Anggota Parlemen Rusia Tewas Ditembak di Ibukota Ukraina

ANKARA (Jurnalislam.com) – Seorang mantan anggota parlemen Rusia ditembak mati di Kiev, ibukota Ukraina, pada hari Kamis (23/03/2017), kata polisi setempat.

Denis Voronenkov, mantan wakil di Duma Rusia, ditembak di luar Premier Palace Hotel di pusat Kiev, kepala polisi Andrey Krishchenko mengatakan, menurut kantor berita Interfax.

“Orang yang tewas tersebut telah diidentifikasi,” katanya. “Dia adalah politisi Rusia, mantan wakil Negara Bagian Duma.”

Pembunuh dan pengawal Voronenkov terluka dalam serangan itu, ia menambahkan.

Krishchenko mengatakan polisi melihat pembunuhan tersebut sebagai pembunuhan pesanan (bayaran).

Interfax melaporkan Juru Bicara Kepresidenan Sviatoslav Tseholko menuduh Moskow atas serangan itu.

Voronenkov, 46, meninggalkan Rusia menuju Ukraina pada tahun 2016, menyangkal kewarganegaraan Rusia-nya. Dia adalah seorang pengkritik keras Presiden Rusia Vladimir Putin dan kebijakan Kremlin di Ukraina.

“Pembunuhan berbahaya terhadap Denis Voronenkov di pusat Kiev adalah tindakan terorisme negara oleh Rusia, yang harus ia tinggalkan karena alasan politik,” kata Tseholko, mengutip Presiden Ukraina Petro Poroshenko.

Dia menambahkan bahwa Poroshenko menganggap Voronenkov sebagai “salah satu saksi utama agresi Rusia” di Ukraina timur.

Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah tuduhan tersebut sebagai “tidak masuk akal”, lapor kantor berita TASS. “Kami berharap bahwa pembunuh dan orang-orang yang berdiri di belakang tindakan ini akan diidentifikasi,” katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow “terkejut” oleh berita pembunuhan ini.

“Data yang ada menunjukkan bahwa itu adalah pembunuhan kontrak,” kata Zakharova kepada wartawan dalam komentar yang dilaporkan oleh TASS.

Taliban Rebut Distrik Selatan Sangin saat AS dan Inggris Kehilangan Ratusan Pasukan

HELMAND (Jurnalislam.com) – Menjelang musim pertempuran pasukan Afghanistan mengalami kemunduran di provinsi Helmand saat mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) merebut distrik selatan Sangin yang strategis pada hari Kamis (23/03/2017), kata para pejabat, lansir World Bulletin.

Dikuasainya Sangin menandai puncak serangan Taliban sepanjang tahun untuk merebut kabupaten itu dan menegaskan kekuatan Taliban telah meningkat. Pasukan AS dan Inggris menderita korban berat yang menewaskan ratusan personil hingga menyerahkan kendali kepada pasukan Afghanistan yang mereka bentuk.

Sebagian besar Helmand diperkirakan sudah berada di bawah kendali Taliban, dengan ibukota Lashkar Gah – salah satu daerah kantong terakhir yang dikuasai pemerintah – juga bisa jatuh karena serangan keras Taliban yang berulang.

“Pasukan kami telah mundur dari kantor-kantor pemerintah, termasuk markas polisi dan kantor gubernur di Sangin,” kata juru bicara gubernur Helmand Omar Zwak kepada AFP.

“Tapi kami sedang bersiap untuk merebutnya kembali,” lanjutnya.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa mujahidin telah menyerbu pusat kabupaten di sana.

Surat Imarah Islam ke Donald Trump: Tarik Semua Pasukan AS dari Afghanistan!

Tapi pasukan AS di Afghanistan bersikeras dengan berkelit bahwa Sangin tidak jatuh melainkan hanya memindahkan pusat kabupaten (reposisi) sejauh dua kilometer ke selatan karena pertempuran telah menghancurkan banyak infrastruktur.

“Pasukan AS membantu reposisi dengan airlift (angkutan udara) ke pusat kabupaten yang baru,” kata seorang juru bicara militer AS kepada AFP.

“Setelah itu (reposisi) selesai, AS membantu menghancurkan bangunan yang tidak lagi digunakan dan juga menghancurkan kendaraan yang tidak bisa dioperasikan. Satu-satunya yang tersisa di pusat distrik untuk Taliban adalah kotoran dan puing-puing.”

Selama bertahun-tahun Helmand merupakan pusat intervensi militer Barat (penjajahan) di Afghanistan, hanya untuk tergelincir lebih dalam ke jurang ketidakstabilan bagi pemerintah Afghanistan.

Taliban secara efektif mengontrol atau mengepung 10 dari 14 kabupaten di Helmand, yang merupakan provinsi paling mematikan bagi pasukan Inggris dan AS selama dekade terakhir.

Pentagon mengatakan pihaknya akan mengerahkan sekitar 300 Marinir AS musim semi ini menuju Helmand, tempat pasukan Amerika terlibat dalam pertempuran panas hingga mereka ditarik keluar pada tahun 2014.

Marinir akan menuju ke provinsi untuk membantu misi melatih pasukan Afghanistan yang dipimpin NATO, semakin memperlihatkan bahwa pasukan asing semakin ditarik kembali ke dalam konflik yang memburuk.

Secara terpisah pada hari Kamis (23/03/2017), seorang polisi yang terkait dengan Taliban menewaskan sembilan rekannya dalam serangan insider di provinsi Kunduz utara, kepala polisi setempat Aziz Kamawal mengatakan kepada AFP.

Serangan insider juga terjadi – ketika tentara dan polisi Afghanistan mengarahkan senjata mereka pada pasukan internasional (NATO) – telah menjadi masalah besar selama perang yang panjangnya lebih dari 15 tahun itu.

Pekan lalu, tiga tentara AS yang sedang patroli terluka parah ketika seorang tentara khusus Afghanistan menhujani tembakan di pangkalan militer AS di Helmand, dalam serangan insider pertama terhadap pasukan internasional tahun ini.

Ratusan Pengungsi Tewas dalam Operasi Pembantaian AS di Raqqa

RAQQA (jurnalislam.com) – Operasi “pembantaian senyap Raqqa (Raqqa’s silent slaughter)” mengungkapkan pasukan AS pada Rabu pagi (22/03/2017) melakukan pendaratan pesawat di Abu Hurairah, di desa Tabqa, di Barat provinsi Raqqa, mengakibatkan terpotongnya jalan internasional Aleppo – Raqqa yang menghubungkan desa Raqqa dan pedesaan Aleppo Timur, sebagai upaya memperketat pengepungan kota Tabqa, yang dikendalikan oleh kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (23/03/2017).

Operasi ini termasuk mengirim sekitar 500 pasukan khusus AS dan milisi Demokrat Suriah “SDF” di samping sejumlah kendaraan lapis baja. Mereka mengambil kendali desa Abu Hurairah, Krin dan Mushirfiah, kemudian mendorong tank dan kendaraan militer berat saat mereka menguasai jembatan yang menghubungkan kawasan yang dikendalikan oleh SDF baru-baru ini dengan daerah yang telah lama dikendalikan.

Serangan udara koalisi pimpinan AS menargetkan pedesaan Tabqa dengan lebih dari 25 serangan udara, menewaskan 20 warga sipil dan menghancurkan satu-satunya oven otomatis di kota, serta sekolah Maysaloon dan rumah sakit lapangan. Serangan udara juga menargetkan lingkungan perumahan warga membalas tembakan meriam oleh IS ke desa Ja’abar dan Swidiah di sekitar Tabqa.

Pesawat koalisi Internasional membom sekolah kemarin di kota Mansoura di pedesaan barat Provinsi Raqqa, yang dihuni oleh 300 orang pengungsi dari provinsi lain, dan menyebabkan kehancuran total serta terbunuhnya lebih dari 100 pengungsi.

Masjid Berumur 600 Tahun Era Ottoman di Yunani Terbakar

YUNANI (Jurnalislam.com) – Sebuah Masjid era Ottoman bersejarah di Yunani utara yang sedang menjalani renovasi karena rusak parah akibat sebuah kebakaran pagi pada hari Rabu (22/03/2017), menurut media lokal, lansir World Bulletin.

