NEW YORK (Jurnalislam.com) – Protes nasional terus berlangsung hari Sabtu memasuki hari keempat saat demonstran meluncurkan protes terhadap Presiden terpilih Donald Trump, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (13/11/2016).
Ribuan orang meneriakkan “bukan presiden saya (not my president)” di New York City saat mereka berjalan menuju Trump Tower, dengan protes serupa terjadi di beberapa kota termasuk Chicago, Los Angeles, dan Washington DC.
Meskipun sebagian besar aksi berlangsung damai, demonstrasi berujung penangkapan serta menyebabkan jalan raya dan jembatan harus ditutup. Satu orang ditembak di Portland, Oregon, selama konfrontasi.
Sementara itu, jutaan orang telah menandatangani panggilan bersama untuk anggota Electoral College – diharapkan yang memilih Trump menjadi presiden – untuk berbalik menyetujui Clinton.
Suara ketidakpuasan mereka didengar luas di seluruh penjuru AS setelah kekalahan Clinton yang mengejutkan dalam pemilu yang pahit dan memecah belah tahun ini. Sebagian besar jajak pendapat menempatkan beberapa poin untuk kemenangan Clinton, namun kemenangan jelas diraih mogul bisnis Trump yaitu 290-228.
Presiden terpilih Trump komentar di Twitter menentang protes Kamis malam, menyatakan para demonstran sebagai “pengunjuk rasa profesional yang dihasut oleh media”, dan menggambarkan situasi itu “sangat tidak adil”.
Sebagai pengguna media sosial yang akif, Trump berbalik arah beberapa jam kemudian, mengatakan ia mencintai “fakta bahwa kelompok-kelompok kecil pengunjuk rasa malam terakhir memiliki gairah untuk negara kita yang besar”.