Hamas dan Jihad Islam Serahkan Jenazah Sandera Israel Sesuai Perjanjian Gencatan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Kelompok perlawanan Palestina, Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ), mengembalikan satu jenazah sandera Israel di Gaza utara pada Rabu (3/12/2025) sebagai bagian dari implementasi perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu.

Militer Israel mengonfirmasi bahwa tim Palang Merah telah menerima peti jenazah tersebut dan sedang dalam perjalanan untuk menyerahkannya kepada pasukan Israel di Gaza. Penyerahan jenazah ini merupakan bagian dari mekanisme pertukaran yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.

Namun Israel tetap bersikeras bahwa dua jenazah sandera lainnya masih berada di Gaza. Militer Israel mengklaim bahwa salah satu jenazah yang diserahkan Hamas sebelumnya bukan milik salah satu tawanannya, sementara jenazah lain yang diserahkan bukanlah jenazah baru melainkan milik tawanan yang sudah ditemukan terlebih dahulu.

Menanggapi perkembangan terbaru itu, faksi-faksi perlawanan Palestina menyerukan agar para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata meningkatkan tekanan kepada Israel untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Mereka menuntut pembukaan perlintasan perbatasan Rafah dari kedua arah, sebagaimana tercantum dalam perjanjian gencatan senjata dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Pada hari yang sama, badan militer Israel COGAT yang mengawasi urusan kemanusia mengklaim bahwa perlintasan Rafah akan dibuka dalam beberapa hari ke depan untuk memungkinkan keluarnya warga Palestina, dengan koordinasi pihak Mesir.

Namun Mesir membantah klaim tersebut. Otoritas Kairo menegaskan bahwa pembukaan perbatasan hanya dapat dilakukan jika berlaku dua arah, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam perjanjian gencatan senjata. (Bahry)

Sumber: TRT

Empat Tentara Israel Terluka dalam Bentrokan dengan Pejuang Hamas di Rafah

GAZA (jurnalislam.com)– Militer Israel menyatakan empat tentaranya terluka pada Rabu (3/12/2025) dalam bentrokan dengan pejuang Hamas di Jalur Gaza selatan, di tengah agresi yang terus berlangsung meski gencatan senjata masih diberlakukan.

Gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan mulai berlaku sejak 10 Oktober disebut masih sangat rapuh. Kantor media pemerintah Gaza menegaskan Israel melanggar gencatan senjata hampir setiap hari melalui serangan artileri dan serangan udara.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut bahwa selama operasi di wilayah timur Rafah pada Rabu, pasukan mereka berhadapan dengan sejumlah pejuang Hamas “yang muncul dari infrastruktur bawah tanah”. Insiden tersebut terjadi di tengah intensitas serangan Israel dalam beberapa hari terakhir yang menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak.

“Dalam bentrokan itu, seorang prajurit tempur terluka parah, dua prajurit tempur lainnya dan seorang bintara mengalami luka sedang,” kata militer Israel. Para tentara tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit dan keluarga mereka diberi pemberitahuan.

Sementara itu, sebuah sumber keamanan di Gaza mengatakan kepada AFP bahwa sekitar pukul 16.00 waktu setempat, terjadi “penembakan artileri yang sangat hebat dari kendaraan pendudukan di sebelah timur Rafah”, disertai tembakan intensif dari pesawat tempur. Sumber tersebut menambahkan, sebuah helikopter Israel juga terlihat mendarat di area tersebut.

Pada Ahad sebelumnya, militer Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 40 pejuang Hamas dalam operasi selama sepekan yang menargetkan jaringan terowongan di dekat Rafah. Puluhan pejuang Hamas diyakini masih berada di bawah kawasan yang kini dikuasai pasukan Israel.

Beberapa sumber menyebut kepada AFP bahwa negosiasi mengenai nasib para pejuang yang masih berada di jaringan terowongan Gaza selatan masih berlangsung. Seorang anggota terkemuka Hamas memperkirakan jumlah mereka antara 60 hingga 80 orang.

Agresi Israel yang berlanjut di Gaza telah menewaskan sedikitnya 70.117 warga Palestina, menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza. Sejak gencatan senjata berlaku, kementerian itu mencatat 360 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel. Militer Israel, pada sisi lain, melaporkan tiga tentaranya tewas dalam periode yang sama. (Bahry)

Sumber: TNA

Trump Peringatkan Israel Agar Tidak Ganggu Stabilitas Suriah

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Israel agar tidak mengganggu stabilitas Suriah dan kepemimpinan barunya. Peringatan itu disampaikan melalui platform Truth Social pada Senin (1/12/2025), sesaat sebelum Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Sangat penting bagi Israel untuk mempertahankan dialog yang kuat dan jujur dengan Suriah, dan tidak ada yang terjadi yang akan mengganggu evolusi Suriah menjadi negara yang makmur,” tulis Trump, beberapa hari setelah operasi mematikan Israel di wilayah selatan Suriah.

Trump mengaku “sangat puas” dengan kinerja Suriah di bawah pemimpin barunya, presiden Islamis Ahmed al-Sharaa, yang melakukan kunjungan bersejarah ke Gedung Putih pada November lalu.

Menurut Trump, Sharaa “bekerja dengan tekun untuk memastikan perubahan positif terjadi, dan bahwa Suriah maupun Israel dapat membangun hubungan yang panjang dan sejahtera.” Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat “melakukan segala daya kami untuk memastikan Pemerintah Suriah terus berada di jalur yang dimaksudkan” dalam proses rekonstruksi negara tersebut.

Trump juga menilai hubungan baik antara Suriah dan Israel dapat mendukung upaya perdamaian kawasan yang lebih luas, terutama setelah gencatan senjata Gaza yang rapuh pada Oktober.

Presiden AS itu telah lama mendorong terciptanya pakta keamanan Israel–Suriah sejak koalisi Islamis pimpinan Sharaa menggulingkan Bashar al-Assad satu tahun lalu.

Namun ketegangan meningkat kembali setelah gelombang serangan Israel di Suriah. Dalam operasi paling mematikan sejauh ini, pasukan Israel dilaporkan menewaskan 13 orang pada Jumat lalu dalam serangan di Suriah selatan, dengan klaim menargetkan kelompok Islamis.

Enam tentara Israel turut dilaporkan terluka dalam baku tembak tersebut. Israel menyatakan bahwa mereka berupaya menangkap dua anggota organisasi al-Jama’a al-Islamiyya, dengan mengklaim memiliki intelijen bahwa kedua orang itu tengah merencanakan serangan terhadap Israel. (Bahry)

Sumber: TOI

Hamas Sampaikan Belasungkawa untuk Indonesia atas Bencana Banjir Sumatra

GAZA (jurnalislam.com)– Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menyampaikan belasungkawa dan solidaritas mendalam kepada Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia atas bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di kedua negara.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (3/12/2025), Hamas menyatakan duka cita yang tulus kepada masyarakat di Indonesia dan Malaysia yang kini menghadapi musibah banjir dengan dampak korban jiwa dan kerusakan luas.

“Kami menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada negara-negara saudara kami, Republik Indonesia dan Kerajaan Malaysia, atas bencana banjir dahsyat yang melanda beberapa wilayah di kedua negara,” tulis Hamas dalam pernyataannya.

Hamas juga menegaskan solidaritas penuh kepada dua negara sahabat tersebut serta memanjatkan doa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan dan ketabahan bagi para penyintas.

“Kami berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar mengampuni para korban, memberikan kesembuhan bagi mereka yang terluka, dan melindungi kedua negara dari segala bahaya dan musibah,” lanjut pernyataan itu.

Indonesia dan Malaysia dikenal sebagai negara yang secara konsisten menunjukkan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina, termasuk selama agresi Israel di Jalur Gaza.

Pernyataan belasungkawa ini disampaikan melalui situs resmi Gerakan Hamas sebagai bentuk perhatian terhadap bencana yang sedang menimpa masyarakat di Asia Tenggara.

Sebagai informasi tambahan, menurut data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat banjir dan longsor di wilayah Sumatra terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat korban meninggal tewas tercatat mencapai 753 jiwa, sementara warga terdampak tercatat sampai sekitar 3,3 juta orang.

Hamas Klaim Tewaskan Empat Mata-Mata Israel di Gaza Utara

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada Senin (1/12) mengumumkan bahwa pihaknya telah menewaskan empat orang yang diduga bekerja sebagai mata-mata bagi Israel di Gaza utara.

Dalam pernyataan resmi di kanal Telegram, Al-Qassam menyebut empat individu tersebut “beroperasi untuk musuh Israel” dan dituduh berusaha menculik seorang anggota Hamas sebelum akhirnya ditemukan dan “dieliminasi”.

“Empat mata-mata yang beroperasi untuk musuh Israel dan berusaha menculik seorang anggota Hamas telah dieliminasi di Gaza,” tulis pernyataan tersebut. Al-Qassam menambahkan bahwa senjata mereka berhasil disita, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai identitas para tersangka.

Hingga laporan ini diterbitkan, militer Israel belum memberikan komentar atas klaim Hamas tersebut.

Insiden ini menambah panjang daftar operasi kontra-intelijen di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Sejak pecahnya agresi Israel pada Oktober 2023, Gaza mengalami kerusakan besar, dengan ribuan korban jiwa serta runtuhnya infrastruktur vital. Di tengah kekacauan itu, operasi intelijen dan kontra-intelijen disebut semakin intens, terutama di wilayah Gaza utara yang menjadi salah satu pusat pertempuran. (Bahry)

Sumber: TRT

Dialog Ulama dan Tokoh Umat Sulawesi Bahas Peran Politik Umat Islam

MAKASAR (jurnalislam.com)- Sabtu sore hingga malam (29/10/2025), Asrama Haji Sudiang, Makasar menjadi lokasi diskusi mendalam antara para ulama dan tokoh Islam dalam agenda Musyawarah Ulama dan Tokoh Ummat se-Sulawesi. Acara ini dipandu oleh Ustadz Mukhtar Daeng Lau dan dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dr. KH. Hasan Basri Rahman, Dr. Ir. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, dan Prof. M. Ashdar. Sejumlah pimpinan ormas Islam, pondok pesantren, serta akademisi kampus-kampus di Makasar juga turut hadir.

Hadir pula jajaran Majelis Permusyawaratan Ummat Islam Indonesia (MPUII), yaitu Ketua Utama KH. Mochammad Achwan dari Malang, Sekjen Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, M.Phil., Ph.D. dari Surabaya, serta unsur pimpinan MPUII asal Riau, Dr. Burhanudin Agung.

Pada Ahad (30/11/2025), Prof. Daniel Rosyid menyampaikan catatan dan penjelasannya kepada jurnalislam.com terkait substansi pembahasan dalam musyawarah tersebut.

𝗠𝗣𝗨𝗜𝗜: 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗲𝗿𝗮 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝗺𝗮𝘁

Ketua Utama MPUII, KH. Mochammad Achwan, menegaskan bahwa MPUII hadir sebagai platform politik yang bertujuan meningkatkan peran politik umat Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“MPUII adalah sebuah platform politik untuk meningkatkan peran politik ummat Islam. Untuk itu selera politik ulama dan tokoh muslim perlu ditingkatkan agar kehidupan politik kita semakin beradab, berakhlak, dan bernilai ibadah, tidak makin pragmatis dan transaksional seperti yang terlihat dalam sepuluh tahun terakhir,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kegelisahan atas menguatnya korporatokrasi dan duitokrasi yang disebut makin parah sejak perubahan besar-besaran UUD 18/8/1945 menjadi UUD 10/8/2002.

𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹, 𝗔𝗸𝗮𝗿 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗱𝗺𝗶𝗻𝗶𝘀𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸

Menurut Prof. Daniel Rosyid, UUD 10/8/2002 memberi monopoli politik kepada partai-partai politik sehingga menjadi langka. Politik praktis pun semakin tidak terjangkau bagi warga biasa yang memiliki keterbatasan logistik.

“Rekrutmen pejabat publik jadi semakin mahal dan memberi motif kuat untuk korupsi yang mendorong maladministrasi publik. Tidak hanya demokrasi yang menguap, desentralisasi pun gagal menyediakan pelayanan publik yang bermutu dan murah,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa politik merupakan sumber daya publik yang diperlukan untuk mencapai tujuan bernegara, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 18/8/1945.

Karena Islam adalah tata kelola kehidupan pribadi hingga publik, maka umat Islam berkepentingan aktif dalam politik agar penyediaan public goods berlangsung efisien, bermutu, dan adil—yang pada akhirnya menjadi rahmatan lil‘aalamiin bagi seluruh warga negara.

𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗱𝗶𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸

Para ulama diingatkan bahwa peran mereka tidak terbatas pada urusan akhirat. Sebagai pewaris para nabi, ulama juga memikul tanggung jawab dalam penyediaan politik yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat majemuk.

“Rasulullah adalah negarawan, panglima perang, diplomat, dan pedagang yang sukses. Ulama harus menjadikan sunnah Rasul sebagai teladan multi-peran. Politik harus menjadi menu dakwah yang penting,” tegas Prof. Daniel.

Musyawarah ini ditutup dengan penegasan bahwa umat Islam harus semakin terampil dalam menghadirkan politik sebagai kebajikan publik, sesuai amanah Pembukaan UUD 18/8/1945.

“Islam yes, Islam politik very yes!” demikian pesan moral yang disampaikan dalam forum tersebut.

Netanyahu Ajukan Pengampunan Presiden untuk Dirinya Sendiri, Langkah Aneh di Tengah Kasus Korupsi

TEL AVIV (jurnalislam.com)- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengajukan permohonan resmi pengampunan presiden atas kasus korupsi yang menjeratnya sebuah langkah yang dinilai janggal karena pada praktiknya ia meminta presiden mengampuni dirinya sendiri selagi masih berkuasa.

Kantor Presiden Isaac Herzog pada Ahad (30/11) mengonfirmasi bahwa permohonan tersebut telah diterima dan akan dirujuk ke Departemen Pengampunan Kementerian Kehakiman untuk mendapatkan rekomendasi sebelum ditelaah oleh penasihat hukum presiden dan diputuskan oleh Herzog.

“Kantor Presiden mengakui bahwa ini merupakan permohonan luar biasa dengan implikasi yang signifikan, dan Presiden akan mempertimbangkannya setelah menerima seluruh pendapat terkait,” demikian pernyataan resmi kantor Herzog.

Permohonan itu disertai dua surat: satu ditandatangani pengacara Netanyahu, dan satu lagi ditandatangani sendiri olehnya. Kantor presiden menyebut surat-surat tersebut diizinkan untuk dipublikasikan mengingat “pentingnya permohonan luar biasa ini dan dampaknya.”

Dalam suratnya yang dikutip surat kabar Yedioth Ahronoth Netanyahu mengklaim bahwa meskipun ia ingin menjalani persidangan sampai tuntas, “kepentingan publik menentukan sebaliknya.”

Ia juga berargumen bahwa mengakhiri persidangannya “akan membantu meredakan intensitas perdebatan” yang menyertai proses hukum tersebut.

Netanyahu, yang mulai disidangkan pada 24 Mei 2020, merupakan perdana menteri pertama dalam sejarah Israel yang bersaksi sebagai terdakwa pidana saat masih menjabat. Ia menghadapi tiga perkara korupsi terpisah.

Menurut hukum Israel, presiden memiliki kewenangan untuk memberikan pengampunan atau meringankan hukuman berdasarkan pendapat otoritas terkait, seperti menteri kehakiman. Namun langkah Netanyahu dinilai tidak lazim, terlebih ia masih menjabat sebagai perdana menteri.

Sebelumnya, mantan Presiden AS Donald Trump bahkan disebut berkali-kali mendesak Herzog agar memberikan pengampunan kepada Netanyahu.

Di luar kasus korupsi, Netanyahu juga menghadapi tuduhan jauh lebih berat. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dirinya dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, di mana lebih dari 70.000 warga Palestina mayoritas perempuan dan anak-anak terbunuh sejak Oktober 2023.

Permohonan pengampunan ini memunculkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin seorang perdana menteri mengajukan langkah hukum yang secara praktis setara dengan meminta negara mengampuni dirinya sendiri dari tindakan korupsi yang belum terbukti di pengadilan? (Bahry)

Sumber: TRT

Israel Klaim Tewaskan 40 Pejuang Hamas di Terowongan Rafah, Gencatan Senjata Kian Terancam

GAZA (jurnalislam.com)– Militer Israel pada Ahad (30/11) mengklaim telah menewaskan lebih dari 40 pejuang Hamas yang bersembunyi di jaringan terowongan bawah tanah di Rafah, Jalur Gaza, selama sepekan terakhir. Klaim tersebut memicu kekhawatiran baru atas rapuhnya gencatan senjata yang telah berlangsung tujuh pekan.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel mengatakan pihaknya terus berupaya menghancurkan sistem terowongan di sebelah timur Rafah selama 40 hari terakhir. Hamas belum memberikan komentar atas klaim tersebut.

Sebelumnya pada Ahad pagi, militer Israel juga menyebut telah menewaskan empat anggota Hamas yang muncul dari bawah tanah di kota selatan itu pada malam sebelumnya.

Menurut berbagai laporan, puluhan pejuang Hamas diyakini terjebak di terowongan di Gaza selatan—wilayah yang hingga kini masih diduduki pasukan Israel. Kondisi ini mendorong mediator Mesir, Qatar, dan Turki untuk menegosiasikan jalur aman bagi para pejuang menuju wilayah yang dikuasai Palestina.

Hamas menolak opsi menyerahkan senjata. Pejabat senior Hamas, Husam Badran, pada Rabu sebelumnya meminta para mediator menekan Israel agar memberikan jalur aman.

“Para pejuang kami di Rafah tidak dapat menerima penyerahan diri atau menyerahkan senjata mereka kepada pendudukan,” tegas Badran.

Sementara itu, pejabat Israel menolak memberikan kompromi dan tidak bersedia menyediakan koridor aman.

𝗚𝗲𝗻𝗰𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿

Sesuai ketentuan gencatan senjata saat ini, pasukan Israel diwajibkan mundur dari wilayah perkotaan Gaza hingga Garis Kuning. Namun para pejuang Hamas berada di terowongan yang terletak di sisi Israel dari garis tersebut.

Seorang pejabat Hamas pada Kamis mengatakan terdapat sekitar 60–80 pejuang yang terjebak di bawah Rafah.

Tindakan militer Israel tersebut dinilai semakin merusak gencatan senjata yang sudah beberapa kali dilanggar. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, sedikitnya 356 warga Palestina telah terbunuh dan 908 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat lebih dari 500 pelanggaran gencatan senjata oleh militer Israel.

Badran menuding Israel sengaja menghambat kemajuan menuju fase kedua gencatan senjata, yang mencakup dimulainya rekonstruksi, pembentukan pemerintahan Palestina baru, serta pengerahan pasukan keamanan internasional.

𝗣𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗤𝗮𝘁𝗮𝗿

Qatar pada Sabtu memperingatkan Israel agar tidak menghalangi pelaksanaan fase kedua kesepakatan, terutama karena masih ada jenazah tawanan yang belum ditemukan di Gaza.

Hamas sebelumnya telah membebaskan seluruh 20 tawanan yang masih hidup serta semua kecuali dua dari 28 sandera yang telah meninggal. Upaya pencarian dua jenazah terakhir masih berlangsung.

“Kami tidak yakin Israel seharusnya diizinkan menghentikan implementasi kesepakatan Gaza hanya karena dua jenazah ini,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, kepada Al Araby Al Jadeed. Ia menegaskan bahwa berbagai upaya tengah dilakukan untuk “memotong segala alasan Israel”. (Bahry)

Sumber: TNA

DPP Hidayatullah Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bencana Sumatra Utara dan Aceh

JAKARTA (jurnalislam.com)— Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menyampaikan duka cita mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara dan Aceh. Musibah berupa banjir bandang disertai longsor serta gempa bumi di Aceh tersebut telah mengakibatkan kerusakan serius, gangguan aktivitas masyarakat, serta jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 442 orang dilaporkan meninggal dunia dan 209 orang lainnya masih dalam proses pencarian di wilayah Sumatra Utara.

Sebagai bentuk komitmen dalam dakwah dan pelayanan umat, Hidayatullah melalui Departemen Sosial DPP Hidayatullah mengerahkan Tim Siaga Kebencanaan yang terdiri dari Search and Rescue Hidayatullah (SAR Hidayatullah), Tim Aksi Siaga Kemanusiaan Hidayatullah (TASK Hidayatullah), serta Baitul Maal Hidayatullah (BMH) untuk melakukan respons awal di wilayah terdampak.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi evakuasi dan penyelamatan warga di titik-titik rawan, pengiriman relawan dan logistik darurat seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, serta perlengkapan dasar, pembukaan posko bantuan di wilayah strategis dekat lokasi bencana, serta pendataan kebutuhan mendesak untuk tahap tanggap darurat dan pemulihan awal.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, menyebut bahwa bencana ini merupakan musibah sekaligus ujian bagi seluruh bangsa untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kaum Muslimin, untuk memperbanyak doa, meningkatkan empati, dan ikut membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Hidayatullah sebagai civil society akan terus berupaya dengan elemen yang lain untuk terlibat responsif dalam tanggap darurat agar masyarakat terdampak bisa segera mendapatkan bantuan” ujarnya.

Selain mengerahkan relawan, Hidayatullah juga membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk berpartisipasi melalui donasi kemanusiaan, baik berupa dana, logistik, maupun dukungan relawan. Bantuan dapat disalurkan melalui SAR Hidayatullah dan Baitul Maal Hidayatullah.

Dalam suasana keprihatinan ini, Hidayatullah menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat umum, agar proses penanganan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut dan Sumbar Menjadi 442 Jiwa

SILANGIT (jurnalislam.com)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., menyampaikan perkembangan terkini penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat melalui konferensi pers yang digelar di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, 30 November 2025.

Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang. Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak.

Korban Meninggal Dunia Sumatra Utara Menjadi 217 Jiwa

Di Sumatera Utara tercatat 217 jiwa meninggal dunia, setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) kembali menemukan korban yang kemarin dinyatakan hilang. Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Kemudian untuk korban hilang juga mengalami peningkatan menjadi 209 orang setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah.

“Korban jiwa untuk Sumatra Utara 217 yang meninggal dunia kemudian 209 yang masih hilang,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, pengungsi tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.

Akses darat di beberapa kabupaten masih terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan. Di Tapanuli Utara, jalan Tarutung–Sibolga terputus di sejumlah titik dan sejumlah desa di Parmonangan dan Adiankoting masih belum dapat dijangkau dengan total lebih dari 12.000 jiwa terdampak.

“Untuk Tarutung-Sibolga ini masih normalisasi. Yang bisa ditembus alat berat ini 40 kilometer,” kata Suharyanto.

Di Mandailing Natal, jalur Singkuang–Tabuyung serta ruas Batang Natal–Muara Batang Gadis terputus pada beberapa titik sehingga sejumlah kecamatan terisolasi. Di Tapanuli Tengah, pembersihan material longsor terus dilakukan pada ruas jalan nasional Sibolga–Padang Sidempuan, Sibolga–Tarutung, serta jembatan yang rusak di beberapa titik.

Penyaluran Logistik

Pengiriman logistik tahap pertama untuk Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah mencapai 100%. Penyaluran ke Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat.

Sebagai solusi, pengiriman udara masih dilanjutkan menggunakan tiga helikopter BNPB dan TNI AD, termasuk distribusi sembako, peralatan dapur, BBM, genset, dan perangkat komunikasi berbasis satelit seperti Starlink. Beberapa sorti udara juga ditujukan khusus untuk wilayah terisolasi seperti Sopotinjak dan Muara Siabu.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Alutsista

BNPB mengerahkan 20 personel di Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah, serta dukungan TNI/Polri mencapai 500 personel di Tapanuli Tengah. Presiden RI juga mengirimkan bantuan berupa 33 unit alat komunikasi, 33 unit genset, 14 unit LCR, 750 dus Pop Mie, serta 129 unit tenda. Total lima helikopter perbantuan BNPB dan TNI telah beroperasi dari Bandara Silangit, bersama pesawat Caravan dan alat berat dari berbagai instansi untuk pembukaan akses menuju desa yang masih terisolasi.

Di Aceh, Korban Meninggal Dunia Jadi 96 Jiwa

Beralih ke Provinsi Aceh, hingga sore ini tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang, tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya. Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.

“Aceh korban jiwa meninggal dunia menjadi 96, hilang 75 jiwa. Ini ada di 11 kabupaten/kota,” jelas Kepala BNPB.

Kondisi Akses dan Transportasi

Sejumlah jalur utama masih terputus total, termasuk perbatasan Sumut–Aceh Tamiang, jembatan Meureudu di perbatasan Pidie Jaya–Bireuen, serta jalan nasional di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Akses Subulussalam–Aceh Selatan masih tergenang tanpa jalur alternatif. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR terus melakukan percepatan perbaikan infrastruktur vital tersebut.

Telekomunikasi dan Logistik

BNPB mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, dan Aceh Tamiang, sementara mobilisasi perangkat ke wilayah lain masih berlangsung.

Sebanyak 11 dari 17 kabupaten/kota telah menerima bantuan logistik. Operasi udara dari Lanud SIM telah melakukan lima sorti, sementara pengiriman dari Kualanamu dan jalur laut juga terus berjalan.

Bantuan Presiden berupa 28 unit Starlink, 28 genset, 20 perahu karet, serta paket makanan dan tenda telah diterima dan sebagian didistribusikan. Penguatan buffer stock juga disiapkan untuk kebutuhan respons lanjutan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan telah dijalankan. Tiga helikopter TNI dan satu helikopter yang berada di Kualanamu dikerahkan untuk pengiriman logistik ke wilayah yang terputus akses daratnya.

“Hari ini kita lihat di lapangan, cuacanya cerah ya,” kata Suharyanto.

Di Sumbar, 129 Jiwa Meninggal Dunia

Di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kota Padang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, Kota Solok, dan Pesisir Selatan. Total pengungsi mencapai 11.820 KK atau 77.918 jiwa, dengan konsentrasi terbesar di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Ini korban jiwa meninggal dunia 129, kemudian yang hilang 118 dan 16 luka-luka,” ungkap Suharyanto.

Akses dan Transportasi

Sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional terputus, termasuk ruas Koto Mambang–Balingka, Pasar Baru–Alahan Panjang, Panti–Simpang IV, serta jalan nasional Padang Panjang–Sicincin dan Simpang Taman–batas Lubuk Sikaping. Upaya pembukaan akses terus dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh titik terdampak.

“Secara umum masih bisa dilalui lewat jalur darat,” ungkap Suharyanto.

Logistik dan Dukungan Pemerintah

Bantuan logistik ke Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, sementara delapan titik lainnya dalam perjalanan dan dikawal oleh Polda Sumbar. Pengiriman logistik tahap dua sebanyak 120 ton tengah dilakukan melalui jalur darat.

Penanganan di Sumatera Barat dipimpin oleh Sestama BNPB dengan dukungan 24 personel di berbagai kabupaten/kota. Bantuan Presiden berupa 39 unit Starlink, 39 genset, tenda, LCR, dan 2.000 dus mie instan telah tiba di Bandara Minangkabau.

BNPB mengerahkan pesawat Caravan 208B dan helikopter Bell 505 untuk mendukung mobilisasi logistik, khususnya menuju wilayah yang masih tertutup akses darat. Proses mobilisasi helikopter tambahan juga sedang berjalan.

BNPB bersama TNI/Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, dan mitra internasional terus bekerja maksimal untuk mempercepat pencarian korban, pembukaan akses, pemulihan layanan vital, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Update perkembangan penanganan akan disampaikan secara berkala.