SURIAH (Jurnalislam.com) – Pembatasan konvoi kemanusiaan yang diberlakukan oleh rezim Nushairiyah Assad menimbulkan rasa frustasi pada upaya pemberian bantuan untuk menyelamatkan jiwa orang-orang yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut, utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan Kamis (14/04/2016), World Bulletin melaporkan.
Sebuah panel PBB 17-negara, telah bekerja sejak Februari untuk meningkatkan pengiriman bantuan bagi sekitar 450.000 warga Suriah yang terdampar di daerah terkepung, serta 4 juta orang lain di tempat-tempat yang digambarkan PBB sangat sulit dijangkau.
Setelah melaporkan kemajuan yang signifikan di dua minggu pertama bulan Maret, pejabat PBB dalam beberapa pekan terakhir menyuarakan keprihatinan mereka atas pemasangan rintangan yang diberlakukan oleh Damaskus.
"Semua orang di pertemuan itu kecewa," de Mistura mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan mingguan gugus tugas kemanusiaan tersebut.
"Banyak (negara) yang benar-benar frustrasi oleh berkurangnya konvoi baru," tambahnya.
Dia menyebutkan bahwa Duma, Daraya dan Timur Harasta, semuanya dikepung oleh rezim Assad, sebagai daerah yang sangat membutuhkan pasokan.
De Mistura mengatakan ia mengangkat isu lesunya kerjasama kemanusiaan dengan rezim Bashar Assad yang berada di Damaskus awal pekan ini dalam pertemuan persiapan untuk pembicaraan damai, yang dilanjutkan di Jenewa, Rabu.
Ketika ditanya mengapa rezim terus memblokir konvoi bantuan, de Mistura mengatakan pertanyaan tersebut seharusnya diajukan kepada pemerintah Assad.
Sejak awal tahun ini, konvoi PBB, Palang Merah Internasional (International Red Cross- ICRC) dan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Red Crescent) telah menyampaikan bantuan kepada 154.000 orang di wilayah terkepung dan kira-kira 246.000 orang di daerah yang sulit dijangkau.
Kepala gugus tugas kemanusiaan, Jan Egeland, mengatakan target mencapai lebih dari 1 juta orang sebelum akhir April tidak akan tercapai kecuali jika pemerintah lebih kooperatif.
De Mistura mengatakan ia membuat beberapa kemajuan di Damaskus dengan mengamankan izin sementara untuk distribusi obat-obatan, tetapi pemerintah secara khusus mengecualikan peralatan bedah, pil anti-kecemasan dan atropin, yang dapat digunakan untuk menjaga tubuh terhadap efek racun, termasuk gas sarin.
Pengiriman bantuan kemanusiaan lewat udara ke wilayah Deir Ezzor yang dikepung kelompok Islamic State (IS) dilanjutkan Kamis, de Mistura mengatakan, dan merupakan airdrop yang ketiga sejak World Food Programme dilakukan pengiriman pertama yang berhasil selama akhir pekan.
PBB sedang mencoba untuk mendapatkan pasokan bagi 200.000 orang di Deir Ezzor yang hidup di bawah kendali kelompok IS.
Deddy | World Bulletin | Jurnalislam