Tokoh Masyarakat Banyuanyar Jelaskan Alasan Keberatan Warga Soal Rencana Pendirian Gereja

Tokoh Masyarakat Banyuanyar Jelaskan Alasan Keberatan Warga Soal Rencana Pendirian Gereja

SURAKARTA (jurnalislam.com)— Rencana pendirian sebuah gereja di Kelurahan Banyuanyar, Kota Surakarta, mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat setempat. Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ranting Banyuanyar, Warsito Adnan, menjelaskan sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan warga terkait rencana pembangunan rumah ibadah tersebut.

Menurut Warsito, sikap warga bukan didasarkan pada penolakan terhadap keberadaan umat agama lain, melainkan berkaitan dengan kondisi masyarakat setempat serta persyaratan pendirian rumah ibadah yang harus dipenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Warsito dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh dan ulama Banyuanyar yang membahas rencana pendirian rumah ibadah tersebut.

Salah satu hal yang menjadi perhatian warga adalah keberadaan jemaah yang akan menggunakan gereja tersebut. Warsito menyebut, berdasarkan informasi yang diterima masyarakat, belum terdapat jemaah yang secara nyata berdomisili di Kelurahan Banyuanyar.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan warga dalam memberikan persetujuan terhadap rencana pembangunan.

Selain itu, warga juga mempertimbangkan kondisi sosial di lingkungan Banyuanyar yang selama ini berjalan kondusif. Karena itu, mereka berharap setiap rencana pembangunan rumah ibadah tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat setempat serta prosedur yang berlaku.

“Kalau memang sangat mendesak dan warganya (jemaahnya) ada, sebenarnya tidak masalah. Namun kendalanya saat ini cukup banyak sehingga kami sepakat untuk belum menyetujuinya,” kata Warsito pada Senin, (31/8/2026).

Usulkan Alternatif Lokasi

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat juga menyampaikan alternatif agar pihak yang akan mendirikan gereja dapat mempertimbangkan lokasi lain di luar Kelurahan Banyuanyar.

Menurut mereka, pemilihan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan jemaah dan kondisi demografis masyarakat diharapkan dapat menghindari munculnya polemik serta menjaga kerukunan warga.

Warsito menegaskan bahwa keberatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menghalangi umat agama lain dalam menjalankan ibadah. Ia menyebut masyarakat Banyuanyar tetap menghormati kebebasan beribadah selama pelaksanaannya berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog antara seluruh pihak sehingga kondisi keamanan dan kerukunan di Banyuanyar tetap terjaga.

 

Ketua IPHI Ranting Banyuanyar, Warsito Adnan (peci putih), bersama sejumlah warga saat menyerahkan surat keberatan terkait rencana pembangunan gereja di Kelurahan Banyuanyar, Solo, Senin (31/8/2026).

Bagikan