9 Faksi Jihad Suriah akan Bentuk Formasi Revolusi Gabungan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Letkol “Abu Bakar” dari Jaysh al-Mujahidin berjanji kepada rakyat Suriah dalam cuitan di akun Twitter akan melakukan merger dalam “proyek nasional yang mewakili revolusi Suriah” dan bersumpah untuk berjuang hingga memperoleh kemenangan, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (18/12/2016).

Menurut sumber yang akrab dengan musyawarah antara faksi, merger tersebut kemungkinan akan mencakup sembilan fraksi revolusioner, terutama “Jaysh al-Islam, Jaysh al-Mujahidin, Faylaq al-Sham Jaysh al-Naser, Fastaqem Union dan Soqur al-Sham, sementara pembicaraan dengan gerakan Islam Ahrar al-Sham dan gerakan Nur al-Din Al-Zanki untuk berpartisipasi dalam proyek masih berlanjut.

Sumber mengatakan dalam sambutannya dengan jaringan ElDorar: “Belum ada kesepakatan mengenai rincian merger, namun sembilan fraksi tersebut setidaknya telah sepakat bertemu selama beberapa hari untuk membahas hal yang disampaikan oleh komandan Jabhat Fath al-Sham, Syeikh Abu Muhammad Joulani untuk membentuk lembaga terpadu yang terdiri dari lebih dari 14 faksi, dengan syarat Joulani yang akan mengontrol operasi militer sepenuhnya, lalu faksi-faksi lain menyerahkan seluruh senjata kepadanya sebagai komandan militer, dan tidak akan mengangkat seorang pemimpin untuk sebuah jabatan politik tanpa persetujuannya, dan tidak mengirimkan pasukan baru untuk pertempuran Perisai Efrat (the Euphrates Shield), dan tidak mengizinkan kelompok faksi terlibat dalam pertempuran untuk kembali ke utara Aleppo setelah tiga bulan.”

Sumber menambahkan: “Syarat Joulani telah ditunjukkan untuk faksi Kamis lalu, dan pada hari Ahad delapan faksi belum memberikan keputusan dan akan mengumumkan formasi di antara mereka sendiri, tetapi belum menyepakati detailnya, dan tampaknya akan disepakati dalam beberapa hari mendatang, namun gerakan Nur al-Din Al-Zanki dan Ahrar al-Sham telah menyetujui syarat tersebut.”

Unjuk rasa banyak terjadi di daerah yang telah dibebaskan menyatakan kemarahan atas pembantaian yang terjadi di kota Aleppo, dan warga meminta faksi untuk mengakhiri perpecahan dan pertentangan, sesuai dengan slogan-slogan yang dibawa oleh para pengunjuk rasa.

Mujahidin Kashmir Bunuh 3 Tentara India dalam Serangan Mematikan

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Tiga tentara India tewas di Kashmir di wilayah yang dikuasai India (Indian-held Kashmir -IHK) pada hari Sabtu (17/12/2016) ketika mujahidin Kashmir menembaki konvoi kendaraan militer India yang lewat di sepanjang Srinagar-Jammu Highway, menurut sumber polisi, lansir World Bulletin.

Pasukan India mengepung seluruh wilayah segera setelah serangan mendadak itu, namun mujahidin, menurut sumber polisi, berhasil melarikan diri.

Serangan di hari Sabtu terjadi di daerah yang sama pada bulan Juni awal tahun ini, di mana delapan polisi tewas dalam penyergapan serupa.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberpa bagian dan diklaim oleh kedua negara secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965 dan 1971 – setelah mereka terpisah pada tahun 1947, dua diantara perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan muslim Kashmir di IHK telah berjuang melawan penjajah India untuk kemerdekaan atau penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir sejauh ini telah tewas akibat kekerasan militer India. India mempertahankan lebih dari setengah juta prajurit di Kashmir (IHK).

Inilah Rilisan Bantahan Taliban atas Klaim Undangan Iran

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Jumat (16/12/2016), merilis bantahan terkait berita yang beredar di sejumlah media lokal yang menjadi bahan pemberitaan di luar negeri terkait pejabat Taliban berkunjung ke Iran menghadiri undangan Teheran, Al Emarah News melaporkan Sabtu (17/12/2016),

Berikut ini adalah rilisan bantahan yang dilansir oleh media Taliban, Voice of Jihad:

Laporan yang diterbitkan kemarin oleh beberapa situs berita berbasis di Kabul menyatakan bahwa delegasi Imarah Islam Afghanistan telah diundang oleh Iran untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional yang dijuluki ‘Persatuan Islam’.

Tidak ada kebenaran dalam klaim tersebut. Tidak ada delegasi Iamarah Islam yang telah menerima undangan dan semua laporan yang menyatakan hal sebaliknya adalah tidak benar.

Juru bicara Imarah Islam Afghanistan

Qari Muhammad Yousuf Ahmadi

16/03/1438 Hijriah 16/12/2016 Masehi

4 Faksi Pembebasan Suriah Sepakat kembali ke Medan Tempur Perangi Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Empat faksi Tentara Pembebasan Suriah mengumumkan kesediaannya untuk kembali ke aksi militer memerangi rezim Assad dan mereka memberi mandat Dr. Ayman al-Harush, pejabat “Asosiasi Ulama di Suriah” untuk membentuk sebuah komite memulai inisiatif ini dan menindaklanjutinya, Eldorar Alshamia melaporkan, Sabtu (17/12/2016).

Faksi-faksi tersebut dibubarkan setelah Jabhat al-Nusra saat itu (Jabhat Fath al-Syam sekarang) menyerang markas mereka setelah konflik pecah diantara mereka, karena serdadu mereka terindikasi tentara bayaran Amerika Serikat.

“Faksi Suriah Revolusioner (Sektor Utara), gerakan Hazem, Ansar brigade, dan Jabhat Haq al-Muqatila mengkonfirmasi kesiapan untuk mengatasi perbedaan antara mereka dan seluruh faksi dan bertekad menunda penghakiman” sampai agresi rezim dan sekutunya kalah terhadap perjuangan rakyat di tanah kami,” dan mengatakan mereka sedang menunggu balasan dalam waktu seminggu.

“Asosiasi Cendekiawan di Suriah”, yang mencakup sekelompok ulama, didirikan pada 14 Juli 2016 untuk “membentuk referensi sah yang menunjukkan posisi dari setiap peristiwa besar di tempat kejadian, dan menerbitkan fatwa tentang isu-isu publik, serta membentuk pengadilan independen tertinggi untuk menyelesaikan perselisihan antara faksi.”

Ini Kabar Terakhir Pengungsi Warga Sipil Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Sekitar 100.000 orang telah mengungsi dari Mosul sejak serangan besar diluncurkan pada bulan Oktober untuk merebut kembali kota di Irak utara yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) tersebut, misi PBB di Irak (the UN Mission in Iraq UNAMI) mengatakan, lansir World Bulletin, Sabtu (17/12/2016).

Dalam sebuah pernyataan hari Sabtu, UNAMI mengatakan lebih dari 106.400 orang telah terlantar akibat operasi Mosul sejak 17 Oktober.

Walaupun 9.500 dari pengungsi telah kembali ke tempat asal mereka, lebih dari 99.300 warga Irak lainnya masih mengungsi, UNAMI mengatakan.

Pekan lalu, Kementerian Migrasi Irak mengatakan lebih dari 107.000 orang telah mengungsi sejak serangan ke IS dimulai pada Mosul.

Sementara itu, Eyad Rafed dari Bulan Sabit Merah Irak memperingatkan situasi kemanusiaan yang memburuk saat warga sipil melarikan diri dari daerah-daerah yang berada di bawah target serangan oleh pasukan IS.

“Sekitar 1.500 warga sipil telah dipindahkan ke kamp di selatan Mosul dalam 24 jam terakhir,” katanya kepada Anadolu Agency.

Para pejabat Irak telah bersumpah untuk merebut kembali Mosul – yang direbut IS bersama dengan wilayah luas di utara dan barat Irak – pada akhir tahun ini.

Jenderal Iran ini Berada di Aleppo saat Pembantaian Warga Sipil

ANKARA (Jurnalislam.com) – Foto-foto baru menunjukkan komandan Garda Revolusi Iran Qasem Soleimani bertepatan dengan pembunuhan 14 warga sipil oleh kelompok-kelompok teroris Syiah pro-Assad selama proses evakuasi yang terperangkap dalam kota Aleppo di Suriah utara, lansir World Bulletin, Sabtu (17/12/2016).

Awal pekan ini atas perjanjian Turki dengan Rusia, para pejuang oposisi Suriah di Aleppo timur mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan pasukan rezim Syiah Assad untuk mengevakuasi warga sipil dari kota.

Sejak itu, sedikitnya 7.500 warga sipil telah meninggalkan Aleppo menuju banteng mujahidin di Idlib – yang terletak di dekat perbatasan dengan Turki – menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Media Iran pada hari Jumat menerbitkan foto yang menunjukkan Jenderal Soleimani, kepala Pasukan Quds dari Garda elit Syiah, bersama dengan beberapa orang di Aleppo dengan latar belakang bangunan hancur.

Kehadiran Soleimani bertepatan dengan pembunuhan 14 warga sipil oleh milisi Syiah Internasional pro-Assad yang didukung Iran selama proses evakuasi.

Proses untuk mengevakuasi warga sipil dari Aleppo Timur sempat dihentikan setelah kelompok teroris asing pro-rezim menghadang konvoi sipil setelah meninggalkan Aleppo timur menuju Idlib.

Menurut koresponden Anadolu Agency di Aleppo, teroris Syiah pro-rezim tersebut menembaki konvoi bus menuju Idlib tersebut, yang membawa sekitar 800 warga sipil.

Para teroris Syiah memaksa kendaraan untuk berhenti di Ramouseh yang dikuasai rezim di pinggiran barat daya Aleppo dan mengambil semua penumpang sebagai sandera, koresponden melaporkan.

Para sandera itu kemudian dibebaskan setelah 14 dari mereka tewas oleh teroris Syiah dukungan Iran.

Walaupun Pernah Ditembus Roket Hamas, Azerbaijan Tetap Beli Sistem Pertahanan Udara Israel

BAKU (Jurnalislam.com) – Menteri Industri Pertahanan Yavar Jamalov pada hari Sabtu (17/12/2016) mengumumkan bahwa Azerbaijan akan membeli sistem pertahanan udara “Iron Dome” Israel, World Bulletin melaporkan.

“Ada kesepakatan antara Azerbaijan dan Israel mengenai pengadaan sistem ini,” kata Jamalov kepada wartawan.

Jamalov mengatakan bahwa Azerbaijan membutuhkan sistem tersebut.

Dia juga mengatakan Azerbaijan mulai mengekspor produk seraya menambahkan: “Kami menjual produk industri pertahanan ke lembaga-lembaga negara seperti AS, Kanada, negara-negara Afrika dan Korea Selatan”

Dirancang dan diproduksi di Israel, sistem pertahanan udara “Iron Dome” mulai beroperasi pada tahun 2011.

Sistem pencegat roket jarak pendek tersebut pernah ditembus oleh roket-roket yang ditembakkan oleh kelompok perlawanan Islam Palestina, Hamas, ke Israel selama Operation Protective Edge terbaru di Jalur Gaza pada bulan Juli dan Agustus 2014.

Serangan Bom Mobil Hantam Bis Umum, 13 Tentara Turki Tewas

KAYSERI (Jurnalislam.com) – Tiga belas tentara tewas dan 56 lainnya luka-luka ketika sebuah serangan bom mobil menyerang sebuah bus umum di pusat provinsi Kayseri pada Sabtu (17/12/2016), kata Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu kepada Anadolu Agency.

Dalam pernyataan yang dibuat untuk media di kota Kayseri, Soylu mengatakan tujuh tersangka telah ditahan sehubungan dengan serangan itu, sementara pencarian lima orang lainnya terus berlanjut.

“Dari 56 korban yang terluka, 12 dalam perawatan intensif sementara empat tetap dalam kondisi kritis,” katanya.

Sebelumnya, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan, bom mobil menargetkan bus umum yang membawa pasukan yang tidak sedang bertugas dekat kampus Erciyes University pada pukul 08:45 waktu setempat (0545 GMT).

Perdana Menteri Binali Yildirim kemudian mengatakan kepada wartawan di provinsi Kahramanmaras bahwa ledakan Kayseri adalah “serangan bom bunuh diri”

“Insiden ini tidak dapat melemahkan perjuangan kami melainkan meningkatkan tekad kami,” kata Yildirim.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga mengutuk serangan teror. Dalam pernyataan yang dibuat di Turki pada akun resmi Twitter-nya, Cavusoglu menyatakan belasungkawa kepada keluarga para martir dan berharap yang terluka cepat sembuh.

Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar juga mengatakan kepada Anadolu Agency: “Tentara Turki bertekad untuk memerangi teroris sampai teroris terakhir dinetralkan.”

Wakil Perdana Menteri Veysi Kaynak membandingkan kejadian tersebut dengan pemboman kembar 10 Desember di Istanbul, yang menewaskan 44 orang, termasuk beberapa petugas polisi.

Pemimpin utama oposisi Partai Republik Rakyat (CHP), Kemal Kilicdaroglu, juga menelepon perdana menteri dan menawarkan belasungkawa atas serangan itu.

Penyelidikan serangan tetap berlangsung.

Dewan Agung Radio dan Televisi (Supreme Board of Radio and Television) Turki memberlakukan larangan sementara liputan media terhadap ledakan Kayseri, yang mencakup siaran langsung dari tempat kejadian, rekaman yang diambil saat ledakan dan setelahnya, dan gambar tubuh/mayat, kata dewan itu dalam sebuah pernyataan.

Tunjukan Solidaritas, 50 Stasiun TV Turki akan Siarkan Kekejaman Pasukan Assad Besok Ahad

TURKI (Jurnalislam.com) – Korporasi Radio dan Televisi Turki (Turkish Radio and Television Corporation-TRT) meluncurkan inisiatif solidaritas dengan kota Aleppo, di bawah slogan “Aleppo tidak sendirian-Aleppo is not alone.”

Sebagaimana yang dilaporkan ElDorar AlShamia, Jumat (16/12/2016) bahwa pada hari Ahad (18/12/2016), 50 saluran Turki akan meluncurkan siaran langsung selama 16 jam, dalam solidaritas bersama Aleppo dan memberitakan kekejaman yang dialami kota itu oleh pasukan Rusia, Iran dan rezim Assad.

Banyak orang Turki bersama warga Suriah menggelar aksi protes di depan kedutaan Rusia dan Iran di Ankara kemarin, saat organisasi bantuan Turki IHH mengumpulkan sumbangan dana untuk kepentingan kota Aleppo.

Iran di Aleppo: Bunuh Semua Orang yang Terjebak

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber media Suriah mengatakan bahwa pejabat militer Syiah Iran, Jenderal Javad al-Ghafari, komandan Garda Revolusi yang juga pemimpin 16 kelompok milisi IRGC yang didukung Syiah berencana membunuh semua orang yang masih terjebak di timur Aleppo, sehingga menghambat penyelesaian operasi evakuasi warga sipil dan pejuang yang tersisa, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat (16/12/2016).

Sumber tersebut mengatakan bahwa Jenderal Ghafari telah bertentangan dengan Rusia sejak awal; karena ia tidak ingin warga sipil dan pejuang oposisi dievakuasi dari lingkungan yang dikepung.

Dia menghambat perjanjian Rusia-Turki. Media Iran juga telah mulai menyerang Rusia yang sejalan dengan pembicaraan tentang perjanjian ini.

Media Iran mengisyaratkan tentang konflik kepentingan antara kedua belah pihak di Suriah.

Jenderal Ghafari, yang memimpin Garda Revolusi Syiah Iran dan milisi Syiah internaional yang berafiliasi dengan rezim Syiah Nushairiyah Suirah setelah pembunuhan Jenderal Hussein Hamadani pada bulan Oktober 2015.