Gelombang Penyerbuan Tahap Kedua ke Kota Mosul Digelar, Begini Serangannya

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah memulai tahap kedua pertempuran untuk merebut kembali Mosul dari kelompok Islamic State (IS) pada hari Kamis di beberapa kota di tenggara Mosul, lapor koresponden Al Arabiya, Kamis (29/12/2016).

Melanggar gencatan pertempuran dua pekan, pasukan Irak yang didukung oleh serangan udara koalisi dan artileri pimpinan AS mendorong lebih dalam ke Mosul timur dalam serangan multi-cabang terhadap basis IS di Mosul.

Pasukan elit khusus mendorong ke dalam lingkungan Karama dan Quds, sementara pasukan tentara dan polisi federal maju ke dekat wilayah Intisar, Salam dan Sumor. Asap gelap membumbung setelah ledakan mengguncang kota dan senapan mesin api berat bergema melalui jalan-jalan.

Perlawanan IS, warga sipil yang terperangkap di dalam rumah mereka dan cuaca buruk memperlambat kemajuan serangan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan untuk merebut kembali kota terbesar kedua Irak, yang merupakan benteng kota terakhir kelompok IS di negara itu. Ini adalah operasi militer terbesar Irak sejak invasi 2003 pimpinan AS.

Pertempuran dimulai sekitar pukul 07:00 di hari yang cerah tapi dingin di bulan Desember dan berlanjut sampai sesaat sebelum matahari terbenam.

Pasukan khusus Irak, juga dikenal sebagai Golden Brigade, merebut sekitar setengah dari lingkungan Quds di sore hari.

Sebuah pernyataan oleh koalisi pimpinan AS mengatakan serangan hari Kamis membuka dua front baru di Mosul timur, meningkatkan tekanan pada militan untuk mengurangi kemampuan IS menghimpun kekuatan, menggerakkan atau memasok pasukan.”

Pasukan khusus Irak 'Golden Brigade'
Pasukan Khusus Irak ‘Golden Brigade’

Dikatakan bahwa, atas permintaan dari pemerintah Irak, pesawat-pesawat tempur koalisi telah “menghantam kembali” dua jembatan di atas Sungai Tigris di Mosul pada hari Selasa, dan sehari sebelumnya “merusak” jembatan penyeberangan terakhir di kota.

“Serangan itu dilakukan untuk mengurangi kebebasan pergerakan IS, dan untuk lebih mengganggu kemampuan IS dalam memperkuat, mengirim pasokan, atau menggunakan kendaraan penuh alat peledak di Mosul Timur,” kata pernyataan itu.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Selasa, Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi, komandan pasukan khusus di Mosul timur, mengatakan pasukannya telah didukung oleh bala bantuan dan berada kurang dari 3 kilometer dari Sungai Tigris, yang membelah kota menjadi dua.

Sementara itu pada hari Kamis, serangan terpisah di dan sekitar Baghdad menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 35 lainnya, kata polisi. Serangan paling mematikan terjadi di lingkungan Maalif di barat daya ibukota ketika rompi bahan peledak diledakkan di dekat pasar luar, menewaskan tujuh orang dan melukai 12, kata polisi.

Para pejabat medis mengkonfirmasi jumlah korban.

Semua pejabat berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk mengeluarkan informasi.

Gencatan Senjata Secara Nasional akan Dimulai Nanti Malam, Menteri Suriah: Tidak Termasuk JFS

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Turki mengumumkan hari Kamis bahwa pihak yang berperang di Suriah telah menyepakati gencatan senjata secara nasional yang dijadwalkan dimulai 30 Desember pada pukul 12 tengah malam waktu setempat (2200GMT), Anadolu Agency melaporkan, Kamis (29/12/2016)

Kementerian itu mengatakan rezim Suriah dan oposisi telah memutuskan bahwa kelompok yang ditunjuk sebagai teroris oleh Dewan Keamanan PBB tidak termasuk dalam kesepakatan.

Turki dan Federasi Rusia akan bertindak sebagai negara penjamin dalam mendukung gencatan senjata, pernyataan Turki menambahkan.

“Dengan pemahaman ini, semua pihak berkomitmen untuk menghentikan semua serangan, termasuk serangan udara, dan menahan diri saling merebut wilayah satu sama lain / memperluas wilayah di bawah kendali mereka satu sama lain.

“Turki dan Rusia sangat mendukung dan akan bersama-sama memantau gencatan senjata / penghentian permusuhan ini,” kata kementerian itu.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Turki akan terus berupaya memastikan transisi politik di Suriah atas dasar Deklarasi Jenewa dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254, yang mengamanatkan pembicaraan intra-Suriah.

Turki mengatakan rezim Bashar al-Assad dan oposisi akan segera bertemu di Astana, Kazakhstan dengan kehadiran negara penjamin, untuk mengambil langkah-langkah signifikan terhadap revitalisasi proses politik yang dipimpin PBB.

Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu menyatakan di Twitter: “Kami menyambut kesepakatan yang dicapai antara pihak yang bertentangan / bertikai di Suriah mengenai gencatan senjata nasional.”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan Jenderal Komando Angkatan Bersenjata rezim telah menyatakan akan mematuhi penghentian komprehensif tersebut yang dimulai tengah malam – tidak termasuk Jabhat Fath al-Sham (sebelumnya Jabhah Nusrah) ditambah koalisinya dan kelompok Islamic State (IS).

Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham
Faksi Jihad Jabhat Fath al-Sham

“Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk mendukung jalannya politik krisis di Suriah,” tambah pernyataan militer Suriah.

Di Washington, AS, yang tidak terlibat dalam negosiasi, mengatakan akan menyambut “setiap upaya yang menghentikan kekerasan, menyelamatkan nyawa, dan menciptakan kondisi untuk negosiasi politik baru dan produktif.”

“Masyarakat internasional berharap gencatan senjata ini berhasil sehingga transisi Suriah yang dipimpin ke arah yang lebih representatif, bersatu, dan pemerintah damai bisa dimulai,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner dalam sebuah pernyataan kepada Anadolu Agency.

Ini Alasan AS Abstain Hingga PBB Mengutuk Israel

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan pada hari Rabu bahwa masa depan solusi dua-negara berada “dalam bahaya serius”, membela AS yang abstain pekan lalu pada pemungutan suara Dewan Keamanan PBB mengutuk permukiman yahudi di tanah Palestina.

“Amerika Serikat pada kenyataannya bertindak sesuai dengan nilai-nilai kami, seperti yang telah dilakukan administrasi AS sebelumnya di Dewan Keamanan,” kata Kerry dalam sebuah konferensi pers dimana ia menguraikan visi pemerintahan Barack Obama untuk perdamaian Timur Tengah, lansir Anadolu Agency, Rabu (28/12/2016).

Kerry mengatakan pemungutan suara itu ditujukan untuk “melestarikan solusi dua negara” mencatat bahwa dua negara terpisah adalah “satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina”.

Kerry juga membela komitmen pemerintah Amerika untuk Israel.

“Tidak ada pemerintahan Amerika sebelumnya yang telah melakukan lebih banyak untuk keamanan Israel dibanding Barack Obama,” katanya. “Perdana menteri Israel sendiri telah mencatat kerjasama militer dan intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya. Latihan militer kami lebih maju dari sebelumnya.”

Kerry mengecam para pemimpin Israel yang mengatakan bahwa tindakan AS berlawanan dengan kepentingan AS sendiri. “Sayangnya, beberapa pihak tampaknya percaya bahwa persahabatan AS berarti AS harus menerima kebijakan apapun, terlepas dari kepentingan kami sendiri, posisi kami sendiri, kata-kata kami sendiri, prinsip-prinsip kami sendiri, bahkan setelah mendesak lagi dan lagi bahwa kebijakan tersebut harus berubah,” dia berkata.

Kerry mengatakan, pemerintahan AS telah memblokir “upaya yang tak terhitung jumlahnya untuk mendelegitimasi Israel” di PBB.

