DHAKA (Jurnalislam.com) – Hampir seratus orang tewas di tangan aparat penegak hukum dalam sembilan bulan terakhir tahun ini, menurut sebuah laporan oleh badan hak asasi Bangladesh Ain o Salish Kendra (ASK) pada hari Sabtu, Anadolu Agency melaporkan Ahad (1/10/2017).
Badan ini menerbitkan informasi berdasarkan surat kabar nasional Bangladesh.
Laporan tersebut mendokumentasikan keluarga korban dan saksi mata dan mengatakan bahwa petugas penegak hukum dalam pakaian sipil menangkap lebih dari 50 orang yang juga dipublikasikan di harian nasional.
Namun, hanya sedikit dari mereka yang kembali. Mayat orang lain dengan banyak peluru ditemukan. Namun badan penegak hukum membantah tuduhan itu, kata badan hak asasi manusia tersebut.
Turki Desak Bangladesh agar Buka Pintu Bagi Muslim Rohingya
Menurut laporan tersebut, 588 wanita telah diperkosa. Mayoritas dari mereka terbunuh setelah pemerkosaan; beberapa melakukan bunuh diri.
Laporan ini juga mengatakan bahwa insiden kekerasan dalam rumah tangga meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan di Bangladesh.
Ratusan perempuan telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga yang dipicu oleh tuntutan mas kawin.
Cerita Mengerikan dari Para Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh
Laporan tersebut juga mengungkapkan gambaran buruk tentang penganiayaan anak.
“Sebanyak 1.217 anak terbunuh atau disiksa. Dari jumlah tersebut, 252 orang terbunuh atau melakukan bunuh diri. Korban ditemukan setelah mereka dinyatakan hilang dan mayat mereka ditemukan kemudian,” menurut siaran pers.
Selain itu, laporan tersebut mengatakan bahwa 16 orang tewas oleh penjaga perbatasan India.
Setelah terjadinya kekerasan politik, 44 orang tewas dan beberapa ribu lainnya terluka.