Polisi Zionis Tahan Pemimpin Gerakan Islam Palestina

YERUSALEM (Jurnalislam.com) – Polisi zionis menahan seorang pemimpin Gerakan Islam (the Islamic Movement) di Palestina utara dalam serangan fajar pada hari Ahad (2/4/2017).

Suleiman Ahmad Agbaria, mantan pemimpin kota Umm al-Fahm, ditangkap di rumahnya di kota tersebut, Radio Israel melaporkan, lansir Anadolu Agency.

Tidak ada rincian lebih lanjut tentang alasan penangkapannya.

Agbaria telah dilarang meninggalkan negara itu oleh penjajah Israel untuk “alasan keamanan”.

Polisi Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penahanan.

Pada tahun 2015, pemerintah zionis pernah melarang the Islamic Movement di Palestina utara, yang dipimpin oleh pemimpin Palestina terkemuka Raed Salah.

 

200 Polisi India Keracunan di Kamp Pelatihan Militer

INDIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 200 polisi paramiliter India dirawat di rumah sakit diduga akibat keracunan makanan setelah makan di sebuah kamp pelatihan di bagian selatan negara bagian Kerala, kata polisi pada hari Ahad (2/4/2017).

“Banyak yang masih menjalani perawatan tetapi menunjukkan tanda-tanda perbaikan”, kepala polisi Ernakulam Ashok Kumar mengatakan, menambahkan bahwa lebih dari setengah dari pasien telah keluar dari rumah sakit, lansir World Bulletin.

Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut, katanya.

Insiden tersebut pernah terjadi sebelumnya dan telah meminta polisi untuk mengajukan keluhan atas buruknya kualitas makanan yang disajikan kepada mereka.

Bulan lalu 32 penjaga perbatasan menderita sakit di negara bagian Rajasthan Barat juga dicurigai akibat keracunan makanan.

Pada bulan Januari, pemerintah memerintahkan penyelidikan setelah seorang penjaga paramiliter memposting video online menunjukkan roti yang gosong disajikan kepada aparat keamanan.

Penjaga itu menuduh pejabat senior menyedot dana untuk jatah makanan, memicu kemarahan di kalangan pengguna media sosial dan mendorong tentara lainnya yang tidak puas untuk mengirim keluhan serupa.

CRPF merupakan unit polisi paramiliter India yang sebagian besar berfokus pada operasi kontra-pemberontakan.

Lagi, Puluhan Pasukan Assad Tewas dan 2 Tank Hancur dalam Pertempuran di Hama Utara

HAMA (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Suriah (Assad) telah kehilangan kendaraan militer dan puluhan tentara yang tewas selama pertempuran yang sedang berlangsung melawan faksi-faksi jihad pada hari Ahad (2/4/2017) pada beberapa garis depan di pedesaan Hama utara.

Menurut koresponden ElDorar AlShamia sedikitnya 27 tentara pasukan Assad tewas selama bentrokan yang terjadi di dekat kota Halfaya dan Majdal di mana Jaysh al-Ezzah menghancurkan dua tank dan artileri 37-mm.

Baca juga: 

Serangan udara dan pemboman artileri berat rezim dimulai di sekitar kota Halfaya di pedesaan utara Hama, sumber media yang setia kepada rezim Suriah mengumumkan.

Selama dua hari terakhir, pasukan Assad telah meerebut kembali beberapa kota yang telah diambil alih faksi-faksi jihad terutama kota-kota Khattab, Subin dan Al-Shir, setelah pemboman gas beracun berat oleh pasukan Syiah Assad.

 

Orang Nomor Dua di IS dan 2 Komandan Lainnya Terbunuh di Perbatasan Suriah

IRAK (Jurnalislam.com) – Ayad al-Jumaili, yang diyakini sebagai pemimpin kedua kelompok Islamic State (IS) setelah Abu Bakr al-Baghdadi, telah tewas dalam serangan udara Irak dekat perbatasan Suriah, televisi pemerintah Irak melaporkan, lansir Aljazeera Ahad (2/4/2017).

Jumaili dan dua komandan lainnya dilaporkan tewas di wilayah al-Qaim di provinsi Anbar barat.

Brigadir jenderal Yahya Rasool dari Komando Operasi Gabungan Irak, mengutip intelijen militer, mengatakan bahwa direktur urusan administrasi IS Salem Mudafar al-Ajmi, juga tewas dalam serangan itu.

Berita ini muncul saat pemerintah Irak terus mendorong untuk membebaskan lebih banyak lagi daerah dari kontrol IS di Mosul.

Lebih dari 300 warga sipil telah tewas di Mosul barat sejak pasukan Irak dan koalisi pimpinan AS memulai serangan bulan lalu untuk mendorong IS keluar dari benteng terakhir mereka di Irak, PBB mengatakan, menambahkan bahwa jumlah korban bisa melebihi 400 jika pembunuhan baru tersebut diverifikasi.

“IS mengeksploitasi warga sipil untuk membentengi dirinya, dan jelas bahkan tidak cemas sama sekali karena dengan sengaja telah menempatkan mereka dalam bahaya,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad al-Hussein dalam sebuah pernyataan.

“Strategi [IS ini] menggunakan anak-anak, pria dan wanita sebagai tameng untuk melindungi diri dari serangan adalah tindakan pengecut dan memalukan. Ini melanggar standar martabat dan moralitas manusia paling dasar,” lanjutnya.

Ratusan ribu lebih warga sipil masih terperangkap di dalam Mosul barat setelah pasukan koalisi Irak merebut kembali wilayah timur kota dari IS pada bulan Januari.

Wilayah barat Mosul lebih kecil dan lebih padat dibandingkan wilayah timur, yang berarti tahap pertempuran menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi warga sipil.

Penjaga Kuil Hindu di Pakistan Bunuh 20 Orang Sekaligus

KARACHI (Jurnalislam.com) – Seorang penjaga kuil Hindu menewaskan 20 orang dan melukai 3 orang lainnya setelah membuat mereka mabuk di timur laut Pakistan, pejabat dan media lokal melaporkan pada hari Ahad (2/4/2017).

Insiden mengerikan itu terjadi di sebuah desa terpencil di distrik Sargodha yang terletak sekitar 190 kilometer dari Lahore, ibukota provinsi Punjab, lansir Anadolu Agency.

Penjaga kuil itu pertama kali menggunakan beberapa minuman untuk membuat mabuk dua lusin murid, dan kemudian membunuh mereka dengan bantuan tiga kaki tangannya dengan menggunakan tongkat pemukuk dan belati.

Wakil komisaris Sargodha, Liaquat Chatta mengatakan kepada wartawan bahwa insiden berdarah itu terjadi pada Sabtu larut malam, dan salah satu korban yang selamat melapor ke polisi.

Polisi bergegas ke tempat kejadian segera.

“Kami telah menemukan 20 mayat –16 pria dan 4 wanita– dari kuil,” kata Chatta menambahkan bahwa empat terdakwa, termasuk penjaga kuil, yang merupakan seorang pensiunan pegawai pemerintah, telah ditangkap.

“Terdakwa utama tampaknya tidak stabil secara mental,” tambahnya, yang mengatakan kepada polisi bahwa murid-muridnya bersekongkol untuk meracuni dia, itu sehingga dia membunuh mereka untuk menyelamatkan hidupnya.

Faksi Revolusioner Suriah Rilis Info Grafik Peta Wilayah yang Dikuasai

SURIAH (Jurnalislam.com) – Bulan-bulan terakhir tahun keenam revolusi Suriah dan awal tahun ketujuh menandai adanya ekspansi daerah yang dikuasai oleh faksi revolusioner di Suriah yang signifikan, meskipun juga kehilangan beberapa situs penting ke tangan rezim Suriah.

Sebagian besar ekspansi terjadi dengan mengorbankan daerah yang dikuasai IS, dan sebagian kecil dengan mengorbankan posisi pasukan rezim Suriah, lansir ElDorar AlShamia, Sabtu (1/4/2017).

Pertama: wilayah yang hilang:

1. Aleppo: Faksi revolusioner keluar dari kabupaten timur Aleppo pada bulan Desember, menurut perjanjian yang disponsori oleh Turki dan Rusia. Daerah yang hilang diperkirakan seluas 85 km persegi (Masaken Hanano – lingkungan Tariq al-Bab – lingkungan Al-Sakhour – lingkungan Sheikh Fares – al-Marja – al-Salihin – Bab al-Nairab – al-Ferdos – Sheikh Saeed – al-Sokary – al-Ansari – Saif al-Dawla – al-Zabdia – al-Mashhaduy – Bab al-Hadid – al-Maadi – Bab Qinnisrin – al-Jalom – al-Kallasa – Bustan al-Qaser).

2 – Al-Wa’er: Lingkungan Al-Wa’ar yang terkepung rezim Assad dan sekutu Syiahnya, benteng terakhir pejuang revolusi Suriah di Homs, berakhir dengan kesepakatan antara komite wilayah dan delegasi Rusia yang menuntut para pejuang untuk pergi bersama keluarga mereka menuju pedesaan utara Aleppo dan pedesaan Idlib. Dan kelompok terakhir akan pergi menuju pedesaan Idlib, sehingga faksi revolusioner kehilangan wilayah seluas sekitar 4 kilometer persegi.

Kedua: Daerah yang dikuasai faksi revolusioner:

1 – Pedesaan Aleppo: Dengan selesainya tugas faksi Tentara Pembebasan Suriah dalam operasi Perisai Efrat di wilayah kota al-Bab seluas 5,3 km persegi, telah menambah kontrol menjadi 2100 km persegi, serta situs serta kota-kota dan posisi penting, seperti Jarablus yang memiliki perbatasan, al-Rai, dan Akhtarin.

Daerah yang dikuasai oleh milisi FSA didapat terutama dengan mengalahkan IS, dan Unit Perlindungan Kurdi.

2- The Suriah Desert: Daerah yang dikuasai faksi revolusioner setelah operasi terus menerus di padang pasir Suriah, yang membentang antara pedesaan Damaskus dan Suwaida, meningkat menjadi 12.700 kilometer persegi.

Kawasan paling menonjol yang dikendalikan selama operasi “Sarajna al-Jihad” adalah area Jabal Makhul, Gunung Timur, Gunung Dakwa, Bir al-Qasab, Bir al-Afay, dan Sahl Bir al-Afay.

3 – Pedesaan Hama: faksi revolusioner telah memperluas kendali mereka di pedesaan Hama dengan mengalahkan rezim Suriah, dengan luas diperkirakan 1,3 kilometer persegi, dan yang dikendalikan baru-baru ini – kota Soran Mardes.

4 – Daraa: Pekan terakhir faksi revolusioner terus menerus memenangkan wilayah di distrik Manshia di Daraa setelah pertempuran “al-Mawt Wala al-Mathalla” melawan pasukan rezim Suriah, sehingga wilayah yang dikuasai meluas sekitar 1,3 kilometer persegi.

Pemberontak Syiah Yaman Sandera Anggota Medis Internasional

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pemberontak Syiah Houthi di Yaman menahan lima anggota staf International Medical Corps dan dua supir sewaan, organisasi bantuan dan sumber lokal mengatakan pada hari Sabtu (1/4/2017), lansir Middle East Eye.

Para pemberontak menuduh pekerja medis tersebut adalah mata-mata intelijen asing, menurut pejabat keamanan. Mereka merampok hotel yang digunakan kelompok kemanusiaan di provinsi Ibb dan menahan anggota kelompok itu ke sebuah penjara di ibukota, Sana’a.

“Kami memastikan agar masalah ini bisa diselesaikan secepatnya,” kata badan bantuan berbasis di Los Angeles tersebut dalam sebuah pernyataan yang diposting pada Jumat di situs mereka.

Pemberontak Syiah Houthi telah mencegat 63 kapal dan 223 konvoi yang membawa bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah di bawah kendali mereka sejak mendepak Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi dari Sana’a pada awal tahun 2015, menurut Associated Press.

Organisasi non-pemerintah menolak mengungkapkan rincian, tetapi seorang pejabat bantuan Yaman mengatakan kepada AFP bahwa staf yang ditahan semuanya warga Yaman.

Situs organisasi mengatakan bahwa mereka memiliki lebih dari 150 staf lokal di Yaman dan bahwa mereka telah beroperasi sejak 2012 dari tiga kantor di negara Semenanjung Arab.

Ia mengatakan upaya bantuan terus menopang kelangsungan hidup banyak keluarga di ibukota yang dikuasai pemberontak dan di juga Ibb, serta di kota barat daya Taez dan Aden serta Lahj di selatan.

Pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menguasai sebagian besar utara dan barat Yaman, sedangkan pasukan yang setia kepada Hadi, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi, mengontrol selatan dan timur.

Lembaga kemanusiaan telah lama mengeluhkan kurangnya akses menuju keluarga yang membutuhkan bantuan di Yaman yang tengah dilanda perang.

PBB mengatakan tujuh juta orang menghadapi risiko kelaparan serius kecuali lembaga internasional campur tangan, dan menyerukan $ 2.1 milyar bantuan kemanusiaan.

Lebih dari 7.700 orang telah tewas sejak koalisi campur tangan pada bulan Maret 2015, sebagian besar dari mereka warga sipil, menurut laporan the World Health Organization (WHO).

Kini Rusia Manfaatkan Pakistan untuk Ambil Alih Peran AS

KARACHI (Jurnalislam.com) – Adanya kepentingan strategis yang sama, keberpihakan wilayah dan keinginan mengurangi peran AS di Timur Tengah adalah faktor utama di balik kerja sama militer yang tumbuh antara Pakistan dan Rusia, menurut analis Pakistan.

Ikram Sehgal, ahli pertahanan dan keamanan yang berbasis di Karachi, mengatakan, sebelumya kedua Negara itu bermusuhan dan saling bertempur melalui proxy di negara tetangga Afghanistan pada 1980-an, namun menemukan “banyak kepentingan bersama” untuk meningkatkan hubungan pertahanan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

“Upaya Moskow menumbuhkan kerjasama pertahanan dan ekonomi dengan Islamabad merupakan bagian dari agenda yang lebih besar di Timur Tengah, di saat AS mengurangi pengaruhnya, Rusia merebut peluang,” Sehgal, yang juga editor Journal Pertahanan Pakistan, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (1/4/2017).

Menurut analis, Moskow secara tradisional hanya mengandalkan pada Suriah dan Mesir untuk berperan di Timur Tengah; Namun, akhir-akhir ini moskow mengurangi ketergantungannya pada dua sekutu lama itu, dan terfokus membuat keselarasan regional baru yang melibatkan Turki, Iran, Pakistan, China bahkan hingga Afghanistan.

“Pemerintah AS yang baru terlihat tidak tertarik dalam menghidupkan kembali perannya yang berkurang di Timur Tengah dan Asia, dan Moskow melihatnya sebagai kesempatan untuk memimpin,” tambah Sehgal.

Mengacu pada konferensi multi-bangsa mendatang tentang Afghanistan di Moskow pada tanggal 14 April, ia berkata: “AS telah menolak untuk menghadiri konferensi yang akan datang, yang menurut pendapat saya, adalah bukan keputusan yang bijaksana karena semua pemain utama dalam negara yang dilanda perang tersebut, termasuk Pakistan, Rusia, Turki, Cina, dan pemerintah Afghanistan ikut ambil bagian.”

Analis juga mengatakan tuduhan AS dan NATO baru-baru ini kepada Rusia dan Pakistan yang diduga menyediakan senjata dan membiarkan Taliban Afghanistan bergerak sebagai kesamaan kepentingan lain di antara kedua belah pihak (Rusia dan Pakistan).

Dia juga mencatat bahwa Rusia tidak meninggalkan sekutu lamanya, India, yang dianggap Pakistan sebagai musuh.

Tapi saat Rusia terus menjadi mitra militer terbesar di India, tumbuhnya kemitraan pertahanan Moskow dengan Islamabad juga mengejutkan New Delhi.

Pakistan akan menerima empat helikopter serang Mi-35 dari Rusia senilai $ 153 juta pada 2017.

Kedua negara juga mengadakan latihan bersama militer pertama mereka di Pakistan pada Oktober 2016 meskipun India pemesanan, yang dipandang sebagai refleksi lain dari hubungan yang berkembang antara militer kedua negara.

Latihan gabungan adalah bagian dari perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani pada bulan November 2014 untuk mempromosikan keamanan internasional; intensifikasi upaya kontraterorisme dan kegiatan pengawasan senjata; serta memperkuat kerjasama di berbagai bidang militer.

Analis juga melihat kepentingan umum dua negara di Afghanistan yang dilanda perang tersebut menjadi latar belakang meningkatnya kemitraan mereka.

Jenderal (pensiunan) Talat Masood, seorang ahli pertahanan berbasis Islamabad, mengatakan kepada Anadolu Agency:

“Perdamaian di Afghanistan adalah sesuatu yang sama pentingnya bagi kedua negara. Sayangnya, Moskow di masa lalu telah memainkan peran negatif, tapi sekarang, saya percaya mereka memainkan peran positif vis-a-vis di Afghanistan, dimana Pakistan adalah common denominator (sekutunya).”

Perkembangan terakhir di wilayah ini, khususnya hubungan pertahanan yang meningkat antara AS dan India juga memaksa Pakistan untuk mencari pilihan baru, kata Masood.

“Beberapa perkembangan terakhir telah memaksa Moskow dan Islamabad untuk saling mengandalkan. Pakistan telah menemukan Rusia sebagai pilihan lain bersama dengan China untuk melawan tumbuhnya kemitraan pertahanan India dengan AS.”

