Ratusan Pasukan Rusia Tewas di Suriah sejak September

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Lebih dari seratus tentara Rusia tewas ditangan mujahidin Suriah sejak Moskow meluncurkan serangan militer di Suriah September lalu untuk mendukung pasukan Bashar al-Assad, sumber yang dekat dengan rezim Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat (29/01/2016).

Sumber tersebut mengatakan ratusan tentara Rusia di Suriah secara rutin ambil bagian memerintahkan sejumlah serangan rezim di garis depan dalam menggempur mujahidin Suriah, sementara pasukan khusus Rusia sesekali berpartisipasi dalam operasi bersama pasukan rezim.

Pasukan Rusia dikerahkan di kabupaten Jurin, Salma dan Rabia di provinsi Latakia dan pangkalan militer Khmeimim Rusia, kata sumber-sumber. Pasukan Rusia juga bertugas sebagai tim pesawat dan teknis rudal di Damaskus, Hama, dan Homs, mereka menambahkan.

Unit Rusia yang hadir di timur laut provinsi al-Hasakah juga berkontribusi dalam perluasan bandara internasional Qamishli dekat perbatasan Turki. Pada tanggal 19 Januari, Komite Koordinasi Lokal Suriah mengatakan bahwa 100 tentara Rusia telah dikerahkan menuju Qamishli.

Sumber mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 109 tentara Rusia telah tewas sejak dimulainya operasi militer pada 30 September 2015. Banyak yang tewas dalam pertempuran sementara beberapa yang lain tewas ketika helikopter transportasi mereka ditembak jatuh, kata sumber-sumber.

Penyebab kematian tentara Rusia dianggap sebagai rahasia negara, menurut RUU yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi undang-undang tahun terakhir di bulan Mei. Hukum Rusia juga melarang memberikan informasi tentang pasukan Rusia yang meninggal dalam operasi khusus.

Meskipun adanya pasukan Rusia menimbulkan kekhawatiran, namun faksi faksi jihad suriah dan para pejuang oposisi terus berjuang memerangi pasukan rezim di banyak posisi.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada 11 Januari oleh Mingguan Pertahanan Jane yang berbasis di London, rezim Suriah hanya menguasai lahan sebesar 1,3 persen meskipun Rusia didukung angkatan udara selama hampir empat bulan. Salah satu daerah yang memperlihatkan kemajuan rezim adalah daerah Turkmendagi di Latakia.

Kekuatan koalisi mujahidin Suriah masih menguasai setengah dari provinsi Aleppo dan melindungi wilayanya di Idlib, yang dikuasai seluruhnya dari tahun lalu. Serangan rezim yang didukung oleh angkatan udara Rusia juga gagal meraih kemenangan di Hama dan Homs, sementara koalisi mujahidin Suriah berhasil mengamankan Ghouta Timur di Rif Dimashq meskipun dibombardir pemboman berat.

Koalisi mujahidin Suriah juga membuat keuntungan strategis terhadap rezim sejak serangan Rusia dimulai, merebut Atshan di Hama dan desa-desa Kafr Nabuda, serta kota strategis Morik.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses