Pemerintah AS Tetapkan Putra Syeikh Usamah sebagai Teroris Khusus

NEW YORK (Jurnalislam.com) – AS pada hari Kamis menunjuk putra pemimpin Al-Qaeda Syeikh Usamah bin Laden sebagai “teroris khusus”, lansir World Bulletin, Jumat (06/01/2017).

Hamza bin Laden adalah sosok yang makin menonjol di kelompok jihad ayahnya di seluruh dunia.

Penunjukan Departemen Luar Negeri tersebut melarang warga AS melakukan transaksi dengan dia, dan dia dilarang mengakses sistem keuangan AS.

Setiap properti yang ia miliki di dalam yurisdiksi AS telah dibekukan.

Bin Laden Junior diumumkan menjadi anggota resmi al-Qaeda oleh pemimpinnya, Syeikh Ayman al-Zawahiri, pada bulan Agustus 2015, kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.

Hamza telah berulang kali berseru untuk melancarkan serangan terhadap negara-negara barat, termasuk AS, dalam pesan yang disebarkan oleh al-Qaeda.

Dia “aktif terlibat dalam kegiatan jihad”, kata departemen itu.

Ayahnya dan saudara muda Usamah bin Laden gugur, syahid, dalam serangan pasukan khusus AS di Abbottabad, Pakistan tahun 2011.

 

 

Faksi-faksi Jihad di Idlib Siap Hadapi Perang Terbuka Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi jihad (oposisi bersenjata) di Idlib siap untuk “perang terbuka” terhadap rezim Suriah – setelah rezim Assad membuka jalan bagi mereka untuk berkumpul di bawah penawaran gencatan senjata – pejabat rezim Suriah yang bertanggung jawab atas negosiasi melaporkan pada hari Jumat (06/01/2017), lansir Middle East Eye.

Komentar itu muncul saat koalisi pimpinan AS tampaknya meningkatkan operasi pemboman di Idlib terhadap faksi jihad Jabhat Fath al Sham, kelompok yang sebelumnya merupakan afiliasi al-Qaeda.

Idlib, yang terletak di utara Suriah dan berbatasan dengan provinsi Aleppo, telah menjadi rumah bagi puluhan ribu pejuang yang dievakuasi dari daerah kunci di bawah penawaran “rekonsiliasi” Damaskus.

Oposisi setuju untuk menyerahkan wilayah ditukar dengan perjalanan yang aman dari daerah tersebut, termasuk pinggiran ibukota.

Idlib sekarang menjadi banteng mujahidin terakhir yang terbesar di negara itu.

Idlib juga merupakan tujuan bagi sebanyak 35.000 mujahidin, pejuang oposisi dan warga sipil yang dievakuasi dari Aleppo timur bulan lalu dalam kesepakatan yang ditengahi oleh Turki dan Rusia yang sekutu rezim Assad, setelah kelompok oposisi di Aleppo mundur demi warga sipil.

Ali Haidar, sebagai menteri rekonsiliasi nasional, yang bertanggung jawab untuk negosiasi penawaran lokal, mengatakan ia mengharapkan lebih banyak kesepakatan dalam beberapa bulan mendatang untuk mengirim ribuan pejuang menuju Idlib dari daerah dekat Damaskus dan selatan Damaskus, karena masuknya militer.

Namun dalam sebuah wawancara di Damaskus pada hari Jumat, ia mengatakan negara tidak bisa membiarkan Idlib tetap berada di tangan oposisi tanpa batas. Kecuali ada kesepakatan internasional yang menangani situasi, “maka pilihan lainnya adalah perang terbuka dengan mereka”, katanya.

“Kebijakan pemerintah Suriah telah jelas yaitu tidak akan mengorbankan sepetak kecil apapun di Suriah, dan saya pikir Idlib adalah salah satu tempat yang panas berikutnya,” kata Haidar kepada Reuters.

Dia mengatakan para pejuang asing harus pergi dan jalur pasokan oposisi melalui Turki harus dilenyapkan.

Dimanapun pasukan rezim mengepung wilayah oposisi mereka mengizinkan para pejuang yang menyerah untuk mundur ke Idlib sebagai tawaran dasar di atas meja perundingan.

Damaskus mengizinkan warga Suriah untuk menetap saat kehidupan kembali normal setelah gencatan senjata. Pihak oposisi mengatakan tawaran pemerintah tersebut bertujuan merubah demografi dan mengusir paksa lawan-lawan Assad.

Provinsi Idlib, yang juga berbatasan dengan Turki, hampir seluruhnya dikuasai oleh faksi-faksi jihad dan kelompok oposisi yang berjuang untuk menggulingkan rezim Nushairiyah Assad, termasuk faksi-faksi Islam yang kuat seperti Ahrar al- ham dan Jabhat Fath al-Sham, yang secara resmi dikenal sebagai Jabhah Nusrah juga bertujuan menumbangkan rezim Syiah Assad

Rezim Suriah dilaporkan menjatuhkan selebaran di Idlib pada hari Jumat berisi tulisan: “Tidak ada tempat bagi Jabhah Nusrah di Suriah”.

Rusia Mulai Menarik Pasukannya dari Suriah

LATAKIA (Jurnalislam.com) – Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai Panglima Tertinggi Jenderal Angkatan Bersenjata Rusia pada hari Jumat (06/01/2017) memerintahkan untuk memulai proses mengurangi pasukan Rusia di Suriah.

Staf Umum Kepresidenan Rusia mengumumkan penarikan kapal induk “Admiral Kuznetsov” dan “Peter the Great”, dan sekelompok kapal yang menyertai dari daerah lepas pantai Suriah.

Eldorar Alshamia melaporkan, Jumat, bahwa sumber Rusia tidak menentukan sampai sejauh mana mereka akan mengurangi kekuatan, dan apakah proses tersebut akan mencakup armada udara di pangkalan Humaimam di pedesaan Latakia.

Secara paralel, Kementerian Pertahanan Rusia beberapa hari lalu mulai memperluas pangkalan angkatan laut Tartus di pantai Suriah.

Komandan pasukan Rusia di Suriah, Andrei Kartapolov mengatakan bahwa kapal induk Admiral Kuznetsov, telah menghancurkan 1252 target, dan melakukan 420 serangan mendadak selama dua bulan, dan itu terjadi selama durasi kehadirannya di pantai Suriah.

Putin telah diminta untuk bersiap mengurangi pasukan Rusia di Suriah, setelah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata di Suriah, pada 30 Desember, yang dijamin oleh Turki dan Rusia.

FSA Rebut Bukit Startegis Wadi Barada dari Pasukan Assad, 20 Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Tentara Pembebasan Suriah (The Free Syrian Army) yang beroperasi di daerah Wadi Barada Pedesaan Damaskus, pada hari Jumat (06/01/2017), kembali menguasai sebuah bukit strategis di daerah yang dikuasai pasukan rezim Syiah Assad setelah pertempuran sengit selama beberapa jam yang berlangsung sampai subuh, lansir Eldorar Alshamia, Jumat.

Sumber-sumber militer melaporkan bahwa “FSA” merebut kembali sebuah bukit di tengah Kafr Al-Zet dari rezim Suriah, dan membunuh sedikitnya 20 anggota pasukan Nushairiyah Assad dan menangkap dua orang lainnya.

Helikopter rezim Suriah fokus membom Ain Fijeh dan Bassima dan Kfir Al-Zet di daerah Wadi Barada dua minggu lalu, sementara milisi Assad dan Hizbullah mencoba untuk maju, tetapi gagal.

Syeikh Ayman al Zawahiri Bantah Tuduhan IS atas Al Qaedah

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Pemimpin Al Qaeda global Ayman al Zawahiri mengatakan pemimpin Islamic State (IS) Abu Bakr al Baghdadi telah “berbohong,” dan “memfitnah” al Qaeda, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (05/01/2017), Middle East Eye melaporkan, Jumat(06/01/2017).

Dalam video berjudul “Pesan kami kepada bangsa kita: Kami berlutut hanya kepada Allah,” katanya: “Adalah kampanye fitnah, intimidasi dan keresahan yang sedang berlangsung. Sayangnya, di antara mereka yang berpartisipasi dalam kampanye adalah pengikut Ibrahim al-Badri (Abu Bakr al-Baghdadi) yang berbohong.”

Al Zawahiri diangkat menjadi Amir al-Qaeda pada 2011 menyusul terbunuhnya Syeikh Usamah Bin Laden pada 2 Mei tahun yang sama oleh serangan Militer AS.

Dia membantah tuduhan IS bahwa al Qaeda telah menempatkan harapannya kepada Muhammad Mursi yang terpilih secara demokratis di Mesir dan tidak punya masalah mengatur bersama Mesir.

Al Zawahiri juga mengkritik IS yang menargetkan tempat-tempat umum dalam operasi bomnya dengan dalih bahwa kaum Syiah hadir di sana.

Pemimpin al Qaeda tersebut menekankan perlunya ” berhati-hati dalam menahan diri dari menyakiti Muslim dan semua orang dimana Syariah melarang agresi terhadap Muslim dan semua orang, melalui pemboman, pembunuhan, penculikan atau perampasan uang atau harta dengan cara-cara yang tidak syar’i.”

Dia juga menyerukan untuk “menyelamatkan umat Islam yang tertindas dan lemah atau kafir yang tidak bersalah atau dirugikan, serta mendukung dan mendorong orang-orang yang membantu mereka yang terzhalimi, bahkan jika mereka non-Muslim.”

Dia juga memiliki beberapa pilihan kata untuk kelompok oposisi Suriah yang menjauhkan diri dari al-Qaeda agar tidak dicap sebagai organisasi teroris oleh AS.

“Seolah-olah persetujuan dari Amerika Serikat adalah tujuan atau keutamaan menuju kemenangan di jalan jihad,” katanya.

“Seolah-olah al Qaeda sedang dikriminalisasi karena bermusuhan dengan AS dan membantu korupsi di negara kita.

“Seolah-olah AS tidak membantai kaum Muslim sebelum dan setelah berdirinya al-Qaeda.”

Dia melanjutkan dengan mengutip serangkaian kejahatan yang dilakukan oleh AS tanpa peran serta al Qaeda, seperti kematian 5 juta rakyat Vietnam, menjatuhkan bom nuklir di Jepang dan pembunuhan puluhan ribu warga Jerman di Hamburg selama Operasi Gomora pada tahun 1942, dan lain-lain.

Al-Zawahiri menambahkan bahwa prioritas kita seharusnya adalah menyerang Amerika Serikat.

Dia juga menyatakan rasa kecewanya bahwa dunia dan kekuatan regional telah menuduh al-Qaeda yang didukung oleh lawan-lawan mereka.

“Pembohong ini menuduh al Qaeda sebagai semua jenis agen, dari mengklaim bahwa kita adalah agen Amerika yang diciptakan oleh AS di Afghanistan selama invasi Rusia hingga agen Arab Saudi yang dibuat dengan uang negara itu.

“Safawi (Iran) menuduh kami sebagai agen Amerika dan Zionis dan terus menyebarkan kebohongan, menyatakan bahwa serangan 9/11 adalah konspirasi Zionis dan sebagai dalih yang digunakan AS untuk berperang melawan Iran.

“Namun perang tersebut tidak pernah terjadi, bahkan lima belas tahun setelah serangan 9/11. Sebaliknya, hubungan antara Iran dan AS malah menguat, menciptakan aliansi melawan Muslim di Afghanistan, Semenanjung Arab dan Syam (Suriah, Libanon, Yordania dan Palestina).

“Selain itu, para penunggu pintu dan pelayan bagi pangkalan Amerika di Teluk juga menuduh kami sebagai agen Iran yang dikirim untuk melindungi kepentingan AS di kawasan Teluk.

“Akhirnya, mereka juga memperingatkan bahwa kami adalah musuh Amerika dan bahwa siapa pun yang mendukung kami ikut bertanggung jawab atas kejahatan kami.”

Al-Zawahiri melanjutkan dengan mengatakan bahwa keyakinan IS adalah “interpretasi bahwa manusia tidak sempurna, tidak suci.”

Paranoid Terhadap Media Islam, Media Mainstream Jadi Rujukan

JURNALISLAM.COM – Dakwah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim, baik bagi laki-laki maupun perempuan haruslah mengemban dakwah amar ma’ruf nahi munkar tanpa terkecuali. Dakwah juga merupakan sebuah tugas yang sangat mulia dari Allah Ta’ala dan memiliki peranan sangat penting dalam Islam. Jika kaum muslim senantiasa mengemban dakwah, berpegang teguh pada agama dan tidak menyalahi hukum-hukum Islam, maka tidak diragukan lagi ummat ini disebut sebagai ummat terbaik.

Allah Ta’ala Berfirman:
“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah, dan kalau sekiranya ahlul kitab beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada orang-orang yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.” (Q.S Ali Imran:11)

Perkembangan zaman dan teknologi, sarana dan bentuk kehidupan pun kian berkembang, begitu pula sarana dalam berdakwah. Media sosial adalah salah satunya. Dahsyatnya media sosial pada zaman ini sudah tidak dapat kita pungkiri lagi; Facebook, Twitter, Instagram, youtube adalah beberapa contoh media sosial yang banyak digunakan oleh para netizen.

Mengingat pengguna internet di Indonesia yang cukup besar dan kebanyakan dari mereka adalah pengguna media sosial, maka ini merupakan sebuah peluang besar dalam meraih pahala amal kebaikan dan juga merupakan salah satu cara mudah dalam berdakwah.

Seiring kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi yang begitu cepat. Maka yang akan keluar sebagai pemenang dan mendapat manfaat dari globalisasi adalah yang sudah menyiapkan untuk arah kedepannya. Mulai politik, sosial, budaya bahkan agama terkena pengaruh daripada globalisasi. Islam menghadapi serangan yang mengancam peradaban, serangan itu banyak merusak peradaban yang dibangun Islam berabad-abad lamanya. Dan Saat ini kita dapat melihat bahwa konten-konten dan seruan-seruan untuk melawan dakwah Islam terus disebarluaskan secara masif kepada masyarakat melalui berbagai macam media, baik media cetak, media elektronik.

Dalam sejarah perjuangan Islam, setelah melalui perjalanan panjang segalanya telah menjadi jelas bagi kita. Kehancuran kaum muslimin melalui perang konvensional atau perang fisik adalah mustahil. Karena mereka mempunyai manhaj yang jelas dan tegas di atas konsep jihad fie sabilillah. Dengan manhaj ini, mereka tidak akan pernah mengalami kekalahan militer. Maka musuh-musuh Islam menyerang kekuatan yang sudah terbangun dalam tubuh kaum muslimin dengan melalui berbagai macam cara diantaranya adalah mengalahkan umat Islam melalui pertempuran media.

Disaat umat Islam memiliki kekuatan media, mereka pun mengalami kekalahan dan frustasi menghadapi kekuatan media Islam sehingga berupaya keras memenangkan pertempuran dengan menghalalkan segala cara diantaranya dengan memblokir media-media yang dimiliki umat Islam yang sudah semakin luas jangkauannya. Na’udzu billah min dzalika.

Siapa yang lebih dipercaya ?
Ternyata publik lebih percaya media daripada pemerintah. Sebuah survey yang dilakukan oleh BBC, Reuters, dan The Media Center kepada 10,000 orang di 10 negara menggambarkan rata-rata 61% orang lebih percaya media dan 52% kepada pemerintah. Dan 86% rakyat Indonesia lebih percaya kepada media daripada pemerintah. Survey lain yang dilakukan oleh Kompas menunjukkan bahwa media masih lebih dipercaya ketimbang lembaga lain. (DPR, Eksekutif, Sistem Peradilan, Partai Politik dan LSM).

Dalam dunia modern, media pers menempati posisi yang sangat penting, antara lain dapat membentuk opini umat. Bahkan sering dikatakan bahwa barangsiapa yang menguasai pers berarti dapat juga menguasai dunia. Kalau yang menguasai pers itu adalah orang mukmin, yang benar-benar paham dengan dakwah dan memang merupakan da’i, maka pers yang diterbitkanya tentu tidak akan menurunkan tulisan-tulisan yang merugikan Islam, memojokkan kaum muslimin atau menyakiti umat Nabi Muhammad Saw. Tetapi kenyataan membuktikan, di dunia ini tak sedikit pers yang menurunkan aneka bentuk tulisan yang substansinya bukan hanya memojokkan Islam, menyakiti hati kaum mukmin, menghina Nabi serta melecehkan Al-Quran, bahkan lebih dari sekedar itu.

Musuh-musuh Islam telah menggunakan media sebagai corong yang efektif untuk merontokkan keislaman kita. Dan keadaan bisa bertambah buruk lagi jika para pemimpin umat Islam bukannya memihak Islam, tapi justru memihak dan membela musuh-musuh Allah Swt. Na’udzu biillah min dzaalik!

Allah Ta’ala Berfirman:
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…” (QS. An-Nisa [4] : 89)

Di berbagai media massa, musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang bertujuan merusak akhlak generasi muslim mulai dari anak-anak, remaja, maupun dewasa sampai kaum muslimin menjadi murtad keluar dari agamanya. Ini adalah program utama dan yang paling jelas dari musuh-musuh Islam. Mereka akan menghilangkan semangat keislaman agar tumbuh kekaguman akan peradaban barat yang semu, maka tahapan selanjutnya adalah menggiring hati kaum muslimin untuk keluar dari agamanya. Sebagaimana Allah berfirman:

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian hingga kalian murtad dari agama kalian jika mereka mampu.” (QS. Al-Baqarah : 217)

Ya, ini adalah perang melawan Islam, peradaban, kebebasan, demokrasi, modernisasi, pembebasan wanita, hak asasi manusia, dan perang melawan teror. Semua adalah slogan-slogan yang diangkat dalam media mereka untuk merusak aqidah umat Islam. Mereka mengangkat slogan ini sekalipun satu ayat Al Qur’an dan hadits Nabi saja sudah cukup untuk membuka kedok dan kejahatan mereka. (Dr. Muhammad abbas dalam bukunya Tapi perang terhadap Islam)

Perang media merupakan strategi perang yang menggunakan media sebagai tombak utama untuk melemahkan semangat dan pemikiran lawan. Dramatisasi, rekayasa data dan informasi, pemalsuan berita, dan membesar-besarkan atau mengecilkan suatu isu merupakan sejumlah metode yang digunakan dalam perang media. Sebagai misal, serangan terhadap aktivis muslim yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar di beritakan bahwa mereka telah melakukan tindakan anarkis mengganggu ketentraman dan persatuan bangsa.

Bisa kita bayangkan seandainya umat Islam saat ini tidak memiliki media sendiri dalam menjaga kemurnian ajaran Islam dan seluruh syari’at yang ada, tentu akan bisa dengan mudah dilecehkan dan dibully atau dikalahkan oleh orang-orang kafir yang bersekutu untuk menyerang Islam. Dengan mudahnya mereka menistakan Al Qur’an, mengolok para ulama’ serta aktifis Islam, kemudian menjatuhkan kehormatan mereka dihadapan publik dan membuat label dengan vonis teroris, radikal ekstrim dan fundamentalis sehingga dengan mudahnya para aktivis Islam dan penegak syari’at itu ditangkap, dipenjara bahkan dibunuh dengan alasan yang tidak jelas dan kemudian oleh media mainstream dipublikasikan secara massal sehingga membuat seakan-akan berita itu benar walaupun jauh dari fakta yang sebenarnya.

Islam mengharamkan perbuatan dusta, berbohong apalagi dalam memberikan informasi atau berita kepada orang banyak yang akan berakibat fatal jika kabar itu keliru sehingga menimbulkan banyak fitnah yang akhirnya bisa membuat kaum muslimin kalah karena berhasil diadu domba dan berpecah belah diakibatkan berita yang tidak benar. Al-Qur’an mengajarkan, jika orang fasik yang membawa berita untuk tidak langsung dipercaya kecuali setelah diverifikasi, (tabayun)” (QS. Al-Hujarat: 6)

Adalah suatu keharusan melakukan pengecekan suatu berita, dan juga haram berpegang kepada berita orang-orang yang fasik yang banyak menimbulkan bahaya. Ayat ini mengajarkan bahwa mencari kebenaran berita serta tidak mempercayai berita yang dibawa oleh orang yang fasik yang menentang Allah. Bukan berarti setiap kabar yang sampai harus diragukan, namun setiap informasi wajib diteliti sumbernya. Apakah memenuhi syarat bisa dipercaya. Lalu apakah isi informasinya sesuai dengan syariat atau bertentangan dengannya.

Saatnya umat Islam kembali ke media Islam yang terpercaya, serta meninggalkan media mainstream yang telah dikuasai orang kafir. Jika umat Islam mengambil berita dari selain media Islam akan terjadi fitnah, yaitu ancaman yang menimbulkan kerusakan agama. Karena itu, di era seperti ini zaman dimana media sosial menjadi konsumsi kebanyakan orang, maka setiap khabar dan informasi harus ada tabayyun kepada sumber dan verifikasi terhadap isinya. Tidak asal sharing atau posting.

Saatnya ada edukasi agar umat berhati-hati pada media, karena sering terjadi manipulasi. Tujuan utama adalah untuk penyesatan ummat. Untuk kepentingan pemilik modal, para cukong hitam, dan kepentingan untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya.

Media membunuhmu, itulah fakta yang terjadi hari ini, karena pada zaman modern seperti ini hampir tidak ada hari tanpa media di sekitar kita. Oleh sebab itu, bagaimana kita bersikap pada media yang ada sekarang ini. Kita butuh kecerdasan. Sebaiknya jangan mau jadi korban media. Jadilah pengendali media. Jika mampu.

Wallahua’lam bisshowab.

 

Ditulis oleh: Hamzah Baya S.Pd.I

PBB: Assad Menargetkan Sumber Air di Damaskus adalah Kejahatan Perang

JENEWA (Jurnalislam.com) – Lima setengah juta orang di Damaskus kini menderita kekurangan air, PBB, Kamis (05/01/2017), memperingatkan bahwa menargetkan sumber air merupakan “kejahatan perang”.

“Di Damaskus sendiri, persediaan air bagi 5,5 juta orang warganya dipotong atau diminimalkan,” kepala satuan tugas kemanusiaan yang didukung PBB untuk Suriah, Jan Egeland, mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Aljazeera melaporkan, Kamis.

Air di daerah Wadi Barada yang dikuasai oposisi, yang terletak dekat Damaskus, telah dihentikan sejak 22 Desember, menyebabkan kekurangan parah.

PBB sebelumnya mengatakan krisis itu mempengaruhi empat juta orang di ibukota Suriah.

Rezim dan oposisi saling tuduh, dan Egeland mengatakan PBB sejauh ini tidak dapat mengakses sumber air yang rusak untuk menentukan pihak mana yang harus disalahkan.

Pasukan rezim Nushairiyah yang didukung oleh kelompok Syiah Hizbullah Lebanon berusaha untuk merebut kembali Wadi Barada bahkan saat gencatan senjata nasional telah membawa ketenangan di bagian lain Suriah dalam persiapan untuk perundingan perdamaian baru.

Egeland mengatakan sumber air telah “rusak karena dihancurkan atau karena sabotase atau karena keduanya.”

“Kami ingin pergi ke sana, kami ingin menyelidiki apa yang terjadi, tapi pertama dan terutama kami ingin mengembalikan air,” katanya, memperingatkan bahwa konsekuensi pemotongan air sangatlah “dramatis”.

Dia menekankan bahwa “sabotase dan memutus air tentu saja merupakan kejahatan perang,” kata Egeland, menunjukkan bahwa langkah tersebut terutama akan berdampak bagi warga sipil “yang meminumnya dan … yang akan terkena penyakit yang ditularkan melalui air … jika tidak dikembalikan.”

Egeland juga mencela bahwa gencatan senjata rapuh selama sepekan di Suriah belum memberi lebih banyak akses bagi pekerja kemanusiaan.

“Saya kecewa bahwa walaupun sudah ada penghentian perperangan … tidak meningkatkan akses kami untuk memberikan bantuan “, katanya.

Dia menyerukan kepada pendukung utama gencatan senjata, Rusia dan Turki, untuk membantu memfasilitasi akses kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Sementara itu utusan perdamaian PBB untuk Suriah Staffan de Mistura menyuarakan optimisme bahwa gencatan senjata dan perundingan yang diselenggarakan oleh Rusia dan Turki dan direncanakan untuk dimulai di Astana pada tanggal 23 Januari bisa membantu menciptakan momentum bagi proses perdamaian yang didukung PBB.

“Kami percaya bahwa setiap usaha konsolidasi … penghentian pertempuran dan membantu dalam menyiapkan diskusi (didukung PBB) yang akan berlangsung di sini di Jenewa pada bulan Februari tentu diterima,” katanya kepada wartawan.

“Kami berencana untuk menghadiri … dan kami akan memberikan kontribusi,” kata de Mistura, yang mengatakan ia akan meluncurkan kembali pembicaraan damai Suriah yang didukung PBB pada tanggal 8 Februari.

Lebih dari 400.000 orang telah tewas di Suriah dan lebih dari setengah warga negara mengungsi sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Bom Mobil Hantam Wilayah Rezim Assad di Latakia, 9 Tewas dan 25 Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 9 tewas dan 25 lainnya cedera pada hari Kamis ketika sebuah bom mobil kuat mengguncang kota pesisir Jableh di provinsi Latakia barat Suriah, menurut kantor berita resmi rezim Suriah SANA, lansir World Bulletin, Kamis (05/01/2017)

“Militan meledakkan sebuah bom mobil di sebelah stadion kota di pinggiran distrik Al-Amara Jableh ini,” lapor kantor berita.

SANA mengutip seorang pejabat dari departemen kesehatan Latakia dan mengatakan bahwa rumah sakit umum Jableh telah menerima mayat sembilan korban dan saat ini merawat mereka yang terluka akibat ledakan itu.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

23 Mei lalu, beberapa bom simultan menargetkan bagian yang berbeda dari kota yang sama, menewaskan sejumlah warga dan melukai beberapa orang lainnya.

Jableh saat ini dikendalikan oleh pasukan rezim Assad, seperti kebanyakan kota-kota pesisir Suriah, yang relatif masih stabil selama konflik hampir enam tahun.

Panglima Perang Pakistan: Angkatan Bersenjata Kami akan Tanggapi Setiap Agresi Militer India

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Panglima militer Pakistan Jenderal Qamar Javed Bajwa pada hari Kamis (05/01/2017), mengatakan ia menolak klaim “self defeating” oleh lawannya dari India tentang serangan bedah di wilayah Kashmir Pakistan September lalu.

“Angkatan bersenjata Pakistan sepenuhnya diarahkan untuk menanggapi setiap agresi oleh India,” kata sebuah pernyataan oleh Bajwa, yang diangkat menjadi kepala tentara yang kuat di negara itu pada bulan November, lansir World Bulletin, Kamis (05/01/2017).

Jenderal Pakistan tersebut bereaksi menanggapi kata sambutan panglima militer India yang baru diangkat Jenderal Bipin Rawat, yang mengatakan kepada India NDTV pada hari Selasa bahwa serangan bedah terhadap militer Pakistan dimaksudkan untuk menyampaikan pesan “yang harus dikomunikasikan.”

