RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Lebih dari 3.500 anak-anak Palestina terjebak di flashpoint kamp Yarmouk Suriah untuk pengungsi Palestina, badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan.
"Ada sekitar 3.500 anak-anak yang terdampar di kamp, sementara orang sakit dan orang tua terus menerus menemui kematian karena kurangnya perawatan medis," kata juru bicara UNRWA Sami Mshasha saat konferensi pers Ahad (03/05/2015) di kota Ramallah, Tepi Barat.
Mshasha mengatakan bahwa sekitar 90 persen dari 180.000 warga Palestina Yarmouk ini telah melarikan diri dari kamp .
Selain itu, pasukan rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad secara rutin juga menjatuhkan bom barel di kamp yang terkepung itu, menurut UNRWA.
"Situasi di kamp Yarmouk sangat tragis," kata Mshasha.
"The UNRWA telah berulang kali mendesak rezim Suriah untuk menghentikan penjatuhan bom barel tanpa pandang bulu yang sangat-destruktif kea rah kamp sehingga menimbulkan korban sipil serta kerusakan besar."
Beberapa organisasi kemanusiaan internasional mengatakan mereka tidak mampu menawarkan bantuan kepada sekitar 18.000 warga yang tidak mampu meninggalkan kamp saat bentrokan mengamuk di antara dua kelompok bersenjata.
Suriah telah dilanda perang mematikan sejak 2011, ketika rezim Syiah al-Assad menindak keras demonstrasi anti-pemerintah.
Lebih dari 220.000 orang tewas dalam konflik sampai saat ini, menurut angka terbaru PBB.
Sebelum konflik, warga Palestina yang tinggal di Suriah diperkirakan berjumlah sekitar 581.000 – sepertiga dari mereka tinggal di kamp Yarmouk, menurut PBB.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejak konflik antara pasukan Assad dan kelompok mujahidin pecah, ribuan warga Palestina di Suriah melarikan diri ke negara tetangga Libanon dan Yordania, sementara ratusan lainnya melarikan diri ke Jalur Gaza.
Sekitar 166 pengungsi Palestina mati kelaparan di pertengahan 2013 ketika pasukan rezim Syiah Suriah mengepung kamp Yarmouk.
Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom