Serangan Udara Filipina Bunuh 11 Tentaranya Sendiri

MARAWI (Jurnalislam.com) – Militer Filipina mengatakan bahwa mereka secara tidak sengaja membunuh sedikitnya 10 tentaranya sendiri dalam sebuah serangan udara yang ditujukan pada orang-orang bersenjata yang telah mengepung kota Marawi selama lebih dari sepekan.

Penyerangan hari Rabu (31/5/2017) dimaksudkan untuk menargetkan kelompok bersenjata Maute, yang telah berjanji setia kepada kelompok Islamic State (IS).

Pemerintah belum berhasil merebut kembali kontrol atas situasi.

Reporter Al Jazeera Jamela Alindogan melapor dari Marawi di Mindanao di Filipina selatan, Kamis (1/6/2017).

Serangan IED Taliban Mampu Hancurkan Helikopter Hip Mi-8 Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Sebuah video diposting oleh seorang pendukung Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada pertengahan Mei. Video itu merekam helikopter militer Afghanistan yang hancur akibat serangan IED Taliban dan dinarasikan oleh mujahidin Taliban yang melakukan serangan tersebut, lansir The Long War Journal, Rabu (31/5/2017).

Helikopter tempur itu tampaknya adalah Hip Mi-8, dan terekam saat mendekati pangkalan dan lahan di puncak gunung. Beberapa detik setelah mendarat, helikopter tersebut hancur dalam ledakan besar yang menggulingkan badan helikopter dan menghempaskan bagian rotornya ke udara. Pejuang Taliban yang merekam video tersebut berseru “Allahu Akbar,”, saat pesawat tersebut hancur. Jumlah korban awak helikopter dan siapa pun yang berada di dekatnya masih belum diketahui. Militer Afghanistan belum mengomentari serangan tersebut. Hanya sedikit kemungkinan ada orang yang selamat dari ledakan tersebut.

Ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bom yang ditempatkan di bawah pesawat, karena ledakan tersebut tampaknya berasal dari bawah helikopter. Penempatan IED menunjukkan bahwa pejuang Taliban berhasil menembus pangkalan dan menanam bom tersebut, atau menempatkan satu atau lebih tentara mereka yang ditempatkan di sana untuk menyebarkan IED tersebut. Selain itu, bom tersebut tampaknya diledakkan dari jarak jauh, karena helikopter itu tidak meledak saat bersentuhan dengan tanah. Tim Taliban yang meledakkan bom dan juga tim yang merekamnya (obrolan radio terdengar di latar belakang, menunjukkan lebih dari satu tim Taliban berada di wilayah tersebut) berada di dekat pangkalan tersebut, sehingga memungkinkan keamanan perimeter pangkalan itu buruk.

Taliban melakukan serangan serupa pada bulan April 2016 di sebuah puncak gunung di Kunar dan juga menerbitkan sebuah video tentang pemboman itu. Dalam video tersebut, beberapa tentara Afghanistan terlihat mendekati helikopter, yang juga MI-8 Hip, saat mendarat, dan terkena ledakan.

Militer Afghanistan yang semakin mengandalkan aset udara untuk memasok kembali basis-basis mereka yang terpencil dan terkepung, serta untuk menargetkan Taliban dalam serangan udara semakin menderita kehilangan banyak helikopter.

Taliban telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah menembak jatuh 10 helikopter sejak awal September 2016..

Militer Afghanistan sering membantah bahwa Taliban telah menembak jatuh helikopternya, dengan beralasan helikopter jatuh karena “kesalahan teknis” atau masalah lainnya, seperti saat pemboman helikopter pada bulan April 2016 di Kunar. Video Taliban kemudian membantah pernyataan militer Afghanistan tersebut.

Serangan Bom Truk Hantam Kota Kabul, 90 Orang Lebih Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom truk “pengecut” yang merobek jantung distrik diplomat Kabul, menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan lainnya.

Ledakan dahsyat pada hari Rabu (31/5/2017) digambarkan oleh pejabat sebagai “salah satu yang terbesar” yang pernah menghantam ibukota Afghanistan.

Bahan peledak tersebut disembunyikan di sebuah truk tangki yang digunakan untuk membersihkan sistem septik, kata Najib Denmark, wakil juru bicara menteri dalam negeri.

Tidak ada klaim tanggung jawab langsung. Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Imarah Islam Afghanistan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

Ledakan tersebut menghasilkan sebuah kawah sekitar lima meter di dekat Lapangan Zanbaq di distrik Wazir Akbar Khan, di mana gedung-gedung pemerintah dan kedutaan asing dilindungi oleh personel keamanan mereka sendiri, serta polisi Afghanistan dan Pasukan Keamanan Nasional.

“Dalam serangan dahsyat ini, 90 orang telah terbunuh dan 400 lainnya cedera, termasuk banyak wanita dan anak-anak,” kata pusat media pemerintah, dengan petugas kesehatan memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat lebih jauh.

Korbannya terutama adalah warga sipil Afghanistan. Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat.

“Teroris, bahkan di bulan suci Ramadhan, bulan kebaikan, restu dan doa, tidak menghentikan pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah,” kata Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Qais Azimy dari Al Jazeera, yang melaporkan dari Kabul, mengatakan jumlah korban tewas bisa mencapai 100, dengan lebih dari 500 orang terluka, menurut sumber-sumber.

“Ini adalah salah satu serangan terbesar di Afghanistan yang pernah saya lihat,” katanya. “Hari ini sangat menyedihkan dan sangat berdarah bagi masyarakat Kabul.”

Aziz Navin, seorang insinyur IT dengan media TOLOnews Afghanistan, adalah salah satu korban pertama yang diketahui namanya.

Mohammed Nazi, seorang sopir untuk BBC, juga terbunuh, sementara empat wartawan BBC dirawat di rumah sakit.

“[Nazir] sedang membawa rekan jurnalisnya ke kantor,” kata BBC dalam sebuah pernyataan yang diposting ke Twitter. “Dia berusia akhir tiga puluhan dan meninggalkan keluarga mudanya.”

Seorang penjaga keamanan Afghanistan di kedutaan Jerman juga tewas dalam serangan tersebut.

Video yang direkam di tempat kejadian menunjukkan puing-puing yang terbakar, dinding dan bangunan yang hancur, dan mobil yang hancur, dengan banyak orang di dalamnya yang tewas atau terluka.

Azimy dari Al Jazeera mengatakan bahwa insiden tersebut menimbulkan banyak pertanyaan keamanan di Kabul, mencatat bahwa banyak yang bertanya-tanya bagaimana “sebuah truk yang penuh dengan bahan peledak bisa berhasil mencapai wilayah yang sangat aman” di ibu kota tersebut.

Rumah-rumah dan toko-toko yang berjarak ratusan meter dari tempat ledakan itu rusak, dengan jendela-jendela pecah dan pintu-pintu terlepas dari engselnya.

“Ledakan itu sangat keras sehingga menghancurkan semua jendela saya, saya belum pernah mendengar sesuatu yang besar seperti itu sebelumnya,” Fatima Faizi, seorang penduduk Kabul, mengatakan kepada Al Jazeera.

Michael Kugelman dari Wilson Center yang bermarkas di AS, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan mematikan tersebut, menandakan sebuah “kegagalan intelijen” di Kabul.

“Ada kegagalan yang jelas untuk mengantisipasi ancaman keamanan utama di daerah yang sangat aman,” katanya.

“Fakta bahwa kegagalan intelijen ini terus terjadi menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak bekerja di atas, dan perubahan besar dan mendesak dibutuhkan dalam kebijakan keamanan,” katanya.

Helikopter Militer Turki Tabrak Kabel Listrik Tegangan Tinggi, 13 Tentara Tewas

SIRNAK (Jurnalislam.com)Tiga belas tentara tewas pada hari Rabu (31/5/2017) akibat kecelakaan helikopter militer tipe Cougar di provinsi selatan Sirnak, menurut Staf Umum Turki, lansir Anadolu Agency.

Helikopter itu menabrak kabel listrik tegangan tinggi tiga menit setelah lepas landas, kata kantor gubernur provinsi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Ketiga belas personil militer tewas dalam kecelakaan itu, kata Staf Umum Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan diberitahu tentang kecelakaan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada Kepala Staf Turki Hulusi Akar, yang pergi ke tempat kejadian, menurut sumber presiden.

Perdana Menteri Binali Yildirim dan istrinya mengunjungi keluarga Mayjen Aydogan Aydin yang tewas dalam kecelakaan itu. “Semoga Allah mengistirahatkan jiwa pahlawan kita yang mati syahid dalam peristiwa menyakitkan yang sangat menyedihkan ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Wakil Perdana Menteri Mehmet Simsek dan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu juga tiba di Sirnak untuk memeriksa lokasi kejadian.

Para pemimpin mengungkapkan simpati mereka melalui akun media sosial mereka.

“Kesedihan pahlawan kita yang mati syahid di helikopter yang jatuh telah merobek hatiku. Semoga Allah mengistirahatkan jiwa mereka,” Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menulis di akun Twitter-nya.

Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para martir di media sosial. “Semoga Tuhan mengistirahatkan mereka dalam damai,” tulisnya.

Pemimpin partai oposisi Partai Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu menyampaikan belasungkawanya kepada seluruh Turki, melalui akun Twitter-nya.

Pasukan IS Tutup Jalan Sekitar Masjid Agung Mosul sebagai Benteng Terakhir

MOSUL (Jurnalislam.com) – Pasukan Islamic State (IS) menutup jalan-jalan di sekitar Masjid Agung al-Nuri Mosul, kata penduduk, tampaknya dalam persiapan untuk pertarungan terakhir dalam pertempuran di atas markas besar terakhir mereka di Irak, Middle East Eye melaporkan, Rabu (31/5/2017).

Dalam 48 jam terakhir warga menyaksikan puluhan pasukan mengambil posisi di sekitar masjid abad pertengahan tersebut, tempat di mana pemimpin IS Abu Bakr al-Baghdadi mengumumkan sebuah kekhalifahan Islam pada bulan Juli 2014 secara sepihak.

Pasukan pemerintah Irak yang didukung agresor AS merebut kembali Mosul timur pada bulan Januari dan memulai sebuah dorongan baru pada hari Sabtu untuk merebut daerah kantong yang tersisa di Mosul, yang terdiri dari pusat kota tua di mana masjid tersebut berada, dan tiga distrik yang berdekatan di sebelah barat tepi Sungai Tigris

Jatuhnya kota pada akhirnya akan menandai berakhirnya separuh kekhalifahan IS yang mereka deklarasikan sendiri. Sementara di Suriah, pasukan lokal Kurdi yang didukung oleh serangan udara agresor AS mengepung wilayah IS di kota Raqqa, ibukota de facto IS di negara tersebut.

Hingga 200.000 orang masih hidup dalam kondisi mengerikan di Mosul, kehabisan makanan, air dan obat-obatan, dan sulit mengakses rumah sakit, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Ahad.

Masjid Agung al-Nuri menjadi fokus simbolis operasi militer tersebut, dan para komandan Irak secara pribadi mengatakan bahwa mereka berharap dapat menguasainya selama bulan Ramadhan.

“Pasukan IS tahu bahwa Masjid adalah sasaran yang paling penting dan mereka bersiap menghadapi pertempuran besar di sana,” kata Hisyam al-Hashemi, yang menjadi konsultan beberapa pemerintah Timur Tengah termasuk Irak dalam urusan negara Islam.

Tapi pertempuran di dalam atau di dekat masjid akan membuat bangunan dan menaranya yang terkenal tersebut beresiko, kata para ahli.

Menara, yang miring beberapa kaki dan berdiri di tanah lembab, sangat rentan karena belum direnovasi sejak 1970. Kemiringannya membuat menara itu memperoleh nama populernya – al-Hadba, atau bungkuk.

Serangan Mosul, yang sekarang berada di bulan kedelapan, telah memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Selama beberapa hari terakhir, militan IS memerintahkan puluhan keluarga yang tinggal di distrik Zanjili untuk pindah ke Kota Tua untuk mencegah mereka melarikan diri ke arah pasukan Irak yang berusaha maju dari sisi utara, kata seorang penduduk.

Pasukan pemerintah telah menjatuhkan selebaran di distrik-distrik yang menghimbau keluarga di sana melarikan diri namun intensitas pertempuran telah mencegah mereka untuk melarikan diri.

Pasukan IS telah melawan serangan tersebut dengan bom mobil dan bom rompi, penembak jitu, jebakan dan tembakan mortir.

Sekitar 700.000 orang, sekitar sepertiga dari populasi kota pra-perang, telah melarikan diri, mencari perlindungan baik dengan teman dan keluarga atau di kamp-kamp.

Korban Meninggal akibat Tabrakan Bis Beruntun Jamaah Umrah Bukan 130 tapi 6 Orang

Manama (Jurnalislam.com) – Sebuah kecelakaan beruntun menewaskan enam orang dan sedikitnya 65 lainnya terluka di jalan raya antara Madinah di Arab Saudi barat dan Al Qassim, lansir Gulf News, Rabu (31/5/2017).

Laporan mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi Jumat malam dan melibatkan sebuah truk kecil dan lima bus.

