Kebakaran di Asrama Turki Sedikitnya 12 Orang Tewas

ADANA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 mayat telah ditemukan setelah kebakaran terjadi di sebuah asrama putri swasta pada Selasa malam di provinsi selatan Adana, kata seorang gubernur setempat.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menelepon Gubernur Mahmut Demirtas Rabu pagi dini hari dan menerima informasi situasi terbaru, menurut sumber-sumber presiden, lansir Anadolu Agency, Rabu (30/11/2016)

Erdogan mengatakan ia sangat menyesal atas terjadinya kebakaran tersebut dan berharap belas kasih Tuhan untuk orang-orang yang kehilangan nyawa mereka juga berharap agar yang terluka dapat pulih dengan cepat.

“Kami telah kehilangan 12 warga negara, 11 dari mereka siswa, satunya lagi adalah pendidik. Dua belas warga juga terluka,” kata Demirtas kepada wartawan.

Gubernur sebelumnya mengumumkan 28 siswa tinggal di asrama sekolah menengah tersebut ketika api berkobar.

Dia mengatakan beberapa siswa juga terluka terkena asap dan lainnya terluka ketika mencoba untuk melarikan diri dari gedung yang terbakar.

“Kami telah mengeluarkan semua orang yang berada di dalam asrama. Menurut laporan awal, kami menduga bahwa kebakaran terjadi karena kontak listrik,” katanya.

Demirtas mengatakan terluka telah dibawa ke rumah sakit di wilayah tersebut. “Tidak ada satu terluka serius … Beberapa orang terluka telah melompat dari jendela.”

Wakil Perdana Menteri Veysi Kaynak, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, Menteri Pendidikan Nasional Ismet Yilmaz bersama dengan Menteri Kebijakan Sosial dan Keluarga Fatma Betul Sayan Kaya sedang menuju ke Adana, menurut sumber-sumber dengan perdana menteri.

Perdana Menteri Binali Yildirim juga diberi pengarahan oleh Demirtas dan menteri terkait.

PBB: Tentara Myanmar Telah Melakukakan Tindakan Biadab atas Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Muslim Rohingya Myanmar telah menjadi korban kejahatan terhadap kemanusiaan, lembaga hak manusia PBB mengatakan pada hari Selasa (29/11/2016), saat mantan Sekjen PBB Kofi Annan tiba di negara itu untuk kunjungan yang akan mencakup perjalanan ke Rakhine utara, kantor berita AFP melaporkan.

Tentara telah melakukan tindakan biadab, keras berdarah di Rakhine, dan ribuan minoritas Muslim telah membanjiri perbatasan ke Bangladesh bulan ini, melaporkan adanya pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan mengerikan yang dilakukan aparat keamanan.

Sekitar 30.000 orang telah meninggalkan rumah dan analisis citra satelit oleh Human Rights Watch menemukan ratusan bangunan di desa-desa Rohingya telah diratakan dengan tanah.

Myanmar membantah tuduhan pelecehan tersebut dan berdalih bahwa tentara sedang berburu “teroris” yang melakukan serangan pada pos polisi bulan lalu.

Pemerintah berusaha berkelit dari laporan media mengenai perkosaan dan pembunuhan, dan melontarkan protes kepada seorang pejabat PBB di Bangladesh yang mengatakan negara itu melaksanakan “pembersihan etnis” Muslim Rohingya.

Wartawan asing dan peneliti independen dilarang mengakses daerah untuk menyelidiki kejadian itu.

Pada hari Selasa, OHCHR PBB mengatakan tindakan Myanmar terhadap Rohingya bisa sama saja dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, mengulangi temuan laporan bulan Juni.

Lebih dari 120.000 warga Rohingya telah berdesakan dalam kamp-kamp pengungsian sejak kekerasan sektarian terjadi pada 2012, di mana kewarganegaraan mereka ditolak, ditambah kesehatan dan pendidikan serta aktivitas muslim Rohingya sangat dikekang.

“Pemerintah Myanmar sebagian besar telah gagal bertindak atas rekomendasi yang dibuat dalam sebuah laporan oleh Kantor HAM PBB … (sehingga) meningkatkan kemungkinan bahwa pola pelanggaran terhadap muslim Rohingya ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata OHCHR di sebuah pernyataan.

Di tengah krisis yang meningkat, mantan Sekjen PBB Annan, pada hari Selasa memulai kunjungan selama sepekan ke Myanmar yang akan mencakup perjalanan ke Rakhine utara.

Pesawat Komersil Pembawa Tim Sepak Bola Brasil Jatuh, 76 Tewas

BRASIL (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat yang membawa pemain tim sepak bola Brasil menuju ke Kolombia untuk akhir turnamen regional, jatuh dalam perjalanan ke bandara Medellin, menewaskan sedikitnya 75 orang, Aljazeera melaporkan, Selasa (29/11/2016).

Para pejabat polisi mengatakan bahwa tujuh penumpang awalnya selamat tapi kemudian satu orang meninggal di rumah sakit.

Seluruh tim sepak bola Chapocoense – dan rombongan staf yang menyertainya – termasuk di antara 72 penumpang dan sembilan awak di dalam pesawat. Laporan setempat mengatakan sejumlah besar wartawan juga berada di pesawat.

Reporter Al Jazeera Alessandro Rampietti, melaporkan dari Bogota, mengatakan pesawat tersebut jatuh di wilayah pegunungan.

“Ada hujan lebat berhari-hari dalam minggu terakhir ini,” katanya. “Kemungkinan besar cuaca bisa menjadi penyebab kecelakaan, tapi hal itu masih belum dikonfirmasi.”

Walikota Medellin, Federico Gutierrez mengatakan bahwa ia sedang dalam perjalanan ke daerah ketika pesawat carteran itu diyakini jatuh sebelum tengah malam waktu setempat.

“Ini adalah tragedi skala besar,” katanya kepada Blu Radio.

Tidak jelas apa yang menyebabkan jatuhnya pesawat British Aerospace 146 jarak pendek tersebut, tetapi, seperti dilansir Rampietti, Kolombia telah dilanda hujan lebat dan badai beberapa jam terakhir.

Karena Desakan Dunia Islam, Presiden Zionis Akhirnya Menentang UU Larangan Adzan

PALESTINA (Jurnalislm.com) – Presiden Israel Reuven Rivlin akhirnya berbicara pada hari Selasa (29/11/2016) menentang RUU kontroversial yang akan melarang Masjid-masjid menggunakan pengeras suara untuk adzan subuh, World Bulletin melaporkan.

RUU, yang memicu kemarahan tidak hanya Muslim di dunia Arab namun juga di seluruh dunia, yang rencananya akan dibacakan pertama kali di parlemen pada hari Rabu.

Bentuk aslinya telah diubah pekan lalu agar tidak mempengaruhi sirene yang mengumumkan awal hari istirahat kaum Yahudi saat matahari terbenam setiap hari Jumat.

Pada hari Selasa Rivlin menjamu pertemuan para pemimpin agama di kediamannya di Yerusalem untuk berusaha menjembatani kesenjangan terhadap masalah Adzan, karena Muslim melayangkan laporan resmi mengenai pelarangan adzan di seluruh negeri Palestina yang terjajah, kantornya menyatakan.

“Saya berpikir bahwa mungkin pertemuan semacam itu bisa berdampak pada seluruh masyarakat, dan bahwa akan memalukan jika hukum yang dilahirkan menyentuh isu kebebasan iman dan dari agama tertentu (Islam) di antara kita,” kata Presiden seperti dikutip peserta.

Rivlin, yang utamanya hanya menangani tugas seremonial, menganggap undang-undang baru – yang didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu – tidak perlu.

“Presiden percaya bahwa undang-undang yang sudah ada mengenai kebisingan mampu menjawab masalah yang timbul dari hal ini, bersama dialog antar komunitas agama yang berbeda di Israel,” kata juru bicara Rivlin, Naomi Toledano Kandel.

Pengawas pemerintah Israel menentang keras undang-undang yang diusulkan, menggambarkannya sebagai ancaman terhadap kebebasan beragama dan provokasi yang tidak perlu.

Anggota parlemen Arab Israel Ahmed Tibi telah bersumpah untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Kehakiman jika sirene Shabbat dikecualikan dari ruang lingkup RUU karena itu membedakan antara penganut Yahudi dan kaum Muslim.

UU pelarangan adzan tersebut akan berlaku untuk Masjid Arab di timur Yerusalem yang dicaplok zionis serta yang ada di sekitarnya, namun masjid Al-Aqsha yang sangat sensitif – tempat suci ketiga umat Islam – akan dibebaskan dari ketentuan UU tersebut, menurut seorang pejabat Israel.

Sponsor RUU tersebut, Motti Yogev, partai sayap kanan zionis, Jewish Home, mengatakan undang-undang ini diperlukan untuk menghindari gangguan sehari-hari bagi kehidupan ratusan ribu warga yahudi Israel dipemukiman yang berdiri di tanah Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa beberapa muadzin menyalahgunakan fungsi mereka untuk melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

Pada hari Ahad, Rivlin telah memberitahu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa inisiatif legislatif Israel berkaitan dengan Adzan akan “dipertimbangkan dengan sensitivitas, sebagaimana setiap masalah kebebasan berbicara dan agama seharusnya diberlakukan dengan sensitivitas.”

 

SITE Intelijen: IS Klaim atas Serangan di Universitas Ohio, AS

OHIO (Jurnalislam.com) – Seorang tentara dari kelompok Islamic State (IS) melakukan serangan mobil dan pisau di sebuah kampus Ohio yang mengakibatkan 11 orang terluka, sebuah kantor berita terkait IS mengatakan Selasa (29/11/2016), lansir World Bulletin.

“Eksekutor serangan di Ohio Amerika adalah seorang anggota IS dan ia melakukan operasi dalam menanggapi panggilan untuk menargetkan warga negara koalisi internasional,” kata kantor berita Amaq mengutip sumber orang dalam rilisannya, sesuai dengan terjemahan oleh kelompok pemantauan SITE intelijen.

Penyerang diidentifikasi sebagai seorang mahasiswa Somalia di universitas tersebut yang bernama Abdul Razak Ali Artan, dan telah ditembak mati oleh polisi beberapa saat setelah serangan pada hari Senin.

Peserta Aksi Jalan Kaki Berusia 56 Tahun ini Bulat untuk Finish di Jakarta

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Peserta aksi jalan kaki dari Kabupaten Ciamis menuju Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang diikuti oleh ratusan umat Islam yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua.

Salah satunya adalah Bapak H. Dede Iin Solihin. Pria 56 tahun ini sudah membulatkan tekadnya untuk mengikuti aksi jalan kaki meskipun larangan angkutan telah dicabut. Ia mengaku telah berwasiat kepada keluarganya untuk melanjutkan aksinya hingga finish di Jakarta.

“Niat saya sudah bulat, saya sudah nitip wasiat kepada anak, kepada keluarga, saya akan tetap berjalan apapun yang terjadi,” tuturnya kepada JITU Islamic News Agency (INA) saat beristirahat di Ponpes Miftahul Huda, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (28/11/2016).

Pria asal Kawali, Kabupaten Ciamis ini merasa tergugah untuk mengikuti Aksi Bela Islam III 2 Desember mendatang. Tuntutannya sama, yaitu untuk meminta keadilan kepada pemerintah terkait kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuk Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Karena saya muslim saya merasa tergugah untuk mengikuti aksi ini. Saya mengajak kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Ciamis umumnya di seluruh Indonesia utnuk datang ke Jakarta meminta keadilan terkait penistaan agama oleh Ahok,” ujarnya.

Haji Dede bersama ratusan umat Islam Ciamis lainnya mempunyai tekad yang sama. Dalam pantauan kami, saat ini peserta aksi jalan kaki telah memasuki wilayah Malangbong, Kabupaten Garut.

Reporter: Aryo Jipang, Ally Muhammad Abduh/INA

Peserta Aksi Jalan Kaki dari Ciamis Telah Tiba di Bandung

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ratusan peserta aksi jalan kaki dari Ciamis pada Rabu (30/11/2016) dini hari telah masuk di wilayah Bandung, lapor Islamic News Agency (INA).

Rombongan yang terdiri dari para santri, pelajar, akttivis Islam, guru ngaji, yang dikawal ulama dan habaib tiba di Rest Area Kampung Nagreg, Jl.Raya Nagreg KM 34, Nagrog, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada pukul 23.00 dini hari. Mereka beristirahat setelah berjalan selama 17 jam.

“Kami start jam 06.00 pagi dari perbatasan Tasik-Ciamis dan baru sampai di Kampung Nagreg pukul 23.00,” ujar Ketua FPI Kabupaten Ciamis, Haji Titing saat ditemui Islamic News Agency di Rest Area Kampung Nagreg pada Rabu.

Menurutnya, sebagian santriwati dan peserta jalan kaki dari kaum wanita sudah dipulangkan terlebih dahulu ke rumah masing-masing.

Pada hari kedua, rombongan aksi jalan kaki ini mendapat sambutan meriah dari warga sepanjang jalur lintasan menuju Jakarta. Sambutan paling meriah terjadi di wilayah Malangbong, Garut.

“Kami tadi sempat beristirahat sekitar satu jam di Malangbong. Di sana sambutannya sangat meriah. Warga turun ke jalan membagikan air dan makanan. Di sepanjang jalan orang menyambut kita,” ujar Haji Titing kepada kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Rencananya, peserta aksi jalan kaki akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta via Bandung.

“Kabarnya, Gubernur Aher (Ahmad Heryawan) juga akan menyambut di Masjid Pusdai. Tapi lihat saja besok,” tukas dia.

 

Reporter: Fajar Shadiq

Aksi Super Damai 212, GIN Siap Bantu Dinas Kebersihan DKI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Ibu Negeri (GIN) menyatakan siap turun dalam Aksi Super Damai Bela Islam III tanggal 2 Desember 2016. Ketum GIN Neno Warisman menjelaskan mereka (GIN, -red) turun untuk mendukung Dinas Kebersihan DKI.

“Kami beserta anggota GIN yang tersebar di kawasan Jabodetabek, akan bekerja membantu petugas kebersihan dalam membersihkan sampah sesudah aksi,” katanya saat ditemui Islamic News Agency (INA) di Cilandak, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Dalam membantu petugas kebersihan, lanjutnya, ibu-ibu telah dibekali plastik-plastik besar untuk menampung sampah agar aksi damai nanti tetap bersih.

Neno berujar alasannya turun membantu petugas kebersihan untuk menjaga pemberitaan negatif dari orang-orang yang tidak suka dengan Aksi Super Damai Bela Islam III.

“Dengan ciri khas kaum ibu yang penuh kelembutan dan suka dengan kebersihan maka gerakan Jum’at nanti kami sebut GIN-Clean,” pungkasnya.*

Reporter: Tommy/INA

Doa dan Bantuan Warga Sepanjang Jalan, Membuat Peserta Aksi Jalan Kaki Ciamis-Jakarta Terharu

JAWA BARAT (Jurnalislam.com) – Aksi jalan kaki warga Ciamis Jawa Barat (Barat) menuju Jakarta untuk ikut ambik bagian dalam Aksi Bela Islam III melahirkan banyak simpati dan perhatian masyarakat sepanjang rute yang dilewati.

Salah satu warga Ciamis yang juga Kordinator Aksi Jalan Kaki Ciamis Jakarta, Ustadz Ahmad merasa terharu dengan do’a sekaligus bantuan dari pelbagai masyarakat atas aksi mereka sepanjang jalan yang mereka lalui.

“Ada ibu-ibu yang nangis, yang mendo’akan keselamatan kita. Banyak yang menawarkan bantuan, baik berupa makanan atau uang. Yang menawarkan kita tempat istirahat juga banyak,” kata Ahmad, kepada Islamic News Agency (INA), Selasa (29/11/2016).

“Subhanallah, ini menunjukkan makna ukhuwah. Ini bukan rekayasa, kami melakukan ini semata karena dorongan iman kami,” lanjutnya.

Ahmad menjelaskan sebelum Dhuhur massa sudah sampai di daerah Ciawi dan akan bertolak ke titik pemberhentian selanjutnya, yaitu di Malangbong Garut.

Menurut Ahmad, terkait rencana tempat istirahat menunggu keputusan pimpinan rombongan, mengingat banyaknya tawaran bantuan tempat beristirahat, agar perjalanannya efektif.

Ahmad mengakui memang ada banyak tawaran dan penjemputan massa namun sisanya tetap bergerak ke Jakarta.

“Kabar penjemputan itu benar, tapi itu untuk mengangkut ibu-ibu dan peserta yang tidak kuat. Sementara sisanya akan lanjut melakukan perjalanan ke Jakarta pada Kamis beberapa hari ke depan dengan menggunakan bus,” lanjut Ahmad.

Baginya, aksi yang mereka lakukan hanya karena ini menunjukkan keseriusan agar para petinggi negara melihat dan mendengar aspirasinya dalam menegakkan hukum dan segera menangkap Sang Penista agama (Ahok).

“Ini bentuk keseriusan kami untuk menuntut keadilan. Ciamis – Jakarta itu dekat dan belum seberapa. Tidak sebanding dengan apa yang telah Rasul dan para sahabatnya alami,” pungkasnya.

Reporter: pn/mr/ina

Milisi Syiah Houthi Lakukan Misi Bunuh Diri pada Pertempuran di Timur Laut Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh terus mendorong pasukan mereka melakukan misi bunuh diri dalam pertempuran dengan pasukan Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (28/11/2016).

Misalnya, pertempuran di wilayah Hajjah di timur laut Yaman, bentrokan terjadi di garis depan Midi-Hard selama 24 jam terakhir pada hari Ahad – dan milisi menderita banyak korban jiwa dan kerugian materialistis.

Menurut media center dari zona militer kelima, 22 milisi tewas dan 17 lainnya luka-luka dalam konfrontasi melawan pasukan tentara dan perlawanan yang didukung oleh koalisi Arab di timur laut Midi.

Sementara itu, di Hard, lebih dari 25 anggota milisi Houthi, termasuk komandan, tewas atau terluka setelah pasukan tentara menargetkan mereka selama pertemuan.

Koalisi menargetkan kamp milisi di peternakan al-Jar, barat distrik Abs di Hajjah, dan menewaskan 16 pemberontak serta melukai 17 lainnya. Jet tempur koalisi juga menargetkan bala bantuan milisi, pos dan gudang senjata di Hard dan Midi.

Di Taiz, milisi gagal mendapatkan kembali kontrol atas pos mereka yang hilang dalam beberapa hari terakhir meskipun Saleh terpaksa menurunkan pasukan elit dan istimewa.

Kegagalan milisi Syiah Houthi bisa dilihat di kerugian jiwa yang mereka derita di Taiz, khususnya di wilayah timur dan barat, saat tentara dan pasukan perlawanan selalu menghalangi serangan kekerasan milisi terutama di wilayah al-Maklkal dan sekitarnya serta Sala, di timur kota .