18 Hari Ditahan, Keluarga Minta Kapolri Segera Pulangkan Jenazah Fonda

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga terduga teroris Fonda Amar Solihin yang meninggal dalam baku tembak dengan aparat di Poso Pesisir, mendatangi Mapolresta Surakarta, Jalan Adi Sucipto No.2 Manahan, Kamis (17/3/2016).

Ditemani Ketua Panitia Pemakaman, ustadz Sholeh Ibrahin menyampaikan surat untuk Kapolri yang isinya permintaan untuk segera menyerahkan jenazah pria asal di Brengosan, Purwosari, Laweyan, Surakarta itu.

"Demi kemanusiaan, demi Syari'at Islam tentang pemakaman jenazah, dan demi kepastian hukum pasal 77 KUHP tentang penghentian penyidikan, mohon Kapolri segera memulangkan jenazah Fonda ke Solo,"  kata ustadz Sholeh kepada Kapolres Surakarta Ahmad Lutfi, SH.

"Perlu diketahui bahwa jenazah Fonda sejak 29 Februari kan di RS Bhayangkara dan keluarga juga sudah ke Palu sejak 3 Maret, untuk itu secepatnya dipulangkan," lanjut Sholeh.

Sementara itu, paman Fonda, Abu Nailah mengungkapkan kekecewaannya institusi kepolisian khususnya Densus 88 yang masih menahan jenazah Fonda. Padahal sudah dua minggu lebih keluarga berada di Palu.

"Harapan saya segera dipulangkan, wong sudah mati mau diapakan lagi, bahkan saudara saya (Joko ayah Fonda yang berada di LP Pekalongan) terus menanyakan saya kabar kelanjutannya jenazah anaknya," ujarnya.

Berikut ini isi surat keluarga Fonda kepada Kapolri

Assalamu  ‘alaikum Wr, Wb.

Perlu disampaikan bahwa jenazah Fonda sudah berada di RS Bhayangkara sejak Senin, 29 Februari 2016. Mendengar kabar kematian Fonda Kamis, 3 Maret 2016 keluarga Fonda berangkat ke Palu memastikan kebenaran informasi kematian anggota keluargnya. Sore itu juga keluarga Fonda yang diwakili ibunya Umi Widayati langsung diperiksa di RS Bhayangkara tentang pengecekan dokumen Fonda, tes DNA serta melihat fisik jenazah Fonda secara langsung.

Kemudian Jumat tanggal 11 Maret 2016 Panitia pemakaman Fonda  menerima info dari keluarga Fonda yang berada di RS. Bhayangkara Palu menyebutkan bahwa hasil tes DNA keluarga Fonda Identik (match) dengan jenazah Fonda dan secepatnya akan dipulangkan pada hari Sabtu tanggal 12 Maret 2016 dengan waktu yang belum ditentukan.

Namun hari Sabtu itu Jenazah Fonda belum juga dipulangkan diminta menunggu info hari Senin tanggal 14 Maret 2016. Sempat ada spekulasi bahwa jenazah Fonda belum bisa dikarenakan adanya serah terima jabatan Kapolda Sulteng dan kedatangan Wakil Presiden Yusuf Kala di Palu Sulteng serta kedatangan Presiden Jokowi di Solo terkait lahirnya cucu Jokowi di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Hingga hari ini, Kamis 17 Maret 2016 kabar pemulangan Jenazah Fonda ke Solo belum ada kabarnya lagi. Sudah 18  hari jenazah Fonda berada di rumah sakit Bhayangkara Palu. Untuk itu, atas nama keluarga sekaligus Panitia pemakaman Almarhum Fonda Amar Sholihin meminta kepada Kapolri untuk segera memulangkan jenazah Fonda atau Kapolri memberi penjelasan resmi tentang alasan jenazah Fonda masih ditahan di RS Bhayangkara Palu.

Pertimbangan lain adalah keluarga yang di berada RS. Bhayangkara Palu sudah cukup sabar dan kooperatif demi kepulangan jenazah Fonda ke Solo untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslim Polokarto.

Demi kepentingan kemanusiaan, demi syariat Islam tentang pemakamam jenazah dan demi kepastian hukum pasal 77 KUHP tentang penghentian penyidikan, dimohon dengan hormat kepada Kapolri untuk segera memulangkan jenazah Fonda Solo.

Wassalamu ‘alaikum Wr, Wb.

 

Surakarta, 17 Maret 2016

Atas Nama Keluarga Fonda/

Panitia Pemakaman Fonda

 

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.