Ahistoris Bila Mengatakan Musuh Terbesar Pancasila Adalah Agama

Ahistoris Bila Mengatakan Musuh Terbesar Pancasila Adalah Agama

SOLO (jurnalislam.com)- Penulis buku buku Islam, ustaz Salim A Fillah menyebut ketua BPIP Yudian Wahyudi tidak memahami sejarah apabila mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama.

“Saya kira ahistoris kalau mengatakan musuh dari Pancasila adalah agama, karena rumusan dari Pancasila ini adalah rumusan yang sangat religius, rumusan yang diletakan oleh para Founding Father kita dengan sangat sangat indah,” katanya kepada jurnalislam.com, sabtu, (15/2/2020).

Ustaz Salim juga mengatakan bahwa Pancasila yang dikenal sekarang meskipun istilahnya dari Bung Karno, dan juga pidato 1 juni 1945 dianggap sebagai hari lahir Pancasila adalah pidatonya Bung Karno, tapi, katanya, Pancasila yang dipakai saat ini bukan rumusan dari Bung Karno.

“Pancasila Bung Karno itu silanya terdiri dari satu kata dan ketuhanan itu disila kelima, kemudian Pancasila yang lahir juga berbeda,” tegasnya.

“Jadi pancasilanya Bung Karno satu kata satu kata dan ketuhanan yang kelima, Pancasilanya pak Yamin juga rumusannya satu kata satu kata, demikian pula Pancasilanya Mr Supomo juga satu kata satu kata, di risalah sidang BPUPKI kita bisa baca semuanya, dokumen yang menunjukan betapa pancasila ini benar benar rumusan dari para ulama nantinya di tim 9, yang kemudian BPUPKI kemudian merumuskan dasar negara kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurutnya tim 9 yang menghasilkan piagam Jakarta itu ada orang orang selevel KH Abdul Wahid Hasjim, ki Bagus Kusumo, Abikusno Tjokrosoejoso yang kemudian sangat kental membawa aspirasi umat Islam didalam Pancasila.

“Dan inilah yang kemudian membawa kenyataan sejarah kita akhiranya dirumuskan sebagai dalam tesisnya Dr Abdul Waman Karim, Qosidul Syariah, ini yang pertama Hifdzud Dien, menjaga Agama dengan kalimat ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk pemeluknya sebelum nanti di ubah 7 katanya menjadi Ketuhanan yang Maha Esa,” ujarnya.

Lalu yang berikutnya, kata ustaz Salim, adalah hifdzud nafs yang menjadi kemanusiaan yang adil dan beradab, yang ketiga hifdzud nasl menjaga kelangsungan hidup menjadi persatuan Indonesia, hifdzud aql menjaga akal menjadi hikmat kebijaksanaan atau permusyawaratan perwakilan yang dipimpin oleh hikmah dan kebijaksaan.

Kemudian yang kelima hifdzud maal menjaga harta dan hak milik orang menjadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

“Jadi ini adalah rumusan yang berdasarkan perpektif religius dan nasionalis para Founding Father kita rumuskan terbaik untuk bangsa kita, jadi saya kira saya tidak tau motif beliau mengatakan yang demikian,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai apa yang dimaksud sebagai Yudian sebagia musuh Pancasila adalah orang orang yang memanupulasi Pancasila dari berbagai hal.

“Bukan juga agama, tapi juga orang yang memanupulasi Pancasila itu sendiri, yang mengatakan kita Indonesia kita Pancasila, saya Indonesia saya Pancasila tapi korupsinya yang paling besar,” paparnya.

“Ada juga yang sudah divonis kasusnya dan lain sebagainya, itulah musuh musuh Pancasila saya kira, suka mengklaim saya Pancasila tapi kemudian justru yang paling merusak dengan melanggar pancasila itu dengan misalnya melakukan korupsi, itu contoh,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses