cook mengakui ketegangan di wilayah tersebut, menambahkan bahwa sebagai pemimpin koalisi melawan IS, AS sedang mencoba untuk “mengurangi resiko akibat operasi” terhadap IS di Suriah utara.

“Ada kekuatan-kekuatan lokal di Manbij sekarang yang mengamankan Manbij terhadap ancaman IS dan kami akan terus mengatasi masalah Turki tentang pengaturan pasukan mereka,” kata Cook.

Baru-baru ini, pasukan Turki menyerang posisi YPG di sekitar al-Bab, membunuh puluhan pasukan ekstremis YPG.

Pasukan IS Menyerah di Tripoli, Libya

LIBYA (Jurnalislam.com) – Anggota kelompok Islamic State (IS) menyerah kepada pasukan yang setia kepada pemerintah persatuan Libya pada Selasa malam menyusul bentrokan sengit di utara kota Sirte, menurut sumber militer.

Sumber, yang berbicara anonim dengan Anadolu Agency, Rabu (23/11/2016), karena masalah keamanan, menjelaskan kapitulasi militan tersebut sebagai “kejadian langka”.

Dia menunjukkan bahwa mereka menyerah karena sudah kehabisan amunisi.

Dalam perkembangan terkait, rumah sakit umum kota Misurata di barat laut Libya (terletak sekitar 240 kilometer dari Sirte) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menerima mayat lima tentara Libya yang tewas di Sirte pada hari Selasa dalam bentrokan dengan IS.

Sumber militer juga mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pasukan yang setia kepada pemerintah persatuan baru-baru ini menewaskan sedikitnya 30 militan IS di Sirte.

Sumber yang sama memperkirakan bahwa hanya 50 militan IS yang masih berada di kota pesisir itu.

Sejak Mei, pasukan yang setia kepada Dewan Kepresidenan Libya berbasis Tripoli telah berusaha untuk merebut kembali Sirte dari IS, yang merebut kota pada awal tahun 2015.

Pada bulan September, pasukan Libya merebut sebagian Sirte dari IS, yang kini tetap terkonsentrasi di wilayah timur kota.

Bus Penumpang Sipil Diserang Pasukan India di Kashmir, 9 Tewas dan 11 Terluka

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam penyerbuan oleh pasukan India di sepanjang batas pemisah di lembah Kashmir yang disengketakan, Rabu (23/11/2016), lansir World Bulletin.

Tentara Pakistan mengatakan pasukan perbatasan India menyerang sebuah bus penumpang sipil di lembah Neelam di sisi Kashmir yang dikuasai Pakistan, menewaskan sembilan penumpang dan melukai 11 orang lainnya.

Satu orang lainnya tewas di kota Nakyal yang terletak di sepanjang perbatasan de-facto, yang dikenal sebagai Line Of Control, kata militer.

Tentara India pada Selasa berjanji akan melakukan balas dendam atas pembunuhan tiga tentara dekat perbatasan, salah satu dari mereka dikatakan telah dimutilasi.

Bentrokan dimulai setelah India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan pejuang Islam yang menewaskan 19 tentara India di sebuah kamp militer di Kashmir yang dikuasai India September lalu.

Jalur Mosul Ke Suriah Terputus, IS Terisolasi

MOSUL (Jurnalislam.com) – Jalur suplai Islamic State (IS) terakhir dari Mosul ke Suriah telah terputus oleh pasukan yang dipimpin Irak, menyebabkan kubu kelompok bersenjata ini benar-benar terisolasi.

Pasukan paramiliter sekte Syiah, yang dikenal sebagai milisi Syiah Hashed al-Shaabi, menguasai jalan yang menghubungkan Tal Afar ke Sinjar barat di Mosul pada hari Rabu dan menghubungkannya dengan pasukan Kurdi di sana, para pejabat keamanan mengatakan, lansir Aljazeera, Rabu (23/11/2016).

“Pasukan Hashed telah memotong jalan Tal Afar-Sinjar,” Abu Mahdi al-Mohandis, seorang komandan senior, mengatakan di media sosial.

Seorang pejabat keamanan Kurdi mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa milisi Syiah telah berhubungan dengan pasukan lainnya, termasuk pasukan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), di tiga desa di daerah tersebut.

Juga pada Rabu, serangan udara oleh koalisi pimpinan AS “lumpuhkan” jembatan keempat di Sungai Tigris di Mosul, menyisakan kota hanya memiliki satu jalur penghubung yang masih berfungsi dan selanjutnya mengganggu jalur pasokan IS.

Lembaga berita Aamaq, sayap media IS, dan seorang komandan tinggi Irak di Mosul melaporkan serangan udara, yang terjadi sebelum fajar.

Ini adalah serangan kedua yang menargetkan jembatan Mosul minggu ini dan merupakan serangan keempat sejak sesaat sebelum peluncuran serangan untuk merebut kembali Mosul.

Pasukan telah memasuki kota dari timur, Kurdi Peshmerga dan kekuatan lain juga mendekati dari utara dan selatan dan hanya barat yang tetap terbuka.

