NEW YORK (Jurnalislam.com) – Mitra bisnis Donald Trump di Indonesia telah mengungkapkan, bahwa ia mungkin mengikuti contoh miliarder kurang ajar asal AS tersebut dan mencalonkan diri sebagai presiden, kata sebuah laporan Senin (02/01/2016), lansir World Bulletin.
“Jika tidak ada yang saya percaya dapat memperbaiki masalah negara, saya mungkin mencoba untuk mencalonkan diri sebagai presiden,” kata media mogul dan pengembang properti, yang memiliki partai politik sendiri di Indonesia.
“Kita perlu pemimpin dengan integritas yang dapat membawa solusi bagi negara,” sumbar milyuner berusia 51 tahun itu lagi.
Jika Tanoesoedibjo sukses, berarti ada dua pemimpin dunia yang menjadi mitra bisnis, meningkatkan kekhawatiran baru tentang potensi konflik kepentingan yang terkait dengan kerajaan bisnis Trump.
Trump yang dikenal Anti Islam, akan resmi menjadi presiden AS pada 20 Januari, telah berupaya untuk meredakan kekhawatiran dengan menyatakan bahwa “tidak ada penawaran baru” selama kepresidenannya dan kedua putranya yang akan mengelola perusahaan.
Di Indonesia, Tanoesoedibjo bekerja pada sebuah proyek Trump di luar Jakarta dan satu lagi di pulau resor Bali yang memasuki tahap awal.
Proyek yang terletak dekat dengan Jakarta ini merupakan pengembangan 700 hektar (1.700 acre) yang mencakup hotel mewah, lapangan golf, country club dan villa, menurut situs Trump Hotels.
Resor Bali akan dibangun di atas bukit yang menghadap sebuah kuil Hindu yang terkenal.
Dalam wawancara sebelumnya dengan New York Times, Tanoesoedibjo menegaskan ia tidak percaya bahwa proyek tersebut mewakili konflik kepentingan untuk presiden terpilih.
“Keluarga dan anak-anaknya memiliki kebebasan untuk melakukan bisnis selama tidak terkait dengan posisi presiden,” katanya.
Pengusaha, yang kepemilikannya termasuk perusahaan media MNC Group, mengatakan ia memiliki akses langsung ke Donald Trump meskipun kontak sehari-harinya sebagian besar adalah dengan anak-anak Trump.
“Saya memiliki akses ke dia (Trump), tentu saja, karena kita bekerja sama, tapi aku harus membatasi kerjasama dan interaksi,” katanya kepada ABC.
Tanoesoedibjo telah lama memiliki ambisi politik. Dia gagal memenangkan nominasi sebagai calon wakil presiden untuk pemilu 2014 dan sekarang telah memiliki partai sendiri.