Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden Usai Viral Hina Penjual Es Teh

JAKARTA (jurnalislam.com)- Buntut video viral yang merendahkan penjual es teh, Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah akhirnya mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden.

“Kepada Bapak Presiden, kepada Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” kata Miftah, dalam tayangan live CNN Indonesia pada Jumat (6/12/2024).

Miftah mengatakan bahwa keputusannya untuk mundur murni keinginan sendiri tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.

“Saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam, setelah berdoa, bermuhasabah, dan istikharah, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan,” terang Miftah.

“Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan siapapun, bukan permintaan siapapun tapi semata mata keputusan ini saya ambil karena rasa cinta, hormat dan cinta mendalam pada Presiden Prabowo,” ungkapnya.

Wawali Solo Terpilih Kunjungi SDM 1 Solo Sempat Menyuapi Siswa

SOLO (jurnalislam.com)– SD Muhammadiyah (SDM) 1 Solo menerima tamu Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta terpilih, Astrid Widayani. Dalam kunjungan, Astrid mengapresiasi langkah-langkah strategis sekolah yang berdiri sejak 1935 dalam pengelolaan dapur sehat bersertifikat halal yang mendukung pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam program makan siang bergizi.

“Alhamdulillah, hari ini kami diterima dengan hangat oleh keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Solo. Saya berterima kasih kepada ibu Kepala Sekolah Sri Sayekti dan pimpinan yang turut hadir. Meninjau SD Muhammadiyah 1 Ketelan dan kantin sehat sebagai sekolah percontohan untuk SD Solo,” ujar Astrid Jumat, (6/12/2024).

Didampingi pejabat sekolah mulai dari Wakil Kepala bidang Kurikulum Imam Priyanto, bidang Sarpras Jaka Prasetya, AIK Ahmad Syaifudiin, Kesiswaan SW Winrasi, Humas Dwi Jatmiko, staf dan tim dapur sehat. Astrid berinteraksi dengan peserta didik. Ia juga tampak menyuapkan makanan bergizi kepada satu di antara siswa berkemajuan.

Upaya yang dilakukan Astrid merupakan simbol kepedulian terhadap gizi anak-anak sekolah. “Sekolah ini berprestasi tidak hanya kantin sehat berjuara tapi juga sekolah sehat berprestasi. Dengan menerapkan pola hidup sehat sepanjang kegiatan pembelajaran tidak hanya makan siang tapi bagaimana bisa memberikan alur yang baik. Memberikan jaminan untuk siswa yang ada di sekolah ini. Prestasinya luar biasa banyak salah satunya menerima sertifikat halal tertanda tangan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan,” kata Wakil Wali Kota Terpilih Astrid periode 2025-2030.

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, pihaknya mendukung Makan Bergizi yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, kebijakan Kepala Negara ini penting untuk bonus demografi Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Di usianya yang sudah 89 tahun kami siap berkontribusi dan berkolaborasi baik dilibatkan atau tidak kami tetap mendukung makan bergizi. Dan dapur sehat telah memiliki izin usaha dengan NIB berbasis resiko, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” ucap Sayekti.

Salah satu siswa kelas 4A, Shamila Noreen Najah Maida mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas suapan ibu Astrid

“Alhamdulillah, saya bangga dan tidak menyangka bisa bertemu dengan ibu Astrid yang tinggi, lemah lembut dan berwibawa. Saya senang karena saya disuapi makanan sehat. Saya berharap semua siswa di Indonesia memiliki semangat untuk terus belajar demi masa depan yang lebih baik terutama diri saya dengan kehadiran orang hebat. Saya bangga,” ungkap Mila penuh semangat.

Tingkatkan Mutu Pendidikan Sekolah, JSIT Jateng Berikan Diklat Penguatan bagi SDM Sekolah

SEMARANG (jurnalislam.com)- JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah melalui Bidang Pusdiklat menggelar Diklat Penguatan SDM Sekolah, Kamis (5/12/2024) di BBPMP Jawa Tengah Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Kec. Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sebanyak 342 peserta. Dengan rincian 128 kepala sekolah, 119 guru pemula, dan 95 tenaga administrasi sekolah.

Ketua Pusdiklat JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Budi Lenggono menyampaikan program ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada SDM sekolah sehingga mutu di sekolah semakin meningkat. Diklat ini juga menghadirkan narasumber profesional Widyaiswara dari BBGP dan Cabang Dinas 1 Disdikbud Jawa Tengah.

“Ini merupakan program Diklat Penguatan SDM pertama di kepengurusan ini. Diklat ini sangat dibutuhkan oleh SDM sekolah agar Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah semakin baik melayani masyarakat. Narasumber yang kami hadirkan merupakan orang-orang yang kompeten di bidangnya. Termasuk dari BBGP dan Cabang Dinas 1 Disdikbud Jawa Tengah,” jelas Budi Lenggono.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin dalam sambutannya memberikan motivasi kepada peserta agar terus mempelajari kompetensi yang menjadi tugasnya sehingga semakin menguasai. Tidak harus setiap SDM menguasai semua bidang, cukup setiap SDM menguasai kepakarannya masing-masing. Sehingga iklim kolaborasi akan terus bergulir mengokohkan lembaga.

“Mohon maaf saya sampaikan, kita ini harus terus belajar. Mempelajari kompetensi yang menjadi tugas kita sampai kita menjadi ahli. Jangan sampai ada yang menjadi superman, satu orang menguasai semuanya. Tapi kita harus mendistribusikan kepakaran kepada SDM yang ada di lembaga kita. Sehingga lembaga SIT kita semakin kokoh dan akan terus berkelanjutan,” tegas Zainal Abidin.

Salah satu peserta dari Pekalongan, Kholiasih memberikan tanggapan bahwa kegiatan ini sangat bagus. Menurutnya dengan Diklat ini akan menguatkan SDM di sekolah. Sekolah bisa eksis karena didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang baik, guru-guru yang kompeten, dan tenaga administrasi yang cekatan.

“Sangat bagus acara ini. Kami bisa mendapatkan motivasi untuk pengembangan sekolah. Kami menyadari sebagai sekolah swasta harus terus menguatkan SDM agar sekolah bisa eksis dan memberikan layanan prima kepada masyarakat,” pungkas Kholiasih.

Prabowo Sebut Din Syamsuddin Sebagai Kawan Lama Waktu Muda

KUPANG (jurnalislam.com)- Dalam acara Tanwir Muhammadiyah di Kupang, NTT saat pidato sambutannya Presiden Prabowo Subianto menyebut keberhasilan organisasi Muhammadiyah dalam mendidik para kadernya sehingga tersebar dimana-mana. Presiden Prabowo juga menyampaikan banyak para kader Muhammadiyah yang menjadi tokoh, termasuk dalam pemerintahannya.

Diantara para tokoh Muhammadiyah yang disebut oleh Prabowo adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin yang sekarang ini menjadi tokoh bangsa. Dalam kesempatan sambutannya Prabowo menyebut Din sebagai seorang kawan lama.

“Pak Din Syamsuddin itu kawan lama saya waktu muda, dan sekarang agak muda,” ujar Prabowo dihadapan ribuan kader dan pengurus Muhammadiyah dalam pidato sambutannya pada, Rabu (4/12/24).

Meski Din Syamsuddin sudah dipersilahkan untuk duduk didepan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir tapi dirinya lebih memilih duduk di kursi deretan 4 namun Presiden Prabowo melihat kalau mantan Ketum PP Muhammadiyah itu duduk dibagian belakang (ngumpet).

Adapun alasannya dirinya memilih duduk dideretan kursi belakang walau sejatinya ia adalah mantan Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia tapi karena saat ini dirinya adalah hanya sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan berstatus sebagai peninjau. Bukan sebagai anggota aktif Tanwir Muhammadiyah.

“Memang, pak Prabowo Subianto adalah sahabat saya sejak lama. Pada 1992 beliau ikut memprakarsai pendirian Centre for Policy and Development Studies (CPDS), sebuah lembaga yang berkeinginan mendekatkan kalangan umat Islam dengan Rezim Soeharto dan ABRI. Saya dipercayai sebagai direktur dan Pak Prabowo sebagai sponsor dana. Persahabatan berlanjut hingga sekarang, dan pada 2019 saya mendukung Capres Prabowo Subianto,” tutur Din Syamsuddin.

Walau mereka berdua sering berbeda pendapat namun persahabatan tidak berkurang. Kini setelah Prabowo mendapat amanah sebagai Presiden RI, maka sewajarnya seorang Din Syamsuddin ikut mendukungnya.

“Tentu, sahabat yg baik adalah yg tidak segan mengeritik dalam prinsip katakanlah yg benar itu walau pahit. Dan sahabat lain menerima kritik walau bagaikan pil pahit,” ujar Din Syamsuddin.

12 Guru Penggerak SDM 1 Solo Jadi Kader Pemimpin Pembelajaran

SOLO (jurnalislam.com)– Wakil Kepala Sekolah Penggerak SD Muhammadiyah (SDM) 1 Solo bidang Humas Dwi Jatmiko menyatakan para guru yang lolos pendidikan Guru Penggerak diciptakan untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang kekinian dan berkemajuan.

Para Guru Penggerak selama pendidikan telah diberi materi tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berdiferensiasi yang disesuaikan dengan transformasi Kurikulum Merdeka.

“Guru Penggerak itu dididik untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Semuanya sudah dikaitkan antara kurikulum kemudian gurunya yang bertransformasi,” kata Jatmiko, Selasa (3/12/2024).

Guru Penggerak merupakan pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif, dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

“Selamat menjadi guru penggerak kepada 12 guru berkualitas. Tri Yuniarti, Dyah Elina Indriyani, Eny Khusnul Khotimah, SW Winarsi, Ria Susanti, Nur Fitri Astuti, Dien Qonitah, Sri Martono Lanjarsari, Jaka Prasetya, Rusmawardah, Ivaningsih dan Dyah Ayu Ratnaningsih,” ucapnya.

Semoga ilmunya bermaanfaat bagi sekolah sebagai upaya melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berbudaya mutu. Para guru penggerak ini merupakan kader yang disiapkan menjadi pemimpin pembelajaran atau pemimpin di satuan pendidikan.

“Sehingga, program pendidikan guru penggerak ini banyak menitikberatkan pada perubahan pola pikir dan bagaimana menjadi pemimpin pembelajaran yang baik,” bebernya.

Dan para guru penggerak siap menyambut bahwa pendekatan deep, mindful, meaningful, dan joyful learning bukan kurikulum dan bukan pengganti Kurikulum Merdeka, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran dengan tujuan agar siswa benar-benar belajar, memahami prosesnya, memaknai konten, serta menyenangi proses dan konten secara mendalam.

Dengan pendekatan belajar seperti itu, siswa akan selalu on task, di kelas dan/atau di lingkungan belajar lain yang sengaja digunakan guru untuk kegiatan pembelajaran mereka.

Gagasan utamanya adalah agar peserta didik dipandang sebagai subyek belajar, bukan obyek. Mereka dikondisikan aktif, dimotivasi supaya mampu mengamati, mengelompokkan, mendiskusikan, dan melaporkan berbagai fenomena setelah anak didik menjalani proses pembelajaran.

“Kita lihat ke belakang pada tahun 1984 kita juga menerapkan pendekatan pembelajaran yang disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Pendekatan ini merupakan model baru yang memperbaiki pendekatan pembelajaran pada Kurikulum 1975,” ujar alumni pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta.

Peringati HGN, JSIT Jateng Sukses Gelar Porgusit

MAGELANG (jurnalislam.com)- JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Porgusit (Pekan Olahraga Guru Sekolah Islam Terpadu) yang dipusatkan GOR Samapta Kota Magelang, Selasa (3/12/2024). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 500 guru SIT se-Jawa Tengah yang terbagi ke dalam 8 korda. Ada 7 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Walikota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz,Sp.PD,K-GH,FINASIM dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya event olahraga ini. Ia berpesan agar seluruh peserta selalu bersemangat dan pantang menyerah.

“Saya senang sekali guru-guru di JSIT Jawa Tengah berkenan menggelar event besar di Kota Magelang. Sudah barang tentu kegiatan ini memberikan berdampak baik kepada warga Magelang, salah satunya UMKM. Saya berpesan agar seluruh peserta selalu bersemangat dalam bertanding,” tegas dr. Muchamad Nur Azis.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin menyampaikan bahwa kegiatan ini baru pertama kali di gelar di Jawa Tengah. Oleh karenanya, ia meminta agar kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturrahim bagi guru-guru SIT di Jawa Tengah. Kegiatan olahraga juga akan membuat badan sehat dan bahagia bertemu saudara seperjuangan di dunia pendidikan.

“Tahun ini kita mencetak rekor, Porgusit pertama di Jawa Tengah. Saya mengingatkan agar event ini menjadi ajang silaturrahim antar guru SIT. Dari berbagai pertandingan ini pula, kami berharap dapat menyehatkan dan membahagiakan para peserta,” kata Zainal Abidin.

Salah satu kontingen dari Cilacap, Agus Riyanto sangat mendukung kegiatan ini. Andaikan kegiatan serupa digelar secara rutin tahunan akan lebih bagus.

“Keren kegiatan seperti ini. Kami sangat mendukung. Meskipun kami paling jauh, dari Cilacap, kami tetap semangat hadir dan siap memenangi semua pertandingan,” jelas Agus Riyanto.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda Kota Magelang, Forkopimcam Magelang Utara, dan dewan pembina JSIT Jateng. Selain itu di tribun dipenuhi oleh para supporter.

Dapur Sehat SD Muhammadiyah 1 Solo Kantongi 130 Produk Sertifikat Halal

SOLO (jurnalislam.com)– Dapur Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo memperoleh sertifikat halal. Hal ini sebagai pengakuan atas komitmen terhadap standar kehalalan dalam penyediaan makanan dan minuman bagi peserta didik yang muaranya mendukung penuh program makan sehat bergizi (MSB) Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden (Wapres) ke-14, Putra mantan Presiden Joko Widodo.

Kepala Sekolah Sri Sayekti menjelaskan, untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto dan inovasi Pendidikan Muhammadiyah terutama Al Islam Kemuhammadiyahan memiliki prinsip-prinsip dasar seperti kesederhanaan, kemandirian, dan kerja sama.

Salah satu indikator makanan yang sehat adalah makanan yang halal. Insya Allah dengan terbitnya sertifikat halal kantin ramah anak ini, makanan yang dikonsumsi hasil pembelian di kantin sehat akan memberikan keberkahan kesehatan lahir maupun batin.

“Kita bersyukur dapur sehat SD Muhammadiyah 1 Solo kantongi sertifikat halal. Berdasarkan Keputusan penetapan halal produk Majelis Ulama Indonesia nomor MUI -UWS-15162981124,” ujar Sayekti, Senin (2/12/2024).

Setelah menunggu cukup waktu, sekolah yang berdiri sejak 1935 itu telah terbit secara resmi sertifikat halalnya pada tanggal 22 November 2024. Jenis produk penyediaan makanan dan minuman dengan pengolahan sebanyak 130 produk tertanda tangan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Ahmad Haikal Hasan

Terutama dalam menyongsong ‘Indonesia Emas 2045’, Sayekti menyatakan Kantin bersertifikat halal merupakan kantin yang memiliki sertifikat halal untuk produk makanan dan minuman yang dijual di dalamnya. Generasi Emas 2045 merupakan wacana dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi

“Sertifikasi halal ini penting untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman dan halal. Mudah-mudahan mampu mewujudkan Generasi Emas 2045. Anak usia sekolah ditahun 2045 akan menjadi generasi produktif berkeadaban dan berkemajuan sebagai ujung tombak loncatan pembangunan bangsa yang menggembirakan,” ucapnya.

Diharapkan, dengan adanya sertifikasi halal ini, kantin dan dapur sekolah penggerak ini akan semakin menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para siswa untuk menikmati sajian yang sehat dan sesuai dengan ajaran agama sesuai faham Muhammadiyah dan berjiwa pancasilais.

IAIN Ponorogo dan Permai Penang Gelar Pelatihan Filantropi Islam untuk Pekerja Migran

PENANG (jurnalislam.com)– Dalam rangka meningkatkan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo dan Pertubuhan Masyarakat Indonesia di Penang (Permai) menggelar pelatihan manajemen kepada para pekerja migran Indonesia yang berlangsung sejak 25 hingga 26 November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IAIN Ponorogo Miftahul Huda menekankan pentingnya penguatan kapasitas organisasi Indonesia di luar negeri, terutama dalam mengelola Ziswaf untuk kepentingan pemberdayaan pendidikan anak-anak dan masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa Ziswaf dapat dikelola dengan baik dan efektif. Melalui pengelolaan yang tepat, kami berharap program Permai dapat memberikan manfaat maksimal bagi kegiatan masyarakat Indonesia di Penang ini,” kata Miftahul Huda yang juga Guru Besar Ilmu Manajemen Wakaf ini.

Menurut Miftahul Huda, Permai memiliki peran yang sangat penting dalam memberdayakan generasi muda Indonesia di luar negeri, khususnya anak-anak pekerja migran.

Oleh karena itu, penting untuk terus memperkuat kapasitas lembaga ini agar dapat lebih optimal dalam menghadirkan berbagai program pendidikan dan pemberdayaan bagi anak-anak Indonesia.

“Melalui kolaborasi yang baik, kami berharap niat baik dari Permai dapat berjalan lancar dan efektif. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan dana Ziswaf yang dikelola dengan baik untuk program pemberdayaan anak-anak kita yang tinggal di luar negeri,” ujar Miftahul Huda.

Bagian dari edukasi filantropi

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Permai, Agung Priatin, mengungkapkan bahwa tujuan dari digelarnya program kerja sama antara Permai dan IAIN Ponorogo adalah untuk membuka pemahaman lebih mendalam mengenai zakat, infaq, sadaqah, dan wakaf, khususnya bagi pengurus dan stakeholder yang ada di Permai Pinang.

Melalui program ini, Permai berharap dapat memperkenalkan konsep-konsep pengelolaan dana sosial yang sesuai dengan syariat Islam, sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaannya.

“Kami berharap ini dapat membantu Permai dalam merancang strategi fundraising yang dapat membuka peluang pendanaan dan bantuan sesuai dengan prinsip syariah Islam,” kata Agung.

Agung menyebutkan kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara Permai dan IAIN Ponorogo, serta menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati antara kedua pihak pada tahun lalu.

“Kami ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan IAIN Ponorogo, serta melaksanakan program pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mendukung program-program Permai,” tambahnya.

Agung juga menegaskan bahwa program ini merupakan upaya dari pengurus Permai untuk memperkenalkan organisasi ini kepada masyarakat luas, dengan menampilkan kontribusi sosial dan pendidikan yang dijalankan.

“Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa program-program sosial dan pendidikan yang dilakukan Permai sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik dan minim hambatan,” pungkasnya.

Ziswaf punya dimensi sosial

Kegitan ini pun diisi oleh Beta Pujangga Mukti, kandidat Ph.D Centre For Islamic Development Management Studies (ISDEV) USM Malaysia yang memberikan materi soal manajemen Ziswaf dan Pizaro Gozali Idrus dosen Institut Agama Islam Pemalang dan mahasiswa doktoral Center for Policy Research USM yang memberikan materi mengenai Teknik fundraising untuk filantropi Islam.

Dalam pelatihan, Beta mengungkapkan bahwa Ziswaf tidak hanya memiliki dimensi vertikal sebagai ibadah, tetapi juga dimensi horizontal yang memberikan manfaat sosial.

Hal ini sangat relevan bagi pekerja migran Indonesia, terutama yang tergabung dalam paguyuban seperti Permai, yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Menurut Beta, Ziswaf dapat menjadi solusi pendanaan yang sangat dibutuhkan untuk mendukung program sosial dan pendidikan bagi para pekerja migran dan keluarga mereka.

“Ziswaf memiliki fungsi sosial yang besar, selain sebagai bentuk ibadah. Para pekerja migran yang tergabung dalam paguyuban seperti Permai memiliki ruang untuk mengembangkan usaha-usaha produktif seperti perniagaan, pertanian, dan peternakan.

“Dalam hal ini, Ziswaf dapat digunakan sebagai alternatif pendanaan untuk mengembangkan sektor-sektor tersebut,” ujar Beta.

Namun, Beta menekankan pentingnya literasi dalam pengelolaan Ziswaf bagi para pekerja migran yang terafiliasi dengan paguyuban Permai. Pemahaman yang baik tentang Ziswaf akan membantu mereka untuk dapat mengelola dana tersebut dengan lebih baik dan produktif.

“Tujuan utamanya adalah, supaya mereka mempunyai pemahaman mengenai Ziswaf dan bagaimana dapat mengelola Ziswaf tersebut secara baik dan produktif,” papar dia.

Ajarkan Amal Jariyah, MIM Kreatif Bulu Gelar Aksi Tanam 1000 Pohon

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kreatif Bulu Sukoharjo menghelat aksi tanam seribu pohon. Aksi ini digelar dalam rangka memupuk rasa cinta terhadap lingkungan dan mengajarkan amal jariyah yang memberi manfaat luas.

Kegiatan tanam seribu pohon ini terselenggara atas kerjasama MIM Kreatif Bulu bersama ECO- Surya PP Lazis Muhammadiyah, PC IMM Sukoharjo, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo Pimpinan Daerah Aisyiyah Sukoharjo dan organisasi otonom  Muhammadiyah di lingkungan Sukoharjo.

Direktur Eksekutif ECO Surya PP Lazis Muhammadiyah, Ninin Karlina mengatakan aksi tanam seribu pohon ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan yang digelarnya.

Kegiatan diawali dengan program pembagian pembalut kain di Ponpes Imam Syuhodo, Pembuatan pupuk organik di Lumajang,  Eco art di panti asuhan Aisyiyah Grogol Sukoharjo.

Aksi tanam seribu pohon ini diharap memberikan dampak lebih luas dan berkelanjutan. Selain memupuk rasa cinta terhadap lingkungan juga meningkat kemandirian sekolah dan kemakmuran bagi masyarakat.

“Aksi tanam seribu pohon kami  kemas dalam program Eco-resilence, tujuannya agar tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan tapi jadi amal jariyah yang berdampak luas,” ujarnya Sabtu (30/11/2024) di MIM Kreatif Bulu, Sukoharjo.

Pihaknya berkomitmen mengawal program Eco-resilence bersama MIM Kreatif Bulu. Program ini akan dikawal sejak penanaman hingga membuahkan hasil.

“Sehingga bisa bermanfaat lebih luas. Mewujudkan kemandirian sekolah sekolah dan meningkatkan daya ekonomi masyarakat sehingga berkemakmuran,” imbuhnya

Kepala Sekolah MIM Kreatif Bulu, Abdul Rahman Burhani mengatakan kegiatan aksi tanam seribu pohon ini merupakan bagian dari projects learning MIM Muhammadiyah Bulu.

“Tanam pohon ini juga menjadi bagian dari program enterpreneur MIM Kreatif,” ujarnya

Iya juga berharap penanaman 1000 pohon ini kelak dapat turut menopang operasional sekolah. Pohon yang ditanam antara lain berupa tanaman buah seperti anggur,  jambu, belimbing, mangga, jeruk dan pisang. Selain itu juga bibit tanaman keras seperti mahoni.

“Mudah-mudahan hasilnya kedepan dapat menjadi tulang punggung madrasah,” imbuhnya

Launching Logo dan program Unggulan

Kegiatan tanam 1000 pohon juga dirangkai dengan launching mars, logo dan program unggulan MIM Kreatif Bulu.

Kepala sekolah MIM Kreatif Bulu, Abdul Rahman Burhani menyampaikan, MIM Kreatif Bulu berdiri sebagai ikhtiar Muhamadiyah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia.

Jika selama ini sekolah umumnya menitik beratkan pada aspek akademis, sekolah kreatif turut mengembangkan spiritual, emosional, intelektual dan minat dan bakat peserta didik.

Lebih lanjut Burhan mengungkapkan untuk mencapai tujuan tersebut, sejumlah program telah disusun. Program Unggulan tersirat dalam kata Kreatif yang disematkan pada nama MIM Kreatif Bulu.

“K adalah kelas kesenian, R (robotik dan digitalisasi) E (Enterpreneur), (Akhlaq dan Adab), T (Tahfidz), I ( internasional) berupa bahasa Arab dan Inggris dan F (Kelas Futsal) untuk membangun perstasi anak di bidang olahraga,” ungkapnya

Iya berharap mudah mudahan MIM Kreatif semakin mendapat kepercayaan masyarakat dan tumbuh menjadi jadi sekolah  regional menembus kecamatan di Sukoharjo dan kabupaten sekitarnya.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Sukoharjo, Imam Waladi  menyambut baik kehadiran MIM Kreatif Bulu di Sukoharjo. Kehadiran MIM diharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“MIM Kreatif sudah adaptif untuk menjadi sekolah maju bermutu dan mendunia, karena tela mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Guru Honorer Pilar Pendidikan yang Terabaikan

Oleh: Bahry Bahruddin, S.T.

Hari ini, 25 November 2024, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Sebuah momentum untuk menghargai jasa para pahlawan tanpa tanda jasa yang mencurahkan hidupnya demi mencerdaskan generasi bangsa. Namun, di balik perayaan ini, ada cerita haru yang sering kali luput dari perhatian.

Di Sukabumi, seorang guru honorer harus menyambi menjadi pemulung untuk menyambung hidup. Ia menjadi guru honorer selama puluhan tahun bukanlah perjalanan mudah. Ia hanya menerima gaji sebesar Rp300.000 per bulan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kisah serupa datang dari pelosok Nusa Tenggara Timur, di mana seorang guru berjalan kaki sejauh tiga kilometer setiap hari untuk mengajar. Namun, gaji yang diterimanya hanya Rp20.000 per bulan, bahkan kadang terlambat dibayarkan.

Ironi Kesejahteraan Guru Honorer

Guru honorer, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), adalah tulang punggung pendidikan nasional. Namun, nasib mereka sangat memprihatinkan. Menurut survei terbaru Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) dan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa, 74 persen guru honorer digaji di bawah Rp2 juta per bulan, jauh di bawah upah minimum kabupaten/kota (UMK). Sebagian bahkan hanya menerima Rp200.000 hingga Rp300.000 per bulan, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Tidak adanya peraturan yang secara tegas mengatur gaji guru honorer membuat mereka terus berada dalam lingkaran ketidakpastian. Berbeda dengan pegawai negeri sipil (PNS) yang memiliki regulasi jelas terkait gaji dan tunjangan, guru honorer harus bertahan dengan penghasilan yang sangat minim.

Tak hanya itu, minimnya penghasilan dari pekerjaan utama sebagai guru dan tambahan dari pekerjaan sampingan, menjadikan berutang sebagai salah satu jalan untuk menutupi kebutuhan hidup.

Hasil survei juga menunjukkan 79,8 persen guru honorer mengaku memiliki utang. Pun ketika dalam kondisi terdesak oleh suatu kebutuhan, tercatat 56,5 persen guru mengaku pernah menjual atau menggadaikan barang berharga yang dimilikinya.

Janji Perubahan untuk Guru Honorer

Dalam kampanye, Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjanjikan pengangkatan guru honorer menjadi ASN secepatnya. Janji ini diharapkan menjadi solusi untuk memberikan status yang jelas dan kesejahteraan yang layak bagi para tenaga pengajar honorer.

Namun, untuk saat ini, janji tersebut masih dalam tahap harapan. Pemerintah diharapkan segera merealisasikan komitmen ini, mengingat betapa pentingnya peran guru dalam mencetak masa depan bangsa. Tanpa kesejahteraan yang memadai, sulit bagi mereka untuk memberikan yang terbaik bagi generasi muda.

Selamat Hari Guru: Guru Hebat, Indonesia Kuat

Hari Guru Nasional 2024 adalah pengingat bahwa perjuangan guru honorer belum selesai. Mereka terus mendidik dengan cinta dan dedikasi, meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Kesejahteraan guru adalah investasi masa depan. Saatnya pemerintah, masyarakat, dan kita semua bersama-sama memperjuangkan hak mereka. Selamat Hari Guru 2024. Kepada semua guru honorer di seluruh Indonesia, terima kasih atas pengorbanan dan kerja keras kalian. Guru Hebat, Indonesia Kuat!