Turki Kecam Serangan Israel terhadap Armada Sumud Global: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

ANKARA (jurnalislam.com)– Pemerintah Turki mengecam keras serangan pasukan pendudukan Israel terhadap Armada Sumud Global di perairan internasional. Armada tersebut diketahui tengah berlayar membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza yang terkepung.

Dalam pernyataan resmi (1/10/2025), Kementerian Luar Negeri Republik Turki menyebut tindakan Israel sebagai “pelanggaran berat hukum internasional dan bentuk terorisme yang membahayakan nyawa warga sipil tak berdosa.”

“Serangan ini, yang menargetkan warga sipil yang bertindak damai tanpa menggunakan kekerasan, menunjukkan bahwa kebijakan fasis dan militeristik pemerintahan Netanyahu yang genosida tidak hanya menimpa rakyat Palestina, tetapi juga menyasar siapa pun yang melawan penindasan Israel,” tegas pernyataan tersebut.

Turki menegaskan, pihaknya bersama sejumlah negara lain terus melakukan koordinasi untuk menjamin keselamatan warganya yang ikut serta dalam pelayaran, serta mendesak pembebasan segera semua relawan yang kini ditahan pasukan Israel.

“Tindakan hukum akan diambil untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku serangan,” lanjut pernyataan Kemenlu Turki.

Pemerintah Turki menyerukan kepada PBB dan seluruh organisasi internasional untuk segera mengambil langkah tegas mencabut blokade ilegal Israel atas Gaza, membuka akses bantuan kemanusiaan, serta menjamin kebebasan navigasi laut internasional.

“Kami berharap serangan ini tidak akan melemahkan upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza,” ujar Kementerian Luar Negeri Turki.

Serangan terhadap armada kemanusiaan tersebut kembali menyoroti kebijakan agresif Israel yang bukan hanya menutup akses bantuan bagi rakyat Gaza, tetapi juga menargetkan relawan internasional yang datang dengan misi damai. (Bahry)

Presiden Kolombia Usir Delegasi Israel, Kecam Penahanan Relawan di Armada Sumud Global

BOGOTA (jurnalislam.com)– Presiden Kolombia Gustavo Petro mengambil langkah tegas dengan memerintahkan pengusiran seluruh delegasi diplomatik Israel dari Kolombia. Keputusan ini dipicu oleh penahanan ilegal dua warga negara Kolombia yang ikut serta dalam Armada Global Sumud, konvoi kemanusiaan internasional menuju Gaza.

Dua relawan Kolombia, Manuela Bedoya dan Luna Barreto, dilaporkan ditangkap pasukan Israel setelah armada mencapai wilayah berisiko tinggi sekitar 150 mil laut dari pantai Gaza. Menurut pernyataan Gerakan Global untuk Gaza, intersepsi itu dilakukan secara ilegal oleh militer Israel.

“Setelah mencapai 150 mil laut … penempatan maritim kapal-kapal Israel dimulai pukul 23.59 UTC (18.59 waktu Kolombia). Armada lain telah diserang atau dicegat,” demikian bunyi pernyataan itu. Tindakan Israel tersebut disebut sebagai “pelanggaran hukum internasional dan Perjanjian Jenewa.”

Melalui akun X resminya pada Kamis (2/10), Presiden Petro memperingatkan bahwa jika laporan penahanan warganya benar, maka hal itu merupakan “kejahatan internasional baru yang dilakukan Benjamin Netanyahu.” Ia menegaskan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Israel segera dikecam.

Meskipun Kolombia telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel sejak Mei 2024, langkah terbaru ini memastikan bahwa sisa perwakilan diplomatik Israel yang masih berada di Kolombia diperintahkan untuk segera meninggalkan wilayah negara tersebut.

𝗧𝗶𝗻𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Petro juga menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Kolombia akan mengajukan gugatan hukum, termasuk di pengadilan Israel. Ia mengajak para pengacara internasional untuk mendukung tim hukum Kolombia dalam menuntut pertanggungjawaban Israel atas penculikan dua warganya dan agresi terhadap armada kemanusiaan.

Keputusan keras Presiden Petro menambah tekanan internasional terhadap Israel, yang terus menghadapi kecaman global atas blokade dan genosida yang dilancarkan terhadap rakyat Gaza. (Bahry)

Sumber: TRT

Israel Culik Ratusan Relawan Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional, Termasuk Greta Thunberg dan Mandla Mandela

JAKARTA (jurnalislam.com)– Pasukan pendudukan Israel kembali melakukan kejahatan di laut internasional. Armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang membawa lebih dari 500 relawan internasional menuju Gaza dicegat secara ilegal pada Rabu malam (1/10/2025).

Dalam laporan yang diterima Jurnalislam.com dari Tim Media Global Peace Convoy Indonesia disebutkan, intersepsi brutal itu berujung pada penculikan massal ratusan aktivis dari 46 negara, termasuk aktivis iklim dunia Greta Thunberg dan Mandla Mandela, cucu Nelson Mandela.

“Sedikitnya 12 kapal telah dinaiki secara ilegal oleh pasukan Israel, sementara lebih dari 200 dari total 500 aktivis sempat hilang kontak sebelum akhirnya terkonfirmasi ditahan,” demikian laporan Tim Media Global Peace Convoy Indonesia, Kamis (2/10).

Tim Media menambahkan, “Kapal utama Alma, Sirius, dan Adara dinaiki pasukan Israel. Kapal Mikeno disemprot meriam air, sementara kapal Florida ditabrak. Dari total armada, 14 kapal dalam keadaan darurat dan delapan di antaranya mengalami kerusakan ketika konvoi masih berada 60 mil laut dari Gaza.”

Otoritas Israel mengklaim lebih dari 70 aktivis telah ditangkap pada intersepsi awal dan dibawa ke pelabuhan Ashdod. Hingga Kamis (2/10), jumlah tersebut meningkat menjadi 497 peserta flotilla. Israel menuduh flotilla terhubung dengan Hamas. Namun, panitia GSF membantah keras dan menegaskan, “Misi ini murni bersifat kemanusiaan, bertujuan mengirim bantuan langsung kepada warga Gaza yang terkepung 18 tahun akibat blokade Israel.”

𝗚𝗲𝗹𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝘁𝗲𝘀 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Aksi culik massal ini langsung memicu protes di berbagai negara. Ribuan orang turun ke jalan di Paris, Berlin, Brussels, Roma, Genoa, Milan, dan Napoli. Konfederasi Buruh Umum Italia bahkan menyerukan mogok nasional sebagai bentuk solidaritas.

Di dunia Muslim, aksi besar berlangsung di Istanbul, Ankara, Konya, serta Athens, Yunani. Tunisia juga menjadwalkan aksi solidaritas pada Kamis (2/10).

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengusir diplomat Israel dan membatalkan perjanjian perdagangan bebas. Dari Eropa, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengecam blokade Israel, sementara Irlandia, Meksiko, dan Australia mendesak jaminan keselamatan bagi warga negaranya yang ikut dalam flotilla.

Sekretaris Jenderal International Transport Workers’ Federation (ITF), Stephen Cotton, menilai intersepsi Israel di perairan internasional sebagai “pelanggaran serius terhadap hukum laut internasional.”

Peristiwa ini menandai eskalasi baru dalam krisis Gaza. Misi kemanusiaan yang semestinya membawa bantuan justru berakhir dengan penculikan massal oleh Israel. Bantuan bagi warga Gaza kembali tertunda, sementara keselamatan ratusan relawan kini menjadi perhatian dunia internasional.

Maraknya Kasus HIV di Solo, Ansharu Syariah Jateng: Selamatkan Generasi Emas, Bersihkan LGBT dari Kehidupan Bangsa

SOLO (jurnalislam.com)– Menanggapi maraknya kasus HIV yang banyak menjangkiti remaja di Kota Solo, Amir Ansharu Syariah Jawa Tengah, Ustadz Agil Firmansyah, menyerukan agar seluruh elemen bangsa segera berbenah dan mengambil langkah serius.

Menurutnya, kabar banyaknya remaja yang terpapar HIV bukanlah hal baru, melainkan fenomena yang sudah lama terjadi. Yang memprihatinkan, mayoritas pengidap HIV adalah kalangan usia sekolah.

“Pertama, kita wajib memohon ampun kepada Allah, Astaghfirullahal ‘azhim. Rusaknya akhlak adalah penyebab utama. Jauhnya remaja dari nilai-nilai agama juga menjadi faktor penting mengapa kasus ini terus berulang,” ungkapnya pada Rabu, (1/10/2025).

Ia menegaskan bahwa persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan lingkungan sekolah. Menurutnya, membangun Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya sebatas jargon, melainkan harus dimulai dengan menyelamatkan generasi muda dari ancaman moral dan penyakit sosial.

“HIV lebih banyak disebarkan melalui kaum LGBT. Jika ingin generasi emas Indonesia selamat, maka bersihkan LGBT dari seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara: dari dunia pendidikan, lingkungan pemerintah, sekolah, hingga masyarakat,” tegasnya.

Ustadz Agil mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang harus dijunjung tinggi, yakni budaya, etika, dan sopan santun yang diwariskan para pendiri bangsa. Ia menyerukan sinergi semua pihak untuk mengembalikan akhlak bangsa.

“Semoga ke depan bangsa ini mampu berbenah. Semua unsur harus mampu saling bersinergi, agar Indonesia kembali menjadi bangsa yang berakhlak,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, data terbaru dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat sedikitnya 15 pelajar usia sekolah di Kota Solo telah terinfeksi HIV, sebagian di antaranya diketahui memiliki orientasi seksual sesama jenis.

Selain itu, kelompok usia 15–19 tahun tercatat sebagai penyumbang kasus baru terbanyak. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman HIV di Solo kian serius dan harus segera ditangani bersama agar tidak menggerogoti masa depan generasi penerus bangsa.

Suporter Galatasaray Bentangkan Spanduk Solidaritas untuk Palestina saat Lawan Liverpool

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Para suporter klub Turki, Galatasaray, menunjukkan solidaritas mereka terhadap rakyat Palestina yang menderita akibat pengepungan di Gaza dan pendudukan di Tepi Barat dalam laga melawan raksasa Inggris, Liverpool, pada Selasa (30/9/2025).

Di tribun stadion, suporter membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan: “𝘒𝘦𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘯𝘶𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘥𝘪 𝘎𝘢𝘻𝘢” dan tagar #𝘎𝘦𝘯𝘰𝘴𝘪𝘥𝘢𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢. Spanduk lain bertuliskan “𝘉𝘦𝘣𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢” serta “𝘉𝘪𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘉𝘢𝘺𝘪 𝘗𝘢𝘭𝘦𝘴𝘵𝘪𝘯𝘢 𝘏𝘪𝘥𝘶𝘱”.

Selain itu, sebelum pertandingan dimulai, para penggemar Galatasaray juga menyampaikan belasungkawa kepada mendiang penyerang Liverpool, Diogo Jota, yang meninggal dunia pada Juli lalu dalam kecelakaan mobil di Spanyol. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Kami tidak akan pernah melupakanmu” yang menampilkan foto mendiang mantan pemain Galatasaray, Ahmet Calik, yang juga wafat dalam kecelakaan mobil beberapa tahun lalu.

Secara mengejutkan, Galatasaray berhasil menundukkan juara Liga Primer Inggris tersebut dengan skor tipis setelah penyerang anyar mereka, Victor Osimhen, mencetak gol melalui titik putih pada menit ke-16.

Dengan kemenangan ini, Galatasaray meraih tiga poin pertama mereka di ajang Liga Champions UEFA musim ini. (Bahry)

Sumber: TRT

Netanyahu Minta Maaf ke Qatar atas Serangan Israel, Janji Tak Akan Mengulanginya

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang pada Senin (29/9) melakukan panggilan telepon kepada Perdana Menteri Qatar dari Gedung Putih, menyampaikan permintaan maaf atas serangan Israel terhadap Hamas di negara Teluk tersebut. Netanyahu juga berjanji serangan serupa tidak akan terulang, demikian pernyataan resmi Gedung Putih.

Netanyahu yang sebelumnya bersikap keras sejak memerintahkan serangan pada 9 September di Qatar, menyampaikan permintaan maaf itu saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas proposal gencatan senjata di Gaza.

“Sebagai langkah awal, Perdana Menteri Netanyahu menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan rudal Israel terhadap target Hamas di Qatar yang secara tidak sengaja menewaskan seorang prajurit Qatar,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

“Ia juga menegaskan penyesalan karena menargetkan pimpinan Hamas di tengah negosiasi penyanderaan, sehingga melanggar kedaulatan Qatar. Netanyahu berkomitmen Israel tidak akan mengulangi serangan semacam itu di masa depan,” lanjut pernyataan tersebut.

Israel sendiri belum memberikan penjelasan resmi terkait seruan tersebut. Netanyahu diperkirakan akan menggelar konferensi pers bersama Trump dalam waktu dekat.

Gedung Putih menambahkan bahwa Netanyahu dan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menyepakati pembentukan kelompok tiga pihak guna “meningkatkan koordinasi, memperbaiki komunikasi, menyelesaikan keluhan bersama, serta memperkuat upaya kolektif untuk mencegah ancaman.”

Sebelumnya, Netanyahu kerap mencemooh Qatar karena menampung perwakilan Hamas. Padahal, keberadaan Hamas di Qatar selama ini berlangsung dengan persetujuan diam-diam Israel.

Namun, Netanyahu menyebut kalkulasi telah berubah sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Israel dalam beberapa bulan terakhir juga memperluas serangan ke Iran, Suriah, Lebanon, hingga Yaman.

Trump, yang sebelumnya menyatakan ketidakpuasan atas serangan Israel di Qatar, disebut sempat mendapat tekanan dari pihak Doha. Bahkan, Qatar dilaporkan berusaha melobi Washington dengan memberikan hadiah berupa pesawat mewah.

Serangan Israel di Qatar sendiri terjadi bertepatan dengan pembahasan proposal gencatan senjata Gaza oleh para pemimpin Hamas. (Bahry)

Sumber: TNA

Ansharu Syariah Jember Apresiasi Langkah MUI dan Tokoh Masyarakat Ingatkan Pemerintah terkait Miras dan Sound Horeg

JEMBER (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Jember melalui pimpinannya Abu Hamasah memberikan apresiasi atas upaya serius dari MUI dan Tokoh Masyarakat Jember untuk mengingatkan Pemerintah Jember terkait masih masifnya peredaran Miras dan Sound Horeg.

“Upaya ini perlu didukung semua pihak mengingat miras adalah biangnya kejahatan dan kriminalitas, apalagi Jember ini kota Santri dan pusat pendidikan yang saat ini dipimpin oleh Bupati dengan back ground Santri,” ungkap Abu Hamasah.

Upaya serius telah dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember dengan beraudiensi langsung kepada Bupati Jember Muhammad Fawaid, SE, M.Sc pada hari Senin, 29 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Jember Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag menyampaikan, “Standar para tokoh agama untuk kesuksesan pemkab sangat sederhana, antara lain yaitu apakah toko miras dan sound horeg sudah ditertibkan sesuai dengan Perda dan edaran gubernur atau tidak?”.

Bupati yang akrab dipanggil Gus Fawaid ini merespon aspirasi dari kunjungan MUI Jember dengan melakukan tindakan-tindakan serius perihal aduan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah Kyai dan Tokoh Masyarakat yang terhimpun dalam Lajnah Pembinaan Akhlak Islamiyah (LPAI) mendatangi Polres Jember dan diterima langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby Adimas Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si.

Pimpinan LPAI, KH Drs Hamid Hasbulloh mendesak Polres Jember sebagai aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan resmi negara agar mengeluarkan surat perintah ke seluruh polsek di wilayah Kabupaten Jember untuk serius memberantas penjualan miras. Lanjutnya, termasuk pula pengendalian sound horeg.

Smesco Gandeng LPPOM Permudah UMKM Dapatkan Sertifikat Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Upaya mempermudah akses sertifikat halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus dilakukan. Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco Indonesia) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Jakarta.

Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, M. Rizki Firdaus, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan lembaga yang memiliki kredibilitas dalam sertifikasi halal.

“Kami berpikir perlu ada kerja sama strategis dengan lembaga sertifikasi halal yang kredibel di Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan MoU dengan LPPOM Jakarta, Selasa (30/9).

Rizki menjelaskan, fatwa halal produk tetap dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga keberadaan LPPOM menjadi mitra yang tepat untuk memperluas jangkauan layanan sertifikat halal. Dengan jaringan perwakilan di 34 provinsi, ia berharap para pelaku UMKM bisa memanfaatkan kesempatan ini guna mendukung pemasaran produk mereka.

“Dengan terbukanya akses ini, kami harap tidak ada lagi hambatan bagi UMKM dalam mendapatkan sertifikat halal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rizki menyoroti berbagai tantangan regulasi yang dihadapi UMKM, mulai dari HKI, PIRT, hingga sertifikasi halal. Ia menyebut sertifikat halal membutuhkan pendampingan, audit, verifikasi lapangan, dan penelusuran bahan baku yang cukup kompleks.

“Kami sangat fokus membantu UMKM agar produknya bersertifikat halal. Smesco juga menyediakan layanan konsultasi yang berkaitan dengan sertifikasi halal. Ke depan, Smesco akan menjadi kepanjangan tangan LPPOM untuk sosialisasi,” jelasnya.

Kerja sama ini tidak hanya mencakup sertifikasi, tetapi juga edukasi melalui berbagai program online maupun offline.

Di sisi lain, Direktur LPPOM Jakarta, Deden Edi Soetrisna, menegaskan proses sertifikasi halal dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.

“Memang prosesnya cukup detail. Ada lima kriteria yang harus dipenuhi, yakni komitmen dan tanggung jawab pelaku usaha, bahan-bahan dasar yang diperiksa, proses produk halal (PPH), nama produk yang sesuai, serta pemantauan dan evaluasi,” ungkap Deden.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah juga memberi insentif berupa sertifikat halal seumur hidup khusus UMKM.

“Sejak lama kami sudah aktif melakukan sosialisasi, agar pelaku usaha tahu bahwa proses ini bisa dilakukan lebih mudah jika langsung melalui LPPOM,” pungkasnya.

MUI DKI Jakarta dan UIA Gelar Seminar Internasional Bahas Islam dan Identitas Nasional

JAKARTA (jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi’iyyah (UIA) menggelar seminar internasional bertema “Islam and National Identity: From Religious Affiliation to Social Responsibility” di Graha Alawiyah, Kampus UIA, Jakarta, Rabu (30/9).

Seminar ini bertujuan meneguhkan dasar akademis dan keagamaan bahwa Islam memiliki khazanah pemikiran klasik yang mendukung integrasi iman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kontribusi umat Islam dalam membangun kebangsaan yang konstruktif.

Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya dialog akademis untuk menjawab tantangan identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. Muhammad Faiz, menyatakan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bahkan dalam kondisi peperangan. “Islam mewajibkan umatnya berlaku baik terhadap tawanan maupun masyarakat sipil,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Salim Abu ‘Ashi, M.A., Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Universitas Al-Azhar, Kairo, menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipahami berdasarkan tafsir pribadi tanpa landasan keilmuan. Menurutnya, peradaban, aturan, dan norma dalam Islam harus dipelajari dari ulama yang memiliki kapabilitas ilmiah dan kapasitas moral agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Pemahaman Islam harus berangkat dari Al-Qur’an dan Hadits,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pandangan tentang cinta tanah air yang kerap dianggap bertentangan dengan ukhuwah Islamiyah yang bersifat universal. Menurutnya, mencintai tanah tumpah darah merupakan bagian dari fitrah manusia dan tidak mungkin dipertentangkan dengan ajaran Islam. “Agama diturunkan Allah untuk kemaslahatan individu maupun kolektif. Karena itu, cinta tanah air justru mendapat wadah dan legitimasi dalam fikih serta kaidah ushul fikih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syeikh Abu ‘Ashi menekankan bahwa keberagaman bangsa, budaya, ras, dan agama merupakan kehendak Allah yang harus disikapi dengan semangat litaarafu atau saling mengenal. Ia menjelaskan bahwa ta’aruf mengandung makna i‘tiraf (pengakuan), bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, dan dari pengakuan itu lahirlah ma‘rifah (pemahaman mendalam).

“Dengan kesadaran itu, umat manusia akan terdorong untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, serta bertebaran di muka bumi membawa manfaat. Inilah identitas muslim yang sejati, yang mampu memberi kontribusi positif bagi kebangsaan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Sekretaris Umum MUI DKI KH. Auzai Mahfuz, Lc., MA., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyyah Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., pengurus MUI DKI, dosen, serta mahasiswa UIA dan PKU.

Raya: Fakta Buruknya Sistem Kesehatan dalam Kapitalisme

Oleh: Firdayanti Solihat (Founder Kristak Bening)

Kesehatan adalah bagian dari kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Sayangnya hari ini hal tersebut baru sebatas wacana. Kasus Raya adalah cerminan buruknya pelayanan kesehatan negara terhadap masyarakat.

Raya adalah balita asal Sukabumi yang lahir dari kedua orang tua yang memiliki gangguan kesehatan mental dan sakit-sakitan. Ia meninggal setelah mengalami infeksi berat yang menyebabkan cacing bersarang ditubuhnya. Infeksi tersebut diperparah dengan malnutrisi, stunting, dan meningitis tuberculosis. (kompas.id 26/7/2025).

Raya dibawa ke Rumah Sakit pada tanggal 13/7 oleh tim Rumah Teduh Sukabumi. Saat dibawa, dr. Irfan yang merupakan Humas sekaligus dokter IGD RSUD R. Syamsudin, SH mengatakan kondisinya tidak sadar. Akhirnya setelah berjuang dengan tubuh kecilnya, Raya meninggal dunia pada 22/7. (detik.com 25/8/2025). Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak medis, namun kondisinya yang parah membuat upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Sayangnya kasus Raya baru mendapat respon dari pemerintah dan pihak-pihak terkait setelah viral. Padahal kondisi Raya tidak terjadi begitu saja. Bahkan untuk pembuatan jaminan kesehatan saja pihak Rumah Teduh mengatakan tidak diberikan kemudahan oleh pihak terkait.

Hal ini menunjukan gagalnya negara memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan kaum rentan. Padahal dalam Islam kesehatan merupakan hak setiap individu yang wajib dijamin oleh negera.

Inilah buah penerapan sistem kapitalisme yang menjadikan fasilitas kesehatan hanya sebagai komoditas, bukan hak warga negara yang harus ditanggung negara. Akibatnya banyak kalangan yang tidak mendapatkan akses kesehatan dengan layak dan mudah. Ditambah dengan regulasi yang rumit, semakin mempersulit keadaan.

Kapitalisme juga membangun pola hubungan individu yang individualis. Sehingga rasa kepedulian, empati dan bahkan kemanusiaan perlahan terkikis hingga habis. Maka tidak heran jika kasus Raya terjadi. Bahkan Raya hanyalah satu dari sekian banyak anak yang menderita akibat dari kejahatan sistem ini.
Sementara itu Islam menjaga kondisi sosial masyarakat yang membuat rasa peduli antar sesama tumbuh dengan sendirinya. Ini lahir dari ketaqwaan yang menjadi pondasi. Maka saat melihat saudara ataupun tetangganya dalam kesulitan, ia akan cepat memberikan pertolongan.

Hal ini tentunya karena Islam merupakan sistem yang lahir dari Sang Pencipta, bukan akal manusia yang terbatas dan seringkali aturan yang lahir berbasis emosional, bahkan cenderung berpihak pada beberapa kalangan, layaknya kapitalisme. Namun Islam adalah aturan yang menjaga fitrah siapapun, dari kalangan manapun.

Dalam hal ini negara wajib memberikan fasilitas kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat dengan cuma-cuma dengan kemudahan yang bisa diakses oleh siapapun. Seperti yang pernah terjadi ketika masa peradaban Islam.

Pelayanan kesehatan pada masa peradaban Islam dibagi menjadi tiga aspek. Pertama, pembudayaan hidup sehat. Hal ini dilakukan dengan meneladani kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehari-hari. Seperti menjaga kebersihan, makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang, lebih bayak makan buah, mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara, puasa Senin-Kamis, mengonsumsi madu, susu kambing, dan lain sebagainya. Pada abad 800an masehi peradaban Islam sudah memiliki madrasah dimana-dimana. Maka otomatis banyak masyarakat yang paham bagaimana menjaga pola hidup sehat.

Kedua, pemajuan ilmu dan teknologi kesehatan. Melalui haditsnya, “Tidak ada penyakit yang Allah ciptakan, kecuali Dia juga menciptakan cara penyembuhannya” (HR. Bukhari), Rasulullah menjadi inspirator utama dalam kedokteran Islam. Banyak ilmuan muslim yang lahir dan berjasa besar pada masa ini. Beberapa diantaranya Jabir al-Hayan (721-815) yang menemukan teknologi destilasi, pemurnian alkohol untuk disinfektan, dan mendirikan apotik pertama di Baghdad.

Selanjutnya ada Muhammad ibn Zakariya ar-Razi (865-925 M) yang melakukan eksperimen terkontrol dan observasi klinis, serta menolak beberapa metode Galen dan Aristoteles yang pendapat-pendapatnya hanya berlandaskan filsafat, tidak dibangun dari eksperimennya yang dapat diverifikasi. Pada 1037 Ibnu Sina menemukan thermometer meski standarisasinya baru dilakukan oleh Celcius dan Fahrenheit berabad-abad kemudian.

Ibnu an-Nafis adalah Bapak Fisiologi peredaran darah yang merupakan perintis bedah manusia. Pada tahun 1242 ia sudah dapat menerangkan secara benar sirkulasi peredaran darah jantung-paru-paru. Di Barat baru tahun 1628 William Harvey menemukan hal yang sama. Dan masih banyak lagi ilmuan lainnya yang muncul dimasa peradaban Islam.

Ketiga, penyediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini negara membangun rumah sakit di hampir semua kota di Daulah Islam. Di Cairo rumah sakit Qalaqun dalam menampung hingga 8000 pasien, bukan hanya sakit fisik tapi sakit jiwa. Selain itu rumah sakit ini juga sudah digunakan untuk pendidikan universitas dan riset. Ia juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Dan yang paling penting, seluruh masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut secara cuma-cuma.

Hal ini tentunya tidak akan kita temui dalam sistem kapitalisme yang menjadikan semua fasilitas umum sebagai barang mewah. Pada akhirnya sistem ini hanya menambah penderitaan masyarakat. Maka solusi terbaik dalam menuntaskan segala permasalahan yang ada, termasuk kasus Raya adalah dengan menerapkan kembali sistem Islam.

Wallahu a’lam Bisshowab