Tragedi Jalalabad, Tanggung Jawab Siapa ?

BEGITU seringnya insiden memilukan terjadi di seluruh dunia yang membangkitkan berbagai jenis reaksi. Pada umumnya, setiap tragedi meninggalkan bekas kepedihan yang mendalam di seluruh bangsa. Baik koalisi maupun oposisi pemerintah berbagi kesedihan dan mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Media, saluran berita dan sumber daya lainnya mengabdikan diri untuk penyiaran insiden itu.

Setiap anggota masyarakat menjadi aktif dalam membantu keluarga korban dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Petugas keamanan, kalangan intelijen dan pejabat pemerintah peringkat tinggi bertanggung jawab karena merasa bersalah juga sehingga mencoba yang terbaik untuk muncul di lokasi secepat mungkin. Mereka biasanya menjadwal ulang dan memotong singkat perjalanan mereka jika sudah dalam perjalanan untuk menenangkan massa.

Sayangnya, tanah air kita tercinta saat ini (Afganistan-red) berada di bawah penjajahan bangsa asing yang keji dan masyarakat kami mengalami penderitaan menyayat hati akibat insiden sehari-hari.

Rakyat kami yang berani dan umat Muslim masih berdedikasi dan selalu bersemangat untuk berbagi dan meringankan keluhan serta penderitaan keluarga korban, sedangkan para pejabat rezim antek Amerika berlepas diri dari hal ini.

Sebaliknya politisi boneka rezim Kabul mencoba untuk memanfaatkan situasi demi keuntungan mereka sendiri.

Pihak yang pintar dan berpengalaman adalah yang berhasil menyalahkan pihak lain atau menyatakan rival politiknya terlibat dalam insiden dan yang paling licik adalah mengeksploitasi insiden tragis semacam ini (tragedi Jalalabad-red) sebagai bahan untuk tujuan propaganda dan informasi berbahaya mereka.

Di sisi lain, beberapa saluran berita dan sumber media sebagian besar dikendalikan oleh satu kelompok penjajah atau lainnya dan mereka tidak pernah dan tidak dapat merasa bertanggung jawab untuk membedakan yang benar dan yang salah, ataupun realitas dan propaganda.

Insiden tragis baru-baru ini Jalalabad yang berlangsung pada tanggal 18 April 2015, mengakibatkan pembunuhan mengerikan dan melukai lebih dari seratus rakyat yang tidak bersalah. Tragedi memilukan bagi keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam peristiwa mengerikan ini.

Insiden mengerikan ini sangat menakutkan bagi rakyat yang sudah menderita karena mereka menjadi sasaran kebrutalan dan di sisi lain, para penyerbu asing serta admin antek Kabul tidak berencana untuk mencegah ataupun berniat menolong.

Sebaliknya mereka justru terlibat dalam penderitaan orang-orang yang tidak bersalah karena mengeksploitasi kejadian seperti ini untuk tujuan politik jahat mereka. Dengan cara ini, mereka ingin meyakinkan massa agar para penyerbu asing bisa tetap di sini sehingga mereka dapat menemukan dukungan internasional untuk kepentingan pribadi mereka.

Persepsi lain mengatakan bahwa itu adalah upaya bersatunya rezim antek dan asing untuk memanfaatkan insiden itu sebagai alat propaganda besar untuk mengembangkan tekanan terhadap pasukan lawan.

Penegasan kepala admin antek AS, Ashraf Ghani, di provinsi Badakhshan pada hari Sabtu sebelumnya bahwa Taliban harus memilih antara pemerintah Afghanistan atau teroris internasional. Itu merupakan indikasi yang jelas bahwa mereka ingin memanfaatkan insiden mengerikan seperti ini untuk tujuan jahat mereka.

Ini adalah logika konyol! Mengapa kita harus menyerah pada invasi Amerika dan menerima rezim boneka mereka? Bukankah ini penyerahan total? Kami mengikuti jalan Jihad yang suci dan saleh dan ingin sepenuhnya mengakhiri invasi brutal dan pendudukan yang menyebabkan semua tragedi ini.

Kami telah terus-menerus mengatakan bahwa Afghanistan adalah tanah air bagi semua warga Afghanistan. Kami telah meyakinkan semua orang termasuk negara-negara tetangga bahwa negara ini bukan ancaman bagi orang lain. Rezim antek AS yang berbasis di Kabul ditugaskan untuk menyebarkan propaganda tak berdasar terhadap Mujahidin dan itu adalah modus operandi Amerika yang usang.

Rakyat Afghanistan sepenuhnya melihat bahwa penjajah asing telah membunuh ratusan ribu orang tak berdosa dan menutupinya dengan propaganda berbahaya dan penjajah brutal masih terkutuk karena menumpahkan darah warga Afghanistan yang tidak bersalah dengan memperpanjang penderitaan dan tragedi mereka!!!

Penerjemah : Deddy | Sumber : Shahamat | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses