JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menjelang masuknya masa kenormalan baru, kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan adanya penurunan. Dalam hal ini, penerapan protokol kesehatan dan peningkatan tes PCR untuk mendeteksi Covid-19 harus dimaksimalkan.
Ahli wabah atau epidemiolog Universitas Indonesia menilai penerapan jaga jarak adalah hal utama yang perlu ditekankan dalam setiap aktivitas masyarakat. “Aturan pelaksanaan untuk jaga jarak yang lebih penting,” kata Pandu, Jumat (3/7).
Bila penerapan aturan jaga jarak dilakukan maksimal dalam setiap aktivitas masyarakat, maka angka penularan Covid-19 juga dapat semakin diminimalisasi. Sebagaimana diketahui, sejumlah kendaraan umum mulai beroperasi di DKI Jakarta.
Bila aturan jaga jarak diterapkan dengan tegas dan penuh kesadaran oleh masyarakat, maka jumlah kuota penumpang akan menyusut dengan sendirinya. Hal ini juga berlaku untuk aktivitas lain yang melibatkan banyak massa.
“Cukup jaga jarak,” kata Pandu.
Selain itu, pemerintah juga diminta terus berupaya maksimal dalam mendeteksi dan menetapkan Covid-19. Hal ini dapat terus dilakukan dengan memaksimalkan PCR. Rapid test yang banyak dilakukan dinilainya masih belum cukup.
“Tingkatkan terus PCR,” kata dia.
Sebab, Pandu meyakini bahwa Indonesia masih belum sampai pada puncak pandemi. Hal ini lantaran jumlah positif penderita Covid-19 masih terus bertambah. Jika sudah puncak, mestinya setelah itu terjadi penurunan kasus Covid-19.
Sumber: republika.co.id