WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kaum perempuan turut berbaris ke ibukota AS pada hari Sabtu (21/01/2017) untuk menentang Presiden AS Donald Trump, berbarengan dengan demonstrasi yang berlangsung di kota-kota di Eropa, Afrika dan Asia, Aljazeera melaporkan.
Protes hari Sabtu tersebut terjadi hanya sehari setelah Trump, dari Partai Republik sayap kanan, menjabat.
Selain Washington, DC, demonstrasi terhadap retorika diskriminatif Trump juga berlangsung di Sydney, London, Berlin, Tokyo, Paris, Stockholm dan di tempat lain.
Trump telah menarik kemarahan kaum liberal, kaum kiri dan kelompok progresif lainnya atas komentar seksis dan bahasa xenophobia, sementara banyak pihak di luar negeri khawatir atas sumpah perdana Trump pada hari Jumat yang menempatkan “Amerika Pertama (America First)” dalam pengambilan keputusannya.
Protes menggambarkan dalamnya kemarahan di AS yang masih belum pulih dari musim kampanye pemilihan 2016 yang penuh luka.
Trump mengalahkan calon dari partai Demokrat Hillary Clinton, wanita pertama yang dinominasikan untuk presiden oleh partai besar di Amerika Serikat tersebut.
“Sangat penting agar hak-hak kami dihormati. Banyak orang yang telah berjuang keras memperjuangkan hak-hak kami dan Presiden Trump jelas tidak menghormati mereka,” kata Lexi Milani, seorang pemilik restoran berusia 41-tahun dari Baltimore, yang datang bersama dengan 28 orang teman.
Pawai Perempuan di Washington menampilkan pembicara, penampilan selebriti dan protes yang berjalan di sepanjang National Mall, adalah gagasan dari seoarnag nenek dari Hawai, Teresa Shook.
Pawai ini dimaksudkan sebagai sarana bagi perempuan dan sekutu laki-laki mereka untuk menyuarakan oposisi mereka menentang kemenangan Trump.
Penyelenggara mengatakan mereka mengharapkan ratusan ribu orang akan hadir.