JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan orang menggelar acara Parade Bhinneka Tunggal Ika (PBTI) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016). Acara itu disinyalir menjadi tandingan aksi 411 lalu.
Aksi itu dimulai dengan orasi dari berbagai lintas agama dan suku di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat dilanjutkan dengan long march menuju Tugu Tani dan kembali ke kawasan Patung Kuda. Diketahui, rencana aksi long march sedianya dilaksanakan dengan tujuan akhir Bunderan HI. Namun panitia mengaku pihak kepolisan melarang, tetapi seorang polisi mengatakan sebaliknya.
“Ngga tau kenapa ke Tugu Tani, kami ga melarang kok di Bundaran HI,” terang seorang polisi yang tidak ingin disebut namanya.
“Mungkin dapat menyebabkan kemacetan,” tambahnya.
Pantauan kami, hampir setengah massa memilih untuk berdiam diri di pojok taman dan tidak ikut melakukan long march. Namun demikian, long march itu tetap menampilkan beberapa kostum adat dan dikomando dengan iringan lagu-lagu daerah.
“Merdeka, mari bersatu,” teriak massa aksi dengan pita merah putih yang diikatnya dikepala mereka.
Pantauan kami juga melihat massa PBTI tampak kurang kompak. Pasalnya, saat long march berlangsung, sebagian massa memilih jalan kaki, sebagian menaiki metro mini. Cukup banyak massa yang tidak mengikuti long march dengan duduk santai berteduh di taman. Saat itu, sekitar pukul 11:00 WIB cuaca terik.
Parade ini sedianya berakhir pada sore hari, pukul 16:00. Namun, massa sudah membubarkan diri pada siang hari, sekitar pukul 12:00 WIB.
Reporter: Muhammad Fajar/JituIslamicNewsAgency