ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengadakan percakapan telepon terpisah dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada hari Senin (18/07/2016).
Menurut sumber presiden kepada Anadolu Agency, Senin, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan keamanan, Merkel mengatakan kepada Erdogan bahwa kudeta 15 Juli yang gagal tersebut tidak dapat diterima dan menyatakan dukungan Jerman untuk pemerintah terpilih Turki.
Sumber presiden menambahkan bahwa Stoltenberg juga mengatakan kepada Erdogan bahwa tidak ada ruang untuk kudeta di negara anggota NATO.
Pada Jumat malam, sebagian unsur militer Turki berusaha untuk menggulingkan pemerintah yang sah dengan paksa. Lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka dalam kekerasan berikutnya.
Sembilan puluh sembilan tersangka komplotan diserahkan dalam tahanan di Ankara, atas tuduhan mendirikan sebuah organisasi teroris bersenjata, berusaha untuk menghapuskan tatanan konstitusional dan “pembunuhan disengaja”.
Sebanyak 8.777 personel dipecat dari tugasnya, termasuk 30 pejabat pemerintah, 52 inspektur sipil, dan 16 penasihat hukum, kementerian dalam negeri mengatakan.
Lebih dari 6.000 tersangka telah ditangkap sehubungan dengan upaya kudeta Jumat, termasuk tokoh-tokoh militer dan hakim.
Mereka dituduh memiliki hubungan dengan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, yang dikatakan masih melakukan kampanye yang telah lama ia jalankan melawan pemerintah melalui pendukung-pendukungnya yang berada di Turki.
Gulen adalah tersangka utama dalam dua penyelidikan terhadap kudeta oleh jaksa Istanbul, sumber pengadilan mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad dalam kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara kepada media.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam