ALJAZAIR (Jurnalislam.com) – Setidaknya sembilan tentara Aljazair tewas ketika mujahidin Al Qaeda di Maghreb Islam menyerang patroli mereka di barat ibukota Aljazair pada hari Sabtu dalam salah satu serangan paling mematikan selama beberapa bulan terakhir, kementerian pertahanan mengatakan pada hari Ahad (19/07/2015).
Al Qaeda di Maghreb Islam melaporkan serangan hari Jumat di wilayah Ain Defla dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun media sosial yang sering melepaskan informasi tersebut.
11 tentara Aljazair tewas menurut BBC, Al Jazeera juga melaporkan bahwa 11 tentara Aljazair tewas.
Sebuah sumber keamanan pada hari Sabtu juga mengatakan 11 tentara tewas. Pernyataan pada hari Ahad dari kementerian adalah konfirmasi resmi pertama mengenai serangan tersebut.
"Sebuah detasemen tentara ditargetkan oleh kelompok mujahidin. Kami menyesalkan kematian sembilan tentara sebagai martir dan terlukanya dua tentara kami," kata pernyataan kementerian.

AQIM mengatakan bahwa penyerangan itu sebagai balasan atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Ahmad Gaid Salah, kepala staf Aljazair, yang "menyatakan bahwa Aljazair telah memberantas dan menghancurkan mujahidin." Pemerintah mengaku telah membunuh atau menangkap lebih dari 100 mujahidin sejak Januari, dan bahwa lebih dari 100 mujahidin tewas tahun lalu. Pesan Al Qaeda berakhir dengan serangan AQIM mengirimkan berkah Idul Fitri "untuk mujahidin di manapun."
Serangan tersebut berlangsung sebulan setelah AQIM melaporkan dua serangan lainnya di Aljazair. AQIM menargetkan konvoi militer Aljazair dengan IED, membunuh seorang kolonel, dan menyerang sebuah brigade bayaran, menewaskan empat pasukan brigade itu. Kedua serangan terjadi di kota Batna, yang terletak 300 mil di sebelah timur Algiers.
Aljazair telah lama menjadi pusat kegiatan Al Qaeda di Afrika Utara.
Deddy | World Bulletin | TLWJ | Jurniscom