SOLO (Jurnalislam.com)- Tokoh Mega Bintang Mudrick M Sangidoe mendesak pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta maaf.
Khususnya kepada rakyat atas meninggalnya ratusan anggota KPPS yang meninggal saat bertugas di pemilu 2019.
Tercacat hingga tanggal 1 Mei 2019 pukul 09.00 wib, Sekjen KPU Arif Rahman menyebut korban jiwa yang meninggal mencapai 377 orang.
“Kami mengusulkan tanggal 17 April dijadikan hari berkabung demokrasi nasional, menuntut dibentuknya Komisi Penyelidikan Independen atas jatuhnya korban tersebut,” katanya kepada Jurniscom di Gedung Umat Islam (GUI) Surakarta, Rabu, (1/4/2019).
“Selanjutnya Pemerintah dan KPU harus meminta maaf atas tragedi tersebut,” imbuhnya.
Mudrick juga menyoroti masifnya dugaan kecurangan yang dilakukan.
Hal ini dinilainya tampak dari peserta maupun penyelenggara di pemilu 2019 saat ini, baik di Pilpres maupun di Pileg.
“Tidak bisa dipungkiri telah banyak terjadi kejahatan pemilu yang berupa pelanggaran pelanggaran pemilu yang dilakukan peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu,” ujarnya.
Untuk itu, ia mendesak Bawaslu dapat bersikap tegas dan adil untuk memproses ke jalur hukum.
Khususnya pihak pihak yang diketahui melakukan pelanggaran dalam pilpres 2019 saat ini.
“Pelanggaran pelanggaran ini tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum bagi para pelanggarnya,” paparnya.