Uni Ulama Internasional Serukan Solidaritas untuk Muslim Rohingya

QATAR (Jurnalislam.com) – Uni Internasional Ulama Muslim (The International Union of Muslim Scholars-IUMS) yang berbasis di Qatar menyerukan umat Islam di seluruh dunia untuk menggelar “Friday of rage-Jumat kemarahan” pada 9 Desember kemarin, untuk menunjukkan solidaritas dengan minoritas Muslim Rohingya yang dianiaya, World Bulletin melaporkan, Jumat (09/12/2016).

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis malam, IUMS mengatakan “mengamati perkembangan keadaan tragis yang dihadapi oleh umat Islam Rohingya di Myanmar”.

IUMS melanjutkan dengan mengkritik “diamnya dunia Islam dan masyarakat internasional mengenai operasi pemusnahan manusia [Rohingya] yang dilancarkan oleh militer Myanmar”.

IUMS juga mendesak pemerintah Arab dan Muslim untuk mengadopsi diplomatik sikap keras dengan Myanmar terkait penganiayaan, dan meminta organisasi kemanusiaan Islam, Arab dan internasional untuk memberikan bantuan segera bagi Muslim Rohingya.

Kelompok advokasi Rohingya mengumumkan sekitar 400 warga Rohingya telah tewas dalam operasi militer di wilayah negara bagian Rakhine di barat Myanmar sejak 9 Oktober.

Pemerintah Myanmar mengatakan 74 yang melawan telah tewas selama periode yang sama termasuk empat yang dikabarkan tewas selama interogasi.

Lagi, Puluhan Pasukan Assad dan Milisi Syiah Internasional Tewas di Tangan Mujahidin Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Internasional pada hari Jumat kembali kehilangan puluhan pasukannya, baik yang tewas atau ditahan, setelah mencoba untuk maju pada sejumlah lingkungan Aleppo timur yang dikepung, di mana pertempuran pecah antara mereka dan faksi mujahidin Suriah di Aleppo sejak Jumat pagi, Eldorar Alshamia melaporkan, Jumat (09/12/2016).

Menurut sumber militer untuk Eldorar, Faksi jihad Ahrar al Syam menewaskan sedikitnya 25 milisi Syiah pro Assad asal Afghanistan, Iran, dan di garis depan Sheikh Saeed, serta menangkap delapan tahanan. Sumber yang sama juga menegaskan bahwa Faksi Fastqm Union juga mematahkan serangan milisi pro Assad di garis depan Jeb Chalabi, membunuh 15 pasukan dan menghancurkan sebuah kendaraan lapis baja.

Rezim Nushairiyah Assad membalas kerugian dengan menargetkan rumah-rumah sipil di pusat distrik Bab al-Maqam dan Al-Maghaier, di mana lebih dari 6 orang tewas akibat pemboman udara.

Perkembangan ini datang hanya satu hari setelah pengumuman Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bahwa rezim Suriah menghentikan eskalasi militer di kota Aleppo.

Upaya pasukan Assad hari ini (Jumat) dengan menyerang wilayah timur Aleppo mengungkapkan pengumuman Menlu Rusia hanyalah kebohongan.

Hadapi Ancaman Donald Trump, China Bangun lebih Banyak Senjata Nuklir

CHINA (Jurnalislam.com) – China “secara signifikan” harus meningkatkan pengeluaran militer dan membangun lebih banyak senjata nuklir sebagai respon terhadap Presiden terpilih AS Donald Trump, sebuah editorial di koran Global Times yang nasionalistik mengatakan pada hari Kamis (08/12/2016), lansir World Bulletin.

“Pengeluaran militer China pada 2017 harus ditambah secara signifikan,” tambahnya dalam artikel yang dicetak dalam bahasa Inggris dan Cina.

Koran itu bukan bagian dari media resmi negara, namun memiliki hubungan dekat dengan Partai Komunis yang berkuasa.

Pejabat China kadang-kadang menggunakan Global Times sebagai palu retorika mereka, tetapi juga memperingatkan bahasa Global Times yang sering kali bernada bombastis.

Presiden terpilih AS tersebut sering kejam terhadap China dalam kampanyenya, bahkan menyebut China sebagai musuh Amerika dan berjanji untuk berdiri melawan negara yang katanya memandang AS sebagai penurut.

Tapi ia juga mengindikasikan bahwa ia tidak tertarik memproyeksikan kekuatan AS jauh dari tanah air, mengatakan Amerika tidak ingin lagi membela sekutu seperti Jepang dan Korea Selatan – bahkan menyarankan mereka harus mengembangkan senjata nuklir mereka sendiri.

Editorial mengikuti omelan Twitter Trump awal minggu ini mengecam perdagangan dan kebijakan luar negeri China, serta keputusan China yang menghancurkan protokol saat Trump menerima panggilan telepon ucapan selamat dari pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen.

Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi nakal yang menunggu penyatuan.

Dalam editorial, Global Times mengatakan: “Kita harus lebih siap secara militer menghadapi pertanyaan Taiwan untuk memastikan bahwa mereka yang menganjurkan kemerdekaan Taiwan akan dihukum, dan mengambil tindakan pencegahan dalam kasus provokasi AS di Laut Cina Selatan.”

Pada hari Rabu, Trump memilih Gubernur Iowa Terry Branstad, yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden China Xi Jinping pada pertengahan 1980-an, sebagai duta besar untuk Cina – berpotensi sebagai berita baik bagi Beijing, yang menyebutnya sebagai “teman lama” setelah menerima laporan pencalonannya.

Namun demikian, surat kabar China Daily milik negara tetap pesimis tentang masa depan hubungan China dengan AS.

Sebuah editorial hari Kamis mengatakan bahwa meskipun raksasa Asia tersebut sejauh ini merespons Trump dengan “pujian yang penuh kehati-hatian,” provokasi lebih lanjut dari politisi yang tak terduga akan membahayakan hubungan Sino-AS.

“China harus bersiap untuk yang terburuk,” katanya. “Apa yang telah terjadi selama beberapa pekan terakhir cenderung menunjukkan bahwa hubungan Sino-AS menghadapi ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat kata-kata Trump tidak selalu lebih keras dari gigitan.”

Dituduh Membom Puluhan Warga Sipil, Militer Irak: Itu Bom Propaganda

IRAK (Jurnalislam.com) – Militer Irak membantah dugaan serangan udara keliru yang menewaskan puluhan warga sipil di kota al-Qaim yang dikuasai Islamic State (IS) dan menyebutnya “cerita palsu” serta menuduh media dan politisi melakukan pekerjaan propaganda bagi kelompok bersenjata, Aljazeera melaporkan, Kamis (08/12/2016).

Komando Operasi Gabungan Irak, pada hari Kamis meluncurkan puluhan serangan udara sehari sebelumnya menargetkan pasukan asing Islamic State (IS) – bukan warga sipil.

Serangan udara pertama dari dua serangan dilakukan pada pukul 09:00 GMT dan menghantam bangunan berlantai dua yang menjadi rumah bagi 25 orang sebagian besar warga asing calon pelaku bom bunuh diri, yang dipimpin oleh seseorang bernama Abu Maysar al-Kawkazi.

Serangan lain dilakukan dalam misi kedua pada pukul 09:55 GMT, menghantam bangunan yang dihuni 30-40 kader IS, sebagian besar juga orang asing, menurut pernyataan militer.

Ia juga mengatakan angkatan udara melakukan usaha besar untuk melindungi warga sipil, dan target tersebut ditentukan berdasarkan data intel yang akurat dan diverifikasi oleh sumber-sumber kami di daerah.

“Semua orang harus menahan diri menyebarkan kebohongan dan rekayasa Daesh dan mengikuti akurasi,” katanya, menggunakan istilah Arab untuk IS.

Pernyataan itu muncul setelah beberapa politisi Irak, termasuk Ketua Parlemen Salim al-Jabouri, mengatakan pada hari Rabu bahwa puluhan warga sipil tewas dalam serangan udara di area pasar di al-Qaim, dekat perbatasan dengan Suriah.

Mereka menduga lebih dari 50 orang tewas – termasuk banyak wanita dan anak-anak – beberapa orang tewas saat antri untuk menerima gaji mereka.

“Pembicara menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kesalahan tersebut, meminta mereka membuka penyelidikan langsung untuk mengetahui kebenaran insiden tersebut, dan untuk menjamin bahwa warga sipil tidak ditargetkan lagi,” kata kantor Jabouri, politisi Sunni-Muslim yang paling senior di Irak yang diperintah Syiah.

Militer membantah menyerang area pasar, seperti dilansir hari Rabu, dan mengatakan ledakan itu disebabkan oleh sebuah bom mobil yang meledak tanpa sengaja, atau diledakkan oleh IS untuk tujuan propaganda.

Amaq, media propaganda IS, merilis sebuah video yang menunjukkan adegan kekacauan di daerah pasar, dengan tubuh berserakan di jalan dan korban yang terluka sedang dirawat.

Reporter Al Jazeera Hoda Abdel-Hamid, melaporkan dari Erbil di Irak utara, mengatakan insiden itu tidak membantu di tengah operasi utama yang sedang berlangsung untuk mengambil alih Mosul di utara yang dikuasai IS.

“Jenis insiden ini tidak akan membantu siapa pun, terlebih tidak membantu pemerintah Irak. Operasi militer sedang terjadi, tetapi Anda juga menghadapi perang propaganda yang sangat sengit,” kata Hamid.

Setelah Mundur Sesaat, Mujahidin Aleppo Rebut Kembali Garis Depan dengan Serangan Kilat

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi koalisi mujahidin Suriah yang dikenal faksi revolusioner Perlawanan Suriah (Fath Halab dan Jaysh al Fath), di bagian timur kota Aleppo yang terkepung berhasil memukul mundur pasukan rezim Syiah Assad dan milisi pendukung mereka selama 48 jam terakhir pertempuran, menyebabkan kerugian jiwa dan material yang besar di pihak Assad, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (08/12/2016).

Pasukan rezim Assad selama dua hari terakhir telah mencoba untuk bergerak maju di beberapa wilayah dari sudut daerah Sayf al-Dawla, Bab Neirab dan Marja, di samping upaya untuk maju ke garis depan selatan Sheikh Saeed dan Aziza, namun mengalami kegagalan, pasukannya mendapat kerugian jiwa dan material besar dalam pertempuran

Dalam sebuah wawancara, jaringan berita ElDorar bertanya kepada salah satu komandan militer di Aleppo, Abu-Fadil, tentang operasi militer terbaru yang sedang berlangsung, dan ia menegaskan bahwa faksi-faksi di Aleppo mampu mematahkan serangan rezim Assad, dan faksi mulai mengikuti taktik pertahanan baru dengan mendirikan beberapa baris pertahanan, serta melancarkan serangan cepat di wilayah rezim yang baru dibuat, dan tujuan utama kami adalah untuk merusak dan menghancurkan sebanyak mungkin kendaraan militer.

Abu Fadil menjelaskan bahwa penarikan pasukan di sejumlah distrik utara Aleppo terpaksa dilakukan karena tekanan berat dari operasi musuh yang belum pernah terjadi sebelumnya lalu, namun penarikan pasukan tersebut bertahap, dalam rangka menciptakan dinding pertahanan yang solid di wilayah geografis yang kecil, dan lebih memilih untuk menjaga lingkungan strategis, dibandingkan menempatkan pasukan tersebar di wilayah yang luas sehingga sulit untuk menahan serangan musuh.

Abu Fadil mengatakan bahwa kemungkinan pemulihan lingkungan Utara tidak sulit, terutama pasukan rezim Assad tidak memiliki jumlah yang cukup untuk menutupi seluruh wilayah, dan serangan intensif mendatang akan dimulai setelah konsolidasi penuh pasukan saat ini.

Perlu dicatat bahwa pasukan Syiah Assad selama dua hari telah kehilangan lebih dari 45 tentara, tujuh tentara juga telah ditangkap, dan tiga tank hancur total dan dua rusak parah.

Mujahidin Suriah Bunuh Komandan Brigade Tank Rusia dalam Pertempuran Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia mengatakan pada hari Rabu (07/12/2016) bahwa seorang kolonel angkatan darat Rusia yang bekerja sebagai penasihat militer di Suriah telah tewas beberapa hari lalu setelah terluka parah oleh serangan mujahidin Suriah di Aleppo, World Bulletin melaporkan, Kamis (08/12/2016).

“Ruslan Galitsky tewas di rumah sakit akibat luka serius. Petugas medis tentara Rusia berusaha untuk menyelamatkan hidupnya,” kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

Dikatakan dia terluka parah dalam penembakan dari daerah perumahan di Aleppo Barat oleh kelompok oposisi.

Galitsky – yang dikabarkan memimpin brigade tank yang berbasis di Siberia – adalah salah satu perwira Rusia peringkat tertinggi di antara sekitar 20 perwira Moskow yang tewas di Suriah.

Pernyataan itu tidak menyebutkan di mana atau kapan tepatnya Galitsky tewas tapi dikatakan sudah diberikan penghargaan militer anumerta.

Moskow melancarkan pemboman secara brutal untuk mendukung kekuatan sekutu lamanya, Bashar Assad, dan memiliki penasehat militer di darat untuk mendukung pasukan rezim Syiah Nushairiyah tersebut.

Moskow juga mengatakan, dua petugas medis wanita Rusia tewas pada hari Senin di sebuah rumah sakit lapangan militer di Aleppo akibat pertempuran di sekitarnya berlangsung sengit.

Bocah Muslim di North Carolina Diserang Guru TK-nya Sejak September

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar AS pada hari Rabu mendesak penyelidikan laporan serangan oleh seorang guru terhadap siswa Muslim di sebuah TK di Charlotte, North Carolina, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (07/12/2016).

Siswa Muslim tersebut menderita “intimidasi dan pelecehan tanpa henti” dari siswa lain dan guru sejak awal tahun ajaran pada bulan September di Sekolah Dasar David Cox Road, Maha Sayed, seorang pengacara hak-hak sipil untuk Council on American-Islamic Relations (CAIR) menulis kepada dewan sekolah.

Sayed mengatakan guru tersebut secara rutin menyisihkan siswa itu (memperlakukannya secara berbedakan dari teman-teman sekelasnya) dan memerintahkan dia untuk membawa ransel berat sepanjang hari yang berisi buku besar dan headphone, menyebabkan anak untuk menderita “sakit punggung signifikan”.

“Guru tersebut juga memperlakukan siswa itu dengan kasar dan dilaporkan memanggilnya ‘anak Muslim buruk (bad Muslim boy)’ pada beberapa kesempatan,” tulis Sayed.

“Dalam insiden terbaru pada 16 November, guru itu dikabarkan mendekati siswa … mencengkeram leher dan mulai mencekiknya. Guru lain kemudian memisahkan keduanya dan mulai menghibur siswa yang menangis dan sangat terguncang,” kata Sayed.

CAIR mencatat bahwa ketentuan UU Hak Sipil tahun 1964 (the Civil Rights Act of 1964) dan Klausul Perlindungan Setara dari Amandemen keempatbelas (the Equal Protection Clause of the Fourteenth Amendment) menetapkan kewajiban hukum untuk menyediakan lingkungan belajar tanpa diskriminasi yang aman bagi semua siswa.

Serangan terhadap minoritas, termasuk Muslim, semakin meningkat setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden negara itu.

Sedikitnya tiga perempuan Muslim diserang dalam kejahatan bias di New York City pekan lalu. Ketiganya diserang karena mengenakan jilbab dan mendapat stigma terorisme. Seorang korban, Aml Elsokary, adalah penduduk asli NYC dan telah bertugas di kepolisian kota selama hampir 15 tahun.

Taliban Hancurkan Mobil Tempur AS saat Menuju Pangkalan Militer

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Akhir Selasa pejuang Mujahidin menyerang kendaraan lapis baja pengangkut personel yang mengangkut agresor Amerika ke pangkalan militer di distrik Behsood provinsi Nangarhar timur, menghancurkannya dan menyebabkan 4 paasukan agresor AS yang berada di dalam kendaran tidak diketahui nasibnya, Al Emarah News melaporkan, Rabu (07/12/2016).

Dalam serangan serupa, dua tentara boneka tewas dan tiga lainnya menderita luka parah yang mengancam jiwa di distrik Kot Bati provinsi Nangarhar.

Laporan juga dateng dari provinsi Herat, sekitar pukul 5:00 dini hari pada hari Rabu, Mujahidin menyerang sebuah pangkalan militer pasukan bayaran dan 1 pos pemeriksaan di wilayah Sanoghan Kabupaten Shindand.

Serangan tersebut menggunakan senjata berat dan ringan, sehingga basis dan pos dikuasai setelah Taliban.

2 tank pasukan ANA (Afghanistan National Army) hancur secara terpisah oleh serangan IED di sekitar distrik.

 

107 Warga Sipil Tewas Dibantai Jet Tempur Rezim Assad dan Rusia Kemarin

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jaringan berita ElDorar pada hari Selasa (06/12/2016) melaporkan pembunuhan 107 warga sipil dalam pemboman yang dilakukan oleh rezim Syiah Assad dan Rusia di wilayah Suriah yang berbeda-beda.

62 Korban meninggal di kota Aleppo, termasuk perempuan dan anak-anak dalam pembantaian yang dilakukan di lingkungan Aleppo yang terkepung di “Fardwes, al-Salhin, Uqyol, Qadi Askar, Qarleq dan al-Maa’adi”, sementara lebih dari 200 orang terluka dengan berbagai tingkat keparahan.

Di provinsi Idlib pesawat tempur melakukan beberapa pembantaian mengerikan, merenggut nyawa 31 orang termasuk dua korban dari Darya yang melarikan diri ke pedesaan Idlib, dan korban lainnya berasal dari “Maaret Mesrin, Taftanaz, Sarmin, KafrSejnah, Maret al-Na’san dan kota Idlib, sementara delapan orang meninggal di Damaskus pada pemboman kota Outaya, Madaya, Yalda.”

Pemboman udara dari Rusia dan rezim Nushairiyah Assad secara dramatis mulai semakin intensif di wilayah utara Suriah, terutama provinsi Idlib, bagian utara Hama, seperti pemboman harian di Aleppo.

Pakistan International Airlines Nabrak Gunung, Seluruh Penumpang Tewas

KARACHI (Jurnalislam.com) – Seluruh 48 penumpang pesawat, yang jatuh di utara ibukota Pakistan, telah tewas, ketua Pakistan International Airlines (PIA) mengkonfirmasi pada hari Rabu (07/12/2016).

Ketua PIA, Ikram Sehgal, dalam sebuah konferensi pers di Islamabad, mengatakan, pesawat aman untuk melakukan penerbangan, dan penyelidikan telah diluncurkan untuk mencari tahu apa yang penyebab kecelakaan itu.

Sebuah pesawat PIA, menuju Islamabad dari distrik barat laut Chitral, jatuh sekitar 80 kilometer dari ibukota, Pervez Geroge, juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil, mengatakan Anadolu Agency.

Maskapai ini juga menegaskan pesawat tersebut jatuh setelah kehilangan kontak dengan menara kontrol selama perjalanan.

Sementara itu, militer mengatakan mereka telah mengevakuasi 40 mayat dari reruntuhan dan operasi pencarian sedang berlangsung.

Penyanyi terkenal yang berpaling menjadi pendeta, Junaid Jamshed, istrinya serta tiga orang asing berada di dalam pesawat tersebut. Keluarga Jamshed menegaskan ia telah menggelar tur di Chitral, yang berbatasan dengan Afghanistan.

Pejabat penerbangan Irfan Elahi kepada wartawan mengatakan bahwa menurut penyelidikan awal, kecelakaan itu tampaknya disebabkan oleh kegagalan mesin.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan “kesedihan dan duka cita yang mendalam” atas kecelakaan itu dan memerintahkan pihak berwenang untuk mempercepat pencarian.

Kementerian luar negeri Turki mengatakan insiden itu menyebabkan “kesedihan besar” dan menyampaikan belasungkawa kepada “orang-orang Pakistan yang bersaudara” dan kerabat mereka yang meninggal.

Chitral-Islamabad dianggap sebagai salah satu rute udara yang paling berbahaya karena sifatnya yang bergunung-gunung.

Pakistan memiliki sejarah panjang bencana udara dengan 17 kecelakaan sejak tahun 1965. Sekitar 130 orang tewas ketika sebuah pesawat maskapai lokal jatuh di Islamabad pada bulan April 2012.

Mantan penguasa militer Pakistan Jenderal Zia-ul-Haq, bersama dengan 17 perwira militer senior dan duta besar AS untuk Pakistan, tewas dalam kecelakaan pesawat bulan Agustus 1988.