Penyebab kebakaran di Masjid Sultan Bayezid yang sebagian besar terbuat dari kayu di kota Didymoteicho tersebut masih belum diketahui.

Namun, kantor berita Yunani ANA-MPA melaporkan kemungkinan kebakaran terjadi karena kesalahan listrik. Pejabat Departemen Kebudayaan Maria Andreadaki-Vlazaki diharapkan untuk mengunjungi situs nanti pada hari Rabu.

Atap kayu Masjid, yang merupakan fitur arsitektur khusus, benar-benar hancur, ANA-MPA menambahkan.

Pembangunan Masjid Sultan Bayezid, juga dikenal sebagai masjid Sultan Celebi Mehmet, dimulai tahun 1389 dan selesai pada 1420, selama era awal-Ottoman.

Pada tahun 2010 pemerintah Yunani memutuskan untuk memugar Masjid; pekerjaan itu akan selesai tahun ini.

Masjid telah ditutup sebagai tempat beribadah.

Hamas: Kami Bersumpah akan Lakukan Perlawanan untuk Akhiri Penjajahan Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Pemimpin senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Ismail Haniyeh bersumpah melakukan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan Israel selama puluhan tahun di atas tanah Palestina, lansir Anadolu Agency, Rabu (22/03/2017).

“Perlawanan adalah pilihan strategis kami demi mencapai aspirasi rakyat untuk kebebasan,” kata Haniyeh selama kunjungan pada hari Rabu ke rumah pendiri Hamas Syeikh Ahmed Yassin di Kota Gaza untuk menandai tahun ke-13 kematiannya.

Syeikh Yassin tewas dalam serangan udara Israel pada tahun 2004 saat pemimpin yang menggunakan kursi roda itu sedang berada dalam perjalanan ke sebuah masjid di timur Jalur Gaza untuk melakukan shalat subuh.

Haniyeh mengatakan perlawanan Palestina “tidak dapat dipecahkan”.

“Resistensi telah bertahan dalam tiga perang melawan Israel di Jalur Gaza,” katanya.

“Akumulasi kekuatan di Gaza tidak dimaksudkan untuk hanya mempertahankan Jalur Gaza, tapi juga untuk mempertahankan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha.”

Bagi umat Islam, Al Aqsha merupakan tempat suci ketiga di dunia. Yahudi mengklaim daerah tersebut sebagai “Temple Mount,” situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Haniyeh menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan meninggalkan Palestina “satu inci” pun.

“Gaza adalah bagian dari Palestina dan tidak akan ada negara Palestina tanpa Gaza dan tidak akan ada negara tanpa seluruh Palestina.”

Sementara itu, Haniyeh menyerukan mengakhiri keretakan antar-Palestina dan mencapai rekonsiliasi nasional.

“Kami sedang mencari cara untuk mencapai rekonsiliasi, mengakhiri keretakan, membangun sistem politik yang terpadu dan menyusun program nasional,” katanya.

Pada bulan April 2014, Hamas dan Fatah, yaitu kelompok Presiden Mahmoud Abbas, menandatangani perjanjian rekonsiliasi menyerukan pembentukan pemerintah persatuan Palestina yang bertugas mengawasi pemilihan legislatif dan presiden Palestina.

Meskipun pemerintah persatuan diresmikan dua bulan kemudian, ia belum mengambil peran mengatur Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Pasukan Irak Rebut Kembali Dua Desa di Mosul Barat

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Tentara Irak pada hari Rabu (22/03/2017) mengumumkan merebut kembali dua desa lain di Mosul barat dari kelompok Islamic State (IS), Anadolu Agency melaporkan.

“Divisi Lapis Baja Tentara Ke-9 telah membebaskan desa Al-Yasin dan Arihla di utara kabupaten Badush [Mosul barat],” Staf Letnan Jenderal Abdul Amir Yarallah, komandan operasi Mosul yang sedang berlangsung, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Menurut Letnan Angkatan Darat Samir, sedikitnya 12 pasukan IS terbunuh dalam operasi itu.

Pasukan dari Divisi ke-9, Dawood mengatakan kepada Anadolu Agency, ” merebut kembali dua desa setelah mengepung mereka selama beberapa jam dengan dukungan koalisi udara yang dipimpin AS, yang menyerang empat target IS.”

4 Orang Tewas dalam Serangan Brutal di Dekat Parlemen Inggris

LONDON (Jurnalislam.com) – Empat orang tewas dan sedikitnya 20 terluka di London pada hari Rabu (22/03/2017), setelah mobil menabrak para pejalan kaki dan seorang penyerang melakukan penusukan dengan pisau sebelum ditembak mati di lokasi dekat parlemen Inggris, Aljazeera melaporkan.

Komisaris Polisi Metropolitan London Mark Rowley mengatakan kepada wartawan “penyelidikan kontra-terorisme penuh” sedang berlangsung.

Dia mengatakan kekerasan dimulai ketika mobil itu melaju di Westminster Bridge, menabrak dan melukai sejumlah warga sipil dan tiga petugas polisi dalam perjalanan mereka kembali dari upacara pujian.

Mobil kemudian berhenti dekat gedung parlemen di mana sedikitnya satu orang bersenjatakan pisau melanjutkan serangan dan mencoba untuk memasuki gedung.

Banyak orang tergeletak di tanah – beberapa menderita pendarahan berat dan tampaknya tidak sadar – di Westminster Bridge dekat parlemen Inggris.

Beberapa luka yang diderita oleh para korban digambarkan sebagai “bencana”. Seorang wanita ditarik keluar hidup-hidup dari Sungai Thames dengan luka serius oleh otoritas pelabuhan.

Perdana Menteri Theresa May mengutuk serangan itu sebagai “gila dan brutal”.

“Lokasi serangan ini bukanlah kebetulan,” katanya dalam sebuah pernyataan di luar kantor Downing Street di sore hari.

“Pelaku memilih untuk menyerang di jantung ibu kota kami, di mana orang-orang dari semua bangsa, agama dan budaya datang bersama-sama untuk merayakan nilai-nilai kebebasan, demokrasi dan kebebasan berbicara,” lanjutnya.

Saksi awalnya melaporkan beberapa serangan di dekat parlemen.

“Kami melihat sebuah kendaraan hitam dengan kecepatan penuh dan menabrak sejumlah orang. Saya bisa melihat orang-orang terlempar di sekitar lokasi,” turis Babi Nagy mengatakan kepada Al Jazeera. “Kami segera berpikir bahwa ini adalah serangan teroris.”

Politisi Polandia dan wartawan Radoslaw Sikorski memposting video jembatan setelah kejadian di Twitter, menunjukkan beberapa orang yang terluka tergeletak di tanah.

Saksi lain mengatakan ia melihat korban tersebar di sepanjang jalan.

“Saat aku sedang berjalan menaiki tangga, ada seorang pria yang jatuh dan petugas medis sedang merawatnya. Ada seorang wanita yang juga ditusuk atau ditembak. Ada banyak darah,” Martin Pearce, gemetar, mengatakan kepada Al Jazeera di tempat kejadian.

Analis keamanan Afzal Ashraf mengatakan masyarakat dan pemerintah sekarang perlu ekstra waspada.

“Jenis serangan tersebut merupakan tindakan menyerang. Mereka menginginkan publisitas. Potensi ancaman sangat besar,” kata Afzal.

Serangan besar terakhir mengguncang London pada Juli 2005, ketika serangkaian ledakan bom yang terkoordinasi menargetkan sistem transportasi umum selama jam sibuk. Pemboman menewaskan 52 orang dan melukai lebih dari 700 lainnya.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Lancarkan Serangan Besar pada Posisi Rezim Assad di Hama

HAMA (Jurnalislam.com) – Faksi jihad Suriah melancarkan operasi militer besar-besaran di desa-desa Hama utara menggempur posisi pasukan rezim Syiah Assad pada Selasa malam (21/03/2017). Para pejuang mampu membuat kemajuan yang cepat dan mengontrol beberapa kota dan titik strategis setelah 12 jam pertempuran.