Seorang sumber lalu lintas mengatakan kepada situs berita Saudi, Sabq, bahwa pengemudi truk tersebut memutuskan parkir di pinggir jalan raya karena kondisi angin yang mengerikan mengurangi jarak pandangnya secara drastis dan mencegahnya melihat jalan di depan.

Abdul Aziz Al Tamimi, juru bicara pertahanan sipil di Qassim, mengatakan bahwa beberapa penumpang dirawat di tempat, sementara yang lainnya dibawa ke rumah sakit yang berbeda.

“Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban, serta berharap pemulihan cepat bagi yang terluka dan kami mengulangi peringatan kami kepada para pengemudi untuk menerapkan tingkat kehati-hatian tertinggi selama kondisi cuaca buruk,” kata Al Tamimi.

Belum tersedia rincian kewarganegaraan penumpang, yang diyakini berjumlah sekitar 200.

Sebelumnya telah beredar pesan berantai yang menyebutkan jumlah korban pada kejadian tersebut adalah 130 jamaah meninggal dunia.

Presiden Filipina Memohon Bantuan Kepada Front Pembebasan Islam Moro

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Presiden Rodrigo Duterte telah meminta pasukan oposisi untuk membantu pemerintah dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil di kota Marawi.

Presiden bertemu dengan seorang delegasi pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (Moro Islamic Liberation Front-MILF) di Davao City pada hari Senin untuk membahas bentrokan yang sedang berlangsung di Marawi di pulau Mindanao, lansir World Bulletin, Selasa (30/5/2017).

Duterte menetapkan seluruh Pulau berada di bawah darurat militer menyusul kelompok Maute terkait kelompok Islamic State (IS) menyerang kota tersebut pada 23 Mei. Sejak saat itu sebanyak 65 milisi Maute, 20 tentara Filipina dan 19 warga sipil tewas dalam bentrokan tersebut, kata juru bicara militer.

Menurut sebuah pernyataan dari tim komunikasi bersama pemerintah dan MILF, kelompok oposisi itu menyambut baik permohonan tersebut.

MILF, sebuah kelompok pejuang Islam yang berbasis di Filipina selatan, telah menandatangani sebuah kesepakatan damai dengan pemerintah pada bulan Maret 2014 namun belum sepenuhnya diterapkan.

“Mekanisme perdamaian seperti Komite Koordinasi mengenai Penghentian Permusuhan (the Coordinating Committees on the Cessation of Hostilities-CCCH) pemerintah dan MILF akan digunakan untuk merencanakan dan menerapkan bagaimana cara untuk segera dan secara aman memperpanjang bantuan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, sebuah video yang beredar Selasa menunjukkan Pastor Teresito Soganub yang diculik meminta pemerintah untuk menghentikan serangan militer.

Soganub adalah salah satu sandera yang diambil dari Katedral Our Lady Help di kota Marawi pada hari Selasa, 23 Mei.

“Bapak Presiden, kita berada di tengah perang ini. Kami meminta bantuan Anda untuk memberikan apa yang diminta musuh Anda,” kata sang pastor dalam video tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Rappler.

“Mereka sama sekali tidak meminta apapun – kecuali agar Anda menarik pasukan dari Lanao del Sur dan Kota Marawi, dan untuk menghentikan serangan udara, serangan udara Anda, dan untuk menghentikan meriam,” tambahnya.

Jubir Taliban: Jihad Selama Ramadhan adalah Wajib

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Juru bicara resmi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyebut jihad sebagai “ibadah wajib” dan mengatakan bahwa tidak akan ada gencatan senjata selama bulan suci Ramadhan ini. Sikap juru bicara tersebut konsisten dengan kebijakan Taliban.

“Pertarungan kami adalah Jihad dan ibadah wajib, setiap amalan wajib mendapat pahala 70 kali lipat di bulan Ramadan,” kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid di akun Twitter resminya pada 27 Mei, awal dimulai Ramadhan, lansir The LOng War Journal, Selasa (30/5/2017).

“Seruan untuk menghentikan Jihad di bulan suci ini adalah ketidaktahuan akan agama. Menyakiti warga sipil selama Ramadan dan sebaliknya adalah sebuah kejahatan,” lanjutnya dalam tweet terpisah.

Sikap Mujahid mengenai pertempuran selama bulan Ramadhan konsisten dengan pernyataan masa lalu. Pada tahun 2013, sambil memperdebatkan suara Jihad yang menyerukan gencatan senjata, Mujahid mengatakan bahwa Taliban akan terus berjuang.

“Selama bulan suci Ramadhan, jihad memperoleh pahala besar. Dan mujahidin akan terus menggunakan semua teknik pertarungan untuk meluncurkan serangan terhadap musuh,” kata Mujahid, menurut Reuters.

Tindakan Taliban sesuai dengan kata-katanya. Taliban telah meluncurkan serangan terhadap pos militer Afghanistan, pangkalan militer, gedung pemerintah boneka, dan warga sipil yang mendukung pemerintah sejak awal bulan Ramadan. Taliban membunuh 13 anggota milisi yang didukung intelijen AS (CIA) dalam sebuah pemboman mobil martir di ibukota provinsi Khost yang digambarkan AFP sebagai “serangan besar pertama pada awal bulan suci Ramadhan.”

Taliban telah berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat untuk melakukan negosiasi gencatan senjata atau melakukan perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan bentukan AS. Taliban mendukung Al Qaeda dan mempertahankan upaya menegakkan kembali Imarah Islam Afghanistan pada masa lalu, nama resmi pemerintah Taliban yang digulingkan oleh pasukan salibis AS dan multinasional pada tahun 2002. Meskipun demikian, AS, sekutu barat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa terus mendorong pembicaraan damai.

Mujahid mengeluarkan sebuah tweet lagi yang mengatakan bahwa Taliban “memberikan perhatian khusus untuk melindungi kehidupan warga sipil sepanjang tahun ini.”

3 Tokoh Partai Politik India Dihukum atas Dugaan Penghancuran Masjid

NEW DELHI (Jurnalislam.com) – Tiga tokoh senior dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang sedang berkuasa dikenai hukuman atas dugaan peran mereka dalam penghancuran Masjid yang berdiri pada abad ke-16, Masjid Babri, kata media lokal pada Selasa (30/5/2017), lansir Anadolu Agency.

Insiden tersebut pernah memicu kerusuhan agama dimana hampir 2.000 orang meninggal dunia.

Pengadilan khusus di kota Lucknow utara memvonis persekongkolan kriminal terhadap 12 anggota BJP, termasuk mantan kepala BJP Lal Krishna Advani, pemimpin veteran Murli Manohar Joshi dan menteri federal Uma Bharti, lapor Times of India.

Masjid era Mughal di Ayodhya, Uttar Pradesh, dirubuhkan pada bulan Desember 1992 oleh nasionalis Hindu yang mengklaim bahwa Masjid tersebut berdiri di tempat kelahiran dewa Hindu yang dihormati dan sebuah kuil Hindu berusia seribu tahun.

Semua terdakwa, yang mandapat jaminan, membantah membuat pidato provokasi yang mendorong massa untuk menyerang Masjid tersebut.

Permohonan untuk membatalkan kasus konspirasi tersebut ditolak oleh pengadilan.

Tuduhan konspirasi dijatuhkan pada tahun 2001, sehingga mereka menghadapi tuntutan yang lebih rendah namun seruan berturut-turut oleh Biro Investigasi Pusat, pengadilan tertinggi India, menyebabkan mereka kembali ke keadaan semula.

Selusin pemimpin BJP awalnya tercantum dalam sebuah dokumen tahun 1992 yang menuduh mereka menghasut serangan terhadap Masjid tersebut, yang diberi nama sama dengan nama seorang kaisar Mughal.

Sejak penghancuran Masjid, umat Islam meminta agar sebuah Masjid baru dibangun di lokasi yang sama sementara orang Hindu menuntut sebuah kuil di tempat kelahiran Lord Ram.

Ibukota Rusia Dilanda Angin Topan, 3500 Pohon Tumbang, 14 Tewas

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 14 orang tewas saat angin ribut dan hujan deras melanda ibukota Rusia, Moskow, Senin, kata beberapa pejabat pada hari Selasa (30/5/2017).

“Angin topan di Moskow dan di wilayah Moskow menewaskan 14 orang: 11 di dalam Moskow dan tiga lainnya di wilayah Moskow,” kata Svetlana Petrenko, juru bicara Komite Investigasi Rusia, kepada kantor berita resmi TASS.

Dilaporkan pada hari Senin bahwa angin telah menewaskan 11 orang.

TASS melaporkan pada hari Senin bahwa badai tersebut memiliki hembusan hingga 28 meter per detik dan hujan deras.

Alexei Khripun, kepala Departemen Kesehatan Moskow, mengatakan pada hari Selasa bahwa lebih dari 150 orang telah mengajukan permohonan bantuan medis.

Menurut TASS, Walikota Moskow Sergei Sobyanin pada hari Senin menyebut badai tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Sobyanin mengatakan bahwa sekitar 3.500 pohon tumbang.