Permusuhan berat antara India dan Pakistan telah meningkat sejak India menuduh Pakistan memiliki hubungan dengan orang-orang bersenjata Kashmir yang menewaskan 19 tentara India di wilayah Kashmir yang diduduki India (Indian-held Kashmir-IHK) September lalu.

Pakistan membantah tuduhan itu, dan menuduh India menekan protes pro-kemerdekaan yang dimulai di wilayah Himalaya yang disengketakan pada bulan Juli, dan sejak itu lebih dari 100 warga sipil Muslim Kashmir telah ditembak mati oleh pasukan India, dengan ribuan lainnya juga luka-luka.

Serangan tersebut berakibat Perdana Menteri India Narendra Modi mengeluarkan klaim bahwa pasukan India melakukan operasi bedah di wilayah Kashmir Pakistan – yang lebih dikenal sebagai Azad (independen) Kashmir – membunuh beberapa “pejuang Kashmir”.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dipegang oleh India dan Pakistan di beberapa bagian dan diklaim oleh keduanya secara penuh.

Kedua negara terlibat tiga kali perang – pada tahun 1948, 1965, dan 1971 – sejak mereka dipecah pada tahun 1947, dua dari perang tersebut memperebutkan Kashmir.

Sejak tahun 1989, kelompok-kelompok perlawanan Muslim Kashmir di IHK telah berjuang melawan kekuasaan India, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Lebih dari 70.000 warga Kashmir dilaporkan telah tewas dalam konflik sejauh ini, sebagian besar dari mereka oleh kebrutalan pasukan bersenjata India. India mempertahankan lebih dari setengah juta pasukan di wilayah Kashmir.

4 Tentara Turki Terbukti Rencanakan Pembunuhan Erdogan

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Buronan tentara Turki di Yunani terbukti memiliki hubungan dengan pasukan yang mencoba membunuh Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam kudeta gagal 15 Juli malam, menurut sumber pengadilan, lansir Anadolu Agency, Kamis (05/01/2017).

Biro Teror dan Kejahatan Terorganisir Kantor Kepala Kejaksaan Umum Istanbul (The Terror and Organized Crime Bureau of the Istanbul Chief Public Prosecutor’s Office) menemukan bahwa empat dari delapan tentara Turki yang melarikan diri ke Yunani beberapa jam setelah kudeta gagal tersebut melakukan percakapan telepon 15 Juli malam dengan dua calon pembunuh, kata sumber-sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pembatasan pada berbicara dengan media.

Otoritas Yunani telah diberitahu tentang link tersebut, kata biro.

Delapan tentara tiba di Yunani dengan helikopter Black Hawk yang dibajak.

Mereka semua telah meminta suaka di Yunani. Permintaan mereka pada awalnya ditolak oleh pengadilan Yunani, namun saat ini statusnya tidak lagi ditolak namun tertunda.

Pemerintah Turki telah berulang kali meminta ekstradisi delapan terduga komplotan kudeta tersebut, menjanjikan mereka akan mendapatkan pengadilan yang adil.

Presiden, yang sedang berlibur di provinsi Mugla barat daya di malam terjadinyakudeta, berangkat ke Istanbul setelah diberitahu tentang upaya kudeta dan lolos dari serangan bersenjata di hotel ia tinggal di Marmaris. Hotel dibom 15 menit setelah ia pergi.

Para tersangka mencoba membunuh Erdogan sesuai perintah Fetullah Gulen, pemimpin kelompok teroris Feto, menurut Turki.

Para tersangka dituduh berusaha membunuh presiden Turki, melanggar konstitusi, merusak persatuan dan kesatuan negara, dan menjadi anggota organisasi teror.

Turki menuduh Organisasi Teror Fetullah (Feto), dipimpin oleh Fetullah Gulen yang berbasis di AS, mengorganisir kudeta tersebut serta kampanye yang telah lama berjalan untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan .

Kudeta dikalahkan dengan menewaskan 248 orang dan hampir 2.193 terluka.