Minta Sidang Ahok Ditunda, Kapolda Metro Dinilai Intervensi Asas Persidangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Advokasi GNPF MUI, Heri Aryanto membenarkan adanya surat “intervensi” Kapolda Metro Jaya kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Surat berisi permintaan penundaan sidang pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini dinilai berlebihan dan mencederai asas persidangan.

“Suratnya diterima pihak pengadilan tanggal 5 April 2017. Permintaan penundaan sidang ini berlebihan dan tidak sejalan dengan asas peradilan yang sederhana, cepat dan biaya ringan,” kata Heri seusai mengklarifikasi di PN Jakut, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, surat yang dikirimkan Kapolda Metro Jaya adalah bentuk intervensi pihak kepolisian kepada proses hukum yang sedang berjalan.

Oleh sebab itu, ia bersama tim advokasi GNPF MUI mendukung PN Jakut bersama Majelis Hakim (MH) untuk tetap menggelar sidang dan menolak segala bentuk intervensi dari luar. Sebab, kata dia, ini merupakan kedaulatan penuh dari pihak PN Jakut dan MH untuk tetap menjalankan sidang perkara aquo ini.

“Ini penting karena dengan adanya surat tuntutan, maka pihak Kemendagri tidak dapat berdalih lagi dan pemberhentian sementara terhadap Ahok segera terlaksana,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim advokasi GNPF MUI mendatangi PN Jakut untuk memberikan dua surat. Pertama surat untuk klarifikasi permintaan Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan sementara sidang. Kedua, untuk mendukung PN Jakut, tetap menjalankan sidang sebagaimana yang sudah ditetapkan pada sidang sebelumnya.

Reporter: HA

AS Gempur Pangkalan Udara Assad dengan 59 Rudal Tomahawk

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat (AS) menembakkan sedikitnya 59 rudal Tomahawk ke pangkalan udara rezim Suriah Assad.

Rudal-rudal AS itu ditembakkan ke pangkalan udara Shayrat pada Jumat (7/4/2017) sekitar pukul 03.45 waktu setempat.

Serangan rudal atas perintah Donald Trump selepas serangan gas klorin pasukan Assad yang menewaskan puluhan warga sipil di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib.

Pentagon, Departemen Pertahanan AS menegaskan ada 59 rudal jenis Tomahawk yang ditembakkan dari dua kapal perang AS jenis penghancur, USS Porter dan USS Ross yang siaga di Laut Mediterania.

Menurut Pentagon, rudal-rudal tersebut menargetkan pesawat tempur, landasan udara dan pusat pengisian bahan bakar di pangkalan udara Suriah.

Salah satu sumber militer rezim Suriah secara anonimitas, menyebutkan serangan itu menimbulkan kerusakan pada salah satu pangkalan udara Suriah.

Sumber itu menegaskan serangan rudal AS sebagai aksi ‘agresi’ militer terhadap Suriah.

“Salah satu pangkalan udara kami yang ada di pusat negara ini menjadi target serangan rudal AS tadi subuh, yang menimbulkan kerusakan,” kata sumber militer Suriah, lansir AFP.

Analisis: Ancaman Trump atas Bashar Assad, Skenario Baru bagi Konflik Rusia-AS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tindakan militer Amerika terhadap rezim Syiah Suriah dapat menjadi skenario baru bagi konflik Rusia-AS, provokasi Rusia di perbatasan NATO di Eropa dan penciptaan “steroid Libya” setelah kejatuhan Bashar al-Assad, analis mengatakan.

Presiden Donald Trump pada hari Rabu (5/4/2017) mengatakan bahwa Bashar al-Assad telah menyeberang “ke luar garis merah” dengan melakukan serangan senjata kimia di kota Khan Sheikhun, Idlib, pada hari Selasa (4/4/2017). Wakil presiden Trump, Mike Pence, mengatakan “semua pilihan” berada di meja mengenai bagaimana AS akan menanggapi.

“Apa yang Assad lakukan sangatlah mengerikan. Apa yang terjadi di Suriah benar-benar salah satu kejahatan mengerikan,” kata Trump saat bepergian ke Florida dengan Air Force One.

Tapi analis dan ahli militer mengatakan kepada Middle East Eye pada hari Kamis (6/4/2017) bahwa tindakan militer apapun hampir tidak akan mungkin akibat hadirnya Rusia di Suriah, dan bisa mengubah negara itu menjadi negara gagal serta memicu konfrontasi pembalasan oleh Rusia di luar perbatasan Suriah.

Nicholas Drummond, analis pertahanan dan keamanan serta seorang mantan perwira militer British, mengatakan bahwa Trump memiliki tiga opsi militer: serangan udara presisi menggunakan rudal jelajah, pesawat pembom atau tempur untuk menetralisir kemampuan militer Bashar Assad, gugus tugas Marinir di lapangan untuk mengambil kendali kawasan strategis dan menghapus Assad secara fisik atau misi pasukan khusus untuk membunuh atau menangkap presiden Suriah itu.

Justin Bronk, seorang peneliti di the Royal United Services Institute di London, mengatakan bahwa walaupun AS memiliki “segudang” opsi militer, tindakan apapun bisa memicu konsekuensi yang tidak diinginkan dan jauh jangkauannya.

Bronk, seorang spesialis di bidang kekuatan udara dan teknologi, mengatakan: “AS memiliki platform udara, pasukan khusus, pengumpulan intelijen dan menargetkan seluruh Suriah, sehingga, mereka memiliki ide yang sangat baik untuk target yang mereka inginkan.”

Namun dia mengatakan hanya beberapa aset, seperti pembom siluman F-22 dan pembom strategis B-2, yang akan mampu melakukan serangan tanpa terdeteksi, dan akan menghadapi pasukan Rusia yang canggih yang melindungi Assad.

“Rusia memiliki rudal surface-to-air missiles S-300 dan S-400 yang kuat di pangkalan udara Latakia milik mereka dan pangkalan angkatan laut mereka di Tartus, serta aset bergerak. Mereka memiliki rentang sejauh 250 km, bahkan berpotensi menjangkau lebih jauh lagi tergantung pada rudal apa yang mereka gunakan. Mereka sangat sulit untuk dihalau, dan sangat mengancam.

“Lalu ada pesawat superioritas udara Rusia di Latakia, termasuk pesawat tempur Sukhoi 30 dan Sukhoi 35.”

Kemungkinan sasaran AS adalah gudang senjata, dan aset angkatan udara Suriah di pangkalan udara Suriah, “tapi sekali lagi Rusia berpotensi berada di situs tersebut, dan ada potensi masalah besar jika kita mengejar target tersebut”.

“Dengan kata lain, benar-benar hanya pasukan siluman AS canggih yang mungkin bisa melakukan serangan terbatas dengan risiko keterlibatan Rusia yang cukup rendah.

“Tapi hanya ada sedikit aset dalam koalisi Barat yang bisa melakukan serangan terhadap sasaran pemerintah Suriah tanpa izin Rusia. Mereka akan beroperasi dalam wilayah udara yang sangat ramai, terbang melalui koridor kecil, sehingga akan berisiko menggunakan aset canggih yang langka untuk dampak militer yang tidak pasti.”

Bronk menambahkan bahwa pilihan menegakkan zona larangan terbang untuk mencegah beroperasinya angkatan udara Suriah dan mencegah serangan kimia lebih lanjut juga sarat dengan masalah.

“Sekali lagi, tanpa kerjasama total Rusia, yang saya ketahui hampir sepenuhnya mustahil tanpa semacam tawar-menawar pada sejumlah hal lain, maka Anda akan mencoba untuk menegakkan zona larangan terbang dalam jangkauan aset Rusia, melawan angkatan udara Suriah yang mengoperasikan pesawat yang sama dengan Rusia dalam teater yang sama.

“Akan ada risiko penegakan hukum yang sangat besar, misalnya menembak jatuh aset Rusia, sehingga tanpa komitmen total Rusia akan sangat tidak dapat dilaksanakan.”

Bronk mengatakan dia yakin akan ada kemungkinan pembalasan dari Rusia.

“Jika Amerika harus melakukan semacam tindakan militer terhadap keberatan Rusia – seakan menggertak mereka – saya berpikir Rusia tidak akan benar-benar menembak pesawat AS kecuali mereka langsung diserang. Saya yakin mereka akan bersusah payah untuk tidak melakukannya.

“Tapi pada saat yang sama, Rusia memiliki sejarah panjang meningkat secara horizontal bukan vertikal, ketika dikonfrontasi, jadi apa yang akan Anda lihat adalah banyak masalah menyala di tempat lain apakah di Georgia, Ukraina, atau provokasi di sekitar Baltik – dengan kata lain, akan ada respon.”

Pejuang Suriah Kembali Buat Kemenangan Baru di Daraa

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan di kota Daraa, al-Bonyan al-Marsous, mengumumkan bahwa mereka telah membuat kemenangan baru atas pasukan Assad selama pertempuran dengan sandi “kematian vs penghinaan – mati atau terhina” di lingkungan al-Manshiyeh dengan mengambil alih beberapa wilayah baru. Serangan itu termasuk pemboman sebuah bom mobil di blok strategis “Fayez al-Adib.”

ElDorar AlShamia melaporkan, Kamis (6/4/2017) Faksi militer melancarkan serangan terhadap salah satu blok militer rezim sore ini, dan kemudian menyerang pasukan pertahanan udara, politik, serta militer milik rezim dan hanya beberapa jam setelah itu mereka menguasai detasemen dan blok militer “Fayez al-Adib”.

Faksi menghancurkan sebuah kendaraan militer berat Shilka dan membunuh sejumlah tentara serta merebut sejumlah senjata dan amunisi.

Perlu dicatat bahwa “al-Bonyan al-Marsous” telah meluncurkan operasi militer terhadap rezim Syiah Suriah Assad, dan mengumumkan perang “kematian vs penghinaan (death vs humiliation)” pada 12 Februari, dan berhasil menguasai sebagian besar lingkungan Manshiyeh, serta telah membunuh puluhan tentara dan perwira rezim Assad.

 

Puluhan Pasukan ANA dan NDS Tewas dalam Serangan Martir di Lashkargah

HELMAND (Jurnalislam.com) – Sebuah pangkalan militer gabungan pasukan ANA (Afghanistan National Army) dan NDS (National Directorate of Security) di daerah Yakhchal Nahr Siraj mendapat serangan istisyhad Mujahidin semalam, Al Emarah News melaporkan, Kamis (6/4/2017).

Seorang Mujahid heroik dari squad kesyahidan Imarah Islam Afghanistan – Rehmatullah Meqdad – berasal dari provinsi Herat telah melakukan serangan dengan bantuan mobil APC sarat bahan peledak.

Menurut rincian, sedikitnya 26 termasuk komandan utama musuh tewas, 8 lainnya luka-luka, 1 APC dan 3 kendaraan hancur dan pangkalan benar-benar rusak parah.

Sementara laporan dari provinsi Saripul, Taliban melakukan serangan terkoordinasi di pos pemeriksaan militer Afghanistan di daerah Bail Swogh kota Saripul.

Serangan senjata berat dan ringan mengakibatkan 3 pos dikuasai setelah pasukan ANA terpaksa melarikan diri.

Menurut koresponden, pertempuran dikatakan sedang berlangsung terhadap konvoi militer sejak dini hari tadi di sekitar distrik Sayyad, menjatuhkan sejumlah korban di pihak musuh. Rincian akan diperbarui kemudian.

PBB Desak AS, Rusia, Turki dan Iran Gencatan Senjata di Suriah

JENEWA (Jurnalislam.com) – PBB pada hari Kamis (6/4/2017) mendesak AS, Rusia, Turki dan Iran untuk membantu membangun 72 jam gencatan senjata di Suriah untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kami meminta Rusia, Turki, Iran dan AS bahwa kita perlu lampu hijau untuk rencana penuh PBB bulan April dan Mei untuk mencapai lebih dari satu juta orang warga sipil di wilayah Suriah yang paling sulit dijangkau dan terkepung rezim,” penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland mengatakan setelah pertemuann Gugus Tugas Akses Kemanusiaan (Humanitarian Access Task Force) dari the International Syria Support Group, lansir Anadolu Agency.

Mencatat bahwa hanya sepertiga dari permintaan ini yang telah disetujui oleh rezim Suriah, Egeland mengatakan ini melanggar apa yang telah disetujui the International Syria Support Group.

“Kita perlu gencatan senjata 72 jam di daerah di mana pertempuran sekarang mengamuk,” kata Egeland.

Egeland juga mengomentari serangan senjata kimia baru-baru ini di Idlib, menyebutnya sebagai tindakan yang “sangat biadab”.

“Perang yang membunuh lebih banyak anak daripada pria dewasa bersenjata adalah perang yang sangat biadab. Perang di mana anak-anak tercekik sampai mati dengan bahan kimia beracun adalah perang yang sangat sangat biadab.”

Para korban serangan kimia pada hari Selasa di provinsi barat laut Suriah menunjukkan gejala kerusakan saluran pernafasan fatal, akibat gas saraf, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (the World Health Organization-WHO).

Pada hari Selasa, menteri kesehatan oposisi Suriah, Firas Jundi, mengatakan lebih dari 100 warga sipil telah tewas dan 500 lainnya, kebanyakan anak-anak, terluka dalam serangan gas klorin yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur rezim Syiah Assad di kota Khan Shaykun, provinsi Idlib.

Serangan hari Selasa tersebut terjadi sehari setelah pesawat rezim dilaporkan melakukan serangan gas klorin yang sama di kota Al-Habit di Idlib, melukai puluhan.

Tahun lalu, sebuah panel investigasi yang ditunjuk PBB menemukan bahwa senjata kimia terutama digunakan oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad pada tahun 2014 dan 2015. Namun, tidak ada langkah-langkah tindak lanjut yang diambil.

Pemuda Palestina Tabrak Mati Serdadu Zionis, Hamas: Intifada Tidak akan Berakhir

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Palestina ditembak dan ditahan pada hari Kamis (6/4/2017) setelah aksi beraninya melakukan serangan dengan menabrakkan mobil dekat pemukiman yahudi di Tepi Barat yang diduduki, menewaskan seorang tentara zionis dan melukai satu orang lainnya.

Pemuda, yang diidentifikasi sebagai Ahmad Moussa Hamed, 23 tahun, menabrak dua tentara Israel yang berdiri di belakang penghalang beton dekat halte bus di luar pemukiman Ofra dekat Ramallah, lansir Aljazeera.

Elichai Taherlev, 20, dari Brigade Golani tewas dalam insiden itu, dan seorang prajurit lain berusia 19 tahun menderita luka.

Tak lama setelah serangan itu, pasukan penjajah Israel menyerbu rumah Hamad di desa Silwad dekat Ramallah.

Pemerintah Israel juga membekukan izin bekerja di Israel milik anggota keluarga Hamad, media Israel melaporkan.

Hamas merilis pernyataan memuji serangan tersebut.

Juru bicara Hamas Abed al-Latif al-Qanou mengatakan itu adalah balasan terhadap “kejahatan Israel terus menerus yang dilakukan terhadap rakyat Palestina”.

Berbicara kepada Ma’an News Agency yang berbasis di Betlehem, Hazem Qassem, juru bicara Hamas lain, menyebutnya bahwa itu adalah “bukti bahwa Intifada Yerusalem akan terus berlanjut, dan hanya akan berakhir dengan kemerdekaan dan kemandirian”.

“Intifada Yerusalem” yang disebut Qassem merujuk pada gelombang perjuangan rakyat muslim Palestina yang tersebar di seluruh wilayah-wilayah penjajahan, dan Israel sejak Oktober 2015, telah membunuh nyawa 259 warga Palestina, menurut hitungan kantor berita AFP.

Qassem menambahkan “serangan membuktikan bahwa tentara zionis dan pemukim yahudi Israel tidak aman selama hak [warga Palestina] dijajah, tanah kami direbut, rakyat dan situs suci umat Islam diserang dan dilanggar”.

Menlu Perancis: Assad akan Dihukum atas Kejahatan Perangnya

PARIS (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan hari Kamis (6/4/2017) bahwa “hari akan datang ketika keadilan internasional akan memberikan putusan hukuman terhadap Bashar al-Assad yang membantai rakyatnya,” lansir World Bulletin.

Sedikitnya 86 orang tewas pada hari Selasa (4/4/2017) di wilayah oposisi Khan Sheikhun di Suriah utara dalam dugaan serangan senjata kimia yang mengakibatkan orang tercekik, tidak bisa bernafas, paru-paru rusak dan mulut berbusa.

Perancis sekali lagi mendesak resolusi di PBB untuk mengutuk serangan yang menurut Barat dilakukan oleh rezim Assad, tapi Ayrault tidak terdengar optimis setelah diskusi pertama pada hari Rabu di badan internasional tersebut.

“Ini sulit karena sampai sekarang setiap kali kita telah menyajikan resolusi, terjadi veto oleh Rusia dan kadang-kadang oleh China … tapi kita harus bekerja sama karena kita harus menghentikan pembantaian ini,” tambahnya.

Moskow, yang meluncurkan intervensi militer sejak tahun 2015 dalam mendukung pasukan rezim Nushairiyah Assad, membela mati-matian rezim Suriah terhadap tuntutan tanggung jawab atas serangan itu.

Dinilai Menyimpang, Ruhut Sitompul Resmi Dipecat dari Bangku DPR

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Rapat paripurna DPR menetapkan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Mereka adalah Ruhut Sitompul dan Ambar Tjahyono.

Ruhut Sitompul digantikan oleh Abdul Wahab Dalimunte. Sementara, Ambar Tjahyono digantikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Roy Suryo.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan di Gedung Nusantara, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (5/4/2017). Ruhut dicopot Partai Demokrat dari anggota DPR karena sikap politiknya tidak sejalan alias menyimpang dengan kebijakan partai, sebagaimana dilaporkan Sindonews.

Sementara Ambar Tjahyono dicopot Partai Demokrat dari posisinya sebagai anggota DPR karena ada persoalan dengan internal partai. Namun, Ambar Tjahyono melalui kuasa hukumnya melakukan gugatan atas PAW tersebut.

Sebagaimana diketahui, sebagai anggota DPR, Si Poltak Raja Minyak dari Medan tersebut beberapa kali berurusan dengan Mahkamah Kehormatan Dewan akibat komentar yang tidak pantas.

Pelaporan atas Ruhut yang terakhir ke MKD bermula ketika ia menyebut kepanjangan HAM sebagai hak asasi monyet. Ruhut menyatakan itu pada sebuah rapat di DPR.

Tidak sampai disitu, dukungan dia kepada terdakwa kasus penistaan agama, Ahok pada Pilkada DKI Jakarta juga dinilai bentuk “penyimpangan” dia kepada partai Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Sumber: Sindonews

Pejuang Hama Rebut 4 Tank dan Tangkap Perwira Senior Rezim Assad

HAMA (Jurnalislam.com) – Rezim Nushairiyah Suriah (Assad) pada hari Rabu (5/4/2017) kehilangan sejumlah kendaraan lapis baja dan seorang perwira senior selama pertempuran dengan kelompok oposisi di dekat Maardes dan Halfaya di pedesaan utara Hama.

Koresponden ElDorar AlShamia melaporkan bahwa Jaysh al-Ezzah merebut 4 tank rezim, menghancurkan kendaraan PMB lain dan menangkap seorang letnan kolonel dekat wilayah Halfaya selama pertempuran dengan upaya rezim Suriah untuk merebut kembali kota Maardes yang telah dikuasai pejuang pada hari Selasa untuk kedua kalinya.

Rezim Syiah Suriah mampu merebut kembali beberapa situs yang hilang di pedesaan Hama selama pertempuran baru-baru ini, terutama kota-kota Khattab, Kawkab dan kota Souran.