“Sementara, Rusia juga tahu fakta bahwa kerjasama dengan Pakistan adalah suatu keharusan bagi yang upaya keamanan [Rusia] di Afghanistan,” katanya

Tekan Angka Pekat, FUI Bima Sweeping Kos-kosan

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima menggeruduk kos-kosan yang diduga banyak kemaksiatan. Aksi amar ma’ruf nahi munkar (amanar) ini dilakukan untuk menekan angka kemaksiatan yang menjadi salah satu sumber terjadinya bencana.

“Mengigat banyaknya bencana dan musibah akhir-akhir ini yang melanda Bima dan sekitarnya, baik itu banjir dan gempa bumi. Maka kami merasa terpanggil dan berkewajiban untuk saling mengingatkan antar sesama,” terang Ustadz Asikin, ketua FUI Bima kepada jurniscom disela-sela aksi, Sabtu (1/4/2017).

Asikin menjelaskan, aksi yang dilakukan di lingkungan Mande, Bima ini penting dilakukan. Sebab, menerangkan akibat kemaksiatan dapat menjadi pencegah muda-mudi ini mengundang murka-Nya.

“Kami datang kesini untuk memberikan pencerahan dalam bentuk amanar, saling mengingatkan, bahwa salah satu faktor terjadinya musibah adalah karena ulah dari manusia sendiri,” papar dia.

(Baca juga: Perkuat Mental dan Motivasi, FUI Bima Sambangi Korban Banjir Bima)

Bencana yang hari ini selalu datang dan membayangi kita, kata dia, itu datang bukan semata-mata karena faktor alam, tetapi karena banyaknya dan semakin tingginya angka kemaksiatan yang kita.

Maka itu, kedepa FUI Bima akan terus melakukan aksi pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) ini. Bersama pemerintah dan aparat terkait, menyadarkan masyarakat menjauhi pekat

Sementara itu, Muhammad selaku ketua RW 1 menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya aksi pencegahan pekat ini.

“Mudah-mudahan untuk kedepannya aksi seperti ini tetap diadakan serta rutin dilakukan mengingat rentannya angka kemaksiatan yang dilakukan oleh masyarakat lebih khususnya di tempat kost-kosan,” ungkapnya bahagia.

(Baca juga: Harist Abu Ulya: Gerakan Umat Islam Tak Lagi Bergantung pada Figur)

Pada kesempatan itu FUI Bima di dampingi langsung oleh ketua RT, RW serta Babinkamtibmas Kelurahan Mande dengan berjalan mengelilingi kos-kosan yang ada di lingkungan Mande.

Reporter: Rusdin

Hampir 1.800 Pejuang dan Warga Sipil al Waer Ngungsi ke Benteng Mujahidin di Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hampir 1.800 pejuang oposisi dan warga sipil telah dikirim ke barat laut kota Idlib Suriah dari distrik Al-Waer di barat provinsi Homs di tengah berulangnya pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Syiah Nushairiyah Assad dan sekutunya.

Kelompok pengungsi baru tersebut termasuk 358 perempuan dan 434 anak-anak, menurut seorang wartawan Anadolu Agency di daerah, Sabtu (1/4/2017).

Evakuasi ini dilakukan berdasarkan kesepakatan yang didukung Rusia antara oposisi Suriah dan rezim untuk memindahkan jihadis dan pejuang oposisi menuju benteng mujahidin di Idlib atau ke daerah lain yang dipegang pejuang-pejuang Suriah di dekat kota Aleppo.

Selama bertahun-tahun, distrik Al-Waer tetap berada di bawah pengepungan yang diberlakukan oleh rezim. Lebih dari 20.000 orang akan meninggalkan kabupaten berdasarkan kesepakatan pada 13 Maret.

Berdasarkan ketentuan perjanjian ini, sedikitnya 12.000 orang akan dipindahkan ke provinsi Aleppo; 6.200 menuju Idlib; dan 2.400 lainnya dipindahkan ke Homs.

Rezim dan pasukan Rusia dianggap bertanggung jawab untuk keselamatan mereka yang dievakuasi dari Waer. Sebuah kontingen militer Rusia juga akan dikerahkan di kabupaten untuk mengawasi pelaksanaan perjanjian.

Bulan Sabit Merah Turki dan lembaga bantuan Turki lainnya sementara ini akan bertanggung jawab untuk keselamatan pengungsi di Aleppo dan Idlib.

Sejak perang global di Suriah meletus pada 2011, lebih dari 470.000 orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.