Intifadhah III: Syuhada ke 58 Palestina, Siswi SMP dengan 7 Peluru di Tubuhnya

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kebiadaban Israel penjajah kembali terjadi. Serdadu zionis mengeksekusi mati seorang remaja putri Palestina pada hari Ahad (25/10/2015) dengan darah dingin di dekat Masjid Ibrahimi di Hebron. Remaja putri Palestina itu langsung gugur syahid setelah dibiarkan tanpa ada pertolongan dari mobil ambulan karena Israel menghalanginya ke TKP, Infopalestina melaporkan, Ahad.

Sejumlah saksi mata menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina, remaja Palestina itu ditembak oleh serdadu Israel di salah satu gerbang masuk Masjid Ibrahimi dan langsung mendapatkan berondongan 7 peluru mamatikan, salah satunya bersarang di kepalanya.

Abdillah Onim mengatakan, serdadu zionis mencegat remaja putri Palestina yang merupakan pelajar sekolah dengan membawa tas di punggungnya. Tiba tiba serdadu Israel langsung menembak kakinya kemudian menembak tubuhnya. Pasukan penjajah menghalangi kendaraan ambulan mendekat ke tempat korban sehingga remaja putri itu gugur.

“Siswi tersebut masih duduk dibangku sekolah SMP Umum (SMP Jihad Arsid Khalil), ia di tembak oleh militer Yahudi sepulang dari sekolah, tanpa sebab akibat”.

“Mobil Ambulance Bulan Sabit Merah Palestina menuju tempat kejadian untuk mengevakuasi sang siswi yang sebelumnya masih bernafas tetapi pihak militer Yahudi tidak mengijinkan mobil ambulance mendekati korban, hingga korban tak bernyawa, melepaskan nafas terakhir, setelah itu mobil ambulance di ijin kan untuk mengevakuasi sang jenazah”, kata Abdillah Onim, wartawan Indonesia yang berada di Palestina.

Sejak pecah Intifadha III  hingga kini sudah memasuki hari ke 25, korban semakin bertambah, tercatat sudah 58 orang warga Palestina Syahid dan lebih dari 5.750 orang mengalami luka-luka akibat penembakan militer zionis Yahudi Israel.

Deddy | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses