Penjajah Israel Lancarkan 300 Serangan Udara di Gaza Selama 2020

GAZA (Jurnalislam.com) – Tentara Israel mengumumkan pada hari Kamis (31/12/2020) bahwa mereka telah menyerang 300 target di Jalur Gaza selama tahun 2020.

Tentara mengungkapkan dalam sebuah pernyataan yang mendokumentasikan kegiatannya pada tahun 2020, bahwa hampir 300 target diserang di Jalur Gaza, sementara angkatan bersenjatanya menggagalkan 38 upaya untuk menyusup melalui pagar keamanan.

“176 roket dan mortir diluncurkan dari Jalur Gaza, 90 persen di antaranya mendarat di area kosong, saat sistem Iron Dome mencegat 80 peluru dan roket yang menargetkan wilayah sipil,” kata laporan itu.

Di Tepi Barat, tentara Israel mencuri 675.000 syikal uang Palestina, dan 972.000 syikal pada tahun 2019. Lebih dari satu juta syikal dicuri pada tahun 2018, dan 541 senjata disita, dan 603 pada tahun sebelumnya.

Seperti yang dinyatakan dalam laporan tersebut, pesawat tempur Israel melakukan 1.400 serangan di berbagai bidang, sedangkan drone mata-mata mencatat 35.000 jam terbang.

Selama 2020, Israel Penjarakan 4.634 Warga Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Otoritas Israel telah menangkap dan  memenjarakan sebanyak 4.634 warga Palestina selama tahun 2020, termasuk 543 anak di bawah umur dan 128 wanita. Data tersebut dilaporkan oleh Addameer, sebuah lembaga non pemerintah yang mendukung para tahanan dan Hak Asasi Manusia di Palestina.

Penjajah Israel hampir setiap hari melakukan penangkapan di Tepi Barat, tetapi mereka biasanya membebaskan beberapa tahanan setelah interogasi, dan membawa yang lainnya ke pengadilan.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa jumlah total tahanan di penjara Israel pada akhir tahun mencapai 4.400 tahanan, termasuk 40 perempuan dan 170 anak-anak, sedangkan jumlah tahanan administratif (tanpa dakwaan) diperkirakan sebanyak 380. Jumlah tahanan yang tidak sehat mencapai 700, termasuk sepuluh pasien kanker dan 300 dengan penyakit kronis.

Selama tahun 2020, Israel menjatuhkan lima hukuman seumur hidup, sehingga jumlah tahanan yang menghadapi hukuman penjara seumur hidup menjadi 543 orang.

“Isarel meningkatkan penangkapan sewenang-wenang mereka terhadap anak di bawah umur dan wanita Palestina, dan menjadikan mereka berbagai metode penyiksaan selama dan setelah penangkapan, pada tahun 2020,” kata laporan itu.

Sumber: Anadolu Agency

Serangan Udara Israel Sabtu Pagi Merusak Masjid dan Rumah Sakit Anak di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur Israel kembali melakukan serangan udara di Gaza, Palestina pada Sabtu (26/12/2020) pagi. Serangan menghantam kamp pengungsi di Al-Bureij, Gaza tengah dan merusak sejumlah rumah, masjid, dan sebuah Rumah Sakit Anak.

“Agresi Israel dengan pesawat tempur telah membuat takut warga Palestina dan telah menghancurkan Rumah Sakit Anak dan pusat rehabilitasi orang-orang cacat,” kata Juru bicara Hamas, Hazem Qasem dalam pernyataanya yang dimuat di lama resmi Hamas, Sabtu (26/12/2020).

“Kejahatan ini tidak akan melanggar keinginan rakyat Palestina. Sebaliknya, itu akan mendorong mereka untuk menegakkan hak-hak sah mereka dan memperjuangkannya,” tambahnya.

Selain merusak sejumlah fasilitas, serangan udara Israel juga melukai seorang pemuda dan seorang anak kecil.

Masjid Dilempar Bom Molotov, MUI Imbau Umat Beragama Jaga Tempat Ibadah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menanggapi insiden pelemparan bom molotov ke Masjid Istiqomah, Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (26/12/2020), Mjelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat beragama agar senantiasa menjaga tempat ibadah.

“Kejadian ini sangat kita sesalkan, baik dilakukan oleh muslim maupun non muslim, kita harusnya melindungi, menjaga seluruh rumah ibadah yang ada di Indonesia karena itu legal secara hukum,” kata Ketua Komisi Dakwa Pengembangan  Masyarakat MUI, KH Cholil Nafis dalam pesan tertulis, Ahad (27/12/2020).

Nafis berharap, agar masyarakat Indonesia tidak melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji terhadap masjid maupun tempat ibadah lainnya. Apalagi sampai berbuat kriminal dengan melemparkan bom molotov ke masjid.

“Jangan sampai kita melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji bahkan kriminal di rumah ibadah, kami berharap masing-masing dapat menjaga dan bisa mengantisipasinya,” ujar Kiai Cholil.

Sebagaimana beredar di media sosial, di akun instagram @jakarta.terkini, melalui rekaman cctv, nampak jamaah mulai berdatangan memasuki gerbang masjid.

Tak lama kemudian, sebuah bom molotov dilemparkan melewati gerbang dan memasuki halaman masjid.

Seorang jamaah masjid yang baru saja masuk dan melintas di halaman hampir saja terkena ledakan kecil tersebut. Beruntung dia berlari maju lalu berputar ke samping menuju gerbang masjid hendak keluar.

Akibat peristiwa tersebut, polisi segera meringkus pelaku terduga pelempar bom. Hingga saat ini, masih belum diketahui motif dari pelaku.

Gurihnya Dana Bansos

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

Anggaran bansos per paket seharga 300 ribu rupiah. Ini angka resminya. Untuk apa saja?

Beras 10 kg harga Rp. 129.390 (Rp. 12.939/kg). Minyak goreng 2 liter harga Rp. 27.800 (Rp.13.900/lt). Sarden 9 kaleng harga Rp. 71.550 (Rp. 7.950/kaleng)
Mie instan 12 bungkus harga Rp. 34.260 (2.855/bks). Sambel kecap harga Rp. 7.000. Goodiebag Rp. 15.000. Keuntungan rekanan Rp. 15.000.

Total: Rp. 299.990 (Genapin jadi Rp. 300.000).

Coba anda lihat harga barang-barang itu di super market, mini market, agen, atau warung biasa. Jauh lebih murah. Apalagi kalau belinya glosiran. Murah banget! Kenapa untuk bansos lebih mahal? Satu alasan: buat bagi-bagi! Untuk bisa berbagi, harus ada selisih. Makin besar selisihnya, makin banyak dapat bagian.

Caranya? Pertama, dimark up harganya. Otak atik cocok, sikat! Kedua, volume barang dikurangi. Dengan cara ini, selisih jadi besar, dan bagi-baginya jadi makin besar. Ini lagu lama bro! Lagu Korupsi!

Coba cek ke penerima bantuan. Kadang berasnya bulukan, kadang 5kg, sarden dan mie instan cuma 5 biji. Kasus seperti ini, kabarnya banyak sekali ditemukan di masyarakat penerima bantuan. Anda bisa cek lapangan. Dari selisih harga saja, sudah untung besar. Kok masih gak puas? Barang dikurangi pula.

Taksiran harga beras 10 kg Rp. 82.000. Minyak goreng 2 liter Rp. 25.000. Sarden 9 kaleng Rp. 22.500. 12 mie instan Rp. 7.200. Sambel kecap Rp. 4.100. Goodie bag Rp. 9.000.

Jadi totalnya Rp. 149.000

Dengan begitu, ada selisih sekitar Rp. 150.000. Kemana saja selisih ini?

Beberapa sumber mengatakan bahwa Rp. 25.000 untuk rekanan. Rp. 25.000 untuk oknum-oknum di kemensos. Yang Rp.100.000 kemana? Ini tugas KPK menelusuri aliran dana Rp.100.000 itu? Adakah dana itu nyasar ke partai dan ke lingkaran istana?

Dengan skema seperti ini, para pengusaha berebut. 1 SPK (Surat Perintah Kerja) minimal dapat 200.000 paket. Silahkan kalikan keuntungan dan bagi-baginya. Gede banget! Itu 1 SPK. Kalau sekian SPK?

Karena itu, para pengusaha gak segan keluarin uang di muka untuk si A, si B, si C, sampai si Z. Bagi-bagi di awal. Uang pelicin!

Bansos jelas dikorup, telanjang mata dan terang-terangan. Gak perlu kepandaian KPK untuk mengungkap ini, karena jenis korupsinya sangat transparan. Dan praktek ini terjadi sejak dari awal. Jadi gosip di warung kopi dan cafe-cafe. Kenapa perampok uang negara ini terkesan dibiarkan?

Anda jangan berpikir KPK hebat telah menangkap Mensos Juliari Batubara. Tidak! Kalau lihat kasus ini dari awal, KPK justru dianggap telat. Mestinya nangkap dari awal. Katanya UU KPK yang baru lebih berorientasi pada pencegahan? Ini harus dibuktikan.

Tugas KPK adalah
membongkar kasus ini seakar-akarnya. Juliari Batubara tidak sendiri. Korupsi uang gede, kecil kemungkinan sendirian. Pasti berjama’ah. Lalu, siapa anggota jama’ahnya?

KPK harus kejar siapa saja yang terlibat. Semua rekanan harus diusut. Tanpa terkecuali. Jangan pakai random sampling. Ini bukan survei!

Penyedia kantongnya harus juga diinvestigasi. Dalam hal ini adalah PT. Sritex. Plus siapa yang merekomendasikan PT. Sritex jadi rekanan mensos. Adakah uang gratifikasi yang mengalir ke orang itu. Gak usah pedulikan siapa dan anak siapa dia. Kalau terlibat, usut!

Semua pihak ketiga yang menjadi mediator dan ikut menikmati bagi-bagi dana bansos juga harus diusut. Jangan berhenti di Juliari Batubara saja. Bawahan, bahkan partai asal Juliari Batubara, semua harus ditelusuri terkait aliran dana bansos ini.

Kasus ini mesti dituntaskan. Adakah kemauan KPK untuk menuntaskan kasus bansos ini sebagai tanda bahwa KPK masih ada dan sudah siuman dari tidur panjangnya? Kita tunggu

MUI Minta Indonesia Tolak Normalisasi Israel

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah secara tegas menolak upaya normalisasi dengan Israel.

MUI mengatakan desakan agar Pemerintah Indonesia segera membuka hubungan diplomatik dengan Israel saat ini berhembus kencang.

Hal tersebut disuarakan oleh negara tertentu dengan iming-iming imbalan masuknya investasi ekonomi di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia secara resmi tidak bergeming dengan desakan tersebut dan tetap berpegang pada garis politik bebas dan aktif sesuai amanat Pembukaan UUD 1945,” ungkap Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar dalam tausiyah akhir tahun pada Kamis (24/12/2020).

Namun demikian, kata Miftachul Akhyar, masih ada beberapa pejabat Pemerintah yang terus berupaya agar normalisasi dengan Israel dapat terlaksana.

Oleh karena itu, MUI meminta agar Indonesia tetap berpegang teguh pada UUD 1945 yang menolak penjajahan.

“Dewan Pimpinan MUI mendorong pemerintah agar tetap berpegang pada amanat konstitusi dan lebih tegas menyuarakan di dunia internasional tentang posisi bangsa Indonesia yang mendukung perjuangan bangsa Palestina dalam mendapatkan hak kemerdekaannya,” ucap Miftachul Akhyar.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia tidak mau merespon pemberitaan yang menyebut Amerika Serikat akan memberi bantuan miliaran dolar kepada Indonesia jika mau bergabung dengan negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah mengatakan sikap Indonesia sangat jelas seperti yang disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Retno, kata Teuku Faizasyah, menegaskan hingga kini Indonesia tidak berniat untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Selain itu, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara dan parameter internasional yang telah disepakati secara konsisten akan tetap dijalankan.

“Tidak ada urgensi untuk menanggapi artikel tersebut,” kata Faizasyah kepada Anadolu Agency melalui pesan singkat.

Sebelumnya, seorang pejabat tinggi pemerintahan Trump, Adam Boehler dan CEO US International Development Finance (DFC) mengatakan Indonesia akan mendapatkan bantuan pembangunan senilai 2 miliar dollar AS atau setara Rp28 triliun jika mengakui Israel secara terbuka.

Boehler mengatakan bahwa RI akan mendapat bantuan tersebut jika mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

“Kami sedang membicarakannya dengan mereka (Indonesia),” kata Boehler kepada Bloomberg di Yerusalem.

Sejauh ini, Israel telah membuka hubungan diplomatik dengan beberapa negara Arab seperti Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Ada Kejanggalan, Kontras Tolak Hasil Rekonstruksi Polisi Terkait Kasus Pembunuhan 6 Laskar FPI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menolak hasil rekonstruksi polisi terkait kasus tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di jalan tol Jakarta-Cikampek pada pekan lalu.

Wakil Koordinator III Kontras, Rivanlee Anandar menyampaikan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya pernyataan pihak kepolisian yang kontradiktif dengan hasil rekonstruksi, serta ketidakhadiran FPI sebagai pihak korban dalam proses tersebut.

“Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan dari siaran pers polisi, bahwa yang bersangkutan korban-korban ini meninggal di mobil, terus dia diduga melawan juga ada sejumlah pernyataan-pernyataan yang kontradiktif,” katanya seperti dilansir Kompas Tv, Senin (14/12/2020).

Karena itu, Kontras berharap kasus ini dapat diselesaikan oleh tim independen dari Komnas HAM.

“Nah dari pernyataan itulah kita merasa benar menolak rekonstruksi tersebut dan mengharapkan agar kasus ini dibuka oleh Komnas HAM,” ujar Rivanlee.

Kontras juga menolak hadir dalam proses rekonstruksi karena alasan independensi.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menggelar rekonstruksi insiden penembakan dan penyerangan polisi yang menewaskan 6 laskar FPI.

Rekonstruksi dilakukan di empat lokasi berbeda di kawasan Karawang, Jawa Barat, pada hari Senin (14/12/20) dini hari.

Umat Islam Berunjuk Rasa di Polres Tasikmalaya Menutut Keadilan Atas Kasus HRS dan 6 Laskar FPI

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Ratusan umat Islam Kabupaten Tasikmalaya menggelar unjuk rasa menolak penahanan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab oleh Polda Metro Jaya. Aksi dilakukan di depan Mapolres Tasikmalaya Jl. Mangunreja no 1, Singaparna – Tasikmalaya, Senin (14/12/2020).

Massa memulai aksi dari Masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Tasikmalaya dilanjutkan dengan longmarch menuju Mapolres Tasikmalaya.

Korlap Aksi, KH M Sofyan Anshori mengatakan, pihaknya menuntut keadilan atas kasus yang menimpa Habib Rizieq dan 6 laskar FPI korban penembakan aparat di KM 50 Tol Cikampek.

“Kami menuntut keadilan, kalau alasannya tentang kerumunan, kenapa kerumunan yang lain tidak diproses. Yang kedua, kami juga menuntut keadilan untuk saudara-saudara kami yang ditembak, kenapa tidak dilumpuhkan dulu jika memang meraka bersalah,” katanya kepada awak media.

Pimpinan pondok pesantren Al-Mubarrak Sukarame menegaskan, aparat harus bersikap adil dalam dua kasus tersebut.

“Kami cinta Negeri ini, kami cinta Polisi yang jujur, kami cinta TNI yang jujur, tapi jika keadilan tidak ditegakan mau jadi apa negeri ini kedepannya,” tegasnya.

Sebelumnya, ratusan massa berunjuk rasa di depan Mapolres Ciamis dan menyampaikan tuntutan serupa.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pelanggaran protokol kesehatan pada acara pernikahan putrinya beberapa waktu lalu. Setelah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya selama 12 jam pada Sabtu (12/12/2020) Habib Rizieq ditahan selama 21 hari di Rutan Mapolda Metro Jaya.

Habib Rizieq Resmi Ditahan 20 Hari Ke Depan di Rutan Polda Metro Jaya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) resmi ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Polda Metro Jaya. Habib Rizieq ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama lebih dari 12 jam sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan itu HRS dicecar dengan 84 pertanyaan.

“Tersangka MRS kita lakukan penahanan oleh penyidik mulai tanggal 12 bulan 12 2020 selama 20 hari ke depan, jadi sampai tanggal 31 Desember 2020,” kata Argo dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya. Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya di Narkoba,” kata Kepala Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Ahad (13/12/2020) dinihari.

Argo menyampaikan, selama proses pemeriksaan Habib Rizieq kooperatif dan dilayani dengan baik. “Kita melayani dengan baik, kita berikan hak-hak tersangka seperti sholat dzuhur, ashar, bahkan sholat magrib pun kita berikan,” ujarnya.

Argo juga mengatakan, ada dua alasan penahanan, yaitu objektif dan subjektif.

“Untuk objektif ya ancaman diatas 5 tahun, kemudian yang subjektif kenapa dilakukan penahanan yang pertama agar tersangka tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan yang ketiga agar tersangka tidak mengulangi perbuatannya,” paparnya.

Selama pemeriksaan HRS didampingi kuasa hukum dan Sekretaris Umum FPI, Munarman. HRS tiba di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada pukul 10.20 WIB.

Banyak Non Muslim Ikut Nyumbang, Donasi untuk Keluarga FPI yang Tewas Tembus 1,7 M

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tragedi penembakan terhadap laskar Front Pembela Islam (FPI) di tol Cikampek KM50 yang menewaskan 6 orang laskar FPI menuai empati dari warganet. Salah seorang warganet @ghanieierfan menggelar penggalangan dana untuk keluarga korban penembakan melalui twitter pada Senin (7/12/2020). Hingga Jumat pagi (11/12/2020) sudah terkumpul uang sebesar Rp 1,7 miliar.

Dilansir Andolu Indonesia, Irvan Ghani, pemilik akun Twitter, mengatakan pengumpulan dana itu murni dilandasi faktor kemanusiaan karena menilai ada ketidakadilan dalam peristiwa tersebut.

“Saya sama sekali tidak melihat FPI apalagi polisi, yang saya tekankan adalah nilai kemanusiaan,” ucap Irvan kepada Anadolu Agency pada Jumat.

Pengumpulan donasi ini, lanjut Irvan, juga bagian dari upaya menjaga ruang sadar agar masyarakat dapat berempati kepada sesama.

Netizen, kata Irvan, merasa tersentuh hati nuraninya karena melihat para laskar ditembak mati tanpa adanya pengadilan.

“Apakah mereka koruptor dan teroris hingga harus ditembak mati?” tanya Irvan.

Menurut Irvan, besaran donasi dari netizen bervariasi dari Rp15.000 hingga Rp5 juta, baik dari kalangan miskin maupun orang berada.

Bahkan para pengemudi online turut menjadi donatur karena menaruh rasa empati pada keluarga yang ditinggalkan.

“Empati mereka terketuk melihat Tragedi KM 50,” ucap Irvan, merujuk kepada lokasi penembakan.

“Yang menyumbang juga banyak non-muslim, karena ini peristiwa kemanusiaan,” tambah Irvan.

Irvan mengaku ini bukanlah kali pertama dirinya menggalang donasi bagi kemanusiaan.

Sebelumnya, dia juga pernah membuka bantuan donasi untuk gempa Ambon, longsor Lebak, bantuan Covid-19, kemudian di Kerinci untuk anak kecil yang menuntun ibunya buta, dan banyak lagi bantuan yang diberikan di Jabodetabek.

“Banyak yang kontak [untuk memberikan donasi] karena mereka tahu latar belakang saya,” ucap Irvan.

Irvan Gani yang menyebut dirinya sebagai Entrepreneur-Philanthropist ini memiliki puluhan ribu pengikut. Irvan adalah mantan ketua Himpunan Mahasiswa Islam cabang Jakarta, mantan penulis copy writer dan mantan jurnalis gaya hidup.

Irvan yang pernah menjadi staf ahli anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat itu kini memimpin sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur.

Irvan mengaku penyaluran dana ini dilakukan bertahap. Sejauh ini, sumbangan sebanyak Rp600 juta sudah diberikan kepada tiga keluarga korban, yakni keluarga Luthfi Hakim, Andi Oktiawan, dan Suci Khadavi. Masing-masing keluarga tersebut mendapatkan bantuan Rp200 juta.

“Orang tua Andi Oktiawan [salah satu anggota FPI] sampai ingin mengembalikan donasi ini kepada saya karena dia tidak pernah melihat uang sebanyak itu,” ucap Irvan.