Macron Tuding Politik Islam Ingin Memisahkan Diri Dari Perancis

PARIS (Jurnalislam.com) – Presiden Perancis Emmanuel Macron menegaskan untuk menentang politik Islam yang disebutnya sebagai ancaman dan sedang mencari suksesi di pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Istana Elysee pada hari Kamis (25/4/2019) untuk mengungkap kebijakannya atas protes Yellow Vest menyusul debat nasional selama tiga bulan.

“Politik Islam ingin memisahkan diri dari republik kita,” katanya dalam konferensi pers di Istana Elysee, Kamis (25/4/2019).

“Kami berbicara tentang orang-orang yang, atas nama agama, mengejar proyek politik,” sambungnya.

Dia mengatakan kontrol dana dari luar negeri ke beberapa organisasi juga harus diperkuat.

Macron juga mencatat bahwa undang-undang sekularisme Perancis tahun 1905 telah efektif dan harus terus diimplementasikan.

“Kita tidak boleh menyembunyikan diri ketika berbicara tentang sekularisme. Kami tidak benar-benar berbicara tentang sekularisme. Kami berbicara tentang komunitarianisme yang telah menetap di lingkungan tertentu di republik ini,” katanya, merujuk pada komunitas Muslim di Prancis.

Sejak November lalu, ribuan pemrotes yang mengenakan rompi kuning cerah – dijuluki Rompi Kuning – telah berkumpul di kota-kota besar Prancis untuk memprotes kenaikan pajak bahan bakar Macron yang kontroversial dan memburuknya situasi ekonomi.

Di bawah tekanan, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum dan membatalkan kenaikan pajak.

Protes tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas yang bertujuan mengatasi ketimpangan pendapatan dan menyerukan agar warga memberikan suara yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan pemerintah.

Setidaknya 11 orang tewas dalam protes itu, sekitar 8.400 ditahan dan lebih dari 2.000 lainnya terluka, dan kemudian hampir 1.800 mendapat hukuman penjara.

Sumber: Anadolu Agency

MUI: KPU Tolong Jangan Ada Dusta, Kebohongan, dan Kecurangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menyeru semua pihak agar indikasi kecurangan Pemilu diselesaikan melalui jalur konstitusi dengan jujur dan adil. Wantimpres MUI juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tidak dusta dan curang.

“Selesaikanlah masalah yang ada pada jalur konstitusi, lewat prosedur dan mekanisme konstitusi dengan prinsip kejujuran dan keadilan. Dan jangan mengabaikan kesatuan dan persatuan,” kata Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin usai melakukan rapat di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, dilansir Kiblat.net, Rabu (24/4/2019).

Din pun meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bersikap jujur dan adil dalam menyelenggarakan pemilu. Sehingga tidak terjadi perselisihan di masyarakat.

“KPU tolong secara jujur dan adil, transparan, dan akuntabel mengedepankan kejujuran. Jangan ada dusta, jangan ada kebohongan, jangan ada kecurangan,” katanya.

Tidak hanya kepada KPU, Din Syamsuddin juga meminta kepada aparat keamanan serta calon legislatif maupun tim sukses agar tidak melakukan kecurangan. Mereka juga diimbau untuk tidak mengabaikan kejujuran dan keadilan.

Meski indikasi kecurangan marak terlihat dalam Pemilu tahun ini, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu juga berpesan untuk menjaga persaudaraan. “Terkhusus bagi umat Islam jangan sampai itu memutus tali persaudaraan keislaman kita,” tandas Din.

Hamas Bentuk Komite Hadapi ‘Kesepakatan Abad Ini’ 

GAZA (Jurnalislam.com) – Gerakan Perlawanan Hamas Palestina akan membentuk Komite Nasional Tertinggi Menentang ‘Kesepakatan Abad Ini’. Pernyataan itu disampaikan anggota biro politik Hamas, Salah Al-Bardaweel.

“Kami berupaya menghadapi ‘deal of the century’ dan kami ingin mencapai persatuan nasional yang nyata yang menghormati semua rakyat Palestina,” katanya dilansir Al-Wattan Voice, Rabu (24/4/2019).

Pemimpin senior Hamas mengatakan bahwa gerakannya juga bekerja melawan normalisasi dan memperkuat perlawanan rakyat, tidak hanya di Gaza tapi juga di Tepi Barat yang diduduki.

“Ada 50 titik gesekan di Tepi Barat. Kita harus menginvestasikan perlawanan yang luas dalam hal ini.”

Ia juga menekankan pentingnya kemitraan dengan Jordania dan Lebanon mengenai ‘kesepakatan abad ini’ karena dua negara juga terancam oleh kesepakatan tersebut.

Viral, Foto Muslimah Berpose Tersenyum di Depan Pemrotes Anti-Islam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Shaymaa Ismaa’eel (24)seorang muslimah ahli terapi perilaku di Washington mendadak terkenal setelah fotonya yang berpose di depan pemrotes anti-Islam viral di media sosial.

Wanita berhijab ini berpose tersenyum di depan beberapa pria pemrotes yang membawa poster-poster bertuliskan hujatan-hujatan terhadap Islam 

“Islam adalah agama darah dan pembunuhan dan Muhammad adalah pembohong,” salah satu tulisan yang tertera dalam poster itu.

Kejadian itu bermula saat Shaymaa usai menghadiri pertemuan internasional Islamic Circle of North America (ICNA) yang dihadiri oleh ribuan umat Islam pada Sabtu (20/4/2019). 

Dia mengatakania mendapati sejumlah pria yang berdiri di depan gedung acara sambil membawa spanduk dan poster-poster anti-Islam. 

Kebanyakan orang sangat kesal dan tidak tahu bagaimana merangkul merekaSejumlah remaja menjadi kesal dan mencoba mendekati mereka,” kata Shaymaa sebagaimana dilansir BuzzFeed News. 

https://twitter.com/ShaymaaDarling/status/1120624558657163264

Namun Shaymaa kemudian memutuskan untuk menanggapi para pengunjuk rasa itu dengan cara yang unikyaitu tersenyum dan berfoto sementara mereka terus mengangkat poster-posternya. 

Shaymaa mengaku, aksinya terinspirasi dari korban pertama serangan teror di Selandia Baru yang menyambut teroris itu dengan mengatakan “Halo, saudaraku.” 

“Pada tanggal 21 April saya tersenyum menghadapi kefanatikan dan merasakan pencapaian terbesar,” kata Shaymaa dalam tweetnya. 

Saat ini foto Shaymaa itu telah disukai oleh lebih dari 200.000 pengguna instagram dan twitter dan terus dibagikan. 

Sambut Ramadhan, ACT Luncurkan Program ‘Marhaban Yaa Dermawan’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak seluruh umat Muslim untuk memperbanyak amal melalui program yang terangkum dalam tema ‘Marhaban yaa Dermawan’.

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, momen Ramadhan adalah saat terbaik untuk melipatgandakan ikhtiar dan amalan.

“Walaupun Indonesia masih disibukkan dengan politik, Ramadhan merupakan momen penyatuan berbagai perbedaan,” kata Ahyudin dalam sambutannya di Menara 165, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Untuk program ini, ACT menargetkan dapat menyalurkan pangan 15 ribu ton ke dalam dan luar negeri.

“Kita sudah kirim proposalnya ke ‘langit’ untuk melayani umat dengan 15 ribu ton pangan. Mohon didoakan dan di-support. Marhaban Yaa Dermawan untuk 10 ribu ton dalam negeri dan 5 ribu ton luar negeri,” ujarnya.

Bantuan tersebut akan mulai disalurkan pekan ini melalui Kapal Ramadhan. “Ramadhan juga menjadi spirit menebar amalan kebaikan,” sambung dia.

Sementara itu, Vice president Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menjelaskan program Marhaban Yaa Dermawan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia berbagi kepada sesama. Karena yang sama-sama diketahui, Indonesia merupakan negara dengan tingkat kedermawanan paling tinggi di dunia.

“Kami yakin seluruh umat Muslim sangat merindukan kehadiran Ramadan, dan menjadi momen terbaik bagi para dermawan untuk berbagi,” katanya.

Menurutnya, program Marhaban Yaa Dermawan bertujuan sebagai pengentas kemiskinan, yang memang masih tinggi di Indonesia. Bukan hanya Indonesia, perekonomian sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim juga masih mengkhawatirkan, baik karena konflik internal maupun eksternal yang berkepanjangan.

Untuk Ramadhan kali ini, ACT telah menyiapkan sederet program unggulan dalam tema Marhaban yaa Dermawan, antara lain, Kapal Ramadhan, Dai Tepian Negeri, Dapur Ramadhan, Pembangunan Family Shelter, Masjid dan Sekolah di Lombok dan Palu, Rumah untuk Yatim dan Syuhada di Palestina, Paket Ifthor dan Paket Lebaran untuk Palestina, Suriah, Yaman, Somalia dan Rohingya.

“Untuk target penerima manfaat untuk program dalam negeri, sekitar 6,2 juta jiwa dari akumulasi seluruh program Ramadhan,” ujarnya.

Selain itu, ACT juga memperkuat esensi wakaf di tanah air, seperti program warung wakaf, lumbung pangan wakaf, dan lumbung ternak wakaf. Adapun target dari serangkaian program ini, adalah 2,1 juta penerima manfaat di 223 titik di seluruh Indonesia.

Islam Solusi Tuntas Selesaikan Massifnya Kriminalitas Remaja 

 Oleh : Hardita Amalia, S.Pd.I., M.Pd.I  
(Mom of Two, Dosen STAI PTDII Jakarta, Penulis Buku Anak Muda Keren Akhir Zaman Qibla Gramedia, Peneliti dan Anggota Adspik Nasional, Pemerhati Pendidikan, Konsultan Parenting, Founder Sekolah Ibu Pembelajar) 

KRIMINALITAS di kalangan remaja kian hari bagai fenomena gunung es yang belum mampu terselesaikan. Menurut data yang dilansir oleh Kapolres Jakarta Barat selama tahun 2018 hingga Februari 2019, tercatat sebanyak 122 pemuda berstatus pelajar terlibat dalam aksi kejahatan jalanan di Jakarta Barat. Hal ini dinilai memprihatinkan karena berkaitan dengan adanya konsumsi narkoba di kalangan remaja.

Mengutip dari  jppn.com (19/4/2019) empat pemuda mengeroyok seorang siswa SMA di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, diduga dipicu persoalan asmara. Empat pelaku bernama M Misran (20), Arjuna (20), Ariansyah (19), dan Hendri Yanto (20).

Terbaru, kasus kenakalan remaja kembali ditemukan di Probolinggo, Jawa Timur. Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa (16/4/2019), Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan bahwa kedua pelaku berinisial MWS (13) yang masih duduk di bangku SD kelas VI dan MMH (18) duduk di bangku SMP karena tak pernah naik kelas. MWS dan MWH diduga kuat telah memperkosa AZ (18) yang masih duduk di kelas 1 SMA.

Peristiwa asusila itu terjadi pada 2 April 2018, sekitar pukul 15.00 WIB. Dan perilaku asusila tersangka dilakukan berkali-kali hingga korban hamil. Tidak hanya itu massifnya kenakalan remaja pun terjadi secara merata di berbagai wilayah di Indonesia tak terkecuali di wilayah Karimun Batam. Dikutip dari batamnews.co.id (11/04/2019) kenakalan remaja di Karimun mulai memprihatinkan. Setiap razia ketertiban yang digelar, selalu saja remaja yang terjaring.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengakui hal ini. Razia sering digelar pada saat-saat tertentu, namun tetap saja kenakalan remaja tetap tinggi. Diantaranya massifnya anak muda Karimun Batam yang berpesta minuman keras.

Faktor Penyebab Massifnya Kriminalitas Remaja

Menurut Penulis beberapa faktor penyebab massifnya kriminalitas remaja, diantaranya: Pertama, lost identity remaja muslim. Kita melihat,bahwa Indonesia adalah negri muslim terbesar di dunia. Indonesia adalah gambaran representasi muslim dunia. Tak terkecuali yang terjadi pada remaja kita yang kehilangan jati dirinya sebagai seorang remaja muslim yang terikat dengan hukum syara’. Kondisi pergaulan yang serba hedonis menyebabkan free sex hingga hamil di luar nikah menjadi hal biasa yang marak terjadi. Barat menjadi kiblat dan life style remaja kita. Hingga tak mengherankan, menyebabkan lemahnya aqidah dan keimanan remaja muslimin hingga terseok hilangnya identitas remaja muslim saat ini.

Kedua, lemahnya benteng keluarga. Masifnya kriminalitas remaja, menurut banalisa penulis adalah adalah karena lemahnya support sistem yang baik yakni pengasuhan utama orang tua juga keluarga. Orang tua dan keluarga menentukan kualitas generasi remaia. Jika orang tua mampu menjadi madrasah pertama utama yang mengajarkan aqidah Islam juga nilai-nilai akhlak karimah akan menjadi benteng utama bagi anak menghadapi arus zaman yang serba liberal seperti sekarang. Namun kini kita menghadapi banyaknya remaja yang melakukan kriminalitas sebab broken home yang terjadi dalam unit keluarga. 

Ketiga, lemahnya kontrol masyarakat. Menurut penulis, lingkungan masyarakat memiliki andil besar dalam membentuk ekosistem yang baik yang mampu mentransfer nilai-nilai luhur kepada warganya, maka hal tersebut berkorelasi dengan sistem yang diterapkan dalam tatanan masyarakat. Saat ini sistem demokrasi kapitalisme menjadi pengatur dalam kehidupan sehingga menyebabkan manusia bebas berekspresi sehingga manusia cenderung membuat aturan sendiri dan melakukan segala sesuatu berdasarkan nafsunya tanpa melihat koridor agama. Dan tak hanya itu konteks sekulerisme menjadi penyebab utama maraknya kriminalitas termasuk yang dilakukan para remaja. 

Keempat, lemahnya peranan negara. Dalam analisa penulis, saat ini negara belum melakukan upaya komprehensif dalam menyelesaikan persoalan kriminalitas remaja. Membuka kran budaya-budaya hedonis Barat masuk ke Indonesia serta menfasilitasinya menjadi faktor utama penyebab kriminalitas remaja. Maka negara harus serius menjadikan Islam sebagai problem solving dalam permasalahan kriminalitas remaja ini. 

Islam Menyelesaikan Kriminalitas Remaja 

Islam adalah agama yang komprehensif memberikan solusi secara sempurna dan menyeluruh dalam setiap problem kehidupan termasuk dalam hal menyelesaikan kriminalitas remaja. Solusi dalam menyelesaikan kriminalitas remaja,diantaranya yang utama adalah bagaimana menginternalisasi aqidah Islam secara menyeluruh dalam diri remaja,sehingga terbentuk pola fikir dan pola sikap ( syakhsiyah Islam ) pada diri seorang remaja. Remaja menyadari esensi penciptaan dirinya dalam kehidupan sebagai abdullah dan khalifatullah di muka bumi. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S  Ad zariyat ayat  56 yakni : 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ 

Artinya:Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Dalam Q.S Al Baqarah ayat 30 Allah berfirman :  

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ 

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Tidak hanya itu maka keluarga sebagai support sistem utama dalam membentuk karakter mulia pada remaja maka keluarga muslim harus memiliki pondasi keimanan yang kokoh dan menyeluruh sehingga terbentuknya generasi mulia generasi rabbani yang memiliki akhlak yang luhur.

Dan tentu peran besar masyarakat dan negara dalam menyelesaikan kriminalitas remaja ini menjadi penentu utama pula. Sebab masyarakat dan  negara  yang Islam secarah kaffah akan menjadikan bagian masyarakat didalamnya  memiliki perasaan pemikiran serta tolak ukur yang berlandaskan Islam akan menjadi miniatur utama dalam membentuk tatanan sosial yang luhur.

Kita melihat dalam sejarah bahwa selama kurun waktu penerapan Islam. Islam mampu mencetak generasi-generasi remaja rabbani yang b-ersyakhsiyah Islamiyah, serta mampu menjadi pemimpin perubahan di tengah-tengah umat. Kita bisa melihat sosok remaja Mus’ab bin Umair serta Muhammad Al-Fatih penakluk konstantinopel. Di usia belia mereka dihabiskan untuk berjuang di jalan Allah, menebar manfaat bagi Islam dan masyarakat serta mereka hadir menjadi remaja pemimpin umat di usia belia, dengan ketakwaan dan keimanan yang tinggi serta mampu menjadi teladan sepanjang masa. Maka dengan penerapan Islam secara komprehensif kita akan mampu melahirkan generasi hebat layaknya Mus’ab bin Umair dan Muhammad Al-Fatih yang akan menjadi oase di era modern seperti sekarang. 

Dinilai ‘Kearab-araban’, Pemerintah Komunis Cina Hancurkan Masjid di Gansu

XINJIANG (Jurnalislam.com) – Pemerintah Komunis Cina membongkar paksa sebuah masjid di Desa Gazhuang, kota Zheqiao, Provinsi Gansu, Cina pada 11 April lalu. Masjid yang baru selesai dibangun kurang dari satu bulan itu dihancurkan karena dinilai terlalu kearab-araban.

Kendati belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Cina, namun seorang warga muslim setempat mengungkapkan bahwa pejabat setempat pernah menyampaikan alasan tersebut kepada warga.

“Tidak ada langkah-langkah kemanan yang diterapkan, mereka memulai pembongkaran seperti anjing gila. Kuba dihancurkan,” kata warga yang berada di lokasi.

Menurut laporan Deutsche Welle Cina, pemerintah setempat telah memerintahkan masyarakat untuk tidak mendokumentasikan pembongkaran tersebut dalam bentuk apapun. Polisi juga menangkap sejumah warga yang kedapatan merekam dan membagikan video pembongkaran tersebut.

Seseorang yang merekam video ini dan mengirim kepada video tersebut kepada wartawan independen dari Xinjiang bernama Erkin Azat yang saat ini tinggal di Kazakhstan, lalu mengunggahnya ke internet.

Dalam video tersebut, nampak aparat sedang membongkar masjid dengan alat-alat berat. Nampak juga warga muslim yang memprotes tindakan tersebut terlihat menangis di tanah.

Menurut Azat yang menggunakan nama panggilan itu karena takut akan keselamatan keluarganya di Xinjiang, individu itu juga memberitahunya bahwa beberapa orang yang mengambil video itu ditangkap kemudian.

“Menurut sumber saya, pembongkaran di wilayah Gansu dimulai tahun lalu. Masjid hancur dan sangat sulit untuk memverifikasi sosok sebenarnya dari masjid yang dihancurkan di Gansu.

“Tujuan pemerintah (Cina) adalah masjid untuk setiap kota atau distrik dan masjid di pinggiran kota sekarang hilang. Hanya satu masjid yang disimpan jika organisasi internasional datang untuk mewawancarai komunitas Muslim, “katanya. Tambah Azat, warga Muslim takut pergi ke masjid, menyuarakan pendapat mereka dan takut untuk ditanyai.

“Situasi di Gansu telah berkecamuk sejak tahun lalu, sama seperti apa yang terjadi di Xinjiang,” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah majalah daring yang giat memperjuangkan kebebasan dan HAM berbasis di Itali, Bitter Winter mengungkap sebuah dokumen rahasia Partai Komunis Cina (PKC) yang memerintahkan aparat untuk merubah tempat-tempat ibadah umat Islam menjadi ‘gaya Cina’ dan menghilangkan gaya arab.

Bitter Winter juga berulang kali melaporkan tentang penghapusan simbol dan struktur Islam di berbagai daerah di Cina seperti di Provinsi Hebei, Ganzu, Shaanxi, dll.

Sumber: Bitter Winter

Menag Kecam Bom Gereja di Sri Lanka

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengecam peristiwa serangan bom di tiga gereja dan tiga hotel mewah di Sri Lanka yang terjadi saat Hari Raya Paskah pada Ahad (21/4/2019) dan menyebabkan ratusan orang meninggal dan lainnya terluka.

“Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegas Menag melalui siaran pers yang diterima Jurnalislam.com, Senin (22/4/2019).

Ia mengatakan, sangat ironi tragedi kemanusiaan terjadi justru saat momen umat Kristiani sedang peringati hari besar keagamaannya.

“Kami turut berduka. Umat Kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama,” tuturnya.

Menurutnya, tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.

“Itu jelas sikap pengecut dan tidak bertanggung jawab. Apalagi bom meledak di rumah ibadah, saat umat beribadah,” tegasnya.

Ia mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Menag juga minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional.

Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka, termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.

Mantan Anggota DPR Sebut KPU Terlibat Kecurangan Dalam Pilpres 2019

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Mantan anggota DPR RI Djoko Edhi Abdurrahman mengungkapkan, banyak terjadi dugaan kecurangan dalam Pemilu dan Pilpres 2019. Bahkan Djoko Edhi menduga, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlibat dalam hal ini.

“Aku bilang ke KPU kenapa anda tiba-tiba menjadi komisi maling. Jadi, besok kita panggil aja komisi maling Indonesia,” sindir Djoko Edhi dalam sebuah diskusi bertajuk “Menyoal Netralitas KPU” di Seknas Prabowo-sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Bagi Djoko Edhi, dugaan kecurangan ini akan terus berlangsung dan tidak bisa dibendung. Bahkan, kata dia, dugaan ini bakal berlangsung sampai selesai perhitungan suara secara berjenjang.

“Tidak mungkin kita mengatasi kecurang-kecurangan ini. Kecurangan ini akan berlangsung sampai perhitungan manual. Sikap saya tolak seluruh pemilu,” tegasnya.

Dikatakan Djoko Edhi, Pemilu serentak 2019 di Indonesia yang diharapkan menjadi contoh demokrasi terbaik di dunia, ternyata ternodai. Sebab, kejadian-kejadian dugaan pelanggaran semakin marak terjadi.

“Kalau kita lihat demokrasi ini. Demokrasi apaan ini penuh kebohongan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (20/4/2019) Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojojadikusumo mengungkapkan pihaknya telah menemukan adanya 1.261 laporan tindakan kecurangan dalam pemilu 2019. Laporan itu didapat BPN dari seluruh wilayah Indonesia.

“Data yang sudah masuk mengenai kecurangan ada sejumlah 1.200 kasus di TPS yang mencerminkan atau indikasi kecurangan,” kata Hashim di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Relawan Badan Pemenangan Ferry Mursyidan Baldan menyebut timnya baru saja menerima puluhan laporan baru. Jika ditotal, BPN menerima 1.261 laporan kecurangan pemilu 2019.

“Pak Hashim sampaikan ada 1.200 lebih dan ini saya tambahkan tadi pagi saya terima 61, jadi 1.261 lebih dari catatan potensi pelanggaran pemilu. Kita mengatakan ini pelanggaran pemilu,” kata Ferry.

Semua Berawal Dari Dusta

Oleh: Ustaz Abu Izzuddien Al-Hazimi
Majelis Syariah Jamah Ansharu Syariah

SUATU hari anak saya yang masih umur 4 tahun pernah bilang “Abi bohong” sewaktu saya kelupaan dengan janji saya. Ucapan ini benar-benar membuat saya sangat terkejut, kaget lalu buru-buru saya penuhi janji saya. Saya takut anak saya akan menganggap abinya suka berdusta. Dan kejadian ini tidak bisa saya lupakan sampai hari ini meskipun sudah lewat 12 tahun lalu.

Namun sungguh aneh hari ini ada manusia yang diamanahi sebagai pemimpin dan ia bisa membohongi 260 juta rakyatnya namun masih punya muka memaksakan diri dua periode untuk memimpin bangsanya. Lalu demi memuaskan ambisinya itu ia gunakan segala cara dari mulai kecurangan, culas, mengakali hukum dan undang-undang, memperalat aparat TNI/Polri, menfitnah ulama, memaksa ASN untuk memihak kepadanya, mengumbar janji baru dan puluhan kejahatan lain yang hanya semakin menunjukkan betapa buruk perangainya.

Benar lah sabda baginda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلىَ البِرِّ وَإِنَّ البرَّ يَهْدِيْ إِلىَ الجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتىَّ يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِيْقاً, وَإِيَّاكُمْ وَالكَذِبَ فَإِنَّ الكَذِبَ يَهِدِى إِلىَ الفُجُوْرِ وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إِلىَ النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيتَحَرَّى الكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كذاباً. (رواه مسلم)

“Wajib atas kalian berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu menunjukkan (pelakunya) kepada kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkannya kepada Surga. Seseorang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur.

Dan jauhilah oleh kalian sifat dusta, karena sesungguhnya dusta itu menunjukkan pelakunya kepada keburukan, dan keburukan itu menunjukkan kepada api Neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan berusaha untuk selalu berdusta sehingga ia ditulis disisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Muslim no. 6586).

Ya, kebiasaan berdusta telah menuntunnya menuju berbagai kejahatan dan kemaksiatan yang berdampak amat sangat luas. Dan itu kelak akan menjadi penyesalan baginya jika ia tidak bertaubat kepada Allah dan minta maaf kepada semua yang telah dibohongi dan dizhaliminya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

“Tiga orang yang Allah enggan Berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak. (Dia) tidak sudi Memandang muka mereka, (Dia) tidak akan Membersihkan mereka daripada dosa (dan noda). Dan bagi mereka disiapkan siksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ) : orang tua yang berzina, penguasa yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabur.” (HR. Muslim)

Kebiasaan berbohong adalah sifat yang tercela dan sangat dibenci oleh Allah. Dan apabila Allah telah membeci seorang hamba, maka Dia akan serukan kebencian (kemarahan) itu kepada malaikat Jibril dan seluruh malaikat penduduk langit. Sehingga mereka semua membencinya pula. Kemudian orang ini dituliskan Allah sebagai seorang yang dibenci di muka bumi.

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dan jika Allah Membenci seorang hamba, Ia Memanggil Jibril dan berkata kepadanya : “Sesungguhnya Aku membenci si Fulan maka bencilah ia”. Lalu Jibril ikut membencinya. Kemudian Jibril berseru di langit : “Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia oleh kalian. Maka penduduk langit turut membencinya. Kemudian diturunkanlah rasa benci kepadanya di muka bumi.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kebinasaan dan kehinaan tidak saja menimpa pemimpin yang zhalim dan pembohong. Akan tetapi juga menimpa orang-orang yang berteman dekat dengannya, dan membenarkan kebohongannya, dan orang yang ikut serta membantu kezalimannya. Rasulullah shollallohu alaihi wasallam bersabda:

سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ ، مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ.

“Akan ada setelah (wafat) ku (nanti) para pemimpin (pembohong). Barangsiapa yang masuk pada mereka, dan membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kezaliman mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak (punya bagian untuk) mendatangi telaga (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kezaliman mereka, maka dia adalah dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telaga (di hari kiamat).” (Hadits Shahih riwayat Ahmad dan An-Nasaa’i dalam kitab Al-Imaroh).)

Semoga Allah menjauhkan kita semua dari sifat buruk ini.

Wallohu A’lam