Lagi, Jenderal Garda Revolusi Iran Tewas di Suriah

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Media Iran pada hari Ahad mengakui tewasnya salah satu petugas dan komandan Garda Revolusi Iran (the Iranian Revolutionary Guards-IRGC) dalam pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah.

Menurut media Iran Fares Brigadir Jenderal Gholam Kalli Zadeh tewas beberapa hari lalu dalam bentrokan dengan tidak menyebutkan tempat dan waktunya secara spesifik.

ElDorar AlShamia mengatakan, Senin (02/01/2017), bahwa sumber-sumber media lokal melaporkan bahwa Brigadir Jenderal tewas selama operasi militer di Wadi Barada di Rif Dimashq, namun pihak militer tidak mengumumkan secara resmi.

Zadeh adalah salah satu pasukan Garda Revolusi Iran dalam perang Iran-Irak 1980 – 1988, dan bertempur dalam beberapa operasi militer di Suriah bersama rezim Syiah Nushairiyah Assad.

Aktivis Nahi Mungkar Dipenjara Pelaku dan Tempat Maksiat Dipelihara

Apa yang akan terjadi seandainya ditengah kehidupan umat Islam tidak ada seorangpun yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar sementara kehidupan ini dipenuhi dengan perbuatan kemungkaran mulai korupsi, judi, tempat-tempat mesum dan prostitusi, perampokan, pembunuhan, narkoba dan segala jenis kemaksiatan telah mewarnai kehidupan umat Islam.

Disaat banyak orang yang sudah tidak peduli lagi akan kebobrokan moral anak bangsa, Ada sebagian orang yang menjalankan perintah agama salah satu syariat Allah Swt yaitu melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar, mengamalkan sebuah perintah dari Allah Swt semata ingin kebaikan dalam negeri tersebut, agar Allah menghindarkan penduduk negeri dari bencana dan musibah akibat perbuatan maksiat yang merajalela.

Allah Swt berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya.(Q.S al-Anfal:25)

Adzab Allah Azza wa Jalla itu sangat pedih. Jika adzab itu diturunkan pada suatu tempat, maka ia akan menimpa semua orang yang ada di tempat tersebut, baik orang shaleh maupun thalih (keji). Dalam ayat ini, Allah Azza wa Jalla memperingatkan kaum Mukminin agar mereka senantiasa membentengi diri mereka dari siksa tersebut dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta menyeru manusia kepada kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran.

Menegakkan amar ma’ruf nahi munkar merupakan salah satu bentuk iqamatul hujjah (penyampaian hujjah, keterangan yang jelas akan kebenaran dari Allah Azza wa Jalla ) bagi seluruh umat manusia secara umum, dan para pelaku maksiat secara khusus. Sehingga ketika turun musibah dan bencana mereka tidak bisa berdalih dengan tidak adanya orang yang memberikan peringatan dan nasehat kepada mereka. Mereka juga tidak bisa beralasan dengan hal yanga sama di hadapan Allah Azza wa Jalla kelak.

Allah Azza wa Jalla berfirman :
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasu-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S An-Nisa’:165)

Amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu sebab terbesar untuk mendapatkan kepemimpinan (penguasaan) di muka bumi. Allah yang telah menciptakan bumi, maka hanya Allah yang berhak mengangkat penguasa di muka bumi tersebut. Allah Azza wa Jalla berfirman menyebutkan ciri-ciri para penguasa pilihan-Nya:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di muka bumi, mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, dan kepada Allah lah kembali segala urusan.”(Q.S al-Hajj:40-41)

Penguasa yang adil adalah yang selalu menegakkan shalat, menunaikan zakat, memerintahkan kepada kebajikan dan mencegah dari yang munkar, artinya penguasa itu adil dalam segala hal dan mampu menjalankan apa yang diperintahkan Allah Swt dan juga menjauhi apa yang dilarangNya.

Akan tetapi di waktu yang sama pula umat islam yang melaksanakan perintah Allah yaitu Amar Ma’ruf Nahi Mungkar dikatakan sebagai perusak kebebasan, perusakan kedamaian, perusak keberagaman, merusak sendi-sendi kehidupan bernegara serta kebhinekaan.bahkan dilakukan upaya Kezaliman dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam dengan berbagai macam cara, mereka ditangkap dipenjara bahkan mereka dibunuh karena ingin menegakkan keadilan.

Sedangkan para pelaku MAKSIAT dan perusak moral anak bangsa malah sebaliknya dilindungi, di jaga dan di agung-agungkan, diberikan fasilitas yang istimewa bahkan diberikan jaminan. Tidakkah mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu justru berada pada posisi ingin berhadapan dengan Umat Islam yang melawan kemungkaran demi menjaga keutuhan agama dan bangsa agar tidak rusak oleh pelaku kemaksiatan. Apakah mereka menilai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar itu adalah gerakan kejahatan besar yang merusak kedamaian dan persatuan umat, sehingga mereka tidak bisa melihat bahwa sebenarnya kemungkaran dan kemaksiatan yang dilindungi dan dilegalkan itu akan bisa merusak ajaran agama dan menghancurkan sebuah negara.

Amar ma’ruf nahi mungkar adalah Syariah yang di turunkan Rabbul ‘alamin zat yang maha kuasa, yang menciptakan langit dan bumi ini, sangat ironis jika aktifis islam dan ulama penegak syariah melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar justru dipenjara dan diperlakukan sangat tidak adil. Sehingga orang-orang kafir dan munafiq menampakkan permusuhanya membuat fitnah terhadap kaum muslimin dengan tuduhan teroris, pemecah belah umat, merusak toleransi dan lain sebagainya kepada para penegak syariah. Amat ironis penguasa yang mayoritas penduduknya muslim kini menjadi paranoid terhadap umat islam yang melaksanakan tuntunan agamanya sesuai ajaran Allah dan RasulNya.

Amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban yang dibebankan Allah kepada Ummat Islam sesuai kemampuannya. Ditegaskan oleh dalil Al Qur’an dan As-Sunnah serta Ijma’ para Ulama. Allah SWT Berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan Ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (Al-Imran:104).

Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini,”Maksud dari ayat ini, hendaklah ada sebagian Ummat ini yang menegakkan perkara ini“. (tafsir Al Quran Al Karim karya Ibnu Katsir 1/339-405).

Asy-Syaukaniy berkata: ”Amar ma’ruf nahi munkar termasuk kewajiban, pokok serta rukun syari’at terbesar dalam syari’at. Dengannya sempurna aturan Islam dan tegak kejayaannya“. (Asy-Syaukaniy, Fathul Qadir, 1/450).

Syeikh Abdul Aziz bin Baaz memandang amar makruf nahi munkar menjadi fardhu ‘ain dengan sebab perubahan kondisi dan keadaan, beliau berkata:
“Ketika sedikitnya para da’i. Banyaknya kemunkaran dan kebodohan yang merata, seperti keadaan kita sekarang ini, maka dakwah menjadi fardhu ‘ain atas setiap orang sesuai dengan kemampuannya“. (Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz, Ad Dakwah Ila Allah wa Akhlaqud Du’at, hal. 16).

Melihat realitas Ummat Islam sekarang maka nampaknya amar ma’ruf nahi munkar menjadi kewajiban atas setiap orang. Hal ini tentunya membutuhkan pengorbanan harta dan jiwa dalam menegakkannya. Apalagi Islam yang paripurna ditetapkan Allah untuk kemaslahatan makhlukNya dan menghilangkan semua jenis kemudhoratan. Oleh karenanya dalam amar ma’ruf nahi munkar tidak mungkin lepas dari permasalahan maslahat dan mafsadat, yang tentunya didasarkan dengan timbangan syari’at bukan sekedar prasangka dan dugaan semata.

Semoga Allah azza wajalla menolong dan memberi kemenangan kepada kaum muslimin yang berusaha melaksanakan syariatNya, diberikan kesabaran dan tetap istiqomah dalam berdakwah dan berjihad beramar ma’ruf nahi mungkar sehingga mendapatkan kemuliaan hidup di dunia dan mewafatkanya sebagai syuhada fi sabilillah.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

Tentara Saudi Tewas dalam Serangan Milisi Syiah Houthi di Perbatasan

ARAB SAUDI ((Jurnalislam.com) – Seorang tentara Saudi tewas hari Sabtu (31/12/2017) akibat tembakan senjata berat pemberontak Houthi di sepanjang perbatasan dengan Yaman yang dilanda perang, kata kementerian dalam negeri kerajaan.

Juru bicara Kementerian Mansur al-Turki mengatakan pos perbatasan Saudi mendapat serangan senjata api berat dari militan Syiah Houthi yang bersembunyi di daerah pegunungan, menurut kantor berita resmi SPA, lansir World Bulletin, Ahad (01/01/2016).

Ia mengatakan seorang tentara tewas dalam baku tembak dengan pemberontak.

Ia adalah tentara ketiga yang telah dibunuh oleh Syiah Houthi sejak pekan lalu.

Houthi mengkonfirmasi bahwa penembak jitu mereka telah menembak mati seorang tentara Saudi di selatan Arab Saudi, menurut televisi pro-Houthi al-Masira.

Yaman telah dilanda kekacauan sejak akhir 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan wilayah lain di Yaman.

Konflik meningkat di pertengahan 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi udara untuk membalikkan keuntungan militer Houthi dan menopang pemerintah Yaman yang yang didukung Saudi.

FSA Bentrok dengan IS di Timur Qalmoun

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Tentara Pembebasan Suriah bergerak maju pada hari Sabtu, memukul pasukan Islamic state (IS) dari wilayah Timur Qalmoun Tal Makhoul setelah pertempuran sengit di pertempuran rehabilitasi.

Serangan dilakukan oleh faksi Osoud alSharqyah dan kekuatan tempur Ahmad al-Abdo di gunung Petra, Be’er al faei dan Tal Makhoul menggunakan senjata berat dan menengah merebut kendali Tal Makhoul dan membunuh sejumlah pasukan IS, serta menghancurkan sebuah kendaraan militer, sumber Media melaporkan, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (01/01/2017).

Pertempuran terjadi di gurun timur Qalmoun setiap hari antara faksi-faksi FSA melawan pasukan IS untuk saling merebut posisi.

Fraksi yang sama Kamis lalu menguasai beberapa situs milik Detasemen al-Tees, Zaza juga hambatan al-Heil & al Qastal serta wilayah al-Rahba.

Faksi Perlawanan Suriah Rebut Kembali Batalion Tempur di Kota Hazerna

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Timur Ghouta berhasil merebut kembali kontrol batalion militer dari pasukan rezim Syiah Assad pada hari Sabtu setelah pasukan al-Assad melanggar perjanjian gencatan senjata dan membawa bala bantuan ke daerah serta meluncurkan serangan meliputi senjata api berat.

Menurut sumber khusus untuk jaringan ElDorar AlShamia , batalion rudal yang terletak di kota Hazerma di daerah al-Marj kembali jatuh ke tangan faksi-faksi perlawanan Suriah pada Ahad pagi (01/01/2016) setelah sebelumnya didominasi oleh pasukan rezim Assad selama berjam-jam.

Sementara itu, pasukan rezim Assad dan milisi Syiah pendukung mereka terus melanggar perjanjian gencatan senjata di garis depan provinsi Rif Dimashq; di mana pesawat tempur meluncurkan serangan udara di desa Ain al-Fijeh dan Deir Mukren di wilayah Wadi Barada.

Rezim Suriah telah mengurangi intensitas serangan mereka pada hari Sabtu terhadap wilayah Wadi Barada Provinsi Rif Dimashq setelah faksi perlawanan Suriah mengancam akan menarik diri dari gencatan senjata dengan Rusia jika pelanggaran terus berlanjut.

Pasukan Irak Rebut Dua Pertiga Timur Mosul dari IS

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut kembali sekitar dua pertiga bagian timur Mosul dari kelompok Islamic State (IS) sejak awal serangan pada pertengahan Oktober, seorang komandan tinggi mengatakan pada hari Ahad (01/01/2017), lansir World Bulletin.

Ia berbicara dari markasnya di timur laut Mosul, tempat ISIS mendeklarasikan diri sendiri sebagai IS pada Juni 2014 setelah merebut kota.

Pasukan CTS elit Irak adalah kekuatan dengan perlengkapan terbaik, terlatih dan berpengalaman di dalam negeri tetapi operasi berlangsung sulit. Perdana Menteri Haider al-Abadi mengumumkan awal operasi untuk merebut kembali Mosul pada 17 Oktober tahun lalu.

Ratusan ribu warga sipil tertinggal di dalam kota terbesar kedua Irak tersebut, memaksa pasukan Irak dan sekutunya mengambil tindakan pencegahan sehingga memperlambat gerakan mereka.

CTS dan kekuatan lain yang baru-baru ini dikerahkan dalam kota telah bergerak dari rumah ke rumah, menghindari tembakan sniper, bom mobil bunuh mobil dan jebakan untuk merebut kembali beberapa lingkungan satu demi satu.

Sedikitnya 39 Tewas dan 69 Terluka dalam Serangan Bersenjata di Klub Malam Istanbul

TURKI (Jurnalislam.com) – Serangan bersenjata menewaskan sedikitnya 39 orang termasuk seorang polisi dan melukai 69 lainnya di sebuah klub malam Istanbul Ahad pagi (01/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan kepada wartawan bahwa 20 korban telah diidentifikasi.

“15 korban adalah orang asing sementara lima lainnya adalah warga Turki,” kata menteri itu, yang menambahkan bahwa upaya mengidentifikasi mayat lainnya terus dilakukan.

Soylu menyatakan pasukan keamanan sedang memburu penyerang dengan mengatakan, “Para penegak hukum kami telah meluncurkan operasi. Kami berharap pelaku tak lama lagi akan ditangkap.”

Menteri Kesehatan Recep Akdag mengatakan kepada wartawan, setelah ia dan Soylu mengunjungi beberapa orang yang terluka di rumah sakit, bahwa 65 orang dirawat di beberapa rumah sakit.

“Empat orang yang terluka berada dalam kondisi kritis,” kata Akdag, menambahkan bahwa sejumlah besar warga negara asing juga terluka.

Menteri Kebijakan Keluarga dan Sosial Turki Fatma Betul Sayan Kaya mengatakan bahwa banyak di antara korban serangan adalah warga Saudi Arabia, Maroko, Lebanon, dan Libya, bersama dengan beberapa warga negara asing lainnya.

“Banyak dari mereka merupakan warga asing yang datang ke Turki berkali-kali. Mereka mengenal Turki. Beberapa korban merupakan warga negara Turki juga tapi kebanyakan dari mereka adalah warga negara asing,” katanya.

Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu melalui akun Twitter-nya mengatakan, “Terorisme bertujuan untuk menyerang persatuan kita.”

Sebelumnya, Gubernur Vasip Sahin menggambarkan serangan di Ortakoy, Besiktas, sebagai “kejam” dan “aksi teror”.

“Pada pukul 01:15, seorang penyerang membawa senjata laras panjang menewaskan polisi yang berjaga di luar, dan kemudian menewaskan warga negara lain untuk dapat masuk ke dalam klub,” katanya.

“Penyerang kemudian melakukan tindakan kekerasan dan kejam ini dengan memuntahkan peluru pada orang-orang tidak bersalah yang sedang merayakan tahun baru,” kata Sahin.

Sebuah penyelidikan sedang berlangsung dan kantor gubernur akan memberikan update lebih lanjut, ia menambahkan.

Sementara itu, pertemuan keamanan berlangsung di Istana Dolmabahce Istanbul menyusul serangan teror tersebut. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Binali Yildirim, dimulai pada pukul 13:00 waktu setempat (1000GMT) dan berlangsung hampir dua jam.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus dan beberapa menteri juga menghadiri pertemuan tersebut.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pesan setelah serangan dan mengatakan Turki akan melawan terorisme dan para pendukungnya “sampai akhir”.

Staf Umum Turki juga telah mengeluarkan pernyataan tertulis dari situs resminya, mengutuk serangan itu dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap cepat sembuh bagi yang terluka.

“Perjuangan kami melawan terorisme akan terus berlangsung dengan dedikasi dan usaha yang sama,” katanya.

Serangan itu terjadi tiga pekan setelah pemboman kembar di Istanbul menewaskan sedikitnya 45 orang, kebanyakan dari mereka adalah polisi.

Penguasa Zhalim Sebab Utama Datangnya Bencana

Bencana yang menimpa manusia disuatu negeri, adalah karena perbuatan maksiat dan dosa mereka kepada Allah Swt dan RasulNya dalam merespon dakwah para Nabi dan Rasul-rasul Allah Swt. Selain itu mereka juga mendustakan ayat-ayat Allah, mengkufuri nikmat-nikmatNya dan menukarkan kenikmatan itu dengan kekafiran, serta para penguasa dan pembesar-pembesarnya menukar hukum Allah dengan hukum jahiliyah dan kecenderungan masyarakat memilih serta mengikuti tradisi nenek moyang dengan ajaran sesatnya yang bertolak belakang dari hidayah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Al Qur’an menjelaskan, Allah Swt berfirman: “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS. Al Qhashash, 28 : 59)

Kezaliman adalah sebab utama datangnya sebuah bencana di suatu negeri atau sebuah kota, Maraknya korupsi, perzinahan, penipuan, pembunuhan terhadap orang tak berdosa bahkan penangkapan oleh penguasa kepada para mujahid pembela kebenaran dan para ulama’ yang ingin menegakkan syariat Allah SWT dimuka bumi ini, menjadikan Allah SWT semakin murka dan akan memberlakukan ketentuanya yaitu mendatangkan sebuah peringatan dengan menghancurkan desa atau kota. Berupa banjir, gempa bumi, tanah longsor, tsunami dan berbagai macam bentuk musibah lainya.

Allah Swt berfirman:

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al Isra, : 16)

‘Ali bin Abi Thalhah menceritakan dari Ibnu `Abbas, ia mengatakan: Kami jadikan orang-orang jahat di negeri itu berkuasa, sehingga mereka berbuat durhaka di negeri tersebut. Dan jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan membinasakan mereka dengan adzab.

Allah Swt berfirman:

“Dan demikianlah Kami adakan pada setiap negeri penjahat penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.” (QS. Al-An’aam: 123)

Kezaliman dan rusaknya penguasa negeri adalah sebab utama datangnya adzab Allah SWT. Apabila para penguasa dan para ulama sudah tidak lagi perduli dengan maraknya kemungkaran dan kemaksiatan yang menyebar ditengah-tengah umat, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat dan negara bahkan para pembesar negeri hidup mewah serta gemerlap dan didukung oleh ulama’nya. Umat islam sudah tidak peka lagi terhadap kemungkaran yang ada disekitarnya bahkan mereka lebih senang hidup dibawah penguasa yang kafir daripada bersama para pemimpin dari kalangan para ulama’ yang mengajak melaksanakan syariat Allah menuju keselamatan di dunia dan akherat. maka Tidaklah mengherankan jika Allah datangnkan bala’ dan bencana di negeri tersebut.

Allah Swt berfirman:

“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu”. (Q.S Al Maidah:63)

Ibnu Abbas Radiyallahuanhu berkata:
“karena para penguasa dan para pendeta itu mereka tidak melakukan nahi munkar dan mereka mengerjakan hal-hal yang diharamkan, padahal mereka mengetahui bahwa itu diharamkan. Dan tiada suatu ayat pun yang sangat keras celaannya selain dari ayat ini”.

Ali ibnu Abu Talib R.A berkata,
” sesungguhnya telah binasa umat sebelum kalian hanyalah karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan maksiat dan para pendeta serta para penguasa mereka tidak melarangnya. Setelah mereka berkepanjangan dalam perbuatan-perbuatan maksiat, maka siksaan datang menimpa mereka. Karena itu, beramar ma’ruflah kalian dan bernahi munkarlah kalian, sebelum azab yang pernah menimpa mereka menimpa kalian. Dan perlu kalian ketahui bahwa melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar itu tidak akan memutuskan rezeki dan tidak akan menyegerakan ajal “. (Tafsir ibnu Katsir Q.S 5:63)

Rasulullah Saw bersabda:

: “مَا مِنْ قَوْمٍ يَكُونُ بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ مَنْ يَعْمَلُ بِالْمَعَاصِي هُمْ أَعَزُّ مِنْهُ وَأَمْنَعُ، لَمْ يُغَيِّرُوا، إِلَّا أَصَابَهُمُ اللَّهُ مِنْهُ بِعَذَابٍ

Tidak sekali-kali suatu kaum yang di hadapan mereka terdapat orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan durhaka, padahal mereka lebih kuat (berkuasa) dan lebih perkasa daripada dia, lalu mereka tidak mencegahnya, kecuali Allah menimpakan azab kepada mereka karena ulah orang itu
(H.R Ahmad)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari azab serta musibah bencana apapun dan menganugrahkan kepada umat ini pemimpin yang adil melaksanakan syariat Allah beramar ma’ruf dan nahi mungkar yang akan bisa menyelamatkan kita didunia dan akhirat.

Wallahua’lam bisshowab

 

Ditulis Oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

Faksi Revolusioner Suriah Ancam Batalkan Gencatan Senjata, Ini Alasannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Revolusioner Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah memperingatkan bahwa jika rezim Nushairiyah Assad terus melanggar gencatan senjata dengan serangan-serangan di sejumlah wilayah akan membuat perjanjian batal, Eldorar Alshamia melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Faksi mengeluarkan pernyataan mengomentari beberapa hal tentang gencatan senjata, terutama menuntut Rusia sebagai penjamin rezim Assad untuk bertanggung jawab terhadap operasi pelanggaran yang sedang berlangsung di beberapa daerah, terutama di Lembah Barada.

Faksi juga menegaskan penolakannya terhadap setiap pengecualian dalam perjanjian, mengatakan bahwa pengecualian adalah pelanggaran kesepakatan, menekankan komitmen mereka atas gencatan senjata yang tidak mengecualikan beberapa daerah atau faksi yang ada di daerah oposisi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa teks kesepakatan yang telah mereka tandatangani bersama pemerintah Rusia tidak mengecualikan area atau faksi militer tetapi versi yang disajikan untuk rezim Assad ternyata tidak sama dan beberapa poin penting yang non-negotiable dihapus.

Fraksi-fraksi juga meminta Dewan Keamanan PBB menunggu mengadopsi perjanjian hingga Rusia melaksanakan kewajiban mereka dan mencapai komitmennya untuk mengendalikan rezim Assad dan sekutunya.

Bom Meledak di Wilayah Muslim Filipina Saat Pertemuan Perdamaian akan Berlangsung

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sebuah bom rakitan meledak di luar sebuah gimnasium kota di wilayah Muslim Filipina selatan saat pertemuan untuk perdamaian dan persatuan diadakan pada malam tahun baru, World Bulletin melaporkan, Sabtu (31/12/2016).

Tidak ada korban akibat ledakan yang terjadi sekitar tengah hari Sabtu, setelah ratusan warga menghadiri syukuran “kanduli” berkumpul di kota Sultan Sumagka di provinsi Maguindanao yang merupakan wilayah konflik.

Penyiar ABS-CBN news mengutip kepala polisi Sultan Sumagka Razul Pandulo yang mengatakan bahwa bom tersebut belum diperiksa forensik, namun ditemukan bahwa bom tersebut dikemas dengan paku dan pecahan peluru serta dilengkapi dengan timer.

Tak satu pun dari sekian banyak kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah selatan Pulau Mindanao yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.

Walikota Lamitan City, Roderick Furigay, dikutip oleh Philippine Star menuduhkan bahwa Abu Sayyaf telah berusaha mengintimidasi kota, yang belum menyerah pada mereka.

Pada Rabu malam, pemboman terjadi selama perayaan di sebuah kota di provinsi pusat Leyte, mengakibatkan lebih dari 30 orang luka-luka.

Pasukan keamanan di Filipina dan di seluruh Asia Tenggara lainnya telah siaga beberapa pekan terakhir, mengetatkan keamanan untuk musim liburan Natal dan Tahun Baru.