Koresponden ElDorar, Rabu (22/03/2017), menegaskan bahwa faksi-faksi yang beroperasi di dua pertempuran “Qul Emalo & Fi Sabil Allah Namdi” adalah; Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Jaysh al-Ezza, Jaysh al-Naser dan Abnaa ‘al-Sham mengambil alih kota Soran, Khattab, Rahba Khattab dan Ma’ardis berikut tank tempur dan gudang militer milik rezim.

Setelah serangan diluncurkan di jembatan Soran, faksi berhasil memblok jalan antara kota Mahradah dan Hama utara selain merebut kontrol beberapa wilayah Al-Shir dan Al-Safouh di Rabu pagi.

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

Jaysh al-Naser mengumumkan penghancuran dua pesawat tempur rezim di awal serangan dalam pangkalan udara militer Hama setelah menargetkan daerah dengan lebih dari 40 roket Grad, sementara Jaysh al-Ezza merebut tank T-72 dan sejumlah besar amunisi.

Operasi militer dari faksi revolusioner di desa-desa utara Hama bertepatan dengan serangan lanjutan pada posisi pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad di pinggir ibukota Suriah, serta pintu masuk Damaskus dekat Abbasiyah Square.

HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama
HTS: Peta Pergerakan Mujahidin di Hama

Kejanggalan Kasus Teroris: Dari Siyono Sampai Bom Bali

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Hampir setiap kasus bom teroris dinilai Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murod Al-Barbasy menyisakan kejanggalan yang selalu berulang. Hal itu kerap mengundang kritik dan tanda tanya publik yang berakibat muncul gugatan publik.

Ma’mun menjelaskan, gugatan publik sebenarnya sudah mulai terasa sesaat munculnya kasus Siyono yang meninggal secara tidak wajar di tangan Densus 88. Kasus Siyono mendapat perhatian dan gugatan banyak pihak karena terjadi kejanggalan.

PP Muhammadiyah misalnya, sampai harus menurunkan Tim Forensik untuk mengusut kematian guru TPQ ini. “Hasilnya, kematian Siyono diyakini tidak wajar,” terang Ma’mun saat Diskusi Publik tentang Deradikalisasi Paham Keagamaan di Indonesia, UMJ, Jakarta, Rabu (22/3/2017) sebagaimana dikutip republika.

(Baca juga: Ayah Siyono Sebut Keadilan Bukan untuk Kaum Kecil)

Ia menerangkan, ditemukan banyak tanda kekerasan di tubuh Siyono, dari kepala hingga kakinya. Tim Forensik tidak menemukan adanya perlawanan dari Siyono seperti klaim pemeriksaan Densus 88. Pada tubuh ayah 5 anak ini juga dipastikan tidak ditemukan adanya luka akibat tindakan defensif atau pemberontakan.

Dijelaskan dia, selain itu, kasus bom ricecookerjuga mendapat gugatan masyarakat. Bahkan, sampai ada yang menyebutnya sebagai rekayasa. Seperti pada kasus-kasus bom teroris sebelumnya, kasus bom ricecooker juga menyisakan kejanggalan yang memancing nalar publik untuk menggugatnya.

“Dalam kasus bom ricecooker misalnya, konon bom ini dibawa langsung dari Solo sudah dalam keadaan rakitan dan mampir dulu di Bekasi. Ini saja sudah merupakan kejanggalan tersendiri,” jelasnya.

(Baca juga: Setahun Kasus Siyono dan Tekad Suratmi Mencari Keadilan)

Menurutnya,.jarak tempuh Solo-Bekasi cukup jauh. Kalau bom tersebut dibawa melalui pesawat terbang tentu tidak mungkin, sebab akan ketahuan. Sementara, jika bom dibawa melalui jalan darat, kata dia, maka harus menempuh perjalanan sekurang-kurangnya selama 12 jam.

Ia mengungkapkan, apakah tidak akan membahayakan kondisi bom yang sudah dalam posisi rakitan jika dibawa melalui jalan darat. Selain itu, melihat tampilan orang yang diduga akan meledakkan Istana Negara juga tidak cukup meyakinkan. “Tentu semakin menambah kejanggalan bahwa bom ricecooker murni kerjaan teroris tanpa rekayasa,” katanya.

Lebih dari itu, dikatakan juga oleh Densus 88 bahwa daya ledak bom ricecooker melebihi TNT. Hal ini semakin menambah kejanggalan karena di Indonesia yang memproduksi peledak jenis TNT hanya Pindad. Apakah kepolisian berani menuduh Pindad berada di belakang bom riceooker.

Menurutnya, pasti polisi akan menolaknya sebagaimana ketika menolak pandangan banyak pihak dalam kasus Bom Bali. Dengan berbagai alat bukti dan data-data pendukung lainnya, ada yang berkeyakinan bahwa ada kekuatan asing yang terlibat dalam kasus Bom Bali dengan mengorbankan Amrozi dan kawan-kawannya.

Sebaliknya, lanjutnya, kepolisian tetap bersikeras dengan kronologi yang dibuatnya, bahwa Bom Bali dibuat dan dirakit secara tradisional oleh Amrozi dan kawan-kawannya dengan bahan baku bom yang dibeli dari Surabaya.

“Sebuah kronologi yang sulit dinalar. Bagaimana mungkin bom yang meledak begitu dahsyat bahkan banyak pihak menduga sebagai jenis bom C4 atau SDAM yang hanya dibuat di negara-negara yang sangat terbatas,” pungkas Ma’mun.

Sumber: Republika Online

Hayat Tahrir al Sham dan Oposisi Kembali Serang Ibukota Suriah

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Faksi-faksi Jihad dan Oposisi Suriah kembali menyerbu area yang dikuasai rezim Nushairiyah Assad di timur laut Damaskus untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir, sumber di kedua belah pihak mengatakan, dalam serangan paling berani di ibukota Suriah dalam beberapa tahun yang dilancarkan oleh jihadis dan pejuang oposisi, Aljazeera melaporkan, Selasa (21/03/2017).

Juru bicara salah satu kelompok oposisi utama yang terlibat dalam serangan itu mengatakan serangan baru dimulai pada 0300 GMT, menargetkan area yang telah mereka rebut sebelumnya dari kontrol pasukan rezim pada hari Ahad sebelum dipaksa mundur.

“Kami meluncurkan serangan baru dan kami mengembalikan semua titik yang kami tinggalkan hari Senin. Kami mengendalikan garasi Abassiyin dan mulai menyerbunya,” Wael Alwan, juru bicara kelompok oposisi bersenjata Failaq al-Rahman, mengatakan kepada Reuters.

Failaq al-Rahman cabang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berjuang bersama koalisi mujahidin Suriah yang tergabung dalam Hayat Tahrir al Sham (HTS).

Sebuah sumber militer Suriah mengatakan bahwa para pejuang oposisi dan jihadis telah memasuki daerah tersebut, meledakkan bom mobil pada awal serangan. Sumber itu mengatakan kelompok oposisi dan jihadis yang telah memasuki daerah itu dan terlibat dalam pertempuran sengit”.

Inilah Rincian Serangan Hayat Tahrir al Sham dan Ahrar al Sham di Damaskus

Para pejuang juga melancarkan serangan dari kubu Timur Ghouta di sebelah timur ibukota.

Pasukan rezim Assad telah meningkatkan operasi militer terhadap Timur Ghouta dalam beberapa pekan terakhir, berusaha memperketat penjagaan di sana. Serangan faksi perlawanan sebagian bertujuan untuk menghantam pertahanan rezim disana.

Pertempuran difokuskan di sekitar area Abassiyin di timur laut distrik Jobar, sekitar 2 km sebelah timur dari tembok Kota Tua, di persimpangan jalan utama yang menuju ke ibukota.

Monitor melaporkan ledakan besar saat fajar diikuti oleh bentrokan sengit, penembakan dan serangan udara rezim terhadap posisi pejuang Suriahi.