Perkembangan terbaru akan membuat pertempuran berlangsung lama dan berbahaya bagi IS jika mencoba untuk memindahkan pasukan dan peralatan antara kota Mosul dan Raqqa Suriah, dua benteng terakhir IS.

Puluhan ribu warga sipil Irak telah melarikan diri dari Tal Afar saat kekuatan paramiliter Syiah memasuki kota.

Sekitar 3.000 keluarga telah meninggalkan kota, dengan sekitar setengah dari mereka menuju ke arah barat daya Suriah, dan setengahnya lagi ke utara ke wilayah yang dikuasai Kurdi, kata Nuraldin Qablan, perwakilan Tal Afar di dewan provinsi Nineweh, yang kini berbasis di ibukota Kurdi, Erbil.

“Kami meminta pihak berwenang Kurdi untuk membuka perjalanan yang aman bagi mereka,” katanya kepada kantor berita Reuters. “Orang-orang tersebut melarikan diri karena masuknya Hashid, ada kekhawatiran besar di antara warga sipil.”

Perkiraan militer Irak menyebutkan jumlah pasukan IS di Mosul sekitar 5.000-6.000, menghadapi koalisi unit pemerintah Irak, pasukan Peshmerga, dan milisi sekte Syiah berkekuatan puluhan ribu orang.

Baghdadi diyakini telah ditarik ke daerah terpencil dekat perbatasan Suriah, dan mengatakan kepada pasukan IS di sana untuk tidak mundur.

Seorang warga Mosul mengatakan serangan udara telah meningkat di bagian barat kota, yang dibelah oleh Sungai Tigris yang mengalir melalui pusat kota.

Serangan menargetkan kawasan industri di mana IS diyakini membuat perangkap dan mengubah kendaraan menjadi bom mobil, katanya.

Pasukan IS menggali tanah sebagai taktik pertahanan untuk menghindari serangan udara. Mereka bergerak di sekitar kota melalui terowongan, mengandalkan bom mobil ke dalam pasukan yang mendekat, dan menyerang mereka dengan penembak jitu dan mortir.

Serangan Udara Turki Hantam 93 Target IS di Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Angkatan Bersenjata Turki menghantam 93 target kelompok Islamic State (IS) termasuk tempat penampungan dan pusat komando dan kontrol di Suriah pada hari Senin, menurut pernyataan yang dirilis Selasa, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (22/11/2016).

Militer Turki menegaskan bahwa seorang pejuang Tentara Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) terluka dalam pertempuran pada hari Senin itu.

Tentara pasukan khusus FSA, yang didukung oleh Turki, terus meluncurkan serangan darat untuk mengendalikan wilayah timur dan barat kota Al-Bab.

Gerakan itu adalah bagian dari Operasi Perisai Efrat yang dimulai pada akhir Agustus untuk membersihkan wilayah perbatasan utara Suriah dari ekstremis PYD dukungan AS dan milisi IS. Selasa menandai operasi hari ke-91.

Lebih dari 215 daerah pemukiman, termasuk lebih dari 1.800 kilometer persegi (694 mil persegi), tanah di Suriah utara sejauh ini telah dibersihkan dari IS sebagai bagian dari Operasi Perisai Efrat.

Pernyataan militer pada hari Selasa tersebut juga mengatakan total 40 tambang dan 1.673 bahan peledak improvisasi telah dijinakkan sejak awal operasi

Akibat Kalah Perang, Militer Suriah Buka Pendaftaran Pasukan Relawan Internasional Secara Terbuka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Militer rezim Suriah mengumumkan akan membentuk komando kekuatan baru, menyerukan relawan Internasioanl yang tertarik untuk mendaftar, “melawan pasukan oposisi Suriah dan mujahidin Suriah,” Aljazeera melaporkan, Selasa (22/11/2016).

Pengumuman pada hari Selasa, yang menyebut kekuatan baru itu Korps Kelima (the Fifth Corps), tidak menentukan kemana kekuatan itu akan dikerahkan.

Setelah pertempuran berlangsung hampir enam tahun, angkatan bersenjata Suriah berbasis wajib militer telah mengalami banyak kekalahan hingga kewalahan dan semakin mengandalkan sekutu regionalnya yang telah meningkatkan baik dalam jumlah dan kemampuan tempur.

Iran pada hari Selasa mengumumkan kematian 1000 lebih pasukan mereka di Suriah sejak perang dimulai pada tahun 2011.

Tentara rezim Suriah mengatakan membentuk korps relawan untuk bertempur bersama tentara rezim Syiah Assad dan milisi sekutu dalam menghadapi kekuatan mujahidin Suriah dan oposisi Suriah.

Sebuah pernyataan militer mengatakan langkah itu diambil “dalam menanggapi perkembangan peristiwa yang pesat, untuk mendukung angkatan bersenjata Suriah yang sudah kelelahan, dan untuk memenuhi keinginan untuk mengakhiri aksi para pejuang di Suriah”.

Pasukan Penyerang Korps Sukarelawan Kelima (The Fifth Attack Troops Corps of Volunteers) akan terdiri dari rekrutan berusia di atas 18 tahun dari seluruh negara “yang belum memenuhi syarat untuk dinas militer atau desertir”, katanya.

Tidak segera ada kejelasan berapa banyak orang yang akan terlibat.