Menurut diplomat top Amerika, pemerintahan AS sebelumnya juga memberi jalan resolusi bagi Israel untuk lulus Dewan Keamanan.

Di bawah George W. Bush, kata dia, Dewan melewati enam resolusi yang ditentang Israel, termasuk satu panggilan untuk membekukan permukiman yahudi.

Dia menegaskan keyakinannya bahwa “masa depan Israel adalah negara Yahudi dan demokratis” sekaligus hidup “berdampingan dalam perdamaian dan keamanan dengan tetangga-tetangganya”.

“Mereka [Israel dan Palestina] dapat memilih untuk hidup bersama dalam satu negara atau terpisah menjadi dua negara,” katanya. “Tapi di sini ada realitas fundamental, jika pilihannya adalah satu negara, Israel dapat menjadi Yahudi atau Demokrat, tidak bisa menjadi keduanya. Dan itu tidak akan pernah benar-benar damai.”

Kerry mengatakan ia menyaksikan sendiri “kerusakan akibat konflik” di kedua sisi dan polarisasi mendalam mengamuk di wilayah disertai dengan narasi permusuhan, yang membuat solusi satu negara tidak mungkin.

“Setelah konflik puluhan tahun, banyak pihak yang tidak lagi melihat sisi lain sebagai orang, hanya sebagai ancaman dan musuh,” katanya.

Dia menunjukkan bahwa sebagian besar Israel dan Palestina telah mengabaikan kemungkinan perdamaian atau menyerah dengan perubahan di wilayah tersebut.

“Dengan pengunduran diri pasif ini, masalah hanya akan lebih buruk, risiko lebih besar dan pilihan lebih sempit,” katanya. “Jika hanya ada satu negara, akan ada jutaan warga Palestina yang tinggal secara permanen di daerah-daerah kantong yang terpisah di tengah Tepi Barat tanpa hak politik yang nyata, sistem pendidikan dan transportasi legal yang terpisah, perbedaan pendapatan yang luas, di bawah pendudukan militer permanen yang menghalangi mereka mendapatkan kebebasan yang paling dasar.”

Kerry menolak tuduhan Israel bahwa AS adalah kekuatan pendorong di belakang suara PBB tetapi mengatakan Washington telah lama menentang permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Dia juga menegaskan bahwa kota suci Yerusalem harus tetap menjadi wilayah bersama bagi kedua komunitas.

AS menginginkan solusi dua-negara untuk konflik Israel-Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967, sebelum Perang Enam Hari.

Kerry mengatakan dalam upaya menuju “satu negara dan pendudukan abadi” penduduk pemukim Israel di Tepi Barat telah tumbuh menjadi 270.000 sejak Oslo Accords tahun 1990-an.

Dia mengecam para pejabat sayap kanan Israel yang berpendapat permukiman diperlukan untuk keamanan Israel.

Dia menyatakan bahwa pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “sayap paling kanan dalam sejarah Israel, dengan agenda yang didorong oleh unsur-unsur paling ekstrim.”

Menjelang pidato Kerry, Presiden terpilih Donald Trump mengambil kebijakan Israel pada pemerintahan Obama.

“Kita tidak bisa terus membiarkan Israel diperlakukan dengan penghinaan dan rasa tidak hormat seperti ini,” kata Trump di Twitter. “Mereka sebelumnya adalah teman yang hebat bagi AS, tapi sekarang tidak lagi. Awal kehancuran ini adalah kesepakatan mengerikan dengan Iran, dan sekarang ini (PBB-UN)!” Trump tweeted. “Tetap kuat Israel, 20 Januari semakin mendekat!,” tambahnya mengacu pada tanggal ia mengambil sumpah jabatan.

Sumber Air Minum Warga Dibom Pasukan Rezim Assad

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Sumber Air minum terputus sepenuhnya dari ibukota Suriah Damaskus beberapa hari yang lalu, karena mata air segar “Fijeh” di daerah lembah Barada tidak bisa beroperasi akibat dua bom barel menargetkan mata air tersebut dijatuhkan dari helikopter tentara rezim Assad dalam serangan bom di wilayah tersebut untuk mengusir penduduk dari rumah mereka, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (28/12/2016).

Helikopter rezim Nushairiyah Assad menjatuhkan puluhan bom barel di wilayah tersebut, menghantam desa “Basimah” dan kota “Ain al-Fijeh,” yang menyebabkan kerusakan besar bagi mata air dan pompa, dan menyebabkan bercampurnya air dengan minyak. Pemboman juga menyebabkan padamnya listrik yang mengganggu pompa yang memompa air ke kota Damaskus, dan pengeboman juga menyebabkan rumah sakit dan klinik tidak dapat berfungsi, serta rusaknya kantor pertahanan sipil, masjid dan bangunan bagi orang-orang yang terlantar.

Masalah air di ibukota Damaskus memburuk, dan harga air minum yang dijual di mobil atau botol plastik meningkat dua kali lipat. Padamnya listrik juga memperburuk penderitaan penduduk.

Area mata air “Fijeh” dibebaskan tiga tahun lalu, di mana air sebelumnya tidak pernah terputus untuk Damaskus, menjadi sumber kehidupan bagi 30 ribu warga yang tinggal di sana dan menolak pergi, sementara lebih dari 200 ribu orang lainnya tinggal di sembilan desa di Wadi Barada.

PM Zionis Netanyahu Diperiksa Polisi Israel atas Tuduhan Korupsi dan Penipuan

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Jaksa Agung Israel pada hari Rabu menyetujui investigasi kriminal penuh terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, media Israel melaporkan, lansir Anadolu Agency, Rabu (28/12/2016).

Menurut Channel 10 Israel, Jaksa Agung Avichi Mandelbit menyetujui penyelidikan kriminal oleh polisi terhadap Netanyahu atas tuduhan suap dan penipuan.

“Netanyahu akan diselidiki oleh polisi untuk dua kasus terpisah, salah satunya didukung oleh bukti-bukti,” katanya.

“Dia [Netanyaha] akan dipanggil untuk ditanyai oleh polisi dalam beberapa hari mendatang,” tambah Channel 10.

 

Bom Pinggir Jalan Hantam Mobil Anggota Parlemen Afghanistan di Kabul

KABUL (Jurnalislam.com) – Seorang anggota parlemen Afghanistan merupakan salah satu di antara sedikitnya tiga orang terluka ketika sebuah bom pinggir jalan menghantam kendaraan mereka di Kabul Rabu, kata para pejabat, dalam serangkaian serangan terbaru terhadap anggota parlemen.

Sejauh ini tidak ada kelompok yang telah mengaku bertanggung jawab atas ledakan yang menargetkan Fakuri Behishti, seorang anggota parlemen dari provinsi Bamiyan pusat, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju parlemen.

“Bom ditempatkan di bawah jembatan dan meledak ketika kendaraan anggota parlemen ini sedang lewat,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Najib Danish kepada AFP, Rabu (28/12/2016).

“Tiga orang, termasuk anggota parlemen terluka.”

Tapi ketua parlemen Abdul Raouf Ibrahimi mengatakan kepada anggota parlemen bahwa seorang kerabat dari anggota parlemen tersebut tewas.

“Saya mendengar ledakan besar yang mengguncang toko-toko terdekat. Saya melihat tim penyelamat menarik keluar beberapa orang terluka dari kendaraan yang hancur tersebut,” kata Abdul Manan, seorang pemilik toko roti di dekat lokasi serangan.

Serangan itu terjadi saat mujahidin Taliban menekan maju dengan serangan nasional (Operasi Omari) walaupun saat ini adalah awal musim dingin, ketika perlawanan Taliban biasanya surut.

Taliban baru-baru ini meningkatkan serangan terhadap anggota parlemen Afghanistan karena persengkokolannya dengan NATO (AS dan Sekutunya).

Rabu pekan lalu sedikitnya delapan orang tewas ketika pembom Taliban menyerbu kediaman seorang anggota parlemen Afghanistan di Kabul, dalam serangan yang berlangsung hampir 10 jam.

Hadapi Rezim Assad dan Sekutunya, 10 Faksi Revulusioner Suriah Nyatakan Merger Penuh

SURIAH (Jurnalislam.com) – 10 faksi revolusioner terkemuka Suriah mengambil langkah pertama menuju integrasi penuh dengan meluncurkan sebuah inisiatif awal dengan membawa formasi militer serta badan politik dan hukum dalam rangka membangun sebuah blok kuat yang meyakinkan bahwa pintu terbuka bagi semua faksi untuk bergabung.

Proyek itu ditandatangani dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh “Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army)” yang menyatakan bahwa langkah itu dilakukan dalam menanggapi perintah Allah Swt dan panggilan rakyat Suriah, yang menyerukan persatuan, dan karena tantangan perjuangan terhadap rezim Suriah akan melalui revolusi.

Penasehat “Osama Abu Zeid” di “Tentara Pembebasan Suriah” mengatakan kepada Eldorar, Rabu (28/12/2016), bahwa apa yang dilakukan oleh faksi adalah langkah eksekutif menuju total integrasi dan dewan kepemimpinan terpadu dalam waktu yang singkat, menekankan bahwa penandatangan pernyataan sepakat melakukan merger tapi berhati-hati untuk tidak mengumumkannya sekarang menjaga pintu tetap terbuka bagi faksi lain untuk bergabung sebagai anggota pendiri dan sebagai dorongan bagi mereka yang belum memutuskan.

Inisiatif merger ditandatangani oleh Suqor Al-Sham, Jabhet Ahel Alsham (Jaysh Al-Mujahiden, Thuwar Alsham, Bayareq Al-Islam) Al-Jabha Al-Shamia, Failaq Al-Sham, Liwa Shuhada Al-Islam (Daria), Jaysh al-Islam (Sektor Utara), Ferqat Al-Safwa, Al-Fawg Al-Awwal, Ahrar Al-Sharqia, dan Liwaa Al-Furqan (Idlib).

Sumber dari dalam faksi yang menandatangani inisiatif memperkirakan bahwa persatuan akan terbentuk dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan, seraya menunjukkan bahwa ada formasi lain yang diberitahu dan menghadiri rapat koordinasi, tetapi seperti Jaysh Al-Izzah, Ahrar Al-Sham , dan Jaysh Al-Naser mereka belum menetapkan pikiran untuk bergabung dengan sepuluh fraksi yang telah menandatangani merger, sehingga integrasi penuh belum dinyatakan menunggu partisipasi semua pihak.

Perkiraan jumlah pasukan dari sepuluh fraksi yang menandatangani rancangan merger lebih dari 18.000 ribu pejuang yang berpencar di Aleppo dan Idlib. Suqor Al-Sham, Al-Jabha Al-Shamia, Failaq Al-Sham dianggap memiliki jumlah terbesar.

Polisi China Bunuh 4 Muslim Uighur di Xinjiang

XINGJIANG (Jurnalislam.com) – Polisi China menembak mati empat orang yang diduga menyerang sebuah kantor Partai Komunis di wilayah Xinjiang yang bergolak pada hari Rabu, kata media pemerintah, dalam insiden paling berdarah dalam beberapa bulan tersebut, lansir World Bulletin, Rabu (28/12/2016).

“Empat penyerang melaju ke kantor partai Komunis lokal dan meledakkan sebuah perangkat peledak menewaskan satu orang dan melukai tiga orang lainnya,” kata kantor berita resmi Xinhua, mengutip pernyataan dari otoritas lokal.

Empat penyerang tersebut kemudian ditembak mati oleh polisi, Xinhua menambahkan, tanpa menentukan apakah mereka tewas di tempat atau di kemudian hari.

Xinjiang, tanah air bagi sebagian besar Muslim Uighur, agama minoritas di China – banyak dari mereka diperlakukan diskriminasi dan pengendalian terhadap budaya dan agama Islam mereka – sering terjadi kerusuhan sebagai akibat dari penindasan China terhadap Muslim Uighur.

China menyalahkan separatis kekerasan tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia menunjuk bahwa tindakan Beijing sendiri sebagai pemicu kerusuhan.

Donasi Warga Saudi untuk Pengungsi Aleppo Capai 143 Juta Riyal

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Jumlah total donasi yang dikumpulkan oleh kampanye populer Saudi untuk membantu rakyat Suriah terutama pengungsi Aleppo, sejauh ini telah mencapai 143.100.000 riyal Saudi, menurut Dr. Abdullah al-Rabeeah, pengawas umum Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Dukungan Raja Salman (King Salman Humanitarian Aid and Relief Center), lansir Al Arabiya News Channel, Rabu (28/12/2016).

Raja Salman Arab Saudi awalnya meluncurkan kampanye bantuan kemanusiaan ini, Selasa, demi mengumpulkan 100 juta riyal Saudi ($ 27 juta) untuk membantu Suriah, terutama pengungsi Aleppo.

Raja Salman menyumbangkan 20 juta riyal dari uangnya sendiri untuk kampanye, Putra Mahkota Mohammed bin Nayef menyumbangkan 10 juta, dan Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman memberikan kontribusi 8 juta.

“Sumbangan terbatas pada uang dan kami tidak mengumpulkan bantuan dalam bentuk barang, mengingat jarak antara Arab Saudi dan Suriah,” kata Rabeeah, menambahkan bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memberikan sumbangan kepada pengungsi.

“Mengumpulkan uang dalam jumlah sebesar ini selama periode waktu yang singkat menunjukkan kemanusiaan dan iman rakyat Saudi dalam membela saudara-saudara Muslim mereka disana,” dia juga mengatakan.

Rabeeah menambahkan bahwa kampanye ‘Bersama untuk Mendukung Suriah (Together for Syria’s Relief)’, akan berlangsung selama tiga hari di kerajaan.

Menurut Rabeeah, kampanye tersebut merupakan bagian dari program bantuan dan kemanusiaan kerajaan yang disediakan untuk pengungsi Suriah.

Dia menambahkan bahwa kampanye populer tersebut akan memberikan kontribusi untuk mengurangi penderitaan para pengungsi Suriah selama musim dingin ini.

Serangan Penyusup Taliban Rebut 2 Pos Militer di Perbatasan Iran

NIMROZ (Jurnalislam.com) – Menurut laporan Al Emarah News, Selasa (27/12/2016) dari kabupaten Kang provinsi Nimroz, 2 pos militer Afghanistan di sepanjang perbatasan Iran diserbu oleh sekelompok 3 penyusup Mujahidin Taliban pada tengah malam lalu.

Laporan menambahkan, sedikitnya 12 pasukan boneka, termasuk komandan Shah dan Komandan Faiz tewas dengan 5 anak buahnya luka-luka dan sisanya terpaksa melarikan diri ketika penyusup menembaki pasukan upahan mereka dari dalam kedua pos pemeriksaan di daerah Darwishok kabupaten Kang tersebut.

4 senapan mesin berat dengan 7500 putaran, 5 senapan dengan 2500 putaran, 2 peluncur RPG dengan 50 putaran, 2 tabung mortir, 5 radio komunikasi dan peralatan militer lainnya dikuasai mujahidin.

Serangan juga terjadi di pos pemeriksaan pasukan bayaran di wilayah Qara Sheikhi Kabupaten Juma Bazar, menewaskan 4 pasukan boneka seraya merebut 40 kotak berisi berbagai amunisi. Sementara 2 pejuang Taliban juga terluka .

Di akhir sore hari, pos militer lainnya diserbu di wilayah Khwaja Qashri distrik Juma Bazar, menewaskan seorang polisi, melukai 2 orang dan menangkap beberapa lainnya.

Sebuah senapan mesin berat, 3 senapan dan sejumlah besar peralatan perang lainnya juga disita.