Aksi Militer AS Disebut Terorisme, Kuba dan Kolombia Kecam Serangan ke Venezuela

Aksi Militer AS Disebut Terorisme, Kuba dan Kolombia Kecam Serangan ke Venezuela

CARACAS (jurnalislam.com)— Sejumlah pemimpin Amerika Latin mengecam keras laporan serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026). Pemerintah Kuba dan Kolombia menilai tindakan tersebut sebagai agresi sepihak yang berbahaya dan mengancam stabilitas kawasan.

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel menyampaikan kecamannya melalui media sosial X dan mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak.

“Kuba mengecam dan menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional terhadap serangan kriminal Amerika Serikat terhadap Venezuela,” tulis Díaz-Canel.

Ia menyebut kawasan Amerika Latin sedang diserang secara brutal dan menggambarkan tindakan Washington sebagai bentuk terorisme negara.

“Ini adalah terorisme negara terhadap rakyat Venezuela yang berani dan terhadap Amerika kita,” tegasnya.

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyatakan keprihatinan atas laporan ledakan dan aktivitas udara yang tidak biasa di Venezuela serta meningkatnya ketegangan regional akibat insiden tersebut.

Petro menolak segala bentuk tindakan militer sepihak yang dapat memperburuk situasi dan membahayakan penduduk sipil.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat telah menyerang sejumlah lokasi sipil dan militer di Caracas serta kota-kota lain. Media AS Fox News, mengutip pejabat Amerika, melaporkan bahwa militer AS memang melakukan serangan terhadap Venezuela, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Washington.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil menegaskan bahwa negaranya menolak agresi militer Amerika Serikat serta mengutuk dan mengecam keras serangan tersebut.

Ia menyebut aksi AS sebagai agresi militer yang sangat serius dan pelanggaran terhadap kedaulatan Venezuela.

Sebagai respons atas situasi tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menandatangani dan memerintahkan pemberlakuan Dekrit Keadaan Darurat Eksternal di seluruh wilayah nasional.

Hingga berita ini diturunkan, ketegangan di kawasan Amerika Latin terus meningkat, sementara komunitas internasional belum mengeluarkan sikap resmi terkait laporan serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. (Bahry)

Sumber: TRT

Bagikan