FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Operasi militer yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk “membebaskan” Fallujah dari kelompok Islamic States (IS) telah “menghancurkan kota”, Rafi al-Rifai, Mufti Irak, otoritas keagamaan tertinggi Muslim Sunni negara itu, mengatakan pada hari Jumat (10/06/2016).
Berbicara kepada Anadolu Agency, al-Rifai mengatakan bahwa, “Ribuan pejuang Syiah yang setia kepada Pemimpin Tertinggi Iran Sayyed Ali Hosseini Khamenei dan (komandan Garda Revolusi Syiah Iran) Qasem Soleimani ikut ambil bagian dalam operasi Fallujah.”
“Perintah agar Hashd al-Shaabi (kelompok payung milisi Syiah) untuk memasuki kota tersebut diterbitkan oleh Khamenei,” tambahnya.
“Mereka ingin menghancurkan Masjid Sunni Fallujah. Mereka menyiksa warga sipil yang melarikan diri dari kota; Menyiksa dan membunuh mereka,” al-Rifai menduga.
“Mereka membalas dendam terhadap kaum Sunni, yang bahkan tidak terwakili di parlemen Irak,” tambahnya.
Dia melanjutkan dengan mengkritik dukungan yang dinyatakan pendeta Syiah Irak Ayatollah Ali al-Sistani untuk milisi pro-pemerintah, menegaskan bahwa milisi “bertujuan untuk menghancurkan basis kekuasaan Muslim (Sunni)” di Irak.
“Soleimani telah mengakui bahwa Hashd al-Shaabi adalah ciptaan Syiah Iran,” al-Rifai menegaskan. “Kehidupan 3.000 warga sipil di Fallujah terancam jiwanya.”

Pasukan Syiah Hashd al-Shaabi sebelumnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia ekstrim saat merebut wilayah Muslim Sunni, sementara politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran bahwa kehadiran milisi Syiah di Fallujah bisa memicu konflik Sunni-Syiah.
Operasi militer Irak untuk merebut kembali Fallujah dimulai pada 23 Mei. Sejak itu, warga sipil yang terperangkap di kota menghadapi krisis kemanusiaan yang memburuk dengan cepat.
Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer (sekitar 30 mil) di sebelah barat ibukota Baghdad, Fallujah – yang dikuasai IS pada awal 2014 – diyakini menjadi rumah bagi sekitar 90.000 warga muslim Sunni.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam