17 Warga Raqqa Tewas dalam Serangan Koalisi AS di Wilayah Tersisa

17 Warga Raqqa Tewas dalam Serangan Koalisi AS di Wilayah Tersisa

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Serangan koalisi pimpinan AS di wilayah IS yang tersisa di kota Raqqa di Suriah menewaskan 17 warga sipil pada hari Rabu (16/8/2017), termasuk anak-anak, kata sebuah monitor, lansir Al Arabiya News Channel.

Koalisi tersebut memberikan dukungan udara berupa serangan udara berat bagi milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) saat berusaha menyingkirkan IS dari markas besarnya.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah monitor yang berbasis di Inggris, mengatakan bahwa korban berjatuhan pada hari Rabu menyusul serangan mematikan dua hari.

Sejak Senin, kata monitor tersebut, 38 warga sipil terbunuh dalam serangan udara pimpinan AS di kota tersebut.

Kematian di hari Rabu tersebut termasuk lima anak, menurut monitor, yang mengandalkan jaringan sumber di lapangan.

Koalisi mengatakan bahwa dibutuhkan tindakan untuk menghindari korban sipil dan menyelidiki tuduhan yang kredibel atas kematian warga sipil.

Amerika Serikat telah mengakui bahwa serangan koalisi telah membunuh 624 warga sipil di Suriah dan Irak sejak tahun 2014.

Tapi kelompok hak asasi manusia dan pemantau mengatakan bahwa jumlah sebenarnya secara eksponensial lebih tinggi dari angka tersebut.

SDF meluncurkan sebuah operasi untuk merebut provinsi Raqqa dari IS tahun lalu, dan pada bulan Juni milisi tersebut memasuki kota Raqqa untuk pertama kalinya.

Walaupun SDF sekarang menguasai lebih dari separuh kota, namun pertempuran masih berlaku sengit dan warga sipil terbunuh dalam baku tembak dan saat mencoba melarikan diri.

Puluhan ribu orang telah melarikan diri dari Raqqa, namun PBB memperkirakan antara 10.000 dan 25.000 warga sipil mungkin masih terjebak di dalamnya.